4 Jenis Native Advertising Serta Keuntungannya Bagi Bisnis

By Martina, 04 Mei 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Perkembangan teknologi digital menjadi fenomena yang tidak bisa dihindari. Hal ini menjadikan ragam bidang kehidupan saat ini berkiblat pada upaya digitalisasi, termasuk dalam hal advertising (iklan). Ya, iklan sebagai suatu sarana pengenalan produk atau layanan bisnis ‘dipaksa’ untuk mengembangkan diri ke arah pemasaran digital. Pengembangan strategi iklan di dunia digital ini bisa kita rasakan langsung ketika menggunakan internet. Seringkali ketika asyik membuka suatu laman, tampil iklan di layar yang menutupi konten sehingga mengganggu kenyamanan. Iklan digital yang mengganggu seperti ini ternyata dipahami pula oleh marketing. Oleh karena itu, muncul inovasi baru yang sekarang dikenal dengan native advertising.


Native advertising jika diartikan secara harfiah adalah iklan asli/alamiah. Namun artian yang dimaksud adalah sebagai suatu jenis iklan yang hadir mengikuti format layout website atau media yang bersangkutan sehingga terlihat alamiah. Kealamian itu didapat dari berbagai elemen, seperti jenis huruf, warna, tone, tema, dan hal detail lainnya sehingga iklan menyatu dengan tampilan website itu sendiri. Hal ini menjadikan iklan menjadi sesuatu yang tidak lagi mengganggu karena tampilan yang user-friendly.


Sebagai suatu strategi iklan yang unggul, native advertising saat ini merupakan bentuk media berbayar. Ciri yang biasanya tampil dari adanya native advertising di suatu website adalah label ‘ads’ atau ‘sponsored’. Native advertising juga bisa ditemui dalam media sosial seperti instagram, facebook, dan twitter.


Perlu diketahui pula ternyata native advertising memiliki beberapa jenis. Berikut adalah empat jenis native advertising yang kerap ditemui :

  1. Promoted Listings

Apakah Anda sering melakukan belanja online? Jika iya, coba perhatikan lagi situs e-commerce langganan Anda. Perhatikan apakah ada produk yang tampil sebagai sponsored? Ya, biasanya ketika Anda mencari suatu produk, akan tampil produk-produk sejenis sebagai suatu iklan. Inilah yang merupakan contoh dari jenis native advertising yang disebut sebagai promoted listings.


Promoted listings memang biasanya ada di situs-situs penjualan atau e-commerce. Kehadiran iklan seperti ini tidak dianggap mengganggu karena tampil layaknya konten organik.  Apalagi produk yang ditawarkan memang selaras dengan apa yang dicari sehingga dianggap biasa saja bahkan membantu.


  1. In-feed units

Ketika Anda membuka suatu homepage atau media sosial, tiba-tiba ada konten bersponsor yang muncul, itulah contoh dari in-feeds units. Jenis native advertising satu ini terbilang user-friendly karena tampilannya sangat selaras dengan laman tempat munculnya. Dengan kata lain, iklan muncul dalam format atau tampilan yang berbeda-beda sesuai dengan user experience dari masing-masing situs.


  1. Custom ads

Penggunaan media sosial yang intens saat ini membuka peluang lokasi iklan yang menjanjikan. Tetapi jika hanya berupa iklan foto, video, atau kata, maka akan terlihat membosankan bahkan bisa saja diabaikan. Hingga akhirnya muncul kreasi jenis native advertising baru yang menarik untuk media sosial yaitu berupa filter. Ya, ketika Anda membuat konten di instagram, snapchat, atau tiktok, maka akan ada pilihan filter yang lucu dan menarik. Ternyata filter-filter ini banyak yang berasal dari iklan suatu produk. Contoh saja filter untuk merubah wajah menjadi donat sebagai bentuk iklan dari waralaba donat. Jenis iklan berupa filter seperti ini tentu saja menjadi begitu menarik karena pengguna merasa terhibur dan bisa menjadi suatu tren.


  1. Recommendation widgets

Jenis native advertising terakhir yang umum dijumpai adalah recommendation widgets. Seperti namanya, strategi iklan ini berupa tampilan yang memberikan link rekomendasi. Biasanya, recommendation widget bisa dilihat di akhir dari suatu laman atau artikel. Laman yang direkomendasikan pula biasanya berkaitan dengan artikel yang dibuka sehingga bisa sangat bermanfaat bagi pengunjung laman. Pemasangan recommendation widgets pada suatu laman juga dianggap sangat menguntungkan karena bisa langsung menarik trafik website iklan.


Setelah mengetahui jenis-jenis native advertising di atas, maka bisa diketahui bahwa native advertising memiliki sejumlah keunggulan yang menguntungkan bisnis jika dibandingkan dengan iklan online komersial biasa. Keunggulan dari native advertising bagi suatu bisnis yang dimaksud diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Strategi Marketing yang Efektif

Strategi iklan melalui native advertising dianggap sangat efektif lantaran hampir semua masyarakat modern memakai internet. Penggunaan internet yang begitu intens inilah yang menjadikan iklan lebih mudah dipromosikan. Selain itu, Jangkauan pasarnya begitu lebih luas karena native advertising bisa ditampilkan pada banyak website serta media sosial yang memang variatif karakter penggunanya.


  1. Memberi Kesan Baik

Layaknya sebuah pertemuan pertama, kesan menjadi hal yang penting. Begitupun bagi sebuah iklan, memberikan kesan yang baik akan membuat calon konsumen lebih nyaman untuk mencari tahu. Hal inilah yang bisa didapat dari native advertising. Tampilnya native advertising di suatu laman atau media sosial tanpa terkesan mengganggu tentu akan membuat senang pengguna internet.


  1. Mudah Diaplikasikan

Membuat suatu iklan dewasa kini sangatlah mudah. Perkembangan teknologi menjadi native advertising bisa dijalankan oleh siapa saja. Proses yang dilakukan juga semakin sederhana, bahkan hanya dalam hitungan menit iklan bisa langsung terbit di media yang diinginkan.


  1. Lebih Menarik

Native advertising menjadi strategi iklan yang menarik dan variatif karena bisa disesuaikan dengan sesuatu yang sedang viral. Hal inilah yang menjadikan iklan saat ini bisa menjangkau lebih banyak orang.


  1. Adanya Interaksi Visual

Persuasi yang tampil dalam bentuk foto atau video dari native advertising bisa menambah wawasan pengguna internet. Hal tersebut bisa didapatkan lantaran adanya interaksi visual dengan pengguna internet yang melihatnya. Kesan yang tidak terlalu iklan juga bisa memberi efek positif tersendiri karena orang yang melihat biasanya lebih tertarik untuk melihat iklan sampai akhir.


  1. Meningkatkan Trafik Website

Peningkatan trafik laman produk tentu bisa didapatkan karena pengguna internet lebih cenderung menyukai untuk mengunjungi website yang tampil sebagai iklan yang menarik.


  1. Biaya yang Terjangkau

Bayangkan saat belum berkembangnya teknologi digital seperti sekarang, pemasangan iklan di media cetak saja terbilang mahal apalagi di televisi. Tetapi sekarang melalui native advertising, proses pengiklanan menjadi jauh lebih terjangkau.


Itulah penjelasan seputar jenis-jenis native advertising dan keunggulannya. Pemahaman akan hal ini penting karena dalam dunia bisnis, mengikuti perkembangan zaman merupakan keniscayaan.


Baca juga

Ini Artinya Bootstrapping dalam Bisnis dan Perbedaannya dengan Venture Capitalist

Apa Itu Hutang Jangka Panjang (Long Term Debt) dan Dampaknya pada Bisnis Usaha

Pengertian Akuntansi Secara Umum dan Pentingnya dalam Bisnis Perusahaan

Tips Membangun Kemitraan Bisnis untuk Meningkatkan Penjualan

Kenali Apa Itu Blockchain dan Manfaatnya pada Bisnis

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin