4 Langkah Melakukan Audit di Perusahaan

By Ryan, 25 April 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share


Keuangan perusahaan tercatat dalam pembukuan akuntansi. Data yang tertera pada buku akuntansi perlu diuji secara berkala, untuk mencegah timbulnya fraud (kecurangan) dalam penyusunannya. Audit perusahaan diperlukan. Audit juga berfungsi sebagai alat untuk mengoreksi apabila ada kesalahan perhitungan keuangan perusahaan yang tidak disengaja.


Audit perusahaan bertujuan mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan. Ada empat langkah sederhana yang umum dilakukan auditor dalam mengaudit perusahaan. Berikut langkah-langkahnya:


  1. Perencanaan

Sebelum audit lapangan dilakukan, mesti ada perencanaan terlebih dahulu. Di langkah pertama ini, auditor perlu mempertimbangkan beberapa hal, yang penting bagi perencanaan audit. Pertimbangan didasarkan pada kondisi perusahaan yang akan diaudit.


Kondisi itu berupa resiko bawaan (inherent risk) yang mungkin terjadi, SDM yang dimiliki perusahaan, sistem legal perusahaan, bidang usaha perusahaan dan elemen-elemen terkait lainnya, yang bisa menjadi referensi auditor untuk memastikan proses audit berjalan dengan benar dan efektif.


Setelah informasi dan referensi itu dikumpulkan, auditor menentukan jenis audit mana yang cocok untuk perusahaan yang akan diaudit. Dalam menentukan jenis audit, auditor harus mempertimbangkan besar-kecilnya resiko dari jenis yang dipilih.

Setelah menentukan jenis audit yang cocok, auditor menyusun perencanaannya. Rencana audit disampaikan pada perusahaan. Auditor kemudian meminta izin perusahaan untuk memulai proses selanjutnya. Saat meminta izin, auditor sebaiknya menjelaskan masalah resiko yang mungkin muncul dalam proses audit nantinya.


Auditor kemudian memastikan jadwal pemeriksaan informasi ke lapangan, wilayah-wilayah mana yang akan menjadi sasaran audit. Perwakilan pihak perusahaan akan ditugaskan untuk membantu atau sekedar memastikan kinerja auditor berjalan sesuai rencana di lapangan. Tahap perencanaan ini ditutup dengan persetujuan antara kedua belah pihak, auditor dan perusahaan, tentang skema perencanaan audit yang telah disusun.


  1. Pengujian Informasi

Setelah langkah perencanaan, auditor melakukan langkah berikutnya yaitu pengujian informasi. Auditor dan perwakilan perusahaan turun ke lapangan dan mengumpulkan semua data yang dibutuhkan dalam proses auditing. Tahap ini biasanya memakan waktu yang tidak sedikit karena terdapat banyak wilayah keuangan yang harus dicermati kondisinya secara detail.


Auditor harus menyusun data yang dikumpulkannya dengan jujur dan terorganisir. Ini akan mempermudah auditor menguji data-data itu dan mempermudah pihak perusahaan membaca hasil audit nantinya. Data yang terkumpul kemudian diuji dengan metode yang telah ditentukan saat perencanaan. Auditor memastikan data yang terkumpul objektif dan tepat sasaran. Ketika auditor menemukan kejanggalan, maka kejanggalan itu dicatat dan nantinya masuk ke dalam laporan hasil audit.


Data yang telah terkumpul dan selesai diuji, kemudian dianalisis. Lewat proses analisis ini, auditor menuntaskan observasinya. Auditor kemudian memperoleh gambaran yang lengkap dan jelas tentang kondisi keuangan perusahaan di lapangan. Auditor juga turut melakukan pemetaan terkait masalah-masalah apa yang mungkin timbul dalam proses observasi.


Auditor mesti jujur mengungkapkan temuannya jika ada keraguan pada hasil observasi. Auditor mesti tahu faktor-faktor apa saja yang berpotensi membuat observasinya tak berjalan dengan baik dan benar. Auditor bisa melihatnya dari temuan di lapangan, yang dikaitkan dengan informasi-informasi yang sebelumnya telah dikumpulkan tentang kondisi perusahaan. Auditor juga mempertimbangkan faktor lainnya yang mempengaruhi arus keuangan perusahaan.


Selama pengujian informasi, auditor melakukan cek dan ricek terhadap data yang dikumpulkan untuk mengantisipasi resiko kesalahan. Resiko sebisa mungkin ditiadakan. Keberhasilan menangani resiko dalam proses ini, akan sangat membantu auditor untuk mendapatkan hasil audit yang memuaskan.


  1. Mendapatkan Hasil

Setelah pengujian informasi rampung, langkah selanjutnya adalah mendapatkan hasil. Auditor mulai menganalisis kumpulan data hasil observasinya. Auditor memeriksa resiko material yang dialami oleh perusahaan. Lewat analisis ini, auditor mendaftar kesalahan-kesalahan laporan keuangan dan kerugian yang dialami perusahaan.


Daftar itu kemudian diklarifikasi ulang. Benarkah kesalahan dan kerugian perusahaan itu terjadi? Hasil klarifikasi masuk ke dalam hasil audit. Temuan kesalahan diikuti dengan pemeriksaan lanjutan yang lebih mendalam.


Untuk perusahaan besar, tingkat kesalahan yang ditemukan biasanya lebih banyak dari perusahaan kecil. Perusahaan besar umumnya diaudit oleh tim khusus auditor, bukan satu orang auditor saja. Untuk auditor yang bekerja dalam tim, sebaiknya berkomunikasi satu sama lain untuk saling mengklarifikasi hasil analisis, berdasarkan hasil observasi masing-masing.


  1. Evaluasi

Setelah melewati langkah perencanaan, pengujian informasi dan mendapatkan hasil, maka auditor harus melakukan langkah terakhir yaitu menyusun hasil evaluasi. Hasil evaluasi berbentuk laporan. Laporan diserahkan oleh auditor kepada perusahaan, sebagai hasil final dari proses auditing.


Dalam laporan ini, auditor merilis hasil temuan dan analisisnya terkait kerugian dan kesalahan laporan keuangan perusahaan. Auditor juga memberi rekomendasi-rekomendasi, perkembangan terbaik apa yang mungkin dicapai oleh perusahaan. Setiap informasi yang tertera dalam laporan harus merupakan hasil observasi, dan berguna bagi perusahaan untuk menyehatkan kondisi keuangannya.


Laporan evaluasi audit yang baik, memuat informasi-informasi faktual berguna yang disusun dengan rapi sehingga memudahkan pembacanya. Laporan ini menyajikan gambaran masalah perusahaan. Keberhasilan seorang auditor ditentukan di sini, bagaimana laporannya mampu memuat gambaran masalah perusahaan secara jelas dan tidak manipulatif.


Untuk memudahkan pelaksanaan audit di perusahaan, ada baiknya Anda menerapkan sistem seperti Ukirama ERP. Di sistem ini, setiap transaksi yang dibuat dapat diketahui user yang membuatnya. Setiap aktivitas yang dilakukan pengguna di dalam sistem juga dapat dipantau dan di-audit. Untuk informasi lebih lengkap mengenai Ukirama ERP dapat dilihat di sini.


Baca juga

Apa itu Sistem ERP?

Perbedaan Software Akuntansi dengan Sistem ERP

5 Jenis Laporan Keuangan Dalam Akuntansi yang Harus Anda Ketahui

Cara Membuat Laporan Neraca (Balance Sheet) Perusahaan

Cara Membuat Laporan Laba Rugi (Income Statement) Perusahaan

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin