5 Alasan Mengapa Harus Berinvestasi Saham di Perusahaan Teknologi

By Ayu, 14 Desember 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Berinvestasi saham di perusahaan teknologi biasanya terdengar memiliki gengsi tersendiri. Investasi saham di perusahaan teknologi  bisa menjadi alat yang dahsyat untuk mengalahkan inflasi yang menggerogoti daya beli masyarakat. Berinvestasi saham di perusahaan teknologi ini juga menawarkan gradasi risiko dan hasil investasi yang beragam.

Dan yang paling penting, dengan membeli saham, maka Anda telah membeli sebagian kecil hasil dari sebuah bisnis yang sedang berjalan. Berikut adalah alasan-alasan mengapa anda harus berinvestasi saham di perusahaan teknologi.

  1. Modal Investasi Relatif Kecil

Ada anggapan yang berkembang di kalangan masyarakat bahwa berinvestasi saham hanya bisa dilakukan oleh orang kaya karena untuk berinvestasi membutuhkan modal yang besar. Anggapan ini tentu saja tidak benar karena faktanya investasi saham adalah jenis investasi dengan modal paling terjangkau.

Berinvestasi saham sekarang dapat dilakukan hanya dengan memiliki modal sebesar Rp. 100.000,- saja. Tidak diharuskan untuk membeli sekaligus dalam jumlah banyak, namun bisa juga dengan membeli saham dengan cara dicicil(Dollar Cost Averaging).

Yang menguntungkan dari investasi saham di perusahaan teknologi adalah Anda dapat berinvestasi sesuai kemampuan Anda. Tidak ada kewajiban harus berinvestasi dalam jumlah tertentu tiap bulannya. Jadi Anda pun bisa fleksibel dalam menyisihkan uang untuk diinvestasikan.

  1. Aman Karena Dijamin Pemerintah

Salah satu kekhawatiran terbesar seseorang ketika akan atau sedang berinvestasi adalah keamanan dana yang disetor. Keraguan orang terhadap investasi saham kerap muncul dikarenakan khawatir jika dana investasi yang disetor akan diselewengkan oleh sekuritas atau broker.

Namun sekarang berinvestasi saham merupakan salah satu alternatif yang aman karena pemerintah telah memberikan berbagai perlindungan serta jaminan terhadap investor saham.

Perlindungan Atas Dana Investor

Investasi saham di perusahaan teknologi merupakan investasi yang legal. Dana nasabah dan sahamnya telah dijamin keamanannya oleh pemerintah.

Saat ini pun sudah diberlakukan peraturan pemerintah mengenai pemisahan antara rekening dana investor (RDI) dan rekening sekuritas, sehingga semua dana nasabah bisa berada di rekening masing-masing, bukan di rekening sekuritas. RDI ini sendiri memang didesain untuk menyimpan dana nasabah yang tidak dibelikan saham. Dengan adanya pemisahan ini, kemungkinan penyalahgunaan dana nasabah oleh sekuritas akan bisa diminimalisir. 

  1. Berinvestasi di Saham adalah Salah Satu Sikap Seorang Nasionalis

Menurut artikel detik pada bulan Oktober 2061, total kepemilikan saham di pasar modal di Bursa Efek Indonesia saat ini masih didominasi oleh investor asing. Persentase investor asing dengan investor domestik di Bursa Efek Indonesia (BEI) berbanding antara 60% dan 40%.

Dalam hal ini berarti bisa dikatakan mayoritas saham dan perekonomian di Indonesia masih dikuasai oleh asing. Dimana bila asing secara serentak menarik dananya, maka perekonomian Indonesia akan kolaps.

Sangat ironis jika sektor-sektor penting di Indonesia masih dimiliki oleh investor asing. Oleh karena itu, dengan turut membeli saham di perusahaan yang bergerak di sektor vital, Anda turut menjadi masyarakat Indonesia yang mengambil bagian dalam sektor vital tersebut. Itu berarti Anda turut memajukan perekonomian di Indonesia secara tidak langsung.

  1. Saham Sangat Mudah Ditransaksikan

Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang sangat mudah untuk diperjualbelikan. Jika dibandingkan dengan beberapa instrumen investasi lainnya, perlu membawa sertifikat dan benda nyatanya untuk diperjualbelikan, bahkan ada juga yang memerlukan surat perjanjian dengan menyewa notaris.

Sementara untuk transaksi saham, Anda hanya perlu menelepon broker, bahkan saat ini sudah ada yang dinamakan online trading sehingga Anda hanya perlu mengklik mouse dan mengetik pada keyboard, maka transaksi pun akan terjadi secara otomatis.

  1. Saham Bersifat Likuid dan Transparan

Saham bersifat transparan yang artinya Anda bisa melihat dengan jelas berapa harga permintaan dan penawaran serta berapa jumlah slot yang ditawarkan maupun yang diminta.

Selain itu dengan peraturan dari Bapepam, tentang keterbukaan informasi, maka setiap perusahaan terbuka yang listing di bursa, wajib mengunggah laporan keuangannya, sehingga investor bisa menganalisis kondisi dan prospek perusahaan tersebut.

Saham bersifat likuid artinya jika Anda sedang membutuhkan uang, Saham merupakan instrumen investasi yang mudah dijual atau dicairkan dengan cepat dan mudah. Tergantung dari saham yang Anda miliki, tingkat likuiditas masing-masing saham juga berbeda.

Saham yang sedang ramai diperdagangkan biasanya lebih likuid. Setelah Anda menjual saham Anda, mekanisme penyelesaian transaksi saham paling lama hanya berkisar 3 hari kerja.

Nah, itulah ulasan tentang 5 alasan mengapa harus berinvestasi saham di perusahaan teknologi. Semoga bermanfaat untuk anda yang ingin menginvestasikan saham yang anda miliki tapi masih bingung kemana harus diinvestasikan.


Baca juga

Perbedaan Tutup Buku Akhir Bulan Dan Tutup Buku Koreksi Pada Perusahaan Dagang Beserta Contohnya

Langkah-langkah Tahapan Pencatatan Akuntansi Pada Perusahaan Jasa Beserta Contohnya

Cara Dan Contoh Chart Of Account (COA) Dalam Perusahaan Dagang Menggunakan Sistem Persediaan Periodik

Cara dan Contoh Membuat Jurnal Penjualan Tunai dan Kredit Untuk Perusahaan Dagang

Contoh Laporan Stok Barang Persediaan Dalam Perusahaan Manufaktur

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin