5 Metode Penyusutan Aset Tetap dalam Akuntansi dan Contoh Cara Menghitungnya Menggunakan Excel

By Martina, 26 Maret 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Aktiva tetap mempunyai masa nilai yang semakin berkurang dari suatu periode ke periode berikutnya. Nilai aset tetap akan menjadi turun apabila sudah dipakai atau digunakan dalam periode tertentu contohnya: alat elektronik dll. Namun ada juga aset tetap yang memiliki nilai yang terus bertambah dari waktu ke waktu yaitu tanah, rumah dan masih banyak lainnya.


Dalam akuntansi penurunan nilai aset tetap disebut depresiasi atau penyusutan, diartikan sebagai pengalokasian biaya perolehan dari suatu aktiva tetap karena adanya penurunan nilai aset tetap tersebut. Besar nilai yang disusutkan yaitu diperoleh dari selisih antara harga perolehan  dengan nilai sisa, dilihat dari nilai aset pada akhir masa manfaatnya


Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi dalam depresiasi nilai aset tetap yaitu:

  • Harga perolehan : faktor utama yang berpengaruh terhadap depresiasi nilai aset tetap, dan menjadi dasar perhitungan dalam menentukan besar depresiasi yang harus dialokasikan per periode akuntansi. Perolehan harga dari sejumlah dana/uang yang dikeluarkan untuk memperoleh aktiva tetap hingga siap digunakan atau harga barang yang ditambah dengan biaya- biaya yang terkait.

  • Harga buku aktiva tetap: perhitungan dari harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan aktiva tetap.

  • Nilai residu: perkiraan nilai aktiva tetap setelah digunakan sesuai umur ekonomi, nilai residu juga disebut dengan nilai sisa. Namun, nilai residu tidak berlaku jika barang aktiva tetap tidak dijual pada masa penarikan maksudnya digunakan sampai barang tersebut mengalami rusak dimakan waktu atau habis terkorosi. Hal tersebut tidak dianjurkan pada bisnis, sebaiknya jika barang aktiva tetap dapat di daur ulang untuk mendapat barang baru yang memiliki nilai jual yang tinggi.

  • Umur ekonomis: suatu aktiva tetap memiliki dua jenis umur yaitu umur fisik dan umur fungsional. Untuk umur fisik berkaitan dengan suatu kondisi fisik dari aktiva tetap tersebut masih dalam keadaan yang kondisi baik sedangkan umur fungsional berkaitan dengan kontribusi/manfaat aktiva tersebut  dalam penggunaan. Umur ekonomis digunakan dalam memperkirakan usai barang atau batas waktu penggunaan barang.


Metode-metode penyusutan aset tetap adalah sebagai berikut:

  1. Metode penyusutan garis lurus (straight line depreciation)

Perhitungan dalam metode ini paling sederhana dan umum, dimana beban penyusutan aktiva tetap per tahunnya sama hingga akhir umur ekonomis dari aktiva tetap tersebut. Selain itu metode garis lurus bisa digunakan untuk menyusutkan aktiva fungsional yang tidak berpengaruh besar kecilnya dari volume produk atau jasa yang dihasilkan, misalkan: peralatan kantor, bangunan.

Rumus perhitungan dengan nilai sisa:

Penyusutan = (harga perolehan - nilai sisa) dibagi umur ekonomis

Rumus perhitungan tanpa nilai sisa:

Penyusutan = harga perolehan / umur ekonomis

  1. Metode penyusutan saldo menurun (double declining balance)

Penetapan dalam metode saldo menurun berdasarkan persentase tertentu dapat dihitung dari harga buku pada tahun saat itu. besaran persentase penyusutan 2 x persentase/tarif dari metode garis lurus.

Rumusnya: 

Depresiasi = 2 x (100% / umur ekonomis) x harga perolehan nilai sisa

  1. Metode penyusutan jumlah angka tahun 

Metode dapat digunakan dengan memperhitungkan besarnya penyusutan aktiva tetap tiap tahun dan jumlah semakin menurun.

Rumusnya:

Depresiasi = sisa umur penggunaan / jumlah angka tahun x harga perolehan nilai sisa

  1. Metode penyusutan satuan jam kerja (service hours)

Beban penyusutan aktiva tetap ditentukan berdasarkan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan.

Rumusnya :

Biaya penyusutan per tahun = jam kerja yang dapat dicapai x tarif penyusutan / jam

Tarif penyusutan / jam = harga perolehan nilai residu / total jumlah jam kerja penggunaan aset tetap


Ilustrasinya, sebuah peralatan mesin dengan harga perolehan sebesar Rp. 58.000.000, nilai sisa sebesar Rp. 4.000.000 ditaksir akan dapat digunakan selama 75.000 jam. Berapakah nilai penyusutan per jam adalah:

Jawab:

= Harga perolehan – nilai residu/taksiran jam jasa/kerja

= Rp. 58.000.000 – Rp. 4.000.000/75.000

= 720 nilai penyusutan per jam.


Misal, apabila untuk tahun pertama sebuah peralatan mesin tersebut dapat digunakan selama 8.000 jam, berapakah biaya penyusutan yang dibebankan perusahaan adalah

Jawab:

8.000 x Rp 720 = Rp. 5.760.000 biaya penyusutan perusahaan.


Metode jam jasa/kerja sangat baik digunakan untuk menghitung penyusutan kendaraan,  dengan anggapan bahwa kendaraan tersebut lebih banyak rusak sebab digunakan, dibandingkan dengan tua karena waktu.

  1. Metode satuan hasil produksi (productive output)

Metode ini beban penyusutan aktiva tetap ditentukan berdasarkan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan. 

Rumusnya: 

Beban penyusutan per tahun = jam satuan produk x tarif penyusutan per produk

Tarif penyusutan per satuan produk = harga perolehan nilai residu / total produk yang dihasilkan

 

Ilustrasinya, sebuah mesin dengan harga perolehan Rp. 58.000.000, nilai sisa sebesar Rp. 4.000.000 ditaksir selama usia penggunaan akan menghasilkan 46.000 unit produk.

Jawab:

= harga perolehan – nilai residu : taksiran hasil produksi

= Rp. 58.000.000 – Rp. 4.000.000 : 46.000

= 1.174, tarif penyusutan per satuan produk.


Dimisalkan, apabila dalam satu tahun penggunaan mesin tersebut memperoleh produk sebanyak 15.000 unit, berapakah beban penyusutan untuk tahun ini adalah:

= 15.000 x Rp. 1.174 = Rp. 17.610.000 beban penyusutan.


Penggunaan metode ini baik digunakan untuk mengukur hasil produksi, seperti peralatan mesin, beban penyusutan dapat dihitung dengan metode tersebut dan jumlah setiap periode tergantung pada jumlah produksi, dengan demikian biaya penyusutan yang dihitung dengan metode ini bersifat variabel.


Contoh perhitungan menggunakan excel sebagai berikut:

Tersedia dalam program microsoft excel adanya formula yang digunakan dalam menghitung penyusutan suatu aktiva, tersedia empat formula yang diberikan dalam excel untuk melakukan perhitungan penyusutan suatu aktiva adalah:

SLN: fungsi ini diaplikasikan dalam menghitung penyusutan aktiva dengan metode garis lurus yaitu 

SLN = (cost – salvage) / life

Keterangan:

Cost: nilai aktiva

Salvage: nilai sisa

Life: masa manfaat aktiva


Contohnya:


SYD: fungsi ini dapat digunakan untuk menghitung penyusutan dengan metode jumlah angka tahun adalah formula: SYD(cost,salvage,life, per) dengan keterangan, cost (nilai aktiva), salvage (nilai sisa), life (masa manfaat per tahun), per (periode).

Contohnya,



DB: fungsi yang dapat diaplikasikan untuk menghitung dengan metode saldo menurun, formula: DB(cost, salvage, life, per, month) dengan keterangan cost(nilai aktiva), salvage(nilai sisa), life(masa manfaat per tahun), per(periode penyusutan yang dicari), month(jumlah bulan pada penyusutan tahun pertama jika tidak diisi dianggap tahun pertama 12 bulan).


Contohnya,


Kesimpulan: untuk melakukan perhitungan besaran penyusutan dalam suatu aktiva di bisnis, disesuaikan dengan bisnis anda mana yang paling tepat dan semua metode perhitungan diatas perlu dilakukan secara akurat sehingga akan sejalan dengan tujuan bisnis anda.



Baca juga

Apa Itu Metode Penyusutan Unit Produksi dan Cara Menghitungnya

Pengertian Amortisasi dan Kaitannya Dengan Penyusutan Beserta Contoh Menghitung Amortisasi

Apa Perbedaan Beban Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan?

Cara dan Contoh Metode Penyusutan Garis Lurus dan Saldo Menurun Sesuai dengan Ketentuan Pajak Indonesia

Cara Membuat Jurnal Penyusutan Aktiva Tetap (Fixed Asset) Akuntansi

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin