6 Fungsi Manajemen Keuangan Lengkap Yang Perlu Anda Ketahui

By Freddy, 29 Maret 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Menurut anda, apa hal terpenting yang dibutuhkan dalam membangun bisnis? Dana, niat, pengetahuan, kemampuan atau kekuasaan? Faktanya, setiap orang mungkin memiliki jawaban yang berbeda dengan didukung alasan yang berbeda pula. Pada dasarnya semua komponen tadi memiliki peranan masing-masing dan semuanya berkaitan satu sama lain. Nah, kali ini kita akan mengulas mengenai dana atau modal yang anda gunakan dalam membangun bisnis. Uang menjadi salah satu ujung tombak dalam menjalankan bisnis. Karena itulah pengelolaan atau manajemen keuangan menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan demi mempertahankan usaha anda. Jadi, jika anda ingin bisnis yang lebih baik maka anda harus menerapkan 6 fungsi manajemen keuangan berikut ini:

  1. Membuat Rencana Keuangan

    Saat menjalankan sebuah bisnis tentu akan ada pengeluaran dan pemasukan yang dilakukan oleh perusahaan. Selama proses ini berlangsung, ada kalanya anda akan merugi ataupun memetik keuntungan. Saat nanti kondisi keuangan perusahaan sudah stabil, maka pihak keuangan akan melangkah lebih maju untuk membuat rencana keuangan. Pembuatan rencana keuangan ini biasanya akan melibatkan bagian internal perusahaan. Dengan membuat rencana maka pihak perusahaan bisa tahu tentang rencana perusahaan secara keseluruhan.

  2. Pemantauan atau Pengawasan

    Selain berfungsi sebagai perencanaan, manajemen keuangan juga memiliki fungsi pemantauan. Anda yang sudah membangun dan menjalankan bisnis pasti pada akhirnya akan sampai pada titik di mana anda ingin berinvestasi lebih luas dan mengembangkan bisnis kan? Nah, proses pengembangan bisnis ini membutuhkan pengawasan sejak awal. Bagaimana cara melakukan pemantauan atau pengawasan ini? Faktanya, salah satu cara tebaik untuk melakukan pengawasan adalah melalui laporan keuangan yang dibuat dengan lengkap dan akurat.

  3. Mengontrol atau Mengendalikan Keuangan

    Fungsi manajemen keuangan ke-3 yang harus anda terapkan agar bisnis anda semakin baik adalah pengendalian keuangan. Untuk bisa mengendalikan keuangan, maka anda perlu menyusun berbagai kebijakan dan prosedur untuk mencegah terjadinya berbagai resiko kesalahan dalam pengelolaan keuangan.

    Dalam sistem akuntansi pendapatan atau pengeluaran yang dilakukan perusahaan akan mempengaruhi pelaporan keuangan dan jumlah pajak. Pada poin ini fungsi manajemen berupa pengendalian keuangan dibutuhkan. Beberapa cara untuk bisa mengendalikan atau mengontrol keuangan ini adalah dengan menentukan cara pendokumentasian pendapatan dan pengeluaran yang sesuai, penentuan metode pelaporan keuangan yang akan digunakan, hingga penentuan cara perusahaan untuk mengelola dana yang ada secara keseluruhan.

  4. Mengetahui Asal Pembiayaan

    Dalam menjalankan bisnis, perusahaan pasti memiliki rencana pembiayaan yang akan dianggarkan di masa depan. Biasanya perusahaan bisa menganggarkan hal ini karena pengalaman di masa lalu ataupun riset yang dilakukan. Nah, bagian manajemen keuangan pada perusahaan akan melihat dari mana pembiayaan ini berasal. Mereka juga akan melihat apakah uang kas yang dimiliki sudah cukup untuk menutupi pembiayaan-pembiayaan ini? atau pihak perusahaan harus menambahkan dana dengan meningkatkan penjualan, mencari sumber dana baru, menjual aset dan lain sebagainya. Langkah-langkah yang akan diambil ini semua akan kembali pada penilaian pihak manajemen keuangan terhadap pos-pos pembiayaan yang harus ditutupi.

  5. Pengaturan Modal Kerja

    Setiap perusahaan pasti memiliki modal kerja yang meliputi arus kas, aktiva lancar hingga anggaran operasional. Nah, selama proses menjalankan bisnis ini anda harus berhati-hati dan waspada dalam melakukan pengelolaan keuangan. Kenapa? Karena mengelola keuangan dengan baik akan menjaga agar anggaran modal kerja tetap stabil dan perusahaan anda terhindar dari kebangkrutan.

    Dalam hal ini manajer keuangan perusahaan harus mampu menilai catatan, aset, arus kas dan komponen lain untuk melihat arus uang yang masuk dan keluar serta arus uang yang mengendap. Penilaian ini sangat penting dilakukan agar perusahaan tahu keputusan apa yang harus diambil ke depannya. Keputusan-keputusan seperti kenaikan gaji karyawan, penambahan investasi hingga penambahan aktiva tetap perusahaan harus diambil setelah perusahaan mengetahui pasti kondisi modal kerja.

  6. Menilai Kelayakan Investasi

    Dalam proses pengembangan bisnis, anda pasti akan sampai di titik di mana kemungkinan perusahaan akan berinvestasi pada perusahaan lain ataupun sebaliknya di mana perusahaan anda akan mencari investor sebagai sumber modal baru. Nah, dalam bisnis apapun, anda tidak bisa melakukan investasi dengan seenaknya. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum keputusan berinvestasi ini akhirnya diambil oleh perusahaan.

    Jadi pada dasarnya, manajer keuangan perusahaan akan melakukan riset tentang manajemen keuangan untuk internal bisnis ataupun calon mitra bisnis. Riset ini akan membantu pihak eksekutif perusahaan dalam mengambil keputusan untuk setuju atau menolak rencana investasi yang diajukan sesuai dengan kondisi dan kebijakan keuangan perusahaan.

Untuk memudahkan manajemen keuangan di perusahaan Anda, ada baiknya menerapkan sistem keuangan yang terintegrasi seperti Ukirama ERP. Sistem keuangan ini mampu mencatat, menganalisa, dan mengatur keuangan dan akuntansi bisnis. Selain itu, Ukirama ERP mampu menghasilkan laporan keuangan sehingga memudahkan anda dalam melakukan manajemen keuangan. Informasi lebih lengkap mengenai Ukirama ERP dapat dilihat di sini.

Cr: Berbagai sumber


Baca juga

Contoh Laporan Keuangan untuk UKM Lengkap

Contoh Laporan Keuangan di Perusahaan Distribusi (Distributor)

Pengertian, Fungsi dan Tujuan Manajemen Keuangan di Perusahaan Dagang

Cara Membuat dan Contoh Income Statement (Laporan Laba Rugi) Perusahaan Distribusi (Distributor)

Cara Membuat dan Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin