7 Hal Yang Harus Dihindari Saat Memulai Bisnis Online

By Ayu, 18 Januari 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Di era serba digital seperti saat ini, banyak kegiatan yang bisa dilakukan dengan lebih fleksibel, termasuk untuk urusan bisnis. Ya, bisnis online tak bisa dipungkiri berhasil menjadi tren yang menjamur di semua kalangan. Berbisnis menjadi jauh lebih mudah, fleksibel, dan bahkan bisa dilakukan oleh mereka yang berkebatasan dalam pergerakan. Pandangan bahwa bekerja harus di kantor sekarang juga sudah tak berlaku lagi.

Berbisnis online memang terlihat mudah dilakukan. Namun, bukan berarti bisa semena-mena dieksekusi. Pebisnis yang baik apalagi pemula tentu harus memahami juga risiko-risikonya. Seperti 7 hal berikut yang harus dihindari agar bisnis online dapat dimulai dengan baik dan mengurangi risiko kegagalan.

  1. Rencana Bisnis dan Pemahaman Akan Bisnis Online yang Kurang Matang

Kurang matangnya rencana bisnis yang hendak dibuat kerap menjadi sumber kegagalan pelaku bisnis. Apalagi untuk bisnis online, sering kali disamakan dengan bisnis konvensional sehingga pelakunya kurang memiliki antisipasi dan persiapan.

Bagi pebisnis online mandiri atau tidak membutuhkan permohonan dana dari investor, maka tentu tak perlu menyiapkan semacam business plan formal berpuluh halaman. Rencana bisnis yang perlu dimatangkan disini adalah seperti siapa sasaran customer?, relasi seperti apa yang ingin dibangun?, dari mana sumber pemasukan dan pengeluaran utama?, perlukah partner?, rancangan anggaran biayanya, berapa lama bisa mengembalikan modal, target jangka pendek dan panjang, hingga risiko dan penanganannya.

  1. Terlalu Fokus Menyiapkan Hal-Hal Detail

Pebisnis pemula seringkali terlalu sibuk memikirkan hal-hal detail seperti logo, desain brand, dan sebagainya. Hal-hal tersebut memang juga penting namun bukan berarti terlalu fokus di sana karena justru akan menghabiskan waktu untuk memikirkan hal utama lainnya.

Jika kalian memiliki partner atau memiliki modal, lebih baik menyerahkan hal-hal detail tersebut kepada ahlinya. Luangkan banyak waktu untuk melakukan riset dan belajar bisnis online kepada mereka yang sudah berpengalaman.

  1. Salah Perhitungan Merekrut Karyawan

Karena akan membuka bisnis lalu semangat dan percaya diri yang menggebu, jangan sampai kalian salah dalam merekrut karyawan. Ingat, ini bisnis online yang mungkin tidak butuh banyak karyawan bahkan bisa saja tak butuh sama sekali.

Jangan sampai karyawan justru menjadi beban karena jika sudah direkrut, akan lebih sulit untuk diberhentikan. Perhitungkan dengan baik kebutuhan karyawan dan ada baiknya menjaga-jaga di awal untuk membatasinya.


  1. Malas Mengelola Media Bisnis Online

Bagi pelaku bisnis online artinya tokonya berada di media online, baik media sosial atau toko online. Sebagaimana toko, maka sepatutnya memiliki jadwal operasional, menjaga agar tetap tertata, meng-update dan merapikan produk, dan lain sebagainya. Begitupun dalam media online, ada baiknya pelaku bisnis membuat media promosinya tersebut tetap aktif dan update agar customer percaya bahwa bisnis kalian berjalan dengan baik.

Pengelolaan media bisnis online juga sebenarnya bisa dilakukan secara lebih profesional. Itulah mengapa ada pekerjaan sebagai e-commerce/SEO specialist dan Social Media Marketing. Pekerjaan ini secara khusus akan membantu pebisnis online menaikan brand mereka sehingga mudah ditelusuri dan tampak profesional. Jika memungkinkan, kalian bisa saja menggunakan jasa seperti ini.

  1. Mengabaikan Uji Produk

Karena barang yang dijual tidak dilihat langsung oleh calon pembeli, ada kalanya para pebisnis online pemula menganggap bahwa barangnya sudah baik-baik saja sesuai standarnya sendiri. Padahal untuk berbisnis uji produk wajib dilakukan agar tahu bahwa produk yang hendak dipasarkan sudah layak. Uji produk bisa dilakukan kepada orang-orang sekitar saja dan minta mereka menilai secara jujur apakah barang tersebut sudah layak dan sesuai dengan harga yang ditawarkan.

  1. Mengabaikan Layanan Pelanggan

Transaksi tanpa tatap muka kerap membuat penjual merasa tak perlu memberi after sale service (layanan purna jual) seperti call service dan semacamnya. Padahal kepercayaan konsumen juga seringkali tergantung pada layanan pelanggan. Mereka akan lebih tertarik dengan penjual yang mau melayani mereka bahkan setelah transaksi selesai dilakukan.

Kalian bisa memilih media komunikasi via media sosial, chatting, email, atau telepon. Layani customer sebagai partner bisnis karena jika mereka merasa nyaman, mereka pasti akan membeli kembali dan merekomendasikan bisnis kalian kepada orang-orang sekitar mereka alias sebagai promosi gratis.

  1. Terlalu Bergantung Pada Internet

Internet sebagai nyawa dari bisnis online justru bukan berarti harus sepenuhnya diandalkan. Cara-cara konvensional juga tetap harus dilakukan seperti promosi verbal kepada keluarga dan teman. Terlalu bergantung pada internet juga dikhawatirkan akan membuat bisnis menjadi kurang berkembang.



Baca juga

Aturan Umum Membuat Faktur Pajak dan Jenisnya

Prosedur Audit Persediaan Untuk Perusahaan Dagang

Perbedaan Antara Faktur Penjualan dan Kwitansi Penjualan

Contoh Laporan Stok Barang Persediaan Dalam Perusahaan Manufaktur

Penjelasan, Tarif, dan Contoh Perhitungan PPh 21, PPh 23 dan PPN

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin