7 Penyebab Terjadinya Selisih Stok Barang

By Ayu, 09 September 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Salah satu aset dari perusahaan yang harus dikelola dengan baik dan benar yakni stok barang. Karena perusahaan yang mengelola stok barangnya di gudang itu sama saja perusahaan mengelola biaya operasional yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Mengelola stok barang ini bukanlah hal yang mudah, karena perusahaan tidak hanya memiliki catatan tulis saja tetapi stok di gudang harus sesuai. Di dalam mengatasi stok barang digudang ini dikenal dengan istilah warehouse management.

Gudang tidak bisa dipandang hanya sebelah mata saja, pasalnya bagian gudang ini merupakan tempat penyimpanan barang atau produk milik perusahaan. Dengan adanya warehouse management ini sangat membantu perusahaan untuk mengelola stok. Karena ini merupakan catatan yang digunakan oleh perusahaan untuk mengelola gudang dan pendistribusian barang pada customer. Agar barang yang tersimpan di gudang dapat dikontrol jumlahnya atau tersimpan dengan baik dan agar kualitasnya tetap terjaga dengan baik. Dengan menggunakan sistem warehouse management ini bagian yang bertanggung jawab di gudang dapat memberikan informasi yang akurat, dan akuntabel. Dengan begitu pemilik perusahaan dengan mudah mengontrol atau mengawasi dan mengendalikan proses administrasi.

Kesalahan Dalam Mengelola Stok Gudang

Tidak sedikit perusahaan yang sudah menggunakan sistem warehouse management ini masih banyak yang terjadi kesalahan dalam mengatur stok gudang. Namun jika hal ini dibiarkan atau di diamkan saja yang rugi tidak hanya perusahaan saja, tetapi konsumen juga dirugikan. Karena itulah disini kami akan sampaikan 7 Penyebab terjadinya selisih stok barang di gudang. Silahkan simak artikel 7 Penyebab terjadinya selisih stok barang di bawah ini.

  1. Kurangnya Pengecekan Stok Secara Fisik

Selisih stok barang ini sering terjadi saat perusahaan jarang atau tidak pernah menyesuaikan stok gudang dengan melakukan pengecekan secara fisik. Karena tidak selamanya barang yang ada di dalam gudang akan tersimpan dengan baik, misalnya barang mengalami penyusutan atau mengalami kerusakan pada barang. Jika ini terjadi pada barang di gudang perusahaan, tentu saja barang tersebut sudah tidak layak dijual, dan kemungkinan besar barang tersebut dibuang. Inilah salah satu 7 penyebab terjadinya selisih stok barang di gudang perusahaan, karena antara catatan dan fisik berbeda.

  1. Pengelolaan Stok Barang Masih Manual

Tidak hanya kesalahan dalam menghitung stok fisik dan pencatatan saja yang menjadi masalah dalam gudang. Namun pengelolaan stok gudang secara manual itu juga menjadi salah satu 7 penyebab terjadinya selisih stok barang di gudang. Jika perusahaan melakukan pengelolaan stok barang secara digital, tentu akan lebih memudahkan perusahaan menghitung barang dan melaporkan barang yang ada di gudang. Dengan cara digital tentu akan menghemat waktu, praktis dan laporan akan lebih rapi terhindar dari kesalahan menulis lampiran.

  1. Pengelolaan Ruang Persediaan Yang Buruk

Jika perusahaan memiliki gudang yang tidak baik bisa dibilang keadaanya buruk ini dapat menyebabkan permasalahan. Pasalnya ini akan berdampak pada efisiensi toko dan kerapian pada bagian gudang. Sebaiknya perusahaan memiliki gudang yang luas, bersih, dan aman, dengan begitu barang dapat diposisikan di tempat yang strategis. Dan untuk memudahkan menemukan barang yang ada di gudang, sebaiknya berikan label pada tempat penyimpanan barang. Perusahaan sebaiknya menyediakan rak tinggi, sehingga penggunaan ruang di gudang dapat maksimal atau efisien.

  1. Proses Pengiriman Barang

Yang menjadi 7 penyebab terjadinya selisih stok barang yang paling besar yakni saat proses pengiriman barang. Jika pengiriman barang keluar tidak dicatat dengan benar maka akan berdampak pada stok barang. Jika hal ini didiamkan saja maka perusahaan bisa mengalami permasalahan yang serius, karena barang yang keluar tidak sesuai.

  1. Proses Penerimaan Barang

Tidak hanya pengiriman barang saja yang harus diperhatikan oleh bagian gudang, penerimaan barang ini harus diperhatikan. Karena agar barang yang masuk dan keluar nantinya sesuai dengan pencatatan, dengan begitu perusahan bisa mengelola dengan baik.

  1. Proses Opname Barang

Perusahaan besar pasti sering melakukan stok opname biasanya dilakukan dalam sebulan 1 kali. Hal ini untuk mengontrol seluruh barang yang ada di gudang, tetapi jika hal ini salah dilakukan akan terjadi masalah besar. Pasalnya ini akan digunakan sebagai acuan stok gudang dibulan yang akan datang.

  1. Peluang Barang Hilang Selama Dalam Penyimpanan

Jika perusahaan tidak menjual barang yang sudah lama ada di gudang akan terjadi kerusakan. Tidak hanya kerusakan tetapi barang tersebut bisa hilang saat ada di dalam gudang dengan waktu yang cukup lama.


Solusi penyebab terjadinya selisih stok barang

Memang stok barang yang ada di dalam gudang sudah menjadi tanggung jawab dari kepala gudang. Jika kepala gudang melakukan stok opname pada barang secara rutin maka 7 penyebab terjadinya selisih stok barang ini tidak akan terjadi. Berikut ini akan kami sampaikan solusi untuk hasil yang akurat dalam melakukan stok opname.

  • Jika perusahaan memiliki barang yang cukup banyak produk, sebaiknya menyediakan kartu stok opname per item dan berikan kode pada item tersebut.

  • Hitung barang menggunakan satuan terkecil, agar barang yang ada di dalam kardus tidak ada selisih.

  • Penataan barang secara strategis atau mudah dijangkau, dan sesuai dengan lokasi penyimpanan.

  • Lakukan pengecekan fisik pada barang agar tidak mengalami kesalahan saat melakukan stok opname.

Ya, itulah tadi 7 penyebab terjadinya selisih stok barang yang biasa terjadi pada perusahaan. Hal ini bisa diatasi dengan cara di atas, sebaiknya Anda melakukan dengan cermat dan rutin agar barang digudang tetap aman.

Semoga artikel 7 penyebab terjadinya selisih stok barang ini dapat membantu perkembangan perusahaan Anda. Dan agar stok barang perusahaan digudang memiliki kualitas yang baik dan aman. Terimakasih semoga sukses!!



Baca juga

Contoh Jurnal Koreksi pada Perusahaan Beserta Transaksi dan Penyelesaiannya

4 Macam Metode Analisis Laporan Keuangan yang Dapat Anda Gunakan

Perbedaan dan Persamaan Purchase Order dan Invoice

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) Perusahaan Dagang

10 Prinsip Dasar Akuntansi yang Harus Anda Ketahui

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin