7 Perbedaan Akuntansi Berbasis Akrual (Accrual Basis) dengan Akuntansi Berbasis Kas (Cash Basis)

By Martina, 22 Mei 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Akuntansi adalah sistem pencatatan transaksi yang unik dan cukup komplek. Kamu harus memahami siklus pencatatan dari jurnal umum hingga ke laporan arus kas. Setiap bisnis atau perusahaan, menerapkan sistem akuntansi yang berbeda-beda. Ada yang berbasis akrual atau Accrual Basis, ada pula yang berbasis akuntansi kas atau Cash Basis. Tentu, sistem akuntansi ini memiliki perbedaan dan berdampak pada keuangan sebuah bisnis. Sebagai gambaran awal,  perbedaan antara akuntansi berbasis akrual dan berbasis kas pada dasarnya adalah waktu pencatatan penjualan dan beban dalam transaksi. 


Bila disederhanakan, akuntansi berbasis kas akan menganggap transaksi sebagai pendapatan atau beban hanya ketika uang telah diterima atau resmi dibayar. Sedangkan, untuk akuntansi berbasis kas, pendapatan dan beban bisa telah diakui saat ditagih walaupun belum dibayar. Sebelum merangkum tujuh perbedaan dari akuntansi berbasis akrual dan akuntansi berbasis kas, simak ulasan keduanya berikut ini dan bagaimana kedua metode ini mempengaruhi perusahaan. 

Accrual Basis Accounting

Akuntansi berbasis akrual adalah metode akuntansi di mana pendapatan dan beban dicatat ketika transaksi terjadi walaupun belum dibayar dan terlepas kapan uang sesungguhnya akan diterima. Contohnya, kamu menyewa sebuah perusahaan AC dan AC telah terpasang saat itu juga. Secara langsung telah terjadi transaksi dan dicatat oleh akuntan sebagai beban walaupun kamu belum membayar biaya pemasangan AC dan biaya AC itu sendiri. Contoh lain adalah, kamu sudah mengirim barang dagangan ke perusahaan jahit, akuntan telah mencatat itu sebagai pendapatan walaupun uang belum diterima sama sekali. Maka dari itu, sistem balance yang diterapkan adalah dengan mendebit akun piutang perusahaan terhadap perusahaan jahit tersebut. 


Akuntansi berbasis akrual memberikan gambaran yang lebih realistis terhadap pendapatan dan beban dalam satu periode akuntansi. Maka dari itu, metode ini menyediakan gambaran jangka panjang yang tidak bisa perusahaan dapatkan bila menggunakan metode kas. Namun, metode ini tentunya memiliki kekurangan yaitu pada bagian cash flow. Perusahaan mungkin terlihat sangat untung dari segi pendapatan dan beban yang sudah terbayar, padahal, uang pendapatan tersebut sama sekali belum diterima dan beban juga belum dibayar sehingga keuntungan bisa saja lebih besar dari yang semestinya. Tanpa pengawasan yang baik, metode ini bisa berdampak buruk pada arus kas perusahaan.  

Cash Basis Accounting

Akuntansi berbasis kas hanya akan mengakui pendapatan ketika kas baik dalam bentuk uang maupun saldo transfer diterima secara sah atau ketika beban sudah dibayar. Pada metode ini, sistem pencatatan hutang maupun piutang tidak dianggap karena semua pembayaran harus dilakukan secara kas. Biasanya, perusahaan-perusahaan menengah ke bawah akan menerapkan metode akuntansi ini karena dirasa lebih sederhana dan mudah dilakukan. Kemudahannya terutama saat transaksi telah terjadi ketika uang masuk atau keluar bank dan tidak perlu untuk memvalidasi besaran piutang dan hutang. Pencatatan piutang dan hutang memang cukup membingungkan terlebih karena terdapat penyesuaian ketika hutang atau piutang telah dibayar. Salah catat juga sering terjadi karena munculnya akun-akun tersebut. 


Selain itu, metode kas juga dianggap bermanfaat khususnya dalam hal identifikasi kas yang masuk ke perusahaan. Akuntansi berbasis kas membuat perusahaan mampu untuk langsung mengetahui besaran kas yang dimiliki perusahaan hanya dengan melihat saldo bank atau mengerti sumber-sumber pengeluaran. Hal ini karena pendapatan dan pembayaran beban dilakukan secara tunai tanpa hutang maupun piutang, jadi akun-akun tersebut memang sudah mengklaim kas secara sah. Selanjutnya adalah, mengingat transaksi tidak dicatat sampai uang benar-benar diterima atau dibayar, maka pendapatan perusahaan tidak akan dikurangi pajak sampai revenue tersebut masuk dalam bank. 

Perusahaan Kecil menggunakan Akrual atau Kas basis?

Dalam konteks ini, IRS menyarankan kepada seluruh perusahaan yang memiliki pendapatan bersih sekitar $5 million atau setara dengan Rp70 miliar bahkan lebih untuk menggunakan metode akuntansi akrual. Bila perusahaan belum mencapai kriteria tersebut maka disarankan untuk menggunakan metode kas. Hal ini tentu agar cash flow perusahaan tetap terkontrol sehingga tidak merusak keuangan pada akhirnya. Selain itu, dijelaskan pula bahwa metode kas lebih cocok untuk perusahaan yang lebih kecil yang tidak memiliki penyimpanan atau inventory. Namun, bila perusahaan memiliki inventory yang cukup banyak maka akuntan akan menyarankan untuk menggunakan metode akrual. 

Perbedaan Akrual dan Kas Method

Berdasarkan elaborasi di atas, maka dapat disimpulkan terdapat tujuh perbedaan dasar antara akuntansi kas dan akuntansi akrual. Untuk memudahkanmu, berikut ini adalah tabel perbedaan antara dua metode. 

Akuntansi Kas

Akuntansi Akrual

Pendapatan diakui hanya ketika uang tunai telah diterima

Pendapatan diakui ketika terjadi transaksi atau saat proyek telah usai walaupun pembayaran belum diterima

Beban diakui hanya ketika uang telah dikeluarkan sebagai pembayaran

Beban diakui ketika perusahaan menerima invoice atau tagihan walaupun belum dibayar saat itu juga

Tidak akan membayar pajak pada uang yang belum diterima

Membayar pajak pada uang yang masih belum diterima perusahaan

Banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan kecil dengan inventory yang sedikit

Digunakan oleh perusahaan besar dengan inventory yang cukup banyak dan dengan pendapatan antara Rp70 miliar atau lebih

Pencatatan akuntansi tidak mengenal istilah piutang (receivable) maupun hutang (payable)

Pencatatan akuntansi mengenai piutang (receivable) dan hutang (payable) yang dicatat dalam debit dan kredit

Lebih mudah saat mengukur aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan

Bisa walaupun sedikit rumit dalam menghitung dan mengukur aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan terutama dalam waktu singkat

Informasi tidak akurat karena posisi keuangan yang ditujukan hanya pada periode itu saja

Informasi lebih akurat karena setiap transaksi dilakukan pencatatan yang detail


Nah, itulah dia ulasan singkat mengenai tujuh perbedaan antara akuntansi metode kas dan akrual. Setiap perusahaan sebenarnya bebas menggunakan metode manapun, namun, agar siklus keuangan perusahaan tetap terkontrol maka wajib mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan keduanya. Semoga artikel ini bisa membantumu dalam memahami akuntansi metode kas dan akrual ya!


Baca juga

Definisi, Tujuan dan Manfaat Cash Flow (Arus Kas) dalam Pencatatan Keuangan Perusahaan

Cegah Defisit Kas Perusahaan Anda dengan 6 Cara Ini

9 Tips Menentukan Lokasi yang Tepat Berdasarkan Jenis Kuliner Anda

Perbedaan Dana Tetap dan Dana Fluktuasi dalam Sistem Pencatatan Kas Kecil

Memahami Definisi Account Payable (AP) dan Account Receivable (AR) dalam Akuntansi

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin