7 Perbedaan Jurnal Khusus dan Jurnal Umum

By Martina, 05 Juni 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Untuk sebuah perusahaan, laporan keuangan merupakan hal yang penting dimiliki untuk dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja dan melakukan pengamatan secara terperinci mengenai perkembangan bisnis Anda. Oleh karena itu, apabila Anda adalah seorang pebisnis pemula, ada baiknya untuk mengetahui beberapa perbedaan antara jurnal khusus dan jurnal umum yang dapat membantu Anda memahami lebih lanjut laporan keuangan yang harus dibuat.


Di dalam ilmu akuntansi, terdapat dua jenis jurnal, yaitu jurnal khusus dan jurnal umum. Kedua jurnal ini memberikan hasil yang sama namun beda peruntukkan. Jurnal Umum merupakan sebuah jurnal yang digunakan untuk melakukan pencatatan segala jenis transaksi keuangan bisnis Anda pada periode tertentu berdasarkan urutan kejadian dan terdiri dari 2 jalur, yaitu debit dan kredit. Jurnal umum bersumber dari bukti transaksi yang diterima/diterbitkan oleh perusahaan.


Sedangkan Jurnal Khusus merupakan sebuah jurnal yang dikelompokkan secara khusus sesuai dengan jenis transaksinya. Yang dimaksud dengan transaksi khusus adalah transaksi yang sering terjadi dalam setiap bulannya dan selalu berulang. Jurnal Khusus juga dibagi menjadi empat jenis pengelompokkan, yaitu jurnal pembelian, jurnal penjualan, jurnal penerimaan, dan jurnal pengeluaran kas. Biasanya jurnal khusus digunakan oleh perusahaan dagang dan manufaktur. Hal ini dikarenakan penggunaan jurnal umum saja tidak akan cukup untuk mengidentifikasi jumlah dari transaksi seperti penjualan dan pembelian ataupun transaksi yang memiliki kontribusi besar kepada pemasukan bisnis Anda.


Fungsi Jurnal Khusus dan Jurnal Umum

  1. Jurnal Umum

Terdapat 5 fungsi pada jurnal umum yang penting bagi bisnis Anda, yaitu:

  1. Fungsi Historis

Fungsi ini merupakan pencatatan setiap transaksi dilakukan berdasarkan waktu terjadinya transaksi, sehingga jurnal umum dapat menggambarkan seluruh kegiatan bisnis Anda sehari-hari dalam satu bulan.


  1. Fungsi Pencatatan

Biasanya jurnal umum digunakan untuk melakukan berbagai hal pencatatan keuangan yang terjadi dalam bisnis Anda selama periode waktu tertentu.


  1. Fungsi Analisis

Jurnal umum juga berfungsi untuk menganalisis semua transaksi untuk mengetahui akun mana yang harus di debet maupun di kredit.


  1. Fungsi Instruksi

Perintah untuk melakukan pencatatan pada buku besar baik yang di debit maupun di kredit sesuai dengan hasil analisa yang telah Anda lakukan.


  1. Fungsi Informatif

Jurnal umum memiliki fungsi sebagai informasi yang dapat dilihat melalui pencatatan transaksi yang telah dilakukan.


  1. Jurnal Khusus

Berbeda dengan jurnal umum yang fungsinya dapat langsung dipaparkan, pada jurnal khusus, fungsinya dibagi berdasarkan dari jenis yang dimiliki oleh jurnal khusus seperti yang sudah disebutkan diatas sebelumnya.

  1. Jurnal Pembelian

Jurnal ini berfungsi untuk mencatat semua transaksi pembelian barang usaha secara kredit.


  1. Jurnal Penjualan

Jurnal ini berfungsi untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan penjualan barang usaha Anda secara kredit.


  1. Jurnal Penerimaan Kas

Fungsinya adalah untuk mencatat semua transaksi penerimaan uang atau pemasukan yang diterima oleh bisnis Anda dari berbagai sumber.


  1. Jurnal Pengeluaran Kas

Pada jenis jurnal khusus ini, fungsinya adalah untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran uang yang Anda lakukan dari berbagai sumber pengeluaran.



Cara Melakukan Pencatatan Jurnal

Dalam segi pencatatan, cara pencatatan yang digunakan baik untuk jurnal umum dan jurnal khusus tidaklah jauh berbeda. Untuk pencatatan jurnal, yang perlu Anda perhatikan adalah langkah-langkah sebelum memasukkan ke dalam buku jurnal. Berikut adalah langkah-langkah yang dimaksud:

  • Identifikasi setiap transaksi yang masuk ke dalam jurnal umum atau jurnal khusus. Hal ini penting untuk dilakukan guna menghindari kesalahan dalam memasukkan transaksi ke dalam jurnal.

  • Melakukan identifikasi terhadap saldo dari transaksi yang akan dimasukkan ke dalam jurnal, apakah akan mengurangi atau menambah saldo awal. Perhatikanlah saldo awal dan jenis transaksi untuk melakukan identifikasi.

  • Teliti dalam menuliskan nominal dari setiap transaksi yang dimasukkan ke dalam jurnal. Jangan sampai salah dalam menulis karena akan berpengaruh kepada hasil akhir jurnal.

  • Lakukan analisis untuk mengetahui antara yang ada di debit dan di kredit harus sama.



Perbedaan antara Jurnal Khusus dan Jurnal Umum

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, walaupun kedua jurnal ini memberikan hasil yang sama, namun ada juga beberapa perbedaan yang perlu diperhatikan sebelum Anda memulai melakukan pencatatan jurnal umum dan jurnal khusus bagi bisnis Anda.

  1. Jurnal umum biasanya digunakan untuk mencatat semua transaksi yang dilakukan oleh perusahaan. Sedangkan pada jurnal khusus, transaksi yang dicatat hanyalah yang sejenis dan sering terjadi.


  1. Bentuk dari jurnal umum terdiri atas kolom Tanggal, Akun, Keterangan, Referensi (Ref), dan Jumlah yang terdiri atas Kredit dan Debit. Sedangkan pada jurnal khusus, bentuk jurnal disesuaikan dengan kolom-kolom yang diperlukan dalam mencatat transaksi sejenis.


  1. Pada jurnal umum, semua transaksi hanya dicatat pada satu jurnal saja. Lain halnya dengan jurnal khusus dimana transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai dengan jenisnya dalam beberapa jenis jurnal yang berbeda (Contohnya, apabila transaksi tersebut berhubungan dengan pengeluaran, maka harus dicatat pada Jurnal Pengeluaran Kas).


  1. Untuk jurnal umum, posting dari jurnal ke buku besar dilakukan langsung setiap terjadi transaksi. Pada jurnal khusus, posting dari jurnal ke buku besar dilakukan secara berkala dan kolektif.


  1. Pencatatan dapat dilakukan oleh satu orang untuk jurnal umum. Sedangkan pada jurnal khusus, pencatatan dilakukan oleh banyak orang.


  1. Biasanya jurnal umum digunakan hanya pada perusahaan jasa dan perusahaan dagang yang masih tergolong kecil, dimana transaksinya belum begitu banyak. Sedangkan jurnal khusus digunakan oleh perusahaan besar dan memiliki transaksi yang sejenis dan terjadi secara berulang-ulang sehingga membutuhkan teknik pencatatan secara khusus.


  1. Fungsi dari jurnal umum berdasarkan kegunaan dari jurnal tersebut, sedangkan fungsi jurnal khusus berdasarkan dari jenis jurnal yang telah dikelompokkan.



Pada umumnya, Jurnal Umum memiliki tingkat kompleksitas yang lebih tinggi daripada Jurnal Khusus. Hal ini dikarenakan, pencatatan pada jurnal umum memerlukan pemahaman logika yang baik khususnya pada akun debit dan kredit. Apabila Anda salah memahami mekanisme pada akun debit dan kredit ini, maka hasilnya akan berdampak pada pelaporan selanjutnya. Penelusuran untuk memperbaikinya pun akan memakan waktu dan membingungkan.


Sebaliknya, Jurnal Khusus lebih sederhana dan mudah dipahami, serta dapat diaplikasikan oleh siapa saja tanpa harus memahami logika mekanisme akun debit dan kredit seperti yang terjadi pada Jurnal Umum.


Baca juga

Cara Membuat Jurnal Umum yang Mudah Dalam Akuntansi

Contoh Jurnal Umum Perusahaan Manufaktur

Contoh Jurnal Koreksi pada Perusahaan Beserta Transaksi dan Penyelesaiannya>

Pengertian Jurnal Pembelian dan Jurnal Penjualan pada Perusahaan Dagang beserta Contohnya

Mengenal Jurnal dalam Akuntansi dan Fungsinya untuk Pembukuan

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin