Apa itu Akuntansi Biaya? Bagaimana Klasifikasinya serta Fungsi Akuntansi Biaya Pada Perusahaan?

By Martina, 08 Oktober 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Salah satu ilmu dalam bidang akuntansi dikenal dengan nama Akuntansi Biaya. Akuntansi biaya ini khusus mempelajari mengenai bagaimana anda melaporkan, mengukur, dan mencatat menggunakan metode atau cara mengenai biaya yang perlu dikeluarkan dari suatu proses produksi. Jadi dalam suatu perusahaan yang memproduksi suatu barang ataupun jasa, akuntansi biaya akan mencatat, melaporkan, dan mengalokasikan sejumlah biaya yang dibutuhkan dalam melakukan produksi tersebut.


Secara pelaksanaannya, akuntansi biaya memiliki suatu sistem pelaksanaan yang disebut sebagai sistem akuntansi biaya. Sistem ini berupa suatu jaringan prosedur yang menjadi panduan bagi pihak manajemen dalam menyajikan juga mengumpulkan biaya produksi, biaya administrasi, hingga ke biaya pemasaran. Adanya sistem akuntansi biaya akan sangat membantu pihak manajemen untuk mengawasi proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan. Tidak hanya itu, sistem ini pun akan membantu manajemen mengawasi bahwa koordinasi antara pihak terkait seperti perusahaan, penjualan, penyedia bahan baku, penyedia tenaga kerja, dan lain sebagainya berjalan seperti yang diharapkan.


Akuntansi biaya ini diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok. Setiap klasifikasi dilakukan berdasarkan aspek yang berbeda-beda, sehingga klasifikasinya pun menjadi sangat beragam. Bagian di bawah ini akan menjelaskan mengenai beberapa klasifikasi biaya dalam akuntansi biaya yang umum dilakukan. Setelah itu, anda pun bisa lebih memahami mengenai fungsi akuntansi biaya dalam perusahaan.


Tidak sabar lagi ingin mempelajari mengenai akuntansi biaya? Silahkan terus simak penjelasannya pada bagian di bawah ini.

Beberapa Klasifikasi Biaya dalam Akuntansi Biaya

Pertama-tama, perlu anda ketahui bahwa klasifikasi biaya dalam akuntansi biaya tidak dilakukan dalam satu jenis klasifikasi saja. Biasanya klasifikasi biaya ini dilakukan berdasarkan tujuan untuk apa informasi biaya ini disajikan.


Kali ini akan diinformasikan mengenai klasifikasi biaya yang didasarkan pada empat tujuan informasi yang berbeda. Silahkan simak penjelasannya masing-masing di bawah ini untuk lebih mudah memahaminya.

  1. Klasifikasi Biaya Berdasarkan Fungsi Pokok Aktivitas Perseroan

Pertama, klasifikasi biaya dalam akuntansi biaya di suatu perusahaan bisa dilakukan berdasarkan fungsi pokok dari perusahaan tersebut. Berikut ini klasifikasi biayanya ke dalam tiga kelompok.

  • Biaya Produksi (Production Cost): merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membiayai pembelian bahan baku (material), upah tenaga kerja langsung (direct labour), dan biaya operasional lainnya (direct overhead).

  • Biaya Pemasaran (Promotion Cost): merupakan biaya yang dihabiskan untuk membuat promosi atau iklan pengenalan barang/ jasa pada publik.

  • Biaya Administrasi Umum (General Administration Cost): mencakup biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membayar gaji karyawan, biaya operasional kantor, dan lain-lain.

  1. Klasifikasi Biaya Berdasarkan Volume Produksi

Kedua, klasifikasi biaya juga dapat dilakukan berdasarkan pada volume produksi yang dilakukan. Jika diklasifikasikan berdasarkan hal ini, maka ada dua jenis biaya dalam akuntansi biaya, yaitu:

  • Biaya Variabel (Variable Cost): mencakup biaya operasional yang dikeluarkan perusahaan untuk membiayai komponen-komponen yang diperlukan mengikuti volume produksi. Seperti antara lain biaya bahan baku (material) dan biaya operasional langsung (direct overhead).

  • Biaya Tetap (Fixed Cost): merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan namun tidak dipengaruhi oleh volume produksi sifatnya. Biaya-biaya ini besarnya sudah tetap dan walaupun volume terus disesuaikan sesuai kapasitas produksi, pembayaran biaya-biaya ini tetap dan bersifat lumpsum di setiap bulannya. Contoh biaya tetap antara lain adalah biaya tenaga kerja langsung (direct labour).

  1. Klasifikasi Biaya Berdasarkan Objek yang Dibiayai

Ketiga, ada lagi jenis klasifikasi biaya dalam akuntansi biaya yang berbeda yang dilakukan berdasarkan objek yang dibiayai. Jadi ada dua kelompok biaya yang harus dibayarkan berdasarkan klasifikasi ini. Apa saja biaya-biaya tersebut? Berikut ini penjelasannya.

  • Biaya Langsung (Direct Cost): jenis biaya yang dibayarkan dengan mengidentifikasi langsung objek yang dibiayai. Misalnya: biaya tenaga kerja langsung (direct labour), biaya bahan baku langsung (direct material).

  • Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost): jenis biaya yang satu ini adalah biaya yang dibayarkan namun identifikasi objeknya tidak dapat langsung dilakukan. Misalnya, biaya operasional pabrik langsung (direct overhead).

  1. Klasifikasi Biaya Berdasarkan Periode

Keempat, klasifikasi biaya dalam akuntansi biaya dapat dilakukan dengan berdasarkan periode atau waktu akuntansi dilakukan setiap berapa lama. Berikut ini klasifikasi biaya tersebut dalam dua kelompok:

  • Biaya Investasi (Capital Expenditure): merupakan biaya yang dibayarkan perusahaan untuk membayar manfaat selama periode akuntansi dilakukan. Contoh: biaya pembelian mesin pabrik yang mengalami penyusutan setelah penggunaan 5 tahun.

  • Biaya Pengeluaran Penghasilan (Revenue Expenditure): merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membayar manfaat dari hanya satu periode akuntansi produksi dilakukan. Contohnya: biaya operasional suatu pabrik yang dalam melakukan satu kali produksi (direct overhead).

Apa Saja Fungsi Akuntansi Biaya untuk Perusahaan?

Sebagai suatu ilmu yang digunakan untuk mencatat, melaporkan, dan mengalokasikan sejumlah biaya yang dibutuhkan dalam melakukan produksi dalam suatu perusahaan, tentunya fungsi akuntansi biaya sangatlah penting. Berbagai fungsi dari akuntansi biaya ini sangat mendasar dan harus sangat diperhatikan untuk dapat dilaksanakan.

Setidaknya ada dua fungsi dari akuntansi biaya. Silahkan simak penjelasannya di bawah ini untuk lebih mudah anda pahami. Semoga bermanfaat.

  1. Membantu Penentuan Harga Pokok

Fungsi yang pertama dari dilakukannya akuntansi biaya untuk perusahaan adalah guna membantu penentuan harga pokok. Suatu produk atau jasa yang diperdagangkan oleh perusahaan harus anda ketahui dengan pasti berapa harga pokoknya. Jadi anda bisa menentukan harga jualnya ke konsumen dengan tepat, tidak terlalu mahal pun juga terlalu murah. Sehingga harga pokok hanya bisa anda ketahui jika anda melakukan pencatatan, penggolongan, pengawasan, dan peringkasan seluruh biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi dari produk atau jasa tersebut.

  1. Menjadi Sistem Perencanaan & Pengendalian Biaya

Berikutnya, akuntansi biaya yang dilakukan dalam perusahaan juga bisa bermanfaat untuk menjadi sistem perencanaan dan pengendalian biaya. Pihak manajemen dengan adanya akuntansi biaya, dengan mudah dapat menemukan jika ada penyimpangan penggunaan biaya. Seluruh biaya yang dikeluarkan tercatat dan terkonfirmasi dengan mudah. Jika adanya selisih yang terlalu jauh dari perencanaan, maka bisa langsung dilakukan pengendalian biaya secepatnya.


Berikut tadi informasi menarik mengenai klasifikasi dan fungsi dari akuntansi biaya dalam perusahaan. Bagaimana menurut anda, ternyata sangat bermanfaat sekali bukan menerapkan ilmu akuntansi biaya ini dalam pelaksanaan usaha anda? Jadi silahkan manfaatkan informasinya untuk menjadi panduan dalam penerapan akuntansi biaya dalam perusahaan anda segera. Selamat mencoba!


Baca juga

Ketahui Perbedaan Istilah Biaya dan Beban dalam Akuntansi

Kaitan Antara Akuntansi dan Pajak dalam Laporan Keuangan

Apa Itu Sistem Akuntansi (Accounting System) dan Unsur-Unsur di Dalamnya

Sudah Tahu Model Akuntansi ABC (Activity Based Costing)? Penetapan Biaya Berbasis Akuntansi ini Penting untuk Anda Ketahui

Cara Membuat Jurnal Penyusutan Aktiva Tetap (Fixed Asset) Akuntansi

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin