Apa itu Bill of Material (BOM) dalam Suatu Bisnis Usaha serta Cara dan Contohnya

By Martina, 11 Oktober 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Apa yang kita butuhkan kalau ingin membuat makanan? Tentu saja kita akan membeli bahan-bahan yang dibutuhkan. Peralatan masak juga harus disiapkan untuk bisa membantu proses masak tersebut. Agar tidak mubazir, maka biasanya kita juga akan mendata komposisi bahan-bahan yang dibutuhkan. Prinsip seperti ini jugalah yang dipakai dalam suatu bisnis usaha baik skala kecil hingga perusahaan.


Meskipun prinsipnya sama, tetapi untuk suatu bisnis usaha atau perusahaan tentu memiliki proses pengelolaan yang berbeda. Bahan dan barang yang dibutuhkan untuk proses produksi pada perusahaan memiliki sistem manajemen yang lebih terstruktur karena menyangkut angka dan risiko yang besar. Istilah yang dipakai juga berbeda yaitu secara khusus dikenal sebagai Bill of Material.


Bagi perusahaan terutama yang bergerak di bidang manufaktur, istilah Bill of Material (BOM) ini sangatlah umum. Bill of Material menjadi bagian vital untuk mengontrol dan mendata komponen-komponen produksi yang kemudian nantinya akan menjadi bahan penentuan harga jual produk. Untuk lebih memahami tentang Bill of Material ini, berikut penjelasannya.

Apa itu Bill of Material?

Bill of Material (BOM) adalah komponen dari barang kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan produksi suatu kegiatan usaha. Daftar barang atau material bisa disesuaikan dengan jumlah kebutuhan produksi yang mampu menghasilkan barang jadi atau setengah jadi sesuai dengan kebutuhan perusahaan itu sendiri. BOM ini dibuat sebagai bagian dari proses perancangan dan digunakan untuk menentukan item yang harus dibeli atau diproduksi.


Bill of Material ini juga bisa dikatakan sebagai dokumen yang mencantumkan semua bahan baku produksi, campurannya, dan komponen pelengkapnya. Tak hanya itu, sebuah Bill of Material yang akurat biasanya menunjukkan informasi spesifikasi masing-masing material seperti nomor komponen, deskripsi, jumlah yang diperlukan untuk setiap komponen, satuan ukuran, serta jangka pengerjaan. Oleh karenanya, seluruh item dan Bill Of Material harus diidentifikasi dengan diberikan nomor unik.

Mengapa Bill of Material Penting?

Lantas mengapa Bill of Material ini penting diberlakukan? Setidaknya ada beberapa hal yang bisa menjadi alasannya yaitu sebagai berikut.

  1. Bill of Material merupakan dasar penghitungan harga jual produk. Hal ini tentu menjadi alasan penting karena untuk menentukan harga produk maka perlu diketahui biaya semua material penyusunnya.

  2. Bill of Material menjadi dasar dari perencanaan kebutuhan bahan baku. Melalui BOM ini, pengusaha bisa mengetahui berapa banyak pembelian masing-masing komponen sesuai dengan kebutuhannya.

  3. Bill of Material menjadi data acuan jika dibutuhkan perbaikan produk.  Melalui data yang rinci di BOM ini, pengusaha juga dapat menganalisa kemungkinan suatu komponen digantikan dengan material lain yang lebih baik atau ekonomis.

  4. Bill of Material bisa menjadi acuan untuk menghindari kekurangan bahan baku. Hal ini bisa diantisipasi jika Bill of Material sudah terintegrasi dengan software ERP sebagaimana yang disediakan Ukirama. Melalui integrasi itu, pengusaha bisa mengatur pengingat ketika stok komponen sudah mencapai angka tertentu sehingga tidak terlanjur kehabisan.

  5. Bill of Material juga bisa memudahkan komunikasi antar departemen di perusahaan. Hal ini dimungkinkan karena data pada BOM bisa dimanfaatkan oleh departemen lain sehingga penyampaian informasi lebih mudah dan memperkecil peluang kesalahan.


Level Pada Bill of Material

Ternyata dalam dunia perusahaan manufaktur, Bill of Material juga memiliki level-level tertentu. Format level sendiri terbagi menjadi dua tergantung komponen apa yang menyusun produk, yaitu Single Level BOM dan Multiple Level BOM.

  1. Single Level Bill of Material

Single Level BOM merupakan format sederhana dari komponen penyusun produk. Bentuk yang umum ditampilkan pada Single Level ini adalah dalam format tabel. 

Berikut contoh tabel Single Level Bill of Material

Perusahaan X

Bill of Material

Part Number

Deskripsi

Kuantitas setiap material

Unit per bagian

Decision

B100

Bahan dasar perakitan

1

Each

Make

S100

Material X

1

Each

Make

A100

Unit soket

1

Each

Buy


  1. Multi Level Bill of Material

Oleh karena Single Level BOM tidak cukup untuk menggambarkan produk yang memiliki sub-unit, maka ada pula Multi Level BOM. Level ini menunjukkan struktur produk yang berhirarki sehingga dikenal juga dengan pohon produk. Produk akhir berada pada lebel nol yang juga berada di posisi teratas dan level 1 hingga seterusnya berada di bagian bawahnya secara berlevel.

Penjelasan sederhana dari Level di Multi Level BOM ini adalah sebagai berikut.

  • Level 0 : Ini menunjukkan produk akhir atau produk jadi yang tidak dipakai sebagai komponen pembentuk produk lain

  • Level 1 : Ini menunjukkan item atau komponen pembentuk langsung dari produk dengan level 0 namun komponen ini juga dapat merupakan produk jadi. Misalkan ban mobil yang menjadi elemen pembentuk mobil tetapi juga bisa dijual terpisah sebagai produk siap pakai.

  • Level 2 : Ini menunjukkan komponen pembentuk langsung dari produk level 1. Item pada level 2 ini juga bisa dipakai sebagai komponen pembentuk langsung pada level 0 atau sebagai produk jadi.

  • Level 3 dan seterusnya, bisa didefinisikan dengan maksud yang hirarki yang sama seperti level sebelumnya. 

Contoh struktur ‘pohon produk’ yang dimaksud adalah sebagai berikut.


Cara Membuat Bill of Material dan Contohnya

Dalam upaya membuat Bill of Material, ada beberapa cara yang harus dipahami agar BOM yang dihasilkan sesuai dengan tujuannya. Beberapa hal yang menyangkut cara membuat Bill of Material tersebut adalah sebagai berikut.

  • Menentukan tipe atau jenis Bill of Materia yang sesuai dengan produk yang akan dibuat

  • Menyiapkan data-data valid yang akan digunakan sebagai referensi

  • Memahami dan menguasai sistem atau aplikasi yang digunakan untuk pembuatan Bill of Material, seperti aplikasi SAAP, IFS, dan lainnya.

  • Menentukan penomoran sebagai pengganti kode barang

  • Menguasai struktur lebel komponen sebelum dibentuk.

  • Memahami proses yang ada di dalam suatu komponen seperti proses machining, painting, welding, dan lainnya.

  • Mengidentifikasi barang sesuai fungsinya, apakah harus dibeli, dibuat, diproses dahulu, dan lain sebagainya.

  • Melakukan validasi setelah terbentuk produk dengan melakukan pengecekan

  • Cara terakhir yaitu melakukan pengecekan berkala. Hal ini dilakukan untuk melihat dan memastikan bahwa BOM sudah benar dan berjalan sesuai rencana.

Berikut adalah contoh sederhana dari Bill of Material

PERUSAHAAN X

Bill of Material

Part Number

Description

Quantity for each assembly

Unit of Measure

Decision

Unit Price

(million rp)

Total Cost (million rp)

A100

Base Assembly

1

Each

Make

10

10

5TU2

Socket Assembly

5

Each

Buy

2

10

2PC7

Wiring Assembly

3

Each

Buy

4

12

B100

Standard Plug terminal

2

Inches

Make

1

2

5TU1

Finished Shaft

1

Each

Buy

10

10

Total Project Cost

44


Itulah beberapa hal seputar Bill of Material (BOM). Pengelolaan BOM ini sekarang bisa lebih mudah dilakukan karena sudah banyak penyedia software akuntansi seperti dari Ukirama. Ukirama sudah teruji dan terkenal sebagai satu pilihan tepat bagi Anda yang memang ingin melakukan kegiatan akunting dengan lebih mudah, otomatis, dan terintegrasi.


Baca juga

Cara Membuat Laporan Keluar Masuk Barang pada Bisnis Manufaktur

Kendalikan Biaya Bahan Baku untuk Bisnis Manufaktur dengan Metode Ini

Perbedaan Laporan Keuangan Perusahaan Dagang, Jasa dan Manufaktur

Bagaimana Prosedur Pembelian Bahan Baku Pada Perusahaan Manufaktur

Pentingnya Stok Opname Pada Perusahaan Manufaktur

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin