Apa itu Fleksibilitas Harga, Jenis-jenis, dan Strateginya?

By Martina, 28 Juni 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Bagi kebanyakan orang, istilah fleksibilitas harga masih belum akrab di telinga. Begitu juga dengan pelaku bisnis yang masih pemula. Apakah kamu pernah membeli suatu barang atau produk dengan jenis yang sama di 2 kota yang berbeda? Apakah harga barang atau produk tersebut sama? Harga suatu barang dengan jenis yang sama bisa jadi memiliki harga yang berbeda tergantung dari dimana daerah kamu membelinya. Contoh mudahnya, harga handphone di Jakarta lebih murah jika dibandingkan dengan di Papua. Hal ini dikarenakan faktor proses pengiriman yang lebih panjang, sehingga harga yang diberikan kepada pembeli akan ditambahkan dengan biaya pengiriman barang tersebut. Tentunya dalam dunia bisnis hal ini merupakan hal yang wajar. Penetapan harga tersebut dikenal dengan istilah ‘strategi fleksibilitas harga’. Apa itu strategi fleksibilitas harga?


Pengertian Fleksibilitas Harga

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa harga merupakan salah satu faktor penentu yang krusial dalam proses pembuatan keputusan dalam membeli bagi konsumen. Oleh sebabnya, konsumen biasanya akan melihat harga sebelum membeli sebuah produk.


Sementara fleksibel adalah suatu sifat di mana berkaitan dengan posisi terhadap suatu keadaan. Strategi fleksibilitas harga ini dapat digunakan dalam  menetapkan harga suatu barang atau produk yang berbeda pada pasar dan berlainan atas dasar geografis, waktu pengiriman, dan kompleksitas produk.


Tujuan Penetapan Harga

Bagi pelaku bisnis, penetapan harga yang tepat pada produk yang dijual akan memberikan dampak pada besarnya keuntungan yang akan didapat serta loyalitas konsumen terhadap brand. Oleh karenanya, perlu diketahui beberapa tujuan dari penetapan harga sebagai berikut:


  1. Untuk mendapatkan pangsa pasar

Tujuan dari menetapkan harga pada barang atau produk berhubungan dengan target penjualan barang atau jasa yang ditawarkan. Tak sedikit pelaku bisnis yang menetapkan harga murah dan memiliki kualitas yang baik pada barang atau produk yang dijual demi mendapatkan pasar konsumen yang lebih besar daripada pesaing bisnisnya.


Biasanya, konsumen akan lebih memilih barang dengan harga yang murah dan kualitas yang baik. Tentunya pelaku bisnis tetap memperhitungkan keuntungan dari penjualan tersebut.


  1. Meningkatkan keuntungan

Dengan menetapkan harga dari barang yang akan dijual, memungkinkan untuk meningkatkan atau memaksimalkan keuntungan yang akan diperoleh nantinya. Semakin tinggi harga yang ditetapkan, akan semakin tinggi pula potensi keuntungan yang didapat. Namun, strategi penetapan harga harus memperhatikan daya beli konsumen, dan faktor-faktor lainnya.


  1. Menjaga loyalitas konsumen

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, strategi penetapan harga harus memperhatikan berbagai hal, salah satunya adalah untuk menjaga loyalitas konsumen agar terus membeli dari produsen tertentu. Pasalnya, menjaga loyalitas konsumen sama pentingnya dengan mendapatkan pasar konsumen. Salah satu caranya adalah dengan menetapkan harga yang bersaing dengan kualitas yang baik.


  1. Menjaga daya saling

Menetapkan harga yang tepat merupakan cara untuk menjaga daya saing dengan kompetitor di pasar agar konsumen memiliki ketertarikan untuk membeli.


Jenis-jenis Harga

Setidaknya terdapat 4 jenis harga yang perlu kamu ketahui sebelum menerapkan harga yang ingin diberikan kepada konsumen. Berikut dibawah ini adalah jenis-jenis harga yang perlu diketahui.

  1. Harga Subjektif

Yang dimaksud dengan harga subjektif adalah harga yang ditetapkan berdasarkan perkiraan atau opini seseorang. Penjual dan pembeli biasanya memiliki taksiran harga yang berbeda untuk suatu produk dan biasanya berbeda dengan harga pasar.


  1. Harga Objektif (Harga Pasar)

Harga objektif adalah harga yang telah disepakati antara penjual dan pembeli serta biasanya nilainya dijadikan patokan bagi para penjual dalam memasarkan produknya.


  1. Harga Pokok

Mungkin jenis harga ini sudah akrab bagi para pelaku bisnis. Harga pokok merupakan nilai riil suatu produk, atau jumlah nilai atau harga yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut.


  1. Harga Jual

Sedangkan untuk harga jual adalah harga barang yang telah ditambahkan dengan besarnya keuntungan yang diharapkan oleh produsen atau penjual. Pada umumnya, harga jual yang ditetapkan oleh masing-masing penjual bisa berbeda, namun tetap berpatokan pada harga pasar.


Strategi Fleksibilitas Harga

Strategi fleksibilitas harga terdiri dari 2 macam, yaitu strategi satu harga dan strategi penetapan harga fleksibel. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya mengenai ilustrasi dari strategi fleksibilitas harga, penggunaan strategi ini dapat digunakan dengan cara menetapkan harga suatu produk pada pasar yang berbeda atas dasar geografis, waktu pengiriman, ataupun kompleksitas produk yang diharapkan.


  1. Strategi Satu Harga (Harga Tunggal)

Pada strategi ini, pelaku bisnis akan membebankan harga yang sama untuk produk dengan kualitas serta kuantitas yang sama, dan pada saat kondisi yang sama pula. Strategi ini biasanya dipakai oleh perusahaan-perusahaan atau bisnis yang melakukan distribusi dan penjualan dalam jumlah besar.


Tujuan dari strategi satu harga adalah untuk dapat mempermudah keputusan penetapan harga serta menjalin hubungan yang baik dengan konsumen. Hal ini dikarenakan tidak ada konsumen yang mendapatkan harga khusus atau tidak ada konsumen yang dianggap lebih penting. Untuk dapat menerapkan strategi ini, perusahaan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:


  • Ada analisis terperinci mengenai posisi perusahaan dan struktur biaya yang dibandingkan dengan industri secara keseluruhan.

  • Terdapat informasi yang berkaitan dengan variabilitas harga pada penawaran harga yang sama pada setiap konsumen.

  • Adanya pemahaman skala ekonomis yang tersedia untuk perusahaan.

  • Terdapat informasi tentang harga yang kompetitif, yaitu harga yang sanggup dibayar oleh konsumen.


Sedangkan hasil yang diharapkan dari penggunaan strategi ini meliputi 4 aspek utama, yaitu:


  • Biaya penjualan serta biaya administrasi yang semakin rendah

  • Margin keuntungan yang tetap

  • Kesan baik oleh konsumen terhadap perusahaan

  • Adanya pertumbuhan pasar yang stabil


  1. Strategi Penetapan Harga Fleksibel

Berbeda dengan strategi harga tunggal atau strategi satu harga, strategi penetapan harga fleksibel ini menetapkan harga yang berbeda kepada setiap konsumennya dengan kualitas produk yang sama. Tujuan dari strategi ini adalah memaksimalkan laba atau keuntungan jangka panjang dan memberikan fleksibilitas dengan cara memungkinkan adanya penyesuaian, baik kenaikan maupun penurunan harga. Penyesuaian harga tersebut juga sangat bergantung pada tingkat persaingan yang dihadapi, hubungan antara pelanggan dengan perusahaan, serta seberapa besar konsumen bersedia membayar untuk produk tersebut.


Tak jauh berbeda dengan strategi harga tunggal, strategi ini pun memiliki persyaratannya sendiri yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang ingin menerapkannya, yaitu:


  • Melakukan analisis customer-value terhadap produk.

  • Memiliki informasi yang dibutuhkan untuk menerapkan strategi penetapan harga fleksibel. Untuk menerapkan strategi ini biasanya dengan memilih salah satu cara berdasarkan pasar ataupun letak geografis, produk yang akan ditawarkan, timing, atau berdasarkan teknologi.

  • Penekanan lebih besar untuk margin laba atau keuntungan daripada volume penjualan.

  • Pemantauan terhadap hubungan pesaing, dan perubahan harga yang terjadi di masa lalu.


Penetapan harga fleksibel ini biasanya sering digunakan pada kalangan saluran distribusi, penjualan langsung produk-produk industri, serta penjualan eceran produk yang mahal. Pada strategi ini terdapat beberapa kelemahan yang harus diketahui, diantaranya:


  1. Konsumen yang mengetahui bahwa ada konsumen lain yang mendapatkan harga lebih murah atas produk dan kualitas yang sama akan merasa tidak puas.

  2. Apabila konsumen mengetahui bahwa tawar menawar dapat menguntungkan mereka, maka hal ini akan membuat para konsumen untuk meluangkan waktu yang lebih banyak demi dapat melakukan penawaran atas produk tersebut. Tentunya hal ini dapat mempengaruhi biaya penjualan.

  3. Sebagian besar dari para pelaku bisnis sudah terbiasa untuk menurunkan harga produk yang dijual demi menarik perhatian konsumen. Hal ini akan berakibat pada pengurangan peranan harga terhadap daya persaingan serta menyebabkan turunnya harga suatu produk.


Baca juga

Cara menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) Perusahaan Manufaktur

Faktor-Faktor yang Menentukan Harga Jual Suatu Produk Hasil Produksi

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) Perusahaan Dagang

Cara Dan Contoh Menghitung Harga Pokok Pesanan Pada Perusahaan Manufaktur

Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat untuk Bisnis Konsinyasi yang Dijual Online

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin