Apa itu Industri 4.0? Apa Tantangan dan Serta Manfaat Utamanya?

By Ayu, 04 Januari 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Apakah kalian pernah mendengar istilah Industri 4.0? Ya, istilah ini cukup sering disebutkan dalam berbagai pemberitaan industri dan bisnis. Industri 4.0 adalah industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi siber (cyber). Ini merupakan nama tren otomatisasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi manufaktur atau pabrik. Istilah Industri 4.0 mencakup sistem siber-fisik/Cyber-Physic Systems (CPS), internet untuk segala/Internet of Things (IoT), komputasi awan (cloud computing), dan komputasi kognitif.

Istilah ‘Pabrik cerdas’ adalah hasil yang diharapkan dari industri 4.0 ini. Dalam pabrik cerdas, sistem siber–fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara visual, berstruktur moduler, dan membuat keputusan yang tidak terpusat.

Sejarah

C:\Users\USER\Documents\sribulencer\9. ekonomi\5a.png

Sebagaimana namanya, Industri 4.0 artinya merupakan revolusi dalam industri generasi keempat. Dalam sejarahnya, industrialisasi dunia generasi pertama dimulai pada akhir abad ke-18 dengan munculnya tenaga uap dan penemuan kekuatan alat tenun yang banyak mengubah sistem produksi barang-barang. Satu abad kemudian, dikenal istilah ‘Revolusi Teknologi’ dimana listrik dan jalur perakitan memungkinkan produksi massal. Hingga pada 1970-an, revolusi industri ketiga yang saat itu dikenal dengan nama ‘Revolusi Digital’ dimulai ketika kemajuan teknologi otomatisasi bertenaga komputer memungkinkan memprogram mesin dan jaringan.

Istilah industri 4.0 ini sendiri awalnya berasal dari sebuah proyek dalam strategi teknologi pemerintah Jerman yang mengutamakan komputerisasi pabrik. Istilah ini lalu diangkat kembali pada tahun 2011 pada Hannover Fair.

Kenapa ada industri 4.0?

Hal ini tentunya karena perkembangan zaman yang memaksa adanya pembaharuan dalam industri. Kemajuan yang paling besar adalah internet. Semua komputer dan benda digital bisa tersambung ke jaringan internet raksasa yang bisa diakses ke seluruh penjuru dunia. Itulah kenapa revolusi ini disebut Internet of Things (IoT). Meskipun begitu, tak bisa dipungkiri pula bahwa masih ada daerah-daerah yang belum terkoneksi internet dan menjadi tantangan tersendiri bagi industri generasi keempat ini.

Selanjutnya adalah kemajuan teknologi yang menciptakan 1001 sensor baru dan 1001 cara memanfaatkan informasi yang didapat dari sensor tersebut. Teknologi membantu manusia dalam banyak hal seperti mendapat dan mengolah berbagai macam data serta bisa dilakukan 24 jam sehari. Inilah yang disebut sebagai aspek Big Data dalam industri 4.0.

Selanjutnya adalah adanya cloud computing yang mampu melakukan gabungan pemanfaatan teknologi komputer dan pengembangan berbasis internet. Artinya semua data pabrik bisa dikirim melalui internet ke satu komputer saja dan bisa diolah langsung disana alias tidak perlu terpisah-pisah. Ini tentu sangat membantu ketika perusahaan memiliki banyak pabrik di tempat berbeda.

Alasan terakhir adalah kemajuan dalam mesin yang disebut Machine learning. Ini merupakan kemampuan mesin untuk mengoreksi kesalahan yang dilakukan dengan tepat. Perkembangan teknologi yang biasa disebut sebagai kecerdasan buatan ini sudah sangat banyak dijumpai dalam perangkat teknologi dimana sebelumnya komputer hanya mampu menjalankan tugas yang diinstruksikan saja.

Prinsip Rancangan Industri 4.0

Untuk mengimplementasikan skenario industri 4.0, ada empat prinsip rancangan dalam industri 4.0 yang diterapkan, yaitu :

  • Kesesuaian (interoperabilitas), menjadi prinsip paling utama yang membuat pabrik disebut ‘pabrik pintar’. Objek, mesin, sensor, perangkat, dan manusia harus dapat berhubungan dan berkomunikasi dengan satu dan lain melalui internet untuk segala/Internet of Things (IoT) atau internet untuk khalayak/Internet of People (IoP).

  • Transparansi Informasi, yaitu kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan asli (dunia nyata) secara virtual dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor.  Sistem yang disebut CPS (Cyber-Physical Systems) ini juga dapat memantau objek yang ada di lingkungan sekitarnya.

  • Bantuan teknis, yaitu kemampuan sistem untuk membantu manusia mengumpulkan dan membuat visualisasi informasi secara menyeluruh. Selain itu juga menyangkut kemampuan sistem siber-fisik membantu manusia secara fisik dengan melakukan tugas yang tidak terlalu berat atau tidak aman bagi manusia.

  • Keputusan mandiri, yaitu kemampuan CPS untuk bekerja dan melakukan tugas secara mandiri. Ini memberi ruang untuk produk yang disesuaikan dan penyelesaian masalah. Hal ini juga menciptakan lingkungan yang lebih fleksibel untuk produksi.

Tantangan Industri 4.0

Menghadapi industri 4.0 terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi, yaitu sebagai berikut.

  • Keamanan, menjadi tantangan mengingat risiko keamanan di sistem IT yang masih belum benar-benar terjamin. Integrasi secara online akan memberi ruang untuk kebocoran dan pencurian daya.

  • Permodalan, adalah tantangan lain karena untuk mengubah sistem tentu membutuhkan investasi besar dalam teknologi baru. Transformasi juga harus mempertimbangkan tingkat risiko yang mungkin sangat besar karena tidak mungkin transformasi dengan modal besar justru mengorbankan pangsa pasar di masa depan.

  • Ketenagakerjaan, juga menjadi pertimbangan karena perlu keterampilan khusus dari tenaga kerja yang harus berhadapan dengan teknologi baru. Pekerja lama apalagi yang sudah tua, tentu akan butuh waktu agar bisa mengikuti perkembangan industri.

  • Privasi, yang tidak hanya menjadi kekhawatiran produsen tapi juga bagi pelanggan. Dalam industri, produsen perlu mengumpulkan dan menganalisa data. Hal ini bisa saja dianggap ancaman oleh pelanggan terhadap privasinya.

Manfaat Utama Industri 4.0

Industri 4.0 diharapkan bisa mengoptimalkan produksi. Optimalisasi produksi adalah keuntungan bagi perusahaan karena bisa mengarahkan efisiensi waktu produksi. Hal ini akan sangat berpengaruh bagi industri yang menggunakan peralatan manufaktur mahal.

Manfaat lainnya adalah untuk menciptakan pasar fleksibel yang berorientasi pada pelanggan. Komunikasi yang baik antara pabrik dan pelanggan akan berpengaruh baik bagi kegiatan industri. Hal lainnya yang juga menjadi manfaat keberadaan Industri 4.0 adalah penerapan teknologi yang mendorong berbagai bidang untuk meningkatkan kemampuannya. Dengan kata lain mendorong penelitian dan pendidikan bergerak lebih maju dalam mengambil kesempatan.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah bahwa industri 4.0 akan memungkinkan peluang-peluang sebagai berikut.

  • Memberi perincian peristiwa dari mulai komposisi fisik, manufaktur, dan nomor seri.

  • Meningkatkan visibilitas status ketersediaan barang dan proses pengiriman

  • Memberi informasi real time akan arus barang

  • Transparansi berbagai informasi produk seperti kualitas dan asal barang

  • Menurunkan biaya untuk menangani rantai pasokan yang kompleks

  • Tautan ke struktur proses bisnis back-end seperti menggunakan ERP.





Baca juga

Cara Mengelola dan Melunasi Hutang pada Bisnis UKM

Apa Itu Cost of Goods Sold (COGS) dan Biaya Apa Saja yang Mempengaruhi / Masuk ke Dalamnya

Perbedaan Laporan Laba Rugi Fiskal dan Komersial

Contoh Jurnal Umum Perusahaan Manufaktur

Penjelasan, Tarif, dan Contoh Perhitungan PPh 21, PPh 23 dan PPN

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin