Apa Itu Inventory Cost dan Bagaimana Cara Menekannya

By Ayu, 8 Agustus 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Pada setiap perusahaan baik itu perusahaan dagang, perusahaan manufaktur, maupun perusahaan jasa di dalam menjalankan proses produksinya, membutuhkan yang namanya inventory atau persediaan barang dagang. Persediaan tersebut berasal dari persediaan sebelumnya yang dapat berupa bahan mentah, bahan setengah jadi, bahan jadi, maupun bahan pembantu dalam pembuatan produk diluar bahan baku/mentah. Persediaan itu disimpan dan akan digunakan dalam proses produksi selanjutnya. Dengan adanya inventory atau persediaan, akan membantu perusahaan dalam mengurangi resiko jika terjadi hilangnya bahan baku yang dibutuhkan saat proses produksi, mencegah jika sewaktu-waktu terjadi inflasi pada harga bahan baku.


Lalu apa itu inventory cost? Inventory cost sendiri adalah biaya persediaan barang dimana persediaan barang tersebut merupakan persediaan periode sebelumnya yang biayanya berupa biaya saat proses pemesanan inventory, biaya pengiriman inventory yang dipesan, biaya penerimaan inventory, dan biaya pembayaran inventory yang dipesan kepada pihak supplier.


Perencanaan dan pengelolaan serta pengendalian inventory atau persediaan yang baik dalam sebuah perusahaan sangat penting untuk dilakukan. Jika perusahaan mengalami kelebihan inventory maka perusahaan akan menanggung banyak biaya seperti biaya penyimpanan, pajak, asuransi, biaya modal, dan biaya lainnya. Sehingga yang ada perusahaan menjadi rugi. Selain itu, dapat menyebabkan resiko kerusakan dan kehilangan inventory jika dibiarkan terlalu lama di gudang.


Sebaliknya, jika perusahaan mengalami kekurangan inventory maka perusahaan akan mengalami hambatan dalam memenuhi order penjualan yang disebabkan oleh kurangnya bahan-bahan untuk proses produksi. Hal tersebut membuat daya saing perusahaan di pasar global menjadi turun.


Pengelolaan inventory yang baik bagi suatu perusahaan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut, untuk menghindari terjadinya kelebihan dan kekurangan inventory dalam gudang:

  1. Perusahaan harus mengetahui waktu yang tepat untuk memesan inventory. Jangan sampai perusahaan kehabisan inventory saat ingin memasuki tahap produksi barang sehingga produksi dihentikan dan perusahaan menjadi rugi. Suatu perusahaan dapat memesan pembelian ketika mendekati dengan perkiraan waktu penerimaan inventory.

  2. Untuk menghindari terjadinya kelebihan inventory maka perusahaan dapat mengolah bahan baku atau mentah dari inventory tersebut menjadi barang setengah jadi maupun barang jadi yang siap untuk dijual di pasaran kapanpun sehingga mengantisipasi terjadinya kerugian pada perusahaan.

  3. Perusahaan harus dapat mengetahui dan mempertimbangkan berapa banyak inventory yang dibutuhkan perusahaan untuk diproduksi nantinya. Hal ini dapat dilihat dari produksi sebelumnya yang pernah terjadi. Dengan demikian akan menghindari adanya inventory yang tidak terpakai atau berdiam lama di gudang.


Manajemen inventory yang baik akan menghindarkan perusahaan dari kelebihan maupun kekurangan biaya inventory sehingga perusahaan dapat meminimalisir kerugian yang dapat terjadi sewaktu-waktu.


Baca juga

Pengertian Likuiditas Dan Cara Menghitungnya

Apa itu Retur Pembelian dan Penjualan

Pengertian, Tujuan, dan Contoh Manajemen Kas

Tujuan dan Jenis-Jenis Anggaran

Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin