Apa Itu Kepatuhan Keamanan (Safety Compliance) Produk Industri dan Syaratnya

By Martina, 18 Februari 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Saat ini telah memasuki era persaingan global. Era ini juga membawa fenomena yaitu rawannya perusahaan di dalam mengalami insiden kecelakaan kerja yang ada di lingkungan kerja. Di tahun 2011, total kecelakaan kerja tercatat mencapai 99.491 kasus yang mana jumlahnya semakin meningkat setiap tahunnya. Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan dan harus segera dilakukan penanganan agar tidak sampai ada korban selanjutnya.


Maka dari itu, terdapat Peraturan Pemerintah RI No. 50 tahun 2012 yang berkaitan dengan SMK3 atau Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. PT. Jamsostek menyambut baik terhadap terbitnya peraturan tersebut.


Perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya penyebab umum dari kecelakaan kerja yang terjadi adalah karena faktor kelainan karyawan atau human error. Selain itu, penyebab lainnya adalah kurang adanya perhatian dari perusahaan terhadap keselamatan para karyawannya di lingkungan kerja tersebut. Pada saat angka kecelakaan kerja terus meningkat, maka hal bisa berpengaruh terhadap kinerja perusahaan dan juga turn over karyawan.


Sekarang memang karyawan telah dianggap sebagai aset perusahaan. Namun hal ini juga harus diimbangi dengan keselamatan karyawan tersebut di lingkungan kerjanya. Saat ini, kesadaran dari para pengusaha di Indonesia semakin menunjukkan hal positif. Hal ini terbukti dengan mulai banyak perusahaan yang memperoleh penghargaan zero accident atau nihil kecelakaan kerja.


Sementara itu, SMK3 bertujuan untuk melindungi karyawan sehingga mampu menciptakan safety behaviour atau perilaku keselamatan terhadap karyawan. Adanya perilaku keselamatan ini akan meminimalisir risiko kecelakaan kerja serta menciptakan rasa aman di dalam pekerjaan. Hasilnya, kinerja karyawan pun akan semakin meningkat.


Pengertian Kepatuhan Keamanan atau Safety Compliance

Apa itu kepatuhan keamanan atau safety compliance? Kepatuhan keamanan merupakan sebuah perilaku yang dilakukan oleh individu di dalam mematuhi berbagai peraturan yang berkaitan dengan keselamatan kerja. Selain itu, kepatuhan keamanan juga berhubungan dengan bagaimana perilaku individu tersebut di dalam menjaga tempat kerjanya agar selalu aman dan nyaman. 


Pada saat ada satu atau beberapa karyawan yang ternyata tidak mematuhi prosedur keamanan yang berlaku, maka kondisi ini dinamakan “situasi tidak aman” bisa juga dinamakan sebagai “pelanggaran”. Maka dari itu, setiap karyawan harus memiliki kesadaran akan tanggung jawabnya untuk selalu mematuhi berbagai peraturan yang berlaku. Jangan sampai ada hal-hal yang dilakukan oleh karyawan tersebut yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan kerja sehingga membuat suasana kerja menjadi tidak aman.

Ada juga yang berpendapat bahwa kepatuhan keamanan merupakan perilaku dari seseorang di dalam mengambil sebuah peranan di tempat kerja agar selalu aman.


Bentuk Aktivitas Kepatuhan Keamanan

Sementara itu, bentuk dari safety compliance menggambarkan sebuah aktivitas yang harus dilakukan semua karyawan di dalam memelihara keselamatan pada tempat kerjanya. Bisa dilakukan dengan mematuhi segala prosedur standar keselamatan kerja serta memakai berbagai perlengkapan dan peralatan pelindung. Beberapa bentuk kegiatan kepatuhan keamanan misalnya bekerja dengan memprioritaskan keselamatan kerja dan mematuhi segala prosedur keselamatan kerja.


Sebenarnya safety compliance merupakan bagian dari safety behaviour. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Borman dan Motowidlo melalui penelitiannya bahwa perilaku keamanan dibagi menjadi dua yaitu safety compliance dan safety participation. Safety participation adalah perilaku individu atau karyawan yang mendukung keselamatan kerja di lingkungan kerjanya. Salah satu contohnya adalah karyawan yang mengikuti rapat untuk membahas seputar keselamatan kerja.


Karyawan tersebut secara sukarela ikut mendukung dan berkontribusi terhadap keselamatan karyawan. Dia juga turut serta di dalam membantu mengembangkan sebuah lingkungan kerja yang mendukung keselamatan kerja. Dengan begitu, maka perilaku seperti ini menunjukkan bahwa para karyawan tersebut benar-benar mendukung terciptanya lingkungan kerja bagi semua orang yang ada di dalamnya.


Syarat Kepatuhan Keamanan Produk Industri yang Harus Diikuti Perusahaan

  1. Kesadaran untuk Memenuhi Berbagai Prosedur yang Berlaku

Syarat pertama adalah semua orang harus mematuhi segala bentuk peraturan yang berlaku. Peraturan memang sangat penting untuk mengatur karyawan agar mampu bekerja sesuai instruksi perusahaan. Akan tetapi, karyawan juga harus memiliki kesadaran bahwa penting sekali mematuhi prosedur yang berlaku bukan hanya demi perusahaan melainkan demi dirinya sendiri. Terlebih lagi jika peraturan tersebut berkaitan dengan keselamatan kerja.


  1. Memastikan Pengoperasian Produk dengan Aman baik 

Syarat kedua yang harus diperhatikan oleh perusahaan adalah memastikan bahwa seluruh pengoperasian produk dilakukan secara aman. Pengoperasian tersebut harus aman bukan hanya bagi karyawan melainkan juga bagi lingkungan sekitar maupun lingkungan hidupnya. Jika seperti ini, maka produk yang dihasilkan bukan hanya berkualitas melainkan tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan karena semuanya sudah dilakukan dengan aman sesuai prosedur.


  1. Perusahaan Memberikan Informasi yang Relevan Terkait Keamanan Produk

Perusahaan harus memberikan informasi yang relevan seputar keamanan produk dan kemasannya. Tidak sedikit pihak-pihak yang ingin tahu tentang kualitas produk yang dibelinya. Biasanya mereka mencari informasi tersebut melalui situs resmi perusahaan. Maka dari itu, perusahaan harus memberi informasi relevan dan faktual terhadap pihak-pihak yang berkepentingan tersebut.


  1. Melindungi Kualitas Produk

Syarat yang keempat adalah produk yang dijual kualitasnya harus benar-benar terjaga. Meskipun perusahaan tersebut terkenal menghasilkan berbagai produk yang berkualitas, namun tetap saja produk tersebut harus tetap dijaga. Produk harus disimpan di tempat yang aman yang bebas dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti pencurian, perusakan, atau tempat yang berpotensi menyebabkan produk tersebut bermasalah.


Selain itu, setiap kali produk hendak dikirim ke konsumen, sangat penting untuk melakukan pengecekan terhadap setiap produk tersebut. Tentu saja hal ini untuk memastikan agar perusahaan tidak sampai meloloskan produk yang tidak berkualitas karena hal ini bisa merugikan konsumen. Akibatnya, reputasi perusahaan tersebut menjadi kurang baik.


  1. Melakukan Evaluasi Keamanan Produk

Reputasi perusahaan dan produk yang dijual sangat bergantung kepercayaan dari para konsumen. Konsumen yang merasa aman akan produk yang akan dibelinya, pasti meningkatkan reputasi perusahaan tersebut. Oleh karena itu, penting untuk mengevaluasi keamanan produk secara ilmiah. Tentukan juga konsumen Anda apakah aman mengonsumsi produk yang Anda jual tersebut. Evaluasi keamanan produk juga berkaitan dengan proses ketika pembuatan, pengemasan, penggunaan, sampai evaluasi terhadap pembuangan produk tersebut.



Baca juga

5 Ide Bisnis Industri yang Bisa Anda Mulai di Tahun 2021

Apa Itu Distribution Metrics dalam Manajemen Persediaan Barang Industri

Manfaat Big Data pada Industri Manufaktur

Apa Itu Industri Hijau dan Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikat Industri Hijau

Memahami Istilah Deindustrialisasi dan Cara Mencegahnya

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin