Apa Itu Klasifikasi Biaya? Pengertian, Manfaat, dan Jenisnya

By Aulia, 09 Januari 2022
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share


Memulai sebuah usaha memang membutuhkan banyak hal dan kemampuan untuk cepat belajar. Dalam bisnis, selain harus belajar dan mengetahui tentang produk, Anda juga perlu memiliki pengetahuan tentang prinsip dasar akuntansi. Ini karena, Anda juga perlu tahu kondisi perusahaan yang dibangun, apakah perusahaan mengalami masalah keuangan atau apakah perusahaan tersebut sudah dijalankan sesuai prosedur?

Nah, pengetahuan dasar akuntansi ini membantu Anda untuk mengambil keputusan dalam masa-masa krusial. Salah satu pengetahuan yang perlu dikuasai adalah klasifikasi biaya. Namun sebelum Anda mempelajari tentang klasifikasi, Anda perlu mengetahui definisi biaya dalam akuntansi terlebih dahulu.

Biaya adalah pengeluaran yang dilakukan perusahaan atau perorangan agar bisa mendapatkan manfaat lebih dari aktivitas yang dilakukan. Dalam biaya, terdapat dua istilah yang perlu dipahami, yakni cost dan expenses

Cost adalah pengeluaran yang dilakukan oleh perorangan atau perusahaan yang berhubungan langsung dengan produk yang dihasilkan. Sementara itu. expenses adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan atau individu yang untuk aktivitas pendukung saja.

Pengertian Klasifikasi Biaya


Setelah mengetahui pengertian biaya, Anda mungkin dapat langsung dapat menarik kesimpulan mengenai klasifikasi biaya. 

Klasifikasi biaya adalah pengelompokan elemen biaya secara sistematis dan sesuai dengan karakteristiknya. Elemen-elemen biaya ini dikelompokkan ke dalam penggolongan tertentu, sehingga memudahkan prosedur akuntansi biaya dalam perusahaan. 

Klasifikasi biaya bertujuan untuk membuat laporan mengenai daya, memberikan data keuangan secara faktual, dan membedakan kebutuhan satu dengan kebutuhan lainnya. Klasifikasi biaya juga disusun untuk tujuan tertentu, seperti menyusun laporan keuangan, membuat evaluasi keuangan, dan sejenisnya. 

Selain itu, pengklasifikasian biaya dalam bisnis juga bertujuan untuk memudahkan Anda melakukan pencatatan biaya dan menyusun laporan keuangan. Pengklasifikasian biaya juga dapat memberikan gambaran informasi yang akurat kepada pihak yang bertanggung jawab dalam proses produksi. Oleh karenanya, komponen biaya perlu dikelompokkan ke dalam beberapa akun. 

Adapun contoh klasifikasi biaya secara sederhana dapat dilihat pada laporan pembukuan keuangan atau akuntansi biaya. 

Fungsi Klasifikasi Biaya

Klasifikasi biaya memiliki beberapa fungsi penting untuk bisnis Anda. Berikut beberapa fungsi penting klasifikasi biaya dalam bisnis:

  1. Akurasi data pembiayaan

Klasifikasi biaya membantu setiap divisi perusahaan agar bisa mengajukan biaya sesuai dengan kebutuhannya. Selain itu, biaya yang dikeluarkan pun menjadi lebih transparan.Perusahaan pun dapat melakukan evaluasi dengan lebih mudah.

  1. Menghindari kerancuan data keuangan

Klasifikasi biaya mampu menghindarkan perusahaan dari kerancuan dan bias dalam menangani data keuangan. Misalnya, tim evaluator dapat membuat pencatatan keuangan secara terperinci karena data pembiayaan sudah dipisah berdasarkan divisi di dalam perusahaan. Selain itu, klasifikasi biaya pun memudahkan karyawan dalam menyusun laporan.

  1. Memudahkan pengelolaan keuangan

Manfaat lainnya adalah memudahkan divisi keuangan dalam mengelola keuangan perusahaan.

  1. Menghindari kerancuan pembiayaan

Klasifikasi biaya akan membantu Anda untuk menhgindari adanya kerancuan atau bias data dalam keuangan. Dengan pengklasifikasian biaya. Tim evaluasi keuangan bisa membuat pencatatan keuangan secara rinci. Klasifikasi biaya juga membantu karyawan agar lebih mudah dalam menyusun laporan keuangan.

  1. Menghindari biaya berulang

Klasifikasi biaya juga membantu Anda untuk menghindari adanya data yang tidak valid atau pencatatan berulang. Dengan begitu, alokasi keuangan bisa dilakukan sesuai dengan tujuan.

  1. Mempermudah mencapai tujuan bisnis

Keuangan adalah faktor penting dalam sebuah bisnis. Dengan adanya klasifikasi biaya, Anda lebih mudah mengelola data keuangan. Data keuangn yang dikelola dengan baik juga bisa membantu Anda agar lebih mudah mencapai tujuan bisnis.


Jenis Klasifikasi Biaya

Ada banyak biaya yang muncul dalam proses produksi. Oleh karenanya, perusahaan perlu melakukan kategorisasi atau klasifikasi secara sistematis. Beberapa biaya tersebut dapat diklasifikasikan menurut jenisnya. Ada beberapa contoh jenis klasifikasi biaya, yaitu:

1. Klasifikasi berdasarkan aktivitas perusahaan

  • Biaya produksi (cost production) 

Biaya produksi adalah akumulasi semua biaya yang diperlukan dalam  proses produksi. Komponen yang termasuk ke dalam biaya produksi meliputi biaya bahan baku, biaya karyawan, biaya operasional, dan lainnya. 

  • Biaya pemasaran (marketing cost) 

Biaya pemasaran adalah pengeluaran yang harus dikeluarkan untuk mempromosikan produk kepada pelanggan dan memastikan pelanggan membeli produk tersebut. Biasanya, biaya pemasaran meliputi biaya promosi dan iklan yang dilakukan perusahaan.

  • Biaya administrasi (administration expenses)

Biaya administrasi adalah pengeluaran perusahaan untuk mengoordinasikan kegiatan produksi dan pemasaran. 

2. Klasifikasi berdasarkan volume produksi

  • Biaya variabel (variable cost)

Biaya variabel adalah pengeluaran tidak tetap yang nilainya berubah. Perubahan biaya bisa terjadi karena terdapat kenaikan atau penurunan permintaan. Adapun unsur-unsur yang termasuk dalam biaya variabel adalah biaya bahan baku, listrik, telepon, air, dan sebagainya.

  • Biaya tetap (fixed cost)

Fixed cost atau biaya tetap adalah biaya yang bernilai konstan meskipun terdapat perubahan dalam biaya produksi. Biaya tetap juga bisa disebut sebagai biaya yang wajib dikeluarkan oleh perusahaan dalam sebuah proses produksi, antara lain gaji karyawan, biaya sewa gedung atau gudang, dan lainnya. 

3. Klasifikasi berdasarkan objek yang dibiayai

  • Biaya langsung (direct cost)

Biaya langsung adalah pengeluaran untuk proses identifikasi biaya langsung yang berhubungan dengan produksi barang objek, misalnya biaya tenaga kerja langsung dan bahan baku. 

  • Biaya tidak baku (indirect cost)

Biaya tidak baku merupakan pengeluaran yang diidentifikasikan langsung melalui proses produksi, misalnya biaya listrik, upah mandor, administrasi, dan lainnya.

4. Klasifikasi berdasarkan kemudahan pelacakan

  • Pengeluaran modal (capital expenditure)

Pengeluaran modal adalah perusahaan yang dikeluarkan dalam rangka memperoleh aktiva tetap. Selain itu, pengeluaran modal juga dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan kapasitas produksi aktiva tetap, dan memperpanjang masa manfaat aktiva tetap. Contoh pengeluaran modal adalah mesin pabrik yang memiliki penyusutan dalam waktu tertentu. 

  • Pengeluaran penghasilan (revenue expenditure)

Pengeluaran penghasilan adalah pengeluaran yang memberikan manfaat dalam periode berjalan. Dengan demikian, biaya yang dikeluarkan tidak akan dikapitalisasi sebagai aktiva tetap di dalam neraca. Akan tetapi, biaya yang dikeluarkan akan langsung masuk kategori beban dalam laporan laba-rugi periode berjalan saat biaya tersebut dikeluarkan.

Ada banyak hal yang perlu diperhitungkan dalam proses akuntansi, salah satunya adalah melakukan klasifikasi biaya. Selain itu, pentingnya melakukan klasifikasi biaya untuk memudahkan penyajian laporan keuangan dan berbagai hal lain, sehingga bisnis pun berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan penyusunan klasifikasi biaya dilakukan dengan teliti dan tepat. Proses ini memang tidak mudah, apalagi jika Anda menggunakan cara manual. 



Baca juga

12 Cara menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan) / COGS (Cost of Good Sales) untuk Bisnis Kuliner / F&B (Food and Beverage) Anda

7 Ide Bisnis Ini Bantu Anda Menghasilkan Uang Tambahan Jelang Lebaran

Perbedaan Marketplace, E-commerce, dan Online Shop

Mengenal Kurs Pajak dan Pentingnya untuk Bisnis Anda

Mengenal Istilah Margin dalam Akuntansi serta Rumus Menghitungnya

© 2022 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin