Apa Itu Segmentasi Demografis dalam Pasar?

By Martina, 02 Mei 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Memandang pasar dalam sebuah bisnis tidak hanya soal siapa pembeli dari produk yang ditawarkan. Pasar merupakan sekelompok konsumen yang menjadi target potensial dengan ragam karakternya. Oleh karena memiliki ragam karakter, maka dibutuhkan upaya segmentasi. Segmentasi pasar merupakan pembagian konsumen dalam beberapa kelompok berdasarkan karakter personalitas dan kualitas. Upaya membagi konsumen dalam beberapa kelompok kecil ini akan membuat produsen atau perusahaan lebih efektif dan kompetitif dalam melakukan pemasaran. 


Melakukan segmentasi pasar tentunya tidak bisa sembarangan. Dibutuhkan strategi dengan memenuhi beberapa syarat segmentasi, yaitu terukur, logis, dapat dibedakan, dapat dilaksanakan, dapat dijangkau, dan memiliki target yang jelas namun tidak juga terlalu sempit. Dalam pengaplikasiannya sendiri, terdapat beberapa jenis segmentasi pasar yang bisa dilakukan. Ada yang berdasarkan geografis seperti kota tempat tinggal, perilaku seperti loyalitas, psikografis seperti ketertarikan karena profesi dan hobi, hingga berdasarkan  demografis seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, dan penghasilan.  


Dalam artikel kali ini, secara khusus akan dibahas tentang segmentasi demografis dalam pasar. Apa saja yang termasuk segmentasi demografis ini? Bagaimana pula cara kerja dan variabel yang mempengaruhinya? Berikut penjelasannya.


Segmentasi Demografi dalam Pasar 

Jika Anda melakukan bisnis penjualan  make-up, maka siapa yang Anda targetkan sebagai pembeli? Tentunya target utama pasar bisnis Anda adalah kaum wanita. Selain wanita, Anda juga membuat spesifikasi lagi akan pasar produk make-up tersebut adalah wanita remaja hingga dewasa. Contoh pengelompokkan pasar seperti ini merupakan jenis segmentasi demografi.


Segmentasi demografi (demographic segmentation) merupakan pengelompokan konsumen berdasarkan variabel terukur pada suatu individu seperti usia, jenis kelamin, kelas sosial, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi, agama, dan lain sebagainya. Penggunaan data demografis sering dianggap relatif lebih mudah dibandingkan jenis segmentasi lain karena datanya lebih mudah didapat. Data variabel yang didapat inilah yang nantinya dianalisa untuk dikaitkan dengan selera dan perilaku konsumen.


Variabel dalam Segmentasi Demografis

Meskipun ada banyak variabel yang bisa tergolong sebagai data demografis, tetapi dalam pasar terutama di Indonesia, biasanya memakai tujuh variabel utama berikut.

  1. Geografis

Data geografis memungkinkan dilakukannya segmentasi pasar berdasarkan lokasi konsumen. Melihat konsumen berdasarkan letak geografisnya diperlukan karena setiap orang di masing-masing wilayah memiliki kebutuhan dan minat yang berbeda. Sebagai contoh, masyarakat yang tinggal di pegunungan membutuhkan pakaian tebal, sedangkan masyarakat pesisir tentu lebih memilih pakaian yang lebih ringan seperti kaos biasa. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memahami lanskap tempat tinggal dari target pasar karena akan mempengaruhi preferensi konsumen.


  1. Usia

Variabel ini jelas mengelompokkan pasar berdasarkan usia, rentang usia, atau generasinya. Setiap kelompok usia, tentu memiliki suatu kesamaan seperti kebiasaan, pengalaman, sifat, bahkan mungkin pola pikir lantaran tumbuh di era yang sama. Hal ini bisa dijadikan indikator untuk melakukan pendekatan pemasaran.


  1. Jenis Kelamin

Setiap gender atau jenis kelamin tentu memiliki kebutuhan khas terhadap suatu hal. Bahkan dalam sebuah perumpamaan dikatakan bahwa pria mewakili planet Mars dan wanita sebagai planet Venus, yang berarti kedua kelompok gender ini secara alamiah mempunyai perbedaan preferensi. Secara sederhana contohnya adalah ketertarikan umum pria dan wanita berbeda akan suatu hak. Pria misalkan, umumnya lebih suka mengikuti perkembangan otomotif dan teknologi. Namun wanita lebih menyukai hal-hal terkait fashion. Meskipun bukan bermaksud menggeneralisasi, tetapi hal ini merupakan data berdasarkan keumuman.


  1. Tingkat Pendidikan

Pengelompokan pasar berdasarkan tingkat pendidikan juga tak bisa dikesampingkan. Bahkan segmentasi ini termasuk salah satu demografi yang paling umum dipakai. Hal ini tak terlepas lantaran kebanyakan individu memiliki kebanggaan akan gelar atau almamaternya. Selain itu, memang banyak barang atau produk yang secara spesifik dimanfaatkan oleh orang-orang dengan tingkat pendidikan tertentu saja.


  1. Pekerjaan

Sama halnya dengan keempat variabel di atas, pekerjaan juga menjadi hal umum dipakai untuk mengelompokan pasar karena setiap orang tentu memiliki pekerjaannya masing-masing. Hal ini menjadikan setiap orang memiliki pandangan, kebutuhan, dan minat yang berbeda pula tergantung kelompok pekerjaannya. Segmentasi pekerjaan ini tak lain dilakukan untuk menarik perhatian kalangan profesi tertentu agar mau melakukan pembelian.


  1. Tingkat Penghasilan

Mengetahui berapa besar penghasilan target konsumen, akan sangat mempengaruhi tim marketing untuk lebih efektif memasarkan produk atau layanannya.  Dengan kata lain, perusahaan bisa memasarkan produk atau layanan ke konsumen yang memang benar-benar mampu untuk membelinya. Hal ini tentu lebih efektif dibandingkan perusahaan mengiklankan ke banyak orang tetapi peluang terjadinya transaksi justru kecil atau tidak pasti. Selain itu, dengan mengetahui rentang penghasilan target pasar, maka bisa dijadikan acuan analisa merancang tingkatan harga. Sebagai contoh, produsen dan agen mobil tentu akan memfokuskan penawaran kepada segmentasi masyarakat berpenghasilan tinggi.


  1. Agama

Pengelompokan pasar berdasarkan agama merupakan salah satu yang lumrah dilakukan, salah satunya di Indonesia. Segmentasi ini sebenarnya cukup sensitif sehingga butuh kejelian dalam menerapkannya karena hanya berlaku untuk komoditas tertentu saja. Contoh sederhana dari adanya segmentasi berdasarkan agama ialah keberadaan bank syariah. Oleh karena terkait dengan simbol-simbol keagamaan, maka sistem yang dibuat harus benar-benar tepat.


Cara Kerja Segmentasi Demografi dalam Pasar 

Melakukan segmentasi artinya memecah pasar menjadi beberapa kelompok yang lebih kecil sesuai dengan kesamaan atas suatu variabel. Pengelompokan ini akan membuat tiap-tiap kelompok menjadi mudah dianalisa lantaran karakternya yang homogen dalam hal kebutuhan, keinginan, atau persepsi. Pertanyaan lanjutannya adalah bagaimana segmentasi demografi ini dilakukan?


Data segmentasi yang telah diambil berdasarkan demografinya menjadi acuan atau bahan analisa perusahaan untuk mengetahui apa saja yang bisa mendorong konsumen untuk melakukan pembelian produk atau layanan. Pengelompokan demografis menggunakan variabel-variabel yang ada sangat bermanfaat karena tiap variabel bersifat langsung dalam mempengaruhi permintaan. 


Salah satu contoh sederhana dari cara kerja segmentasi demografi adalah dalam variabel tingkat pendapatan. Individu yang memiliki pendapatan tinggi, berdasarkan analisanya diketahui lebih mengutamakan kualitas dibandingkan harga. Sebaliknya, individu dengan pendapatan rendah akan condong memilih produk berdasarkan harga terhemat dibandingkan kualitas. Data analisa seperti ini merupakan bentuk perilaku konsumen yang menjadi bekal informasi perusahaan dalam melakukan perancangan pemasaran. 


Segmentasi demografis dilakukan pada akhirnya adalah untuk membuat target pasar. Melalui penargetan, kegiatan pemasaran menjadi lebih efektif sehingga diharapkan penjualan lebih tinggi. Perusahaan pun menjadi lebih bijak dalam mengelola sumber dayanya kepada hal-hal yang produktif.


Baca juga

Kegunaan Bea Materai dan Contoh Cara Penggunaanya pada Dokumen Bisnis Anda

Contoh Cara Membuat Stock Opname pada Bisnis Retail

Memahami UU Cipta Kerja dan Dampaknya pada Bisnis Anda

Jenis Bisnis Jasa yang Tidak Dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Tips Mengatur Pengeluaran Kas Bisnis Agar Dana Perusahaan Tidak Cepat Habis

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin