Bagaimana Cara Mudah Membuat Laporan Keuangan UKM Sederhana

By Ayu, 08 Agustus 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

UKM perlu juga membuat  laporan keuangan untuk mengetahui posisi keuangannya yang nanti akan memberikan informasi guna sebagai landasan dalam keputusan usaha yang akan diambil. Seperti jenis usaha yang  berskala mikro maka transaksi keuangan pun tidak akan banyak, sehingga laporan keuangan yang akan dibuat masih dalam bentuk laporan sederhana. Lantas bagaimana cara membuat laporan keuangan sederhana yang mudah untuk UKM?

Untuk UKM yang hendak membuat laporan keuangan setidaknya ia memahami prinsip dasar akuntansi. Seperti:

  1. Aktiva posisi awalnya adalah Debit, jika terjadi penambahan maka posisinya debit pula, jika terjadi pengurangan maka di posisi kredit. Adapun nomor induk akan untuk Aktiva adalah 1.

  2. Passiva posisi awalnya adalah kredit, jika terjadi perubahan karena penambahan posisinya kredit dan penambahan di posisi debit. Nomor induk akunnya adalah 2.

  3. Kewajiban posisi awalnya adalah kredit sehingga bertambah di kredit dan jika saldo berkurang posisinya di debet. Nomor induk akunnya adalah 3.

  4. Pendapatan posisi awalnya adalah kredit, jika saldo bertambah kredit dan jika berkurang maka debet. Nomor induk akunnya adalah 4.

  5. Beban/biaya posisi awalnya adalah debet, sehingga jika terjadi perubahan karena penambahan saldo maka penempatannya di posisi debet dan jika berkurang maka kredit. Nomor induk akunnya adalah 5.

Setelah memahami prinsip dasar akuntansi di atas langkah selanjutnya adalah mengumpulkan bukti transaksi yang nantinya akan dikelolanya. Baik itu terkait penjualan dan pembelian secara tunai dan kredit bahkan pengambilan untuk pribadi oleh pemilik (prive). Jikalau dalam melakukan transaksi tidak terlebih lagi dalam pembelian terkadang pihak penjual tidak menyediakan nota dan sejenisnya, maka pemangku UKM bisa membuatkan sendiri nota atau memo terkait transaksi tersebut secara riil. Hal ini berguna untuk kerapian dan kelancaran pencatatan serta pelacakan jika terjadi kekeliruan antara riil dan fisik.

Setelah bukti transaksi terkumpulkan, maka perlu dianalisa terkait kejadian dalam bukti transaksi tersebut. Masuk dalam kategori akun Aktiva, Passiva, atau kewajiban serta nomor akun berapa. Kemudian masuk dalam tahap analisa selanjutnya terkait posisi debit dan kreditnya, mengacu pada Prinsip Dasar Akuntansi.

Ilustrasi Kasus

UKM Kue rumahan mempunyai faktur Pembelian 1 Februari 2018 dengan keterangannya n/30.

Terdapat informasi yaitu 25  pastel mini 450.000 serta 17kg nastar senilai 225.000. 

Maka dari ilustrasi bukti transaksi di atas, jika dianalisa menggunakan prinsip dasar akuntansi sebagai berikut.

  • Faktur pembelian dengan n/30 mengandung keterangan bahwa UKM kue rumahan membeli barang secara kredit dan akan dibayar dalam jangka waktu 30 hari. Maka dari analisa ini adalah Utang yang bertambah. Utang bertambah posisinya adalah kredit.

  • Rincian dalam faktur tersebut membeli pastel mini dan nastar. Jika dilihat dari jenis usaha yang merupakan UKM Kue rumahan, maka rincian tersebut adalah kulakan atau membeli barang untuk persediaan di jual. Karena transaksi ini merupakan akun yang menambah persediaan stok barang dagangan yang mana induk akunnya adalah aktiva maka posisinya di debet.

Sehingga dalam pencatatannya. 

Utang (K) Rp. 675.000.

Persediaan barang dagang (D) Rp. 675.000.

Laporan Keuangan

Setelah semua bukti transaksi dianalisa seperti cara di atas nantinya akan dikelola dalam siklus akuntansi hingga menghasilkan laporan keuangan antara lain;

  • Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi ini adalah jenis laporan yang akan memberikan informasi apakah usaha tersebut menghasilkan keuntungan atau kerugian. Untuk mengetahuinya, akun yang berpengaruh yaitu pendapatan dan beban. Dimana dalam satu periode tersebut seluruh pendapatan dicatat dan hitung. Begitu pula dengan beban atau biaya. Setelah diketahui masing-masing besaran pendapatan dan beban maka dari saldo tersebut dapat terlihat, apakah usaha mengalami keuntungan atau rugi. Untung bila hasil pendapatan > hasil beban. Jika sebaliknya maka usaha mengalami rugi. Dan selisih dari dua saldo tersebut merupakan besaran untung atau kerugian. 

  • Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan perubahan ekuitas ini akan memberikan gambaran terkait posisi harta (aktiva) yang dimiliki oleh usaha UKM. Apakah berasal dari modal usaha atau di dapat dari hutang. Sehingga dalam mengelola akun perubahan ekuitas nantinya akun yang berpengaruh adalah Aktiva, Modal dan Kewajiban. Dengan rumus Aktiva = Modal + Kewajiban. Dimana besaran aktiva = Modal + Kewajiban.

  • Neraca 

Laporan yang memuat keseluruhan informasi posisi keuangan. Yang mana dalam laporan ini posisi debet dan kreditnya haruslah seimbang. Biasanya Neraca hanya dibuat dalam akhir periode saja atau sekali dalam setahun.

  • Laporan Arus Kas

Laporan arus kas memberikan informasi terkait laju yang menyangkut keuangan usaha liquid atau tidak. Kas ini biasanya ada dalam dua bentuk. Yaitu kas di tangan atau kas di bank. Dari laporan ini akan diketahui bagaimana operasi usaha, mengingat banyak transaksi yang melibatkan kas. Terlebih dalam pembayaran secara tunai.

Buku Pendukung

Buku-buku yang perlu dipersiapkan untuk mendukung pencatatan transaksi keuangan di atas;

  • Buku Kas

Buku kas ini berguna untuk mencatat segala transaksi yang melibatkan kas baik tunai bank. Biasanya segala pembelian, pembayaran dan penjualan serta prive yang secara tunai dari saldo di tangan atau saldo di bank akan masuk dalam pencatatan kas.

  • Buku Persediaan Barang

Buku persedian barang ini berguna untuk mengetahui stok barang yang dimiliki. Pencatatan di dalam buku ini akan terjadi apabila melakukan pembelian dan penjualan barang dagang baik secara tunai maupun kredit kepada supplier dan konsumen.

  • Buku Penjualan

Buku penjualan akan mencatat segala transaksi penjualan barang dagang secara tuna kepada customer yang nantinya akan berguna untuk melakukan pelacakan dan pencocokan transaksi penjual.

  • Buku Biaya

Buku ini berguna untuk mencatat segala bentuk pembayaran untuk operasional usaha. Misalnya biaya transportasi pengangkutan barang dari supplier atau pengantaran pada customer. Biaya listrik, biaya telepon dan lain-lain. Dari buku ini bisa digunakan mengendalikan dan mengevaluasi pengeluaran beban guna mengoptimalkan laba.

  • Buku Utang

Segala hutang pada perorangan, bank ataupun supplier akan dicatat dalam buku ini untuk memudahkan mengetahui hutang mana yang akan segera jatuh tempo sehingga tidak melebihi tenggat pembayaran.

  • Buku Piutang

Buku ini berguna untuk mencatat segala penjualan yang dilakukan secara kredit. Dari buku ini akan diketahui pada pihak siapa saja yang nantinya akan dilakukan penagihan jika sudah jatuh tempo. 


Baca juga

Tips Mengelola Keuangan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

5 Jenis Laporan Keuangan Dalam Akuntansi yang Harus Anda Ketahui

Contoh Laporan Keuangan Bulanan Excel

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Lengkap

Cara Membuat dan Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin