Bagaimana Membuat Klasifikasi atau Penggolongan Biaya (Type of Cost) dalam Akuntansi Biaya

By Martina, 25 Desember 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Perusahaan manapun pasti didalamnya terjadi aktivitas pengelolaan keuangan. Karena selama urusan bisnis tetap berjalan, arus keuangan akan terus mengalir masuk atau keluar. Salah satu juga yang pasti muncul adalah biaya, entah itu untuk kebutuhan produksi, manajemen SDM, pemasaran dan sebagainya. 


Ketika kita membicarakan soal biaya dalam perusahaan, terdapat beberapa klasifikasi khusus. Bagian akuntan tak boleh secara asal-asalan membuat kategori sendiri ketika membuat laporan keuangan. Itulah mengapa artikel ini secara khusus membahas tentang cara membuat klasifikasi biaya dalam pengelolaan keuangan. Supaya tidak terjadi kekeliruan dalam pencatatan arus keuangan, sehingga berdampak buruk pada perusahaan. 

Fungsi Klasifikasi Biaya 

Perlu dipahami dulu bahwa yang dimaksud dengan klasifikasi biaya disini adalah mengelompokkan biaya-biaya dalam pengelolaan keuangan perusahaan, berdasarkan dari tujuan informasi biaya. Salah jika ada yang mengatakan bahwa hal ini membuat pengelolaan jadi lebih rumit. Justru dengan pengelompokkan yang sudah diatur sejak awal, memudahkan proses pembuatan laporan keuangan. 

Ada dua fungsi dilakukannya klasifikasi biaya dalam perusahaan, yaitu :

  1. Perencanaan dan Pengendalian Biaya 

Sudah menjadi tugas seorang manajer untuk membuat perencanaan bisnis, salah satu didalamnya juga membuat rencana anggaran aktivitas periode berikutnya. Ia lakukan itu dengan menggunakan data biaya periode sebelumnya dan analisa peluang faktor lain yang mungkin juga berpengaruh. 

Itulah mengapa pencatatan biaya menjadi sangat penting akurasinya. Karena akan menjadi pijakan untuk manajer menentukan strategi kedepannya. Selain juga hal itu memudahkan manajer untuk melakukan pengawasan, memastikan tak ada selisih, sehingga harga pasar tetap seimbang. 


  1. Penentuan Harga Pokok 

Selain untuk kebutuhan planning, klasifikasi biaya juga berfungsi untuk proses penentuan harga pokok produk perusahaan. Supaya bisa tetap mendapatkan keuntungan sesuai harapan, maka setiap biaya yang ada harus turut diperhitungkan. Hal itu pun bisa membuat harga tetap proporsional, tidak memberatkan konsumen tapi juga tak merugikan perusahaan. 

Jadi, semua biaya yang tercatat, nantinya akan digolongkan menurut kelompoknya, kemudian dimonitor untuk memastikan tak ada selisih, untuk selanjutnya direkapitulasi. Sehingga lebih mudah bagi manajer untuk membacanya ketika proses analisa. Bayangkan saja betapa rumitnya jika manajer harus mencari satu persatu seluruh biaya selama satu periode dalam catatan buku akuntan. 

Klasifikasi Biaya Berdasarkan Aktivitas Perusahaan

Secara umum dalam perusahaan apapun aktivitasnya terbagi menjadi empat bidang yaitu produksi, pemasaran, administrasi dan keuangan. Dari kelompok tersebut, berikut klasifikasi biaya berdasarkan aktivitas perusahaan :

  1. Biaya pemasaran

Termasuk dalam kelompok ini adalah biaya untuk proses penjualan, penyimpanan produk jadi, periklanan, kredit untuk pelanggan, administrasi dalam penjualan, pengemasan dan distribusi produk. 

  1. Biaya Produksi 

Termasuk dalam kelompok ini adalah biaya untuk membeli bahan baku, biaya tenaga kerja bidang produksi dan biaya overhead pabrik seperti biaya penyusutan aktiva tetap, pemeliharaan alat produksi, biaya listrik, air, asuransi dan lain-lainnya. 

  1. Biaya Keuangan 

Biaya yang termasuk kelompok ini adalah seluruh biaya dari aktivitas pelaksanaan kerja bagian keuangan, misalkan biaya untuk mendapatkan modal dan bunga pinjaman modal. 

  1. Biaya Administrasi dan Umum

Jelas saja yang termasuk dalam kelompok ini adalah semua biaya untuk aktivitas bagian administrasi dan umum, dari keseluruhan proses manajemen dalam perusahaan. 

Klasifikasi Berdasarkan Perubahan Aktivitas Produksi

Dalam aktivitas produksi perusahaan manapun, akan selalu ada peluang terjadinya perubahan entah itu yang berkaitan dengan pengendalian ataupun perencanaan. Karenanya juga terdapat klasifikasi biaya berdasarkan perubahan aktivitas dalam produksi berikut ini:

  1. Biaya Variabel 

Volume produksi tentu bisa berubah-ubah antar periode, itupun yang akhirnya memunculkan jenis biaya variabel, yakni biaya yang jumlahnya terus berubah. Satu yang bernilai konstan dalam hal ini adalah biaya satuan. 

  1. Biaya Tetap 

Ini adalah biaya yang akan selalu sama, terlepas dari aktivitas produksi perusahaan yang terus dinamis. Biaya per satuannya berbanding terbalik dengan dinamika volume produksi. Jadi jika volumenya rendah, biayanya tetap tinggi, atau volumenya tinggi biayanya tetap rendah dan seterusnya. 

  1. Biaya Semi Variabel 

Diistilahkan seperti itu karena biaya dalam kelompok ini jumlah totalnya berubah-ubah tapi hal itu tidak sebanding. Misalkan kondisi dimana semakin besar volume produksi tapi semakin kecil biaya satuannya atau sebaliknya. 

Klasifikasi Berdasarkan Objek yang Dibiayai 

Sedangkan untuk kategori ini, biaya dibagi menjadi dua macam yaitu Biaya Langsung dan Biaya Tak Langsung. Berikut penjelasan lebih lengkapnya :

  • Biaya Langsung 

Kelompok ini adalah biaya yang berhubungan secara langsung dengan objeknya. Misalkan adalah biaya tenaga kerja langsung dan biaya bahan baku. 

  • Biaya Tak Langsung 

Sedangkan untuk kelompok ini adalah biaya yang tidak dapat diidentifikasi langsung dengan objek maupun proses produksi. Contohnya adalah biaya listrik, biaya administrasi pabrik, biaya penyusutan mesin, upah untuk mandor dan lainnya.


Sering juga penggolongan dilakukan lebih detail berdasarkan bagian yang terlibat dalam proses produksi. Karena dengan begitu, perhitungan biaya untuk penentuan harga pokok menjadi lebih teliti. Dari situ akhirnya muncul dua kelompok secara umum yaitu :

  • Departemen Produksi 

Bagian yang terlibat secara langsung dengan aktivitas produksi barang ataupun jasa hingga menjadi produk akhir yang siap dijual. 

  • Departemen Jasa 

Termasuk dalam kelompok ini adalah bagian lain yang memberikan manfaat atau jasa bagi departemen dalam perusahaan dan tak terlibat sama sekali dengan proses produksi. 

Klasifikasi Berdasarkan Pembiayaan Periode Akuntansi 

Ini adalah klasifikasi terakhir, dimana biaya dikelompokkan sesuai dengan periode akuntansi ketika biaya itu dibebankan pada anggaran perusahaan. Berikut adalah kelompok biaya berdasarkan periode akuntansi :

  • Pengeluaran Penghasilan 

Biaya yang termasuk dalam kelompok ini adalah semua biaya yang langsung digunakan dan memberikan manfaat setelah dikeluarkan dan hanya dalam satu periode saja. Karenanya kelompok biaya ini tidak bisa dikapitalisasi sebagai aktiva perusahaan. Contohnya adalah biaya untuk overhead pabrik seperti biaya listrik, air, administrasi pabrik dan seterusnya. 

  • Biaya Modal atau Investasi 

Sedangkan untuk biaya dalam kelompok ini, tidak langsung habis sekali pakai dan bisa dikapitalisasi dalam harga perolehan aktiva. Karena biaya ini memberikan manfaat sampai beberapa periode akuntansi mendatang. Contohnya adalah biaya untuk pembelian mesin pabrik yang masa penyusutannya bisa mencapai lebih dari 5 tahun. 


Demikianlah penjelasan tentang fungsi dan klasifikasi dari berbagai macam biaya dalam akuntansi perusahaan. Semoga bermanfaat!


Baca juga

Apa itu Akuntansi Biaya? Bagaimana Klasifikasinya serta Fungsi Akuntansi Biaya Pada Perusahaan?

Belajar Cara Tentukan Klasifikasi/Jenis Produk untuk Bisnis Anda

Apa itu Akuntansi Biaya? Bagaimana Klasifikasinya serta Fungsi Akuntansi Biaya Pada Perusahaan?

Hal Apa Saja yang Masuk dalam Biaya Transaksi dan Apakah Ada Pengaruhnya dalam Keuntungan Bisnis

Cara Membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan Manufaktur dengan Mencantumkan Biaya Overhead Pabrik (BOP)

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin