Balanced Scorecard: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Perspektif, Kelebihan, Manfaat, dan Tahapan Penyusunan

By Aulia, 15 April 2022
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Dalam menjalankan sebuah perusahaan maka hal-hal yang mesti diperhatikan tidak hanya membangun dengan modal besar dan produk yang akan dipasarkan untuk mendapatkan keuntungan. Namun, proses produksi dan operasionalnya pun wajib dipertimbangkan karena sebenarnya hal ini sangatlah kompleks.

Karena sangat kompleks itulah, maka diperlukan sebuah alat manajemen yang tepat untuk mengetahui sesungguhnya sudah seberapa besar dan jauh perkembangan bisnis Anda agar bisa menemukan metode yang tepat untuk membantu perusahaan mampu mencapai visi misinya agar tercapai lebih optimal. 

Dikembangkan pada awal tahun 1990 oleh David Norton dan Drs. Robert Kaplan dari Harvard Business School, Balanced Scorecard atau biasa disingkat sebagai BSC merupakan sebuah strategi manajemen yang berfungsi sebagai suatu metode pengukuran hasil kerja yang kerap dipakai oleh perusahaan. 

Dengan adanya BSC, perusahaan menjadi lebih tahu sejauh mana perkembangan serta pergerakan yang telah mereka capai. Selain itu, BSC juga sangat membantu perusahaan untuk bisa memberikan pandangan bagaimana kinerjanya secara keseluruhan. 

Nah, supaya kinerja-nya lebih efisien dan efektif itulah makanya dibutuhkan suatu informasi yang akurat yang mampu mewakili sistem kerja yang sedang dilakukan. 

Tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang BSC? Berikut ulasan lengkapnya di bawah ini!

Pengertian Balanced Scorecard 

Berasal dari dua suku kata yaitu “balanced” yang berarti berimbang dan “scorecard” bermakna kartu skor. Jadi, balanced scorecard adalah kartu skor berimbang yang bisa diartikan sebagai suatu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan untuk memperbaiki sistem pengukuran kinerja eksekutif di dalam sebuah perusahaan. Jadi, diharapkan dengan menggunakan strategi balanced scorecard atau BSC, perusahaan bisa lebih mengetahui sejauh mana perkembangan dan pergerakan yang telah mereka capai selama ini. 

Lebih lanjut, bisa dikatakan bahwa BSC merupakan suatu alat atau metode untuk mengukur dan menilai kinerja perusahaan sekaligus memantau segala keputusan strategis yang diambil oleh perusahaan berdasarkan pada indikator-indikator yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pengukuran yang dimaksud di sini adalah dengan mengukur empat buah perspektif yakni dari perspektif pelanggan, keuangan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. 

Jadi kesimpulannya, balanced scorecard memungkinkan sebuah perusahaan untuk dapat lebih menyelaraskan struktur organisasi yang mereka miliki dengan tujuan strategis yang telah ditetapkan sebelumnya. Dan mengimplementasikan BSC ini ke dalam setiap unit atau divisi dalam organisasi atau perusahaan bisa sangat membantu menyelaraskan strategi dan organisasi atau perusahaan menjadi lebih baik. 



Tujuan Balanced Scorecard

Perlu waktu dan tahapan analisis yang cukup panjang apabila ingin membuat strategi balanced scorecard. Meski lama, namun sangat berguna bila Anda ingin merancang strategi serta keputusan bisnis untuk perusahaan. 

Untuk lebih jelasnya, berikut dipaparkan tujuan penggunaan balanced scorecard dari perusahaan.

Adapun tujuan daripada balanced scorecard adalah sebagai berikut.

  • Untuk menyusun job desk karyawan di dalam perusahaan yang sesuai dengan strategi yang telah dibuat

  • Membantu untuk mengukur dan memantau perkembangan perusahaan saat ingin mencapai target yang telah ditetapkan

  • Untuk mengkomunikasikan target perusahaan menjadi lebih jelas

  • Membantu menetapkan mana yang bisa dijadikan sebagai prioritas seperti prioritas produk, proyek, serta layanan yang dibuat

Fungsi Balanced Scorecard

Awalnya Balanced Scorecard hanya digunakan untuk memperbaiki sistem pengukuran keuangan dalam sebuah perusahaan. Namun hal itu kemudian diperluas kegunaannya yakni sebagai alat untuk mengukur beberapa perspektif seperti pelanggan, keuangan, proses bisnis internal hingga pembelajaran dan pertumbuhan. 

Lebih lengkapnya, beberapa fungsi yang dimiliki oleh BSC yaitu sebagai berikut.

  • Sebagai alat informasi, komunikasi, serta sistem analisis pembelajaran bagi perusahaan

  • Sebagai sebuah panduan strategis ketika menjalankan bisnis Anda

  • Sebagai alat ukur bagi perusahaan apakah visi dan misi mereka telah tercapai atau tidak

  • Menjadi sebuah indikator untuk key performance perusahaan

  • Mampu memberikan gambaran yang jelas kepada perusahaan terkait SWOT yang mereka miliki

  • Menjadi alat ukur yang unggul dan kompetitif bagi perusahaan

  • Sebagai sebuah alat menganalisis strategi yang efektif untuk digunakan oleh perusahaan

  • Menjadi sebuah feedback nantinya kepada para shareholder perusahaan

Meski balanced scorecard bisa menjadi sebuah alat ukur dalam perusahaan, namun sifatnya sangat sederhana sehingga memiliki banyak kelemahan. Nah, salah satu contoh kelemahannya adalah kurang akurasi serta informasinya terbatas terutama bila terjadi krisis, kebijakan pemerintah serta kejadian di situasi tertentu.

Perspektif Balanced Scorecard

Meskipun pada awalnya balanced scorecard hanya diterapkan pada level eksekutif yang pengukurannya dilakukan berdasarkan pada perspektif keuangan, sekarang penerapannya berkembang menjadi empat perspektif. 

Keempat perspektif yang dimaksud adalah perspektif keuangan, pelanggan, bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Diharapkan dengan pengukuran yang dilakukan pada empat perspektif tersebut, maka kinerja perusahaan bisa terukur secara menyeluruh. Selain sebagai indikator untuk pengukuran kerja, keempat perspektif tersebut juga mempunyai hubungan sebab akibat dan berkaitan satu sama lain.

Penjelasan mengenai keempat perspektif balanced scorecard adalah sebagai berikut.

Perspektif pelanggan, tentang bagaimana Anda menjadi penyokong utama yang paling bernilai bagi pelanggan

Perspektif keuangan, tentang bagaimana Anda berorientasi pada pemegang saham

Perspektif bisnis internal, tentang proses bisnis apapun yang terbaik yang wajib dilakukan untuk mencapai tujuan finansial serta kepuasan para pelanggan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang

Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, tentang bagaimana Anda dapat meningkatkan serta menciptakan value perusahaan secara berkesinambungan dan terus menerus. Apalagi bila hubungannya dengan motivasi dan kemampuan karyawan

Jadi, penyusunan balanced scorecard mesti didasarkan pada empat perspektif di atas sehingga dapat berfungsi untuk menerjemahkan semua visi dan strategi yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan ke dalam tujuan yang lebih terorganisir secara nyata. 

Bila sekarang perusahaan memfokuskan pada pelanggan, proses internal, juga pertumbuhan dan pelanggan maka perusahaan bisa mengamankan posisi keuangannya di kemudian hari. Bukankah perusahaan dan pemegang saham cenderung menginginkan kesuksesan finansial dalam jangka waktu yang pendek? Karena itulah, balanced scorecard dibutuhkan untuk mengenali adanya keseimbangan antara pengukuran jangka pendek serta menengah.



Kelebihan Menggunakan Balanced Scorecard

Khozein (2012) dalam riset-nya yang berjudul “Balanced Scorecard Should Be an Attention in Organizations” mengatakan bahwa organisasi yang telah menggunakan pendekatan BSC cenderung mampu mengungguli organisasi yang tidak punya pendekatan yang sama yaitu pendekatan manajemen dengan kinerja yang strategis. 

Lebih lengkap mengenai kelebihan balanced scorecard adalah sebagai berikut.

  1. Menyediakan kerangka yang kuat untuk membangun serta mengkomunikasikan strategi yang lebih baik untuk perusahaan. 

  2. Memiliki suatu gambaran mengenai strategi mana yang dapat memudahkan perusahaan untuk mengkomunikasikan strateginya baik secara internal maupun eksternal dengan mudah.

  3. Membantu mendesain indikator-indikator kinerja paling utama yang digunakan untuk mengukur hal-hal paling penting bagi perusahaan. Jadi, dalam hal ini balanced scorecard mampu memberikan informasi manajemen yang lebih baik. Bahkan, Bernard Marr dalam riset-nya menunjukkan bahwa perusahaan yang menggunakan BSC cenderung memberi kualitas informasi manajemen yang tinggi serta membuat keputusan yang lebih baik dibanding metode lain.

  4. Membantu perusahaan untuk memantau bagaimana eksekusi dari setiap rencana pengembangan perusahaan ke depannya. Caranya adalah dengan menggunakan balanced scorecard sebagai sebuah panduan untuk mendesain laporan serta menjadi papan pedoman kinerja.

  5. BSC juga dapat membantu perusahaan untuk menyelaraskan struktur perusahaan yang dimiliki dengan objektif strategis yang telah ditetapkan. Dengan menerapkan metode ini kepada semua divisi dalam perusahaan, keselarasan strategi dengan kegiatan operasional perusahaan pun bisa tercapai. 

Manfaat Balanced Scorecard

Ada beberapa manfaat balanced scorecard menurut Kaplan dan Norton yaitu:

  • Mampu mengidentifikasi serta menyelaraskan strategi yang diambil

  • Melakukan peninjauan strategi secara berkala

  • Memberikan umpan balik untuk memperbaiki strategi perusahaan

  • Menyelaraskan sasaran individu atau karyawan dan divisi atau departemen dalam perusahaan dengan strategi yang dimiliki oleh perusahaan

  • Mengklarifikasi serta mengumumkan strategi tersebut ke seluruh elemen perusahaan

  • Mengaitkan anggaran tahunan perusahaan dan sasaran strategis yang dimiliki yang targetnya jangka panjang

Selain apa yang diungkapkan oleh Norton dan Kaplan, berikut juga diulas manfaat balanced scorecard secara umum. 

Perusahaan Mampu Merancang Strategi dan Kerangka Kerja yang Lebih Baik, Kuat, dan Terstruktur

Manfaat paling utama daripada balanced scorecad adalah perusahaan dapat merencanakan dan merancang strategi serta kerangka kerja yang lebih baik, kuat, dan terstruktur. 

Kerangka strategi yang dimaksud merupakan sebuah model bisnis yang dapat membantu manajer atau pimpinan untuk berpikir mengenai hubungan sebab-akibat antara beberapa tujuan strategis perusahaan yang berbeda. 

Nah, menciptakan kerangka atau peta strategi seperti yang dimaksud akan memastikan bahwa perusahaan tersebut dapat berhasil melalui serangkaian tujuan strategis yang saling berhubungan satu sama lain. Dan hal tersebut berarti bahwa faktor pendukung serta hasil kinerja digambarkan untuk bisa membuat gambaran utuh mengenai strategi apa yang akan diambil oleh perusahaan.

Perusahaan Mampu Menemukan serta Meningkatkan Strategi Tepat Apa yang Akan Diambil

Keuntungan memiliki gambaran strategi dan saling berkaitan secara menyeluruh pastinya akan membuka peluang lebih besar bagi perusahaan untuk dapat mengkomunikasikan strategi apa yang akan mereka ambil baik itu secara internal maupun eksternal. 

Dengan adanya balanced scorecard, maka setiap divisi di dalam perusahaan akan terus terpacu dan semangat untuk berkolaborasi satu sama lainnya. Dan hal itu pastinya akan berpengaruh pada kinerja perusahaan untuk menjadi lebih dinamis dan terbuka.

Membantu Karyawan Menyamakan Goals Mereka dengan Tujuan Perusahaan

Apabila kerangka kerja yang terbangun sudah jelas, maka balanced scorecard akan membantu semua karyawan untuk menyamakan tujuan mereka dengan tujuan perusahaan. Atau dengan kata lain, memudahkan karyawan untuk melihat bagaimana tujuan mereka berkaitan dan selaras dengan tujuan serta strategi perusahaan. Jadi, secara mandiri, karyawan akan dapat mengetahui apa yang dapat dan harus mereka lakukan demi kemajuan tim serta perusahaan.


Memastikan Strategi yang Digunakan Tetap Berjalan dengan Lancar 

Adanya balanced scorecard memungkinkan perusahaan untuk mampu mengukur serta memantau perkembangan perusahaan menuju tujuan yang sudah ditetapkan. Hal ini sangat berguna bila sekiranya terjadi suatu masalah di luar rencana sehingga perusahaan dapat cepat langsung tanggap dan mengupayakan agar situasi bisa kembali terkendali. 

Tahapan-tahapan dalam Penyusunan Balanced Scorecard

Ada banyak perusahaan yang menggunakan BSC bahkan sudah sangat umum untuk dikatakan bahwa balanced scorecard digunakan oleh perusahaan. Dan banyak diantara perusahaan tersebut menyusun BSC mereka bahkan dengan cara menggunakan aplikasi lalu mengintegrasikannya dengan sistem inti mereka.

Memang nampaknya mudah karena di luar sana ada banyak pengembang yang menawarkan program pengaturan sistem manajemen suatu perusahaan. Namun tentunya, diperlukan modal awal yang tidak sedikit untuk mendapatkan aplikasi yang dimaksud. Pertimbangan inilah yang membuat banyak perusahaan memutuskan untuk membuat balanced scorecard mereka sendiri.

Nah, bila ingin menyusunnya sendiri maka Anda harus melalui beberapa tahapan, seperti:

Tahapan strategi fokus, yakni tahapan yang harus dilalui untuk fokus pada menjalankan strategi yang telah Anda buat

Tahapan assessment, yaitu tahapan yang memiliki banyak kegunaan diantaranya adalah untuk mengembangkan tolak ukur baru dalam sebuah penilaian agar bisa mendapatkan dimensi lebih luas dan menetapkan nilai yang menjadi tolak ukur penilaian. Selain itu, tahapan ini juga berguna untuk menerapkan tolak ukur baru yang sudah dikembangkan serta menganalisis hasil pengamatan dari tolak ukur yang ada lalu menuangkannya dalam laporan. 

Tahapan change planning dan implementation, yaitu menggunakan hasil analisis sebelumnya untuk menghasilkan rencana perbaikan bagi kinerja seluruh divisi atau departemen atau bagian dalam perusahaan.

Tahapan continuous improvement, yakni melakukan perbaikan secara terus menerus dengan mengkaji ulang tiap tolak ukur yang ada di dalam balanced scorecard serta membuat bagan untuk memonitor pelaksanaan dari perencanaan perbaikan dalam perusahaan. 

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai balanced scorecard dari pengertian hingga manfaat dan tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam penyusunannya. 



Baca juga

Mengetahui Proses Implementasi Software ERP di Indonesia

Perbedaan Software ERP Custom Dengan Software ERP Produk Jadi

Perbedaan Perusahaan Yang Menggunakan Software ERP Dengan Yang Tidak

Perbedaan Software Akuntansi yang Tersedia Gratis dan Software Akuntansi Berbayar

Cara Memilih Software Akuntansi Online Terbaik Untuk Bisnis Anda

© 2022 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin