Berikut Cara Menghitung Rasio Perputaran Aset Tetap (Fixed-Asset Turnover Ratio)

By Martina, 02 Maret 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Pernahkah Anda mengandai dan penasaran apakah jumlah aset suatu perusahaan yang begitu besar nilainya akan berbanding lurus dengan nilai penjualan produk perusahaan itu? Apakah mungkin perusahaan dengan aset tetap yang lebih kecil bisa mengalahkan penjualan perusahaan- perusahaan besar dengan nilai aset tetap yang luar biasa? Bagaimana kontribusi sebuah aset tetap yang dimiliki sebuah perusahaan dalam menyokong penjualan? Lalu, jika anda pernah sekali saja penasaran terhadap semua pertanyaan tersebut, maka bahasan kita kali ini akan menjawab rasa penasaran Anda. 


Sebuah aset yang dimiliki perusahaan jelas berperan penting dan berkontribusi besar untuk kelancaran penjualan produk barang maupun jasa perusahaan. Aset tetap menjadi tempat produksi, menjadi kantor untuk memikirkan strategi, menyokong apapun yang dibutuhkan dalam proses bisnis perusahaan. Namun, setiap aset tetap memiliki nilai kontribusi yang berbeda-beda terhadap penjualan. Ada aset yang menyumbang besar, ada pula yang tidak. Kita bisa mengukur tingkat kontribusi aset tetap terhadap penjualan perusahaan melalui rasio perputaran aset tetap. 


Rasio perputaran aset tetap ini seakan menjadi jawaban atas sebagian rasa penasaran kita tadi mengenai bagaimana sebuah aset dapat berperan penting untuk menunjang proses bisnis. Melalui rasio perputaran ini kita akan semakin tahu nilai sebuah aset yang dimiliki dan bagaimana kita akan mengoptimalkan peranannya. 


Pengertian Rasio Perputaran Aset Tetap

Sebelum semakin jauh membahas rasio perputaran aset tetap, mari kita memantapkan pemahaman kita terhadap pengertiannya terlebih dahulu. 


Rasio perputaran aset tetap adalah bagaimana kita bisa mengetahui seberapa banyak kontribusi aset tetap dalam menghasilkan penjualan. Kontribusi itu akan dicerminkan lewat rasio desimal yang mengartikan berapa kali nilai aset tetap bisa menghasilkan penjualan senilai dengan hasil penjualan dalam satu periode akuntansi.


Manfaat Menghitung Rasio Perputaran Aset Tetap

  1. Mengetahui Efektivitas dan Efisiensi Aset Tetap untuk Bisnis

Rasio perputaran aset tetap dapat memberikan data perbandingan antara nilai aset tetap dengan kapasitas produksi dan penjualan yang bisa dihasilkan. Hal ini secara tidak langsung bisa menjadi sumber data untuk mencari tahu tingkat efektivitas sekaligus efisiensi aset tetap yang dimiliki dalam menghasilkan produk dan penjualan. 


Apakah nilai aset yang ada ini sudah teroptimalkan sepenuhnya ataukah masih setengah-setengah. Atau mungkinkah aset tetap yang dimiliki sebenarnya sudah overload dan perlu menambahkan lagi aset yang baru. Kita bisa mendapatkan data itu dengan menganalisis nilai rasio perputaran aset tetap dalam satu periode akuntansi. Namun, kita tidak cukup melihat data satu periode saja, agar analisis lebih mendalam dan tepat, kita juga perlu membandingkannya dengan rasio perputaran aset tetap selama beberapa tahun terakhir.


  1. Mencari Tahu Aset Mana yang Berkontribusi Terbesar untuk Pertumbuhan Bisnis 

Ada kalanya kita ingin mengetahui dari keseluruhan aset yang dimiliki itu, mana sebenarnya aset yang paling berjasa besar dalam sumbangsihnya untuk produksi atau penjualan. Kita bisa mengetahuinya dengan menghitung rasio perputaran aset. Agar hasil lebih spesifik, perhitungan yang kita lakukan juga perlu spesifik pada setiap aset yang dimiliki. 


  1. Sebagai Bahan Pijakan Merumuskan Strategi Optimasi Aset Tetap Di Masa Depan 

Melanjutkan dari analisis pada manfaat nomor satu dan dua, setelah mengetahui kontribusi dan peranan setiap aset tetap serta bagaimana kapasitas produksinya, kita bisa membuat strategi lanjutan. Ini merupakan langkah yang memang harus ditempuh. 


Jika aset tetap ternyata sudah kelebihan kapasitas, ditunjukkan dengan terlalu tingginya rasio perputaran, mungkin perusahaan perlu menambah jumlah aset tetapnya. Tapi jika rasio perputaran terlalu rendah, maka perusahaan butuh memikirkan cara agar bisa mengoptimalkan aset tetapnya agar lebih termanfaatkan dengan baik. 


Variabel Menghitung Rasio Perputaran Aset Tetap

Setidaknya ada dua variabel yang berpengaruh terhadap tinggi rendahnya rasio perputaran aset tetap. Yaitu: penjualan bersih dan aktiva tetap. 

  1. Penjualan Bersih

Ini merupakan data penjualan yang dihasilkan oleh perusahaan selama satu periode akuntansi. Penjualan bersih berarti hasil penjualan bruto yang sudah dikurangi dengan biaya dan beban perusahaan lainnya. Semakin tinggi penjualan bersih yang dihasilkan perusahaan, menunjukan semakin tinggi rasio perputaran aset tetapnya. 


  1. Aktiva Tetap 

Aktiva tetap atau aset tetap ini adalah nilai aset tetap yang dimiliki perusahaan dalam satu periode akuntansi. Ini merupakan variabel pembagi untuk nilai penjualan bersih yang dihasilkan. 


Menghitung Rasio Perputaran Aset Tetap 

Dua variabel di atas adalah rumus penting untuk mendapatkan nilai rasio perputaran aset tetap. Berikut ini rumusnya. Jadi, rasio perputaran aset tetap didapatkan dengan membagi penjualan bersih dengan nilai aset tetap dalam satu tahun. 


Perputaran aktiva tetap 🡪 penjualan bersih/ aktiva tetap 


Agar lebih mudah memahaminya, berikut contoh kasusnya dengan data 3 periode akuntansi. 

 

2018

2019

2020

Penjualan Bersih 

1,302,765,321

2,789,345,765 

1,132,111,223 

Aktiva Tetap 

509,823,478 

598,244,411 

540,211,134 

Rasio Perputaran

2.56

4.66

2.10


Dari data pada tabel itu, kita sajikan tiga tahun penjualan bersih dan aktiva tetap sebuah perusahaan. Hasilnya naik turun dan perbedaannya cukup besar. 


Penjualan naik cukup banyak dari tahun 2018 ke 2019 sedangkan nilai aktiva tetapnya naik sedikit. Ini menghasilkan kenaikan rasio perputaran aset tetap yang cukup tinggi. Dari 2,56 menjadi 4,66. 


Sedangkan dari tahun 2019 ke 2020, karena pandemi, penjualan turun, begitupun nilai aset tetapnya juga turun. Dan rasio perputaran aset tetapnya ikut turun, bahkan lebih rendah dari tahun 2018. Ini menunjukan kemampuan aset tetap menghasilkan penjualan turun. 


Menginterpretasi Rasio Perputaran Aset Tetap 

Kenapa rasio perputaran aset tetap naik turun drastis? Ini banyak variabelnya. Salah satunya kita bisa mencari tahunya lewat analisis kondisi perekonomian dan bidang usaha yang digeluti perusahaan. Pada tahun 2020, terjadi pandemi yang menghajar habis-habisan ekonomi, sehingga nilai penjualan dan juga aset turun. 


Namun bagaimana dengan nilai rasio yang sangat tinggi? Apakah itu baik atau buruk? Tidak selamanya rasio perputaran aset yang tinggi itu baik. Jika nilainya sangat tinggi, bisa dua kemungkinannya. Yang pertama, aset tetap termaksimalkan penggunaannya, atau sebenarnya aset tetap terlalu overload dan tetap dipaksakan penggunaannya. 


Jika yang terjadi kedua, berarti manajemen perusahaan harus melakukan sesuatu sebelum terjadi bahaya lain yang tidak diinginkan karena kelebihan kapasitas produksi. Rasio yang terlalu rendah pun tidak selalu buruk. Bisa jadi itu adalah perusahaan yang memang padat aset. Aset-aset perusahaannya bernilai besar dan berada di kondisi pasar dengan persaingan yang ketat.


Baca juga

Apa Itu Rasio Perputaran Piutang (Receivables Turnover) beserta Manfaat dan Contohnya

Definisi Aset Operasi Bersih (Nett Operating Asset) beserta Contohnya

Contoh Cara Menghitung Biaya Pelepasan Aset

Definisi Aset Tidak Lancar (Non-Current Asset) Beserta Contohnya

Contoh Cara Mengatur Barang Jual Menjadi Aset Perusahaan

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin