Berikut Format Laporan Keuangan yang Dipakai Perusahaan pada Umumnya

By Martina, 02 Agustus 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Keuangan perusahaan dicatat dan dilaporkan dalam beberapa format. Format laporan keuangan tersebut bertujuan untuk menunjukkan kondisi keuangan perusahaan secara berkala. Secara umum, terdapat empat jenis format laporan keuangan yang lumrah digunakan seperti laporan laba rugi, laporan neraca, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.


Keempat format laporan keuangan tersebut akan dibahas secara singkat serta mudah dipahami. Namun, sebelum beranjak ke dalam pembahasan inti, ada baiknya untuk memahami apa itu laporan keuangan terlebih dahulu. Secara sederhana, laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan, mewakili, dan merangkum kondisi, posisi, serta situasi keuangan perusahaan selama satu periode. 


Informasi yang tertuang dalam laporan keuangan nantinya akan dipelajari dan dijadikan dasar pengambilan keputusan oleh pihak manajemen, kreditur, investor, dan pemegang saham. Laporan keuangan juga akan digunakan untuk mengevaluasi dan menilai kinerja perusahaan selama satu periode sekaligus memikirkan aspek mana yang harus ditingkatkan. 


Laporan-laporan keuangan tersebut lalu dibagi menjadi beberapa jenis dan format. Beberapa di antaranya adalah laporan laba rugi dengan format multi step dan single step hingga laporan arus kas dengan format atau metode langsung dan tidak langsung. 


Berikut ini adalah ulasan mengenai keempat laporan keuangan perusahaan tersebut:

Laba Rugi 

Pada laporan laba rugi, kinerja keuangan perusahaan dapat dinilai baik apakah perusahaan mengalami kerugian atau keuntungan pada periode tersebut. Selain itu, laporan laba rugi juga bisa dijadikan referensi tentang informasi pajak perusahaan dan apa yang harus dilakukan perusahaan kedepannya sebagai tinjauan manajemen. 


Format laporan laba rugi dapat dibuat dengan meliputi berbagai aspek seperti pendapatan, beban termasuk biaya produk, pengeluaran, beban pajak, dan total keuntungan atau kerugian. Terdapat dua bentuk dalam laporan laba rugi yaitu Multiple Step dan Single Step.


Format Laba Rugi 

Multiple step adalah proses pemisahan pendapatan operasional dengan pendapatan non-operasional, begitu pula dengan beban operasional dan beban non-operasional. Nantinya, pendapatan operasional akan dibandingkan dengan beban operasional lalu pendapatan non-operasional akan dibandingkan dengan beban non-operasional.


Berbeda dengan multiple step, single step lebih sederhana dan lebih mudah dibuat sehingga banyak perusahaan yang memilih bentuk single step daripada multiple step. Dalam format ini, laporan laba rugi dibuat dengan menggabungkan seluruh penjualan terlepas dari kategori operasional dan nonoperasional. Hal ini juga berlaku untuk akun beban yang mana perbedaan antara pendapatan dan beban akan menunjukkan total laba atau rugi perusahaan.

Multiple Step

Akun


Jumlah

Pendapatan Operasional


15.000.000

  • Beban Gaji

  • Beban Iklan

  • Beban Perlengkapan

  • Beban Penyusutan

  • Beban Sewa

1.200.000

1.300.000

500.000

2.000.000

300.000


Total Beban Operasional


(5.300.000)

Laba/Rugi Operasional


9.700.000

Pendapatan Non-Operasional


2.000.000

  • Beban Lain-lain

  • Beban Pajak

100.000

500.000


Total Beban Non-Operasional


(600.000)

Laba/Rugi Non-Operasional


1.400.000

Laba/Rugi Perusahaan


11.100.000


Single Step

Akun


Jumlah

Pendapatan 


17.000.000

  • Beban Gaji

  • Beban Iklan

  • Beban Perlengkapan

  • Beban Penyusutan

  • Beban Sewa

  • Beban Pajak

  • Beban Lain-lain

1.200.000

1.300.000

500.000

2.000.000

300.000

500.000

100.000


Total Beban


11.100.000

Laba Bersih Perusahaan


9.700.000


Laporan Neraca 

Laporan neraca atau juga bisa disebut dengan balance sheet biasanya memiliki bentuk susunan yang berbeda-beda tergantung dari preferensi perusahaan serta tujuan pembuatan neraca. Berdasarkan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) ditekankan bahwa laporan neraca harus sistematis dan mudah dimengerti. Laporan neraca juga harus mampu menunjukkan serta menjelaskan posisi keuangan perusahaan dengan baik pada periode tertentu.


Format Neraca 

Pada laporan neraca, terdapat dua jenis format atau bentuk yang bisa dan biasa digunakan oleh banyak perusahaan yaitu bentuk skontro dan bentuk vertikal. Bentuk skontro atau bisa juga disebut dengan account form adalah bentuk neraca yang mengelompokkan akun-akun secara horizontal. Maksudnya, kelompok aktiva berada di sebelah kiri, sedangkan ekuitas dan hutang berada di kolom kanan.


Berbanding terbalik dengan bentuk skontro, bentuk vertikal atau report form mengusung format vertikal ke bawah dengan mengurutkan akun-akun aktiva lalu hutang lalu ekuitas perusahaan. Seluruh akun disusun secara berurutan berdasarkan kelompoknya dari aktiva lancar, aktiva tidak lancar, hutang lancar, hutang tidak lancar, dan ekuitas perusahaan.


Perlu ditekankan bahwa tidak ada aturan yang mengikat tentang bentuk dari neraca baik skontro dan vertikal. Semua tergantung dari preferensi perusahaan yang mungkin lebih mudah dan berguna bagi para stakeholdernya. Contoh bentuk laporan neraca skontro,

Nama Rekening

Jumlah (Rp)

Nama Rekening

Jumlah (Rp)

Aset


Utang


Kas

40.000.000

Utang Sewa

50.000.000

Piutang

17.000.000

Utang Gaji

22.000.000

Tanah

30.000.000

Modal


Peralatan

65.000.000

Modal Perusahaan

60.500.000

Akm Depresiasi Peralatan

(10.500.000)

Modal Investasi

9.000.000





Jumlah

141.500.000

Jumlah

141.500.000

*pada bentuk vertikal, akun utang dan modal berada di bawah akun aset atau aktiva.


Laporan Perubahan Modal 

Laporan perubahan modal menunjukkan perubahan modal perusahaan dalam bentuk kenaikan atau penurunan. Modal yang berubah bisa dalam bentuk uang, aset, atau besaran investasi. Beberapa aspek yang mempengaruhi perubahan modal adalah keuntungan atau kerugian usaha. Maksudnya, ketika perusahaan mengalami keuntungan maka perubahan modal akan meningkat, sedangkan apabila perusahaan mengalami kerugian maka modal akan berkurang.


Selain keuntungan atau kerugian, beberapa hal yang harus dimasukkan untuk mengetahui perubahan modal adalah besaran modal awal, besaran rugi atau keuntungan, dan aktivitas penarikan modal seperti dividen dan prive. Maka dari itu, laporan perubahan modal dapat dibuat bila laporan laba rugi juga telah dibuat. Berikut ini adalah contoh sederhana dari laporan perubahan modal:

Modal Perusahan 


Jumlah (Rp)

Modal Awal 1 Januari 2024


5.500.000

Penambahan Modal



  • Rugi

  • Prive

(300.000)

(50.000)


Total


(450.000)

Modal Akhir 31 Desember 2024


5.050.000


Laporan Arus Kas 

Format laporan keuangan yang terakhir adalah laporan arus kas yang mana menunjukkan besaran arus kas masuk dan keluar pada tiga aktivitas perusahaan yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas finansial. Laporan arus kas bisa dijadikan indikator dalam memperkirakan arus kas perusahaan di masa depan sehingga harus dibuat se-faktual mungkin agar proses forecasting tidak asal-asalan.


Metode Laporan Arus Kas 

Dalam membuat laporan arus kas, terdapat dua metode utama yang digunakan yaitu metode langsung dan metode tidak langsung. Kedua metode tentu memengaruhi format laporan arus kas perusahaan. Pada metode langsung, laporan arus kas pada kolom aktivitas operasi akan mencantumkan pendapatan dan beban sedangkan pada metode tidak langsung, akun pertama yang dicatat adalah laba atau rugi.


Metode langsung menggunakan informasi arus kas aktual yang mana arus kas dibahas secara detail contohnya kas masuk dari sisi pendapatan, apakah dari pendapatan usaha atau pendapatan lain-lain. Begitu pula dengan biaya, apakah biaya operasional atau biaya non-operasional. Sedangkan pada metode tidak langsung, informasi yang digunakan adalah arus kas akrual sehingga dimulai dari laba atau rugi bersih. Tentu, tidak menunjukkan kas masuk dari pendapatan atau arus kas keluar dari biaya sektor mana.

Format Metode Langsung

Kategori Akun

2019-2020

Operasional


Pendapatan Usaha

1.000.000

Piutang

(200.000)

Beban Bunga 

(200.000)

Pendapatan Lain

400.000

Beban Lain-lain

(300.000)

Kas Bersih Operasional

700.000



Investasi


Penjualan Truk

150.000.000

Membeli Gudang

0

Kas Bersih Investasi

150.000.000



Kuangan


Investasi Modal

80.000.000

Kas Bersih Keuangan

80.000.000



Kenaikan/Penurunan Arus Kas

310.000.000

Saldo Awal

0

Saldo Akhir

310.000.000


Format Metode Tidak Langsung

Kategori Akun

2019-2020

Operasional


Laba Bersih

900.000

Piutang

(200.000

Persediaan Barang

(500.000)

Penyusutan Peralatan

750.000

Hutang Bank

(250.000)

Kas Bersih Operasional

700.000



Investasi


Penjualan Truk

150.000.000

Membeli Gudang

0

Kas Bersih Investasi

150.000.000



Kuangan


Penanaman Modal

80.000.000

Kas Bersih Keuangan

80.000.000



Kenaikan/Penurunan Arus Kas

310.000.000

Saldo Awal

0

Saldo Akhir

310.000.000


Gimana? Tidak serumit yang dibayangkan, bukan? Membuat laporan keuangan secara faktual dan rapi sudah menjadi keharusan. Perusahaan yang tidak membuat laporan keuangan dengan baik akan gagal dalam menyakinkan pihak-pihak eksternal utamanya kreditur dan investor. Maka dari itu, laporan keuangan laporan keuangan harus dibuat dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!


Baca juga

5 Format Laporan Keuangan dalam Akuntansi yang Harus Anda Ketahui

7 Langkah Mengatur Keuangan Perusahaan Menjelang Situasi New Normal

Pengertian dan Jenis-jenis Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang Berlaku di Indonesia

Contoh Cara Membuat Neraca Lajur Perusahaan Jasa Beserta Laporan Keuangannya

Tips Cara Cepat Memahami Laporan Keuangan Perusahaan

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin