Cara Dan Contoh Chart Of Account (COA) Dalam Perusahaan Dagang Menggunakan Sistem Persediaan Periodik

By Ayu, 14 November 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Dengan adanya kode akun yang penomoran pada suatu akun dengan menggunakan angka atau huruf pada akun-akun tersebut merupakan langkah yang bisa dibilang penting sekali, karena hal tersebut bisa memudahkan para akuntan ketika sedang menyusun dan mengurutkan akun ke dalam laporan keuangan dan buku besar akuntansi. Kegunaan dari kode nomor akun tersebut adalah kita bisa dengan mudah mengidentifikasi lokasinya ketika kita mencari nomor akun tersebut di buku besar.

Definisi kode akun atau Chart of Account atau yang sering kita kenal dengan Daftar Akun atau Daftar Perkiraan atau  Daftar Rekening itu sendiri adalah suatu penamaan atau penomoran yang bertujuan untuk mengklasifikasikan pos atau rekening transaksi agar mudah untuk ditemukan, dipahami, dan diingat. Atau definisinya bisa juga merupakan daftar yang tersusun dalam struktur tertentu yang terdiri dalam rangkaian kode dan nama akun.

Jenis akun yang ada dalam sistem akuntansi harus diberi kode atau nomor yang bisa dikelompokan ke dalam 6 kategori utama, antara lain:

  1. Aset atau harta.

  2. Liabilitas atau kewajiban.

  3. Ekuitas atau modal.

  4. Pendapatan.

  5. Harga pokok penjualan (HPP).

  6. Beban-beban.

Ketika sedang merancang atau membuat kode kode dari akun tersebut harus memperhatikan beberapa karakteristik dibawah ini, yaitu :

  1. Sederhana, mudah untuk diingat dan dimengerti.

  2. Unik, tidak ada kode akun yang kembar.

  3. Fleksibel dan mudah disisipkan jika ada penambahan akun baru.

  4. Efisien, kode harus sependek mungkin misalnya 4 digit saja untuk menghemat kapasitas penyimpanan.

  5. Konsisten, misalnya kode awal 1 untuk aset, berarti liabilitas tidak boleh menggunakan kode awal 1.

  6. Distandarisasi supaya tidak mengakibatkan kebingungan bagi pengguna kode akun tersebut.

  7. Hindari adanya spasi, karena dapat menyebabkan kesalahan dalam menggunakannya.

  8. Hindari karakter yang mirip, misalnya huruf O,I,Z,S dan V dapat membingungkan dengan angka 0,1,2,5 dan huruf U.

  9. Panjang kode harus sama, jadi semua kode yang dibuat harus mempunyai digit yang sama tidak boleh lebih atau kurang.

  10. Pengkodeannya dimulai secara kronologis dari akun-akun yang berada di neraca lalu ke akun-akun yang ada di laba rugi.

Lazimnya, pengkodean akun akuntansi atau dalam bahasa inggris disebut chart of accounts lebih sering memakai kode blok (block code) atau dengan cara mengklasifikasi item ke dalam kelompok blok tertentu yang mencerminkan salah satu klasifikasi yang lebih spesifik atas dasar pemakaian maksimum yang diharapkan. Agar anda lebih paham, silahkan lihat pengelompokan akun akun pada perusahaan umum pada umumnya seperti yang ada di bawah ini :

  1. Aktiva / Asset

  2. Hutang / Liability

  3. Modal / Equity

  4. Penjualan / Income

  5. Harga Pokok Penjualan / Cost Of Good Sold

  6. Biaya / Expense

  7. Pendapatan Lain-lain / Other Income

  8. Biaya Lain-lain / Other Expense

Berdasarkan kode dari kelompok akun di atas bisa dimasukkan ke dalam golongan kode-kode akun untuk tiap - tiap kelompok akun tersebut menjadi 5 digit:

10000  Aktiva / Asset

10100  Aktiva Lancar

10101 Kas

10102 Piutang Dagang dst

10200 Aktiva Tetap

10201 Bangunan

10202 Tanah dst

20000  Hutang / Liability

20100 Hutang Jangka Pendek

20101 Hutang Dagang  dst

20200 Hutang Jangka Panjang

20201 Hutang pihak ketiga  dst

30000  Modal / Equity

30100 Modal

30200 Prive

30300 Laba Tahun Berjalan

40000  Penjualan / Income

40100 Penjualan

40200 Potongan Penjualan  dst

 

50000  Harga Penjualan Pokok / Cost Of Good Sold

50100 Pembelian

50200 Potongan Pembelian  dst

60000  Biaya / Expense

60100 Biaya Kantor

60200 Biaya Operasional  dst

70000  Pendapatan Lain-lain / Other Income

70100 Pendapatan Bunga

70200 Laba Selisih Kurs  dst

80000  Biaya Lain-lain / Other Expense

80100 Biaya Bunga  dst

Akun Penjualan dan Pembelian Dengan Metode Periodik

Ketika suatu perusahaan sedang mencatat transaksi jual beli barang dengan memakai metode fisik atau metode periodik maka akun-akun yang ada didalamnya pada umumnya menggunakan akun akun sebagai berikut:

  • Pembelian (Purchases)

  • Potongan Tunai Pembelian (Purchase Discount)

  • Beban Angkut Pembelian ( Freight In)

  • Pengembalian barang dan diskon (Purchase Return and Allowance)

  • Penjualan (Sales)

  • Persediaan Barang  (Inventory of Merchandise)

  • Harga Pokok Penjualan (Cost of Good Sold)

  • Ikhtisar Laba Rugi (Income Summary)

  • Potongan Tunai Penjualan (Sales Discount)

  • Beban Angkut Penjualan (Freight Out)

Itu tadi pembahasan tentang cara dan contoh chart of account (COA) dalam perusahaan dagang menggunakan sistem persediaan periodik . semoga ulasan diatas bisa membantu anda dalam menyusun chart of account di perusahaan anda dengan menggunakan metode periodik seperti yang sudah dijelaskan diatas. Semoga bermanfaat untuk anda.


Baca juga

Cara Menghitung HPP pada Perusahaan Jasa Beserta Contohnya

Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung Beserta Contohnya

Contoh dan penyelesaian neraca lajur pada perusahaan jasa beserta laporan keuangannya

Cara dan contoh Chart of Accounts (COA) perusahaan jasa konstruksi Kategori COA

Pengertian dan contoh laporan perubahan modal pada perusahaan dagang

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin