Cara dan Contoh Membuat Jurnal Penerimaan Kas (Buku Kas Masuk) dan Jurnal Pengeluaran Kas (Buku Kas Keluar)

By Martina, 24 Oktober 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Di zaman era digital seperti sekarang ini, banyak dari perusahaan-perusahaan besar yang sudah mulai berkembang dengan pesat dan saling bersaing satu sama lain dengan meningkatkan mutu kualitas produk atau jasa yang mereka produksi masing-masing (meningkatkan tingkat kreativitas dan inovatif pada produk atau jasa yang akan ditampilkan ke hadapan publik). Seiring dengan berkembangnya teknologi yang ada, sistem dan prosedur yang digunakan oleh perusahaan haruslah yang dapat membuat pekerjaan suatu perusahaan tersebut menjadi lebih efektif dan efisien. Selain sistem dan prosedur yang harus diperhatikan, perusahaan juga harus memperhatikan pencatatan akuntansi yang dilakukan. Proses pencatatan akuntansi dilakukan dengan tujuan untuk merekam transaksi-transaksi keuangan yang terjadi pada suatu perusahaan. Biasanya proses pencatatan akuntansi dicatat pada sebuah jurnal. Pada umumnya, jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi adalah jurnal umum. Namun bagi perusahaan-perusahaan besar, proses pencatatan akuntansi tidak cukup hanya dengan menggunakan jurnal umum. Mereka dapat menggunakan jurnal khusus guna untuk memberikan kemudahan, efektifitas, dan efisiensi kerja atas banyaknya transaksi-transaksi yang terjadi yang harus dibukukan. 


Jurnal khusus merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan yang bersifat khusus, dimana transaksi yang dilakukan bersifat banyak, sama, sering terjadi dan berulang-ulang. Jurnal khusus umumnya digunakan oleh perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur. Berdasarkan fungsinya, jurnal khusus dibagi menjadi 4 jenis yaitu jurnal pembelian, jurnal penjualan, jurnal penerimaan kas, dan jurnal pengeluaran kas. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai jurnal penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas. Jurnal penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas dapat dikatakan sebagai jurnal yang penting karena kedua jurnal ini memperlihatkan dan memberikan informasi mengenai transaksi keuangan yang terjadi pada sebuah perusahaan. Lantas apa yang dimaksud dengan jurnal penerimaan kas dan juga jurnal pengeluaran kas itu sendiri? Mari simak pembahasan berikut ini. 


  1. Jurnal Penerimaan Kas (Buku Kas Masuk)

Merupakan jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat semua transaksi keuangan yang menyebabkan bertambahnya aset perusahaan yaitu berupa kas atau uang tunai pada perusahaan. Jadi, jurnal penerimaan kas hanya digunakan untuk mencatat semua transaksi yang dapat menambah saldo kas perusahaan. Penyusunan atau pencatatan jurnal penerimaan kas dapat dicatat sebagai berikut yaitu dimana posisi debet sebagai akun kas dan posisi kredit sebagai akun-akun yang mengakibatkan bertambahnya nilai saldo kas perusahaan. Pada jurnal penerimaan kas, transaksi-transaksi yang bisa dicatat antara lain berupa:

  • Penjualan barang dagang yang dilakukan secara tunai

  • Penjualan aktiva

  • Penerimaan pembayaran piutang

  • Penerimaan pinjaman dari bank

  • Penerimaan tambahan modal berupa uang tunai dari pemilik perusahaan

  • Penerimaan pendapatan lain misalnya seperti pendapatan sewa secara tunai


Bentuk dari jurnal penerimaan kas itu sendiri terdiri dari 6 kolom yang setiap kolomnya memuat:

  1. Tanggal – digunakan untuk mencatat waktu terjadinya transaksi

  2. Nomor bukti transaksi – digunakan untuk mencatat nomor bukti transaksi. Biasanya, nomor bukti transaksi berupa faktur penjualan

  3. Keterangan (uraian) – digunakan untuk mencatat keterangan transaksi yang terjadi

  4. Referensi – digunakan untuk memberikan tanda yang berkaitan dengan pemostingan transaksi ke buku besar

  5. Akun yang didebet – digunakan untuk mencatat nominal bernilai debet. Kolom akun yang didebet dipecah menjadi 2 sub kolom yaitu akun kas dan potongan penjualan. 

  • Akun kas – digunakan untuk mencatat nilai uang tunai yang diterima

  • Potongan penjualan – digunakan untuk mencatat nilai potongan penjualan yang diberikan kepada konsumen atas transaksi penjualan yang terjadi

  1. Akun yang dikredit – digunakan untuk mencatat nominal bernilai kredit. Kolom akun yang dikredit dipecah menjadi 3 sub kolom yaitu piutang dagang, penjualan, dan akun serba serbi. 

  • Piutang dagang – digunakan untuk mencatat nilai piutang yang telah diterima pembayarannya

  • Penjualan – digunakan untuk mencatat nilai keseluruhan penjualan yang terjadi

  • Akun serba serbi – digunakan untuk mencatat akun-akun lainnya. Kolom akun serba serbi dipecah menjadi 2 sub kolom yaitu akun dan jumlah. Untuk kolom akun, digunakan untuk mencatat jenis akun yang tersedia. Contohnya adalah akun pendapatan sewa jika terjadi penerimaan pendapatan sewa secara tunai. Untuk kolom jumlah, digunakan untuk mencatat nilai nominal dari jenis akun yang berkaitan. 


Cara dan contoh pembuatan jurnal penerimaan kas yaitu sebagai berikut:

Pada tanggal 5 Maret 2018, CV. Bahana menjual barang dagangannya kepada Toko Ceria sebesar Rp 1.000.000 secara tunai dengan nomor faktur PJ-55. Harga pokok penjualan dari barang dagangan tersebut senilai Rp 600.000 dan terdapat potongan penjualan yang diberikan kepada Toko Ceria sebesar 2%. 

Pengisian di jurnal penerimaan kasnya adalah sebagai berikut:

  • Kolom tanggal: 5 Maret 2018

  • Kolom nomor bukti transaksi: PJ-55

  • Kolom keterangan: Toko Ceria

  • Kolom referensi: jika transaksi telah diposting ke buku besar maka tandai dengan tanda “V” (tanda ceklis). Jika belum diposting, maka dikosongkan terlebih dahulu

  • Kolom debet (akun kas): Rp 980.000 [Rp 1.000.000 – (2% x Rp 1.000.000)]

  • Kolom debet (potongan penjualan): Rp 20.000 (2% x Rp 1.000.000)

  • Kolom kredit (penjualan): Rp 1.000.000


  1. Jurnal Pengeluaran Kas (Buku Kas Keluar)

Merupakan jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat semua pengeluaran yang dilakukan secara tunai atau kas dari berbagai jenis transaksi yang terjadi di suatu perusahaan. Jadi, jurnal pengeluaran kas hanya digunakan untuk mencatat semua transaksi yang dapat mengurangi saldo kas perusahaan. Penyusunan atau pencatatan jurnal pengeluaran kas dapat dicatat sebagai berikut yaitu dimana posisi kredit sebagai akun kas dan posisi debet sebagai akun-akun yang mengakibatkan berkurangnya nilai saldo kas perusahaan. Pada jurnal pengeluaran kas, transaksi-transaksi yang dapat dicatat antara lain berupa:

  • Pembelian barang dagang yang dilakukan secara tunai

  • Pembelian perlengkapan, peralatan, dan aset yang dilakukan secara tunai

  • Pembayaran utang perusahaan

  • Pembayaran biaya-biaya seperti biaya sewa, biaya gaji, biaya listrik, biaya telepon, dan biaya lainnya.

  • Pengambilan uang untuk keperluan pribadi si pemilik (prive)


Bentuk dari jurnal pengeluaran kas itu sendiri terdiri dari 6 kolom yang setiap kolomnya memuat:

  1. Tanggal – digunakan untuk mencatat waktu terjadinya transaksi

  2. Nomor bukti transaksi – digunakan untuk mencatat nomor bukti transaksi. Biasanya, nomor bukti transaksi berupa faktur penjualan

  3. Keterangan (uraian) – digunakan untuk mencatat keterangan transaksi yang terjadi

  4. Referensi – digunakan untuk memberikan tanda yang berkaitan dengan pemostingan transaksi ke buku besar

  5. Akun yang didebet – digunakan untuk mencatat nominal bernilai debet. Kolom akun yang didebet dipecah menjadi 3 sub kolom yaitu akun pembelian, utang, dan akun serba serbi. 

  • Akun pembelian – digunakan untuk mencatat nilai pembelian barang dagang yang dilakukan secara tunai

  • Utang – digunakan untuk mencatat pembayaran utang

  • Akun serba serbi – digunakan untuk mencatat akun-akun lainnya. Kolom akun serba serbi dipecah menjadi 2 sub kolom yaitu akun dan jumlah. Untuk kolom akun, digunakan untuk mencatat jenis akun yang tersedia. Contohnya adalah akun perlengkapan jika terjadi pembelian perlengkapan secara tunai. Untuk kolom jumlah, digunakan untuk mencatat nilai nominal dari jenis akun yang berkaitan. 

  1. Akun yang dikredit – digunakan untuk mencatat nominal bernilai kredit. Kolom akun yang dikredit dipecah menjadi 2 sub kolom yaitu akun kas dan potongan pembelian. 

  • Akun kas – digunakan untuk mencatat nilai uang tunai yang dikeluarkan

  • Potongan pembelian – digunakan untuk mencatat nilai potongan pembelian yang diterima atas transaksi pembelian barang dagang


Cara dan contoh pembuatan jurnal pengeluaran kas yaitu sebagai berikut:

Pada tanggal 5 Maret 2018, Toko Ceria membeli barang dagangan dari CV. Bahana senilai Rp 1.500.000 secara tunai dengan nomor faktur PB-35. Potongan pembelian yang didapatkan oleh CV. Bahana sebesar 2%. 

Pengisian di jurnal pengeluaran kasnya adalah sebagai berikut:

  • Kolom tanggal: 5 Maret 2018

  • Kolom nomor bukti transaksi: PB-35

  • Kolom keterangan: CV. Bahana

  • Kolom referensi: jika transaksi telah diposting ke buku besar maka tandai dengan tanda “V” (tanda ceklis). Jika belum diposting, maka dikosongkan terlebih dahulu

  • Kolom debet (akun pembelian): Rp 1.500.000

  • Kolom kredit (akun kas): Rp 1.470.000 [Rp 1.500.000 – (2% x Rp 1.500.000)]

  • Kolom kredit (potongan pembelian): Rp 30.000 (2% x Rp 1.500.000) 


Demikian pembahasan mengenai cara dan contoh pembuatan jurnal penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas. Semoga artikel kali ini memberikan manfaat bagi Anda semua.


Baca juga

Pelajari Cara Menghitung Kas Kecil dengan Metode Imprest & Fluktuasi

Apa itu Kas Kecil? Cari tahu Disini Beserta Fungsi dan Contohnya

Cara Tepat Membaca Laporan Arus Kas

12 Cara Meningkatkan Arus Kas (Cash Flow) Perusahaan Dagang

Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung Beserta Contohnya

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin