Cara dan Contoh Membuat Laporan Sederhana dengan Excel

By Ayu, 10 Agustus 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Sebagaimana diketahui bahwa membuat laporan keuangan mempunyai beragam manfaat dalam usaha yang dijalankan. Baik dalam kategori usaha besar maupun yang berskala kecil. Diantaranya pemilik usaha bisa membuat kebijakan untuk usahanya dengan melihat laporan keuangan. Baik kebijakan investasi, pengembangan usaha, pengendalian utang dan piutang dan masih banyak lagi. Dan dalam membuat laporan keuangan kita bisa menggunakan dua metode, yaitu manual dan digital.

Mengapa Laporan Digital Penting?

Jika perusahaan besar, pembuatan laporan keuangan secara digital tentu membantu dalam membuat laporan yang akurat, rapi serta cepat. Mengingat item dan varian laporan keuangan yang dibuat nantinya beragam. Tidak sebatas neraca, laba-rugi dan perubahan ekuitas. Oleh karena itu perusahaan-perusahan besar akan condong menggunakan laporan digital yaitu membuat laporan keuangan menggunakan software akuntansi.

Bagaimana dengan usaha menengah, usaha kecil atau yang baru saja merintis? Bukankah laporan yang akan dibuatnya tidak sekomplek usaha yang sudah maju dan besar? Apakah artinya usaha kecil-menengah membuatnya secara manual? Terlebih lagi, harga software akuntansi yang mahal tidak memungkinkan pemilik usaha menggunakan modalnya untuk membeli peranti lunak tersebut. Dana yang ada lebih prioritas untuk menambah barang dagang atau yang lebih liquid untuk siklus usahanya. 

Nyatanya membuat laporan keuangan secara komputerisasi tidak hanya diperuntukkan untuk usaha yang berskala besar. Usaha kecil pun dapat menggunakan laporan secara digital. Tidak perlu mengeluarkan dana tambahan dengan membeli software akuntansi, mengingat usaha kecil-menengah yang laporan keuangannya tidak banyak bisa menggunakan microsoft excel untuk mengolah data keuangan. Selain hemat secara finansial, bagi usaha kecil-menengah yang mengalami terbatas sdm juga akan menghemat tenaga serta waktu dalam membuat laporan keuangan secara komputerisasi.

Manfaat Laporan Digital

Membuat laporan secara digital juga mempunyai banyak manfaat selain yang disebutkan di atas. Salah satunya adalah kemudahan untuk mengcopy atau mentransfer laporan keuangan kepada devisi atau pihak yang membutuhkan. Bisa  dipindahkan secara konvensional lewat menu salin-tempel dari perangkat folder A ke B, atau yang menggunakan akses nirkabel seperti bluetooth, pesan daring atau berbagi akses drive

Selain itu tidak membutuhkan ruang besar untuk menyimpan laporan-laporan tersebut. Mengingat rata-rata laporan keuangan akan disimpan setidaknya dalam 5 tahun kebelakang guna jika membutuhkan transaksi yang telah berlalu artefaknya masih ada. Jika menggunakan manual tentu akan membutuhkan tempat penyimpan yang banyak lembar-lembar laporan keuangan di periode-periode yang telah lewat itu, sedangkan jika menggunakan digital setidaknya hanya membutuhkan satu dengan bentuk kecil yang mempunyai kapasitas giga yang mencukupi. 

Karena banyaknya manfaat dalam membuat laporan keuangan secara digital, seyogyanya usaha kecil-menengah berani bertransformasi membuat laporan keuangan secara digital. Tidak perlu menghamburkan dana membeli software akuntansi, bia memanfaatkan peranti lunak pengolah angka milik microsoft untuk mengelolanya.

Mendengar laporan keuangan secara digital juga tidak perlu paranoid memandang hal tersebut sulit dilakukan.  Hal ini karena usaha kecil-menengah yang jenis transaksinya  tidak banyak variasi implikasi dalam membuat laporan keuangan di excel bisa dilakukan dengan sederhana. Tidak perlu pusing dengan rumus yang ada di excel, bisa menggunakan rumus manual atau hanya menggunakan SUM.

Cara Membuat Laporan dengan Excel

Adapun cara dalam membuat laporan menggunakan microsoft excel secara sederhana antara lain.

  1. Menyiapkan bukti transaksi keuangan. Baik faktur pembelian, faktur penjualan, nota, memo dalam periode yang akan dibuat laporan keuangan. Diurutkan berdasarkan tanggal terjadi transaksi. Kemudian dianalisa jenis transaksi masuk dalam induk atau akun yang berpengaruh.

  2. Membuka aplikasi Microsoft Excel  sebagai media untuk mencatatnya.

 

  1. Untuk memudahkan semua laporan keuangan dijadikan dalam satu sheet. Seperti pada gambar paling bawah. Sheet satu, Jurnal Umum, selanjutnya sheet untuk Buku Besar, Jurnal Penyesuaian, Neraca Lajur, Laporan Laba-Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Laporan Neraca.

  2. Kemudian buat kop laporan pada setiap lembar pembukuan dan laporan keuangan yang dibuat. Di dalam contoh tertera 

PT Makmur Sanjaya

Jurnal Umum

Periode April 2021


Nama perusahaan disesuaikan dengan label perusahaan, jurnal umum disesuaikan dengan jenis laporan seperti Buku Besar, Jurnal penyesuaian, Neraca lajur, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas dan Neraca. Sedangkan periodenya tergantung yang sesuai.

  1. Membuat label kolom untuk nantinya menjadi kolom judul. Hal ini disesuaikan juga dengan format laporan yang dibuat. Jika dalam contoh gambar membuat Jurnal Umum maka label kolom yang dibutuhkan adalah No akun, keterangan, referensi, debit dan kredit.

  2. Langkah selanjutnya menginput semua transaksi berdasarkan bukti transaksi yang telah diurutkan. Baik nama akun, nominal dan dan keterangan transaksi dalam Jurnal Umum. Termasuk posisi penginputan debit dan kredit.

  3. Setelah data baik keterangan dan nominal di input dalam kolom excel bisa kemudian dijumlah. Bisa menggunakan rumus =SUM kemudian diseret kolom yang akan akan dijumlahkan. Contoh D6:D18

  4. Setelah hasil balance maka bisa masuk ke tahap selanjutnya membuat Buku Besar. 

  5. Begitu seterusnya tahapan diinput dan dijumlah jurnal penyesuaian, Buku Besar, Neraca Lajur, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas dan Neraca.

  6. Dalam format Excel yang memang sudah terdapat kolom penempatan, maka bisa ditebali dengan membuat garis kolom yang ada dalam barisan menu insert.

Adapun rumus dalam excel yang akan digunakan antara lain.

=SUM : Rumus yang digunakan untuk melakukan penjumlah dalam sejumlah sheet.

IF Rumus IF dalam excel ada dua jenis yaitu IF tunggal dan juga IF bercabang. Berfungsi untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan jika dalam data atau hasil terdapat logika kesalahan.

=COUNTA(value1;[value2]dst) Rumus ini tidak berlaku jika jenis laporan keuangan yang dibuat seperti di atas, pembukuan mulai dari Jurnal Umum, Buku Besar, Jurnal Penyesuaian dan kertas kerja. Serta Laporan keuangan seperti Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Neraca. Sedangkan jika pemilik usaha akan membuat buku besar pembantu utang dan buku besar pembantu piutang rumus counta akan berguna.

=SLN(cost;salvage;life) adalah rumus yang akan berguna untuk menghitung penyusutan aktiva tetap seperti peralatan, kendaraan, dan bangunan milik perusahaan atau yang diperuntukkan dalam menjalankan usaha menggunakan metode garis lurus. Artinya setiap tahunnya nilai penyusutannya sama/tetap.

=DB(cost;salvage;life;periode;[month]) Rumus yang nantinya akan berguna untuk menghitung penyusutan aktiva tetap seperti bangunan, kendaraan dan peralatan menggunakan saldo menurun. 



Baca juga

3 Metode Penyusutan pada Gedung dan Inventaris Kantor dan Faktor-faktor yang Menentukannya serta Cara Menghitung Penyusutan dengan Rumus Excel

Cara Membuat Neraca Lajur Perusahaan Distribusi dengan Excel

Cara Membuat Neraca Lajur Perusahaan Manufaktur dengan Excel

Cara Membuat Neraca Lajur Bisnis Makanan dengan Excel

Contoh Laporan Keuangan Bulanan Excel

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin