Cara Dan Contoh Menghitung Biaya Tetap Dan Perbedaannya Dengan Biaya Variabel

By Ayu, 19 September 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Dalam sebuah usaha tentu muncul biaya setiap bulannya untuk dapat menjual produk yang anda tawarkan. Biaya yang timbul tersebut digolongkan kedalam dua kelompok yakni biaya tetap dan biaya variabel. Menurut pengertiannya biaya tetap ialah biaya yang dikeluarkan tetap berapapun volume yang dihasilkan. Sedangkan biaya variabel ialah biayanya berubah-ubah seiring dengan perubahan volume yang dihasilkan. Penting bagi anda untuk mengelompokkan biaya yang anda temukan kedalam dua kelompok biaya diatas.

Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Tentu ada perbedaan diantara keduanya yang bisa anda jadikan acuan untuk mengidentifikasi biaya mana saja yang masuk dalam biaya tetap atau biaya variabel. Perbedaan yang dimaksud bisa anda simak berikut ini :

  1. Biaya Satuan

Jika dilihat dari biaya satuan maka biaya variabel tiap unit sama sedangkan biaya satuan pada biaya tetap cenderung berubah-ubah. Biaya tetap per unit berbanding terbalik sebanding dengan jumlah yang anda produksi.

  1. Perilakunya

Menurut perilakunya biaya tetap itu pasti ada walaupun tidak ada unit yang anda hasilkan. Hal ini malah berbanding terbalik dengan biaya variabel yang tidak akan muncul jika anda tidak menghasilkan suatu unit.

  1. Sifat

Biaya tetap dan variabel juga bisa anda ketahui melalui sifatnya. Biaya tetap tergantung pada waktu karena ia bersifat konstan untuk periode waktu tertentu. Biaya variabel tergantung pada volume produksi barulah ia muncul.

  1. Kapan Terjadinya

Biaya variabel akan muncul ketika unit anda dihasilkan jika tidak produksi maka biaya variabel ini tidak akan muncul. Biaya tetap bersifat pasti sehingga tetap terjadi meskipun anda tidak menghasilkan satu unit barang pun.

  1. Penaksiran

Menurut penaksirannya biaya variabel bisa termasuk dalam inventaris sedangkan biaya tetap tidak. Beberapa contoh biaya tetap ialah pajak, sewa, depresiasi, asuransi dan lain-lain. Untuk contoh biaya variabel contohnya seperti upah, kargo atau bahan penolong.

Cara Menghitung Biaya Tetap

Biaya variabel merupakan biaya yang nominalnya berubah dan muncul tergantung dari ada atau tidaknya produksi. Biaya variabel dapat dibedakan menjadi biaya variabel langsung dan biaya variabel tidak langsung. Biaya variabel cenderung dipengaruhi oleh fluktuasi pada suatu usaha. Untuk mengetahui lebih dalam tentang biaya variabel silahkan simak contoh kasus berikut ini :

PT.DFY dalam memproduksi 100 produk membutuhkan 10 liter bensin, 500 gram perak serta 1 kg timah. Satu liter bensin dihargai sebesar Rp.16.000, 1 gram perak dibeli dengan harga Rp.9.000 dan 1 kg timah seharga Rp.120.000. untuk menghitung 1 unit produknya anda bisa menghitungnya dengan cara sebagai berikut :

  1. 10 liter bensin x Rp. 16.000 = Rp. 160.000 : 100 = Rp.1600

Ini artinya dalam memproduksi satu unit produk diperlukan biaya bensin sebesar Rp.1600

  1. 500 gram perak x Rp. 9.000 = Rp 4. 500.000 : 100 = Rp. 45.000

Satu unit produk yang dibuat oleh PT.DFY membutuhkan biaya perak sebesar Rp.45.000

  1. 1 kg timah x Rp. 120.000 = Rp. 120.000 : 100 : Rp. 1200

Setiap unit yang dihasilkan membutuhkan timah sebesar Rp. 1200

Untuk memperhitungkan variabel cost unit bisa menggunakan rumus = Total variabel cost / quantity . nilai dari biaya variabel ini berubah sesuai jumlah produk yang ingin dihasilkan.

Cara Menghitung Biaya Tetap

Diketahui PT. DFY membeli mesin baru untuk produksi seharga Rp. 12.000.000. untuk metode perhitungan penyusutannya digunakan metode garis lurus. Setelah ditaksir mesin ini bisa digunakan hingga 5 tahun belakang tanpa nilai residu. Untuk memperhitungkan biaya penyusutannya perbulan bisa dengan membagi biaya perolehan dengan taksiran pemakaian seperti dibawah ini:

Rp. 12.000.000 : 5 = Rp. 2.400.000 (biaya penyusutan mesin per tahunnya)

Rp. 2.400.000 : 12 = Rp. 200.000 (biaya penyusutan mesin per bulan)

Berapapun produk yang dihasilkan maka akan ditambahkan biaya penyusutan mesin sebesar Rp. 200.000. Biarpun anda tak memproduksi barang beban penyusutan sebesar Rp. 200.000 tetap akan timbul.

Dalam biaya tetap terbagi atas dua kelompok yakni Committed fixed cost dan Discretionary fixed cost. Committed fixed cost ialah biaya tetap yang dikeluarkan dan tidak dapat mengurangi kemampuan perusahaan dalam tujuan jangka panjang. Contoh dari Committed fixed cost ialah seperti biaya sewa, asuransi dan depresiasi. Discretionary fixed cost merupakan biaya rutin yang dikeluarkan perusahaan namun tidak memiliki hubungan dengan volume kegiatan usaha yang anda jalankan. Contoh dari Discretionary fixed cost ialah biaya iklan, riset dan pengembangan hingga pelatihan karyawan.

Penting bagi anda untuk mengelompokkan antara biaya variabel dan biaya tetap. Dengan mengelompokkannya anda bisa dengan cermat dan teliti dalam memperhitungkan besaran laba rugi perusahaan. Anda juga bisa menghitung dengan lebih cermat harga pokok produksi dan menentukan keuntungan yang benar-benar ingin anda tetapkan pada setiap produk yang anda jual.


Baca juga

Cara Mengelola dan Melunasi Hutang pada Bisnis UKM

Cara Membuat Anggaran / Budget Proyek pada Perusahaan Kontraktor

6 Solusi Mengatasi Masalah Stok Barang dalam Bisnis Makanan dan Minuman

8 Solusi Mengatasi Masalah Mengelola Stok Barang di Gudang

7 Cara Mudah dalam Mengelola Stok Barang di Gudang

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin