Cara dan Contoh Menghitung Economic Order Quantity (EOQ) Untuk Menurunkan Biaya Produksi

By Martina, 20 Mei 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Setiap perusahaan memiliki tujuan yang sama yaitu memperoleh laba atau keuntungan. Untuk mencapai tujuan tersebut tidaklah mudah banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya mengenai masalah produksi. 


Masalah produksi merupakan sangat krusial bagi perusahaan karena hal tersebut berdampak terhadap laba yang diperoleh perusahaan. Apabila proses produksi berjalan lancar maka tujuan perusahaan mudah dicapai sebaliknya juga. Kelancaran proses produksi dipengaruhi oleh ada atau tidaknya bahan baku yang akan diolah dalam produksi untuk menghasilkan sebuah produk.


Upaya terus dilakukan perusahaan dalam meminimalkan biaya persediaan dengan penerapan Economic Order Quantity (EOQ). Pengertian EOQ adalah jumlah atau volume pembelian paling ekonomis untuk dilakukan setiap kali pembelian. Metode EOQ berusaha mencapai tingkat persediaan secara seminimum mungkin, dengan mengutamakan biaya rendah dan mutu yang lebih baik. Keuntungan penerapan EOQ bagi perusahaan dalam mengurangi biaya penyimpanan, penghematan ruang, dapat menyelesaikan masalah-masalah akibat persediaan yang menumpuk sehingga mengurangi resiko terbuangnya bahan baku. Selain menentukan EOQ. perusahaan perlu menentukan waktu pemesanan kembali bahan baku yang akan digunakan disebut reorder point (ROP).


Persediaan adalah bagian (bahan – bahan) yang disediakan bertujuan untuk proses produksi yang menghasilkan barang – barang jadi untuk memenuhi permintaan dari konsumen setiap waktu. Persediaan dikelompokkan menjadi persediaan bahan baku, persediaan barang jadi, persediaan barang dalam proses, persediaan bahan pembantu atau penolong.


Sistem pengendalian persediaan terdapat 2 cara yaitu: sistem fisik berkaitan dengan bukti laporan stock opname dan sistem perpetual berkaitan dengan sistem pencatatan persediaan yang dilakukan setiap terjadi perubahan. Pengendalian persediaan bertujuan mengamankan dan mencegah aset perusahaan dari tindakan kejahatan seperti pencurian, penyelewengan, penyalahgunaan dan lainnya.


Metode penilaian persediaan secara umum dapat digunakan yaitu: FIFO, LIFO, Rata- Rata


Definisi EOQ adalah model untuk meminimumkan biaya persediaan dengan menentukan kuantitas pesanan ekonomis. 

Kebijakan – kebijakan EOQ sebelum menentukan EOQ, safety stock, dan reorder point.

  1. Menentukan jumlah bahan baku yang ekonomis (EOQ)

Rumusnya:

EOQ =  (2 x D x P) : (C)

keterangan:

EOQ = jumlah pembelian optimal yang ekonomis

P = biaya pemesanan per pesanan

D = pemakaian bahan periode waktu

C = biaya penyimpanan per unit per tahun


  1. Safety stock  (persediaan bahan pengaman)

Berikut faktor yang mempengaruhi besar kecilnya safety stock bahan baku yaitu:

  1. Keterlambatan dalam penyerahan bahan baku 

  2. Pembelian bahan baku dalam skala kecil maupun besar setiap saat

  3. Kemudahan dalam menduga bahan baku yang diperlukan

  4. Adanya keterkaitan biaya penyimpanan dengan biaya ekstra kekurangan persediaan

Rumus menghitung safety stock:

persediaan bahan pengaman = (pemakaian maks – pemakaian rata-rata) x lead time


  1. Titik pemesanan kembali (Reorder point)

ROP sangat memperhatikan dalam hal persediaan tersisa di gudang baru kemudian dilakukan pemesanan kembali.

Rumus menghitung Reorder point:

Reorder point = (LD xAU) + SS

Keterangan:

LD = lead time (waktu tunggu)

AU = rata – rata pemakaian selama satuan waktu tunggu

SS = Safety stock


  1. Penentuan persediaan maksimum

Tujuan agar kuantitas persediaan yang ada di gudang tidak terjadi penumpukan barang yang menyebabkan kelebihan modal kerja.


Rumus:

TIC = 2 x D x S x H


Keterangan:

D = EOQ

S = Biaya pemesanan rata-rata

H = Biaya penyimpanan per unit

Contoh soal

  1. PT Jati pada tahun mendatang membutuhkan bahan baku sebanyak 24.000 unit. Harga beli bahan baku per unit Rp 2.000. Biaya pemesanan untuk setiap kali melakukan transaksi pemesanan kisaran Rp. 100.000, sedangkan carrying cost sebesar 20% dari nilai rata – rata persediaan.

Pertanyaannya: 

  1. Berapakah jumlah pemesanan yang paling ekonomis (EOQ) ?

  2. Berapakah kali pemesanan yang harus dilakukan dalam setahun ?

  3. Berapa hari sekali perusahaan melakukan pemesanan (note: 1 tahun = 365 hari) ?

Jawabannya:

  1. EOQ = (2 x 24.000 x 100.000) : (2.000x20%) = 12.000.000 = 3.464 unit

  2. Pemesanan yang dilakukan dalam setahun terakhir = 24.000/ 3.464 = 7 X Pemesanan

  3. Jika setahun = 365 hari, maka pemesanan dilakukan = 365/7 = 52 Hari


  1. Perhitungan EOQ terhadap penjualan dengan memakai diskon, contoh soal yaitu Perusahaan alumunium PT Yoyo menggunakan bahan sebesar 6.000 kg/tahun. Biaya pemesanan Rp 59.000 setiap kali pembelian dan biaya simpan Rp 2.000 per kg. Seorang menawarkan harga diskon seperti dalam table. Apakah peraturan pemesanan perlu diubah dengan adanya tawaran supplier tersebut? jika diubah, bagaimana semestinya jumlah pesanan yang baru?

Jumlah pemesanan

Harga per unit

0 – 999

Rp 6.000

1.000 – 2.499

Rp 5.850

Lebih dari 2.500

Rp 5.250

 

Jawab:

  1. Perhitungan EOQ berdasarkan keadaan saat ini (tanpa diskon). Jika EOQ masuk dalam kategori diskon, maka EOQ akan dipertahankan dan harga diskon dapat dimanfaatkan sebagai berikut:

EOQ = (2 x 6.000 x 59.000) : (2.000)

EOQ = 594,98 kg

  1. Hitungan total biaya tahunan berkaitan dengan EOQ, lalu hitunglah untuk total biaya tahunan kuantitas standard minimum termasuk kedalam kategori diskon Q1=1.500 dan Q2=2.000.

Rumus : Total biaya tahunan = TAC + (kebutuhan x harga per kg) = (R/Q*)S + (Q*/2)C + (R x P)

  1. EOQ = 594,98 kg

= (6.000/594,98)59.000 + (594,98/2)2.000 + (6.000 x 6.000)

= 594.977,98 + 594.980 + 36.000.000

= 37.189.957,98

 

  1. EOQ = 1.500 kg

= (6.000/1.500)59.000 + (1.500/2)2.000 + (6.000 x 5.850)

= 236.000 + 6.000.000 + 35.100.000

= 41.336.000

 

  1. EOQ = 2.000 kg

= (6.000/2.000)59.000 + (2.000/2)2.000 + (6.000 x 5.250)

= 177.000 + 2.000.000 + 31.500.000

= 33.677.000

 

Kesimpulan: Untuk total biaya tahunan menurun bila Q=1.500 dan akan naik jika Q=2.000. Hasil tersebut menggambarkan bahwa PT Yoyo harus mengubah pesanan menjadi 1.500 untuk setiap kali pemesanan karena biaya produksinya lebih rendah.

Perlu diperhatikan kebijakan aturan untuk mengevaluasi keadaan kuantitas diskon sebagai berikut:

  1. Hitungan Economic order quantity pada saat diskon pertama, apabila EOQ terletak dalam kategori diskon berarti merupakan sebuah kuantitas pemesanan yang terbaik.

  2. Tetapi jika tidak, hitungan EOQ pada saat harga diskon Q2, maka lakukan perbandingan total biaya antara EOQ dalam mendapatkan total biaya yang paling kecil, sehingga tujuan EOQ dapat ditemukan atau tercapai.


Baca juga

Cara Mudah Membuat Catatan Pemakaian Bahan Baku dan Bahan Penolong dalam Produksi

Fungsi Barcode Dalam Kemasan Dalam Bisnis Produksi, Jenis Barcode dan Cara Mudah Membaca Barcode

Pengertian dan Perbedaan dari Joint Cost (Biaya Bersama) dengan Joint Product Cost (Biaya Produk Bersama)

Definisi dan Perbedaan Akun Biaya (Cost) dan Beban (Expense) Beserta Contohnya

Contoh Cara Menentukan Biaya Perawatan (Maintenance Expenses) untuk Meningkatkan Nilai Asset

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin