Cara dan Contoh Neraca Saldo Setelah Penutupan Pada Perusahaan Jasa

By Ayu, 07 Desember 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Siklus akuntansi mencakup hal-hal penting yang harus dilakukan dalam proses akuntansi atau pencatatan sebuah perusahaan. Dimulai dari pencatatan transaksi sampai pembuatan neraca saldo setelah penutupan harus dilakukan secara runtut dan terperinci agar keuangan perusahaan benar-benar transparan dan akuntabel. Tahap yang dilakukan setelah menyusun jurnal penutup adalah membuat neraca saldo penutupan yang juga merupakan salah satu fase dalam siklus akuntansi.

Pada artikel ini akan dibahas lebih lanjut mengenai neraca saldo setelah penutupan utamanya pada perusahaan jasa. Semoga memiliki manfaat untuk Anda yang terjun di perusahaan jasa.

Apa Itu Neraca Saldo Setelah Penutupan

Neraca saldo setelah penutupan adalah daftar semua akun dan saldo mereka setelah entri penutup dijurnal dan diposkan ke buku besar.

Dengan kata lain, neraca saldo pasca penutupan ialah daftar akun atau akun permanen yang masih memiliki saldo setelah entri penutupan dilakukan.

Neraca saldo sehabis penutupan merupakan daftar yang memuat saldo masing-masing akun riil yang bersumber dari buku besar pada akhir periode sehabis jurnal adaptasi dan jurnal epilog diposting atau dipindahkan saldonya ke buku besar.

Neraca  saldo  sehabis penutupan hanya berisi akun riil (akun yang dilaporkan pada neraca). Secara lebih detail akun-akun yang dicantumkan dalam neraca saldo sehabis penutupan yaitu akun aktiva (harta), kewajiban, dan modal simpulan suatu perusahaan atau organisasi ekonomi.

Akun nominal, contohnya pendapatan jasa dan beban-beban dalam perusahaan jasa atau penjualan, pembelian, beban-beban dalam perusahaan dagang dan prive tidak dimasukkan ke dalam Neraca Saldo sehabis penutupan sebab sebelumnya saldo akun nominal tersebut telah dinihilkan (ditutup) dengan sumbangan jurnal epilog yang telah dikerjakan.

Akun nominal harus dinihilkan (di-nol kan) sebab akun nominal ialah akun-akun yang bersifat sementara atau nilainya hanya berlaku untuk periode tertentu saja (periode berjalan) dan tidak relevan dengan periode selanjutnya sehingga untuk periode berikutnya harus bernilai nol. 

Neraca saldo sehabis penutupan berbeda dengan neraca saldo maupun neraca saldo saldo sehabis disesuaikan, perbedaan tersebut sanggup terlihat pada kandungan atau isi akun dan saldonya. Pada neraca saldo terkandung akun-akun riil (aktiva, kewajiban dan modal) maupun akun-akun nominal (penjualan atau pendapatan dan pembelian maupun beban-beban serta prive) yang belum diubahsuaikan dengan keadaan yang bahwasanya hingga dengan akhir periode berjalan.

Dengan demikian dalam neraca saldo masih terkandung akun-akun nominal periode tersebut contohnya akun pendapatan atau penjualan dan pembelian atau beban-beban, atau dengan kata lain pada neraca saldo memuat saldo akun atau rekening yang ada pada buku besar sebelum jurnal adaptasi diposting ke buku besar.

Pada neraca saldo sehabis adaptasi memuat daftar akun-akun riil maupun akun nominal yang sudah disesuaikan dengan keadaan yang bahwasanya hingga dengan akhir periode akuntansi berjalan yaitu dengan penyusunan jurnal adaptasi yang disusun menurut bukti memorial suatu perusahaan atau organisasi ekonomi atau dengan kata lain neraca saldo sehabis diubahsuaikan memuat saldo akun atau rekening buku besar sehabis jurnal adaptasi diposting ke buku besar.

Sedangkan neraca saldo sehabis penutupan hanya berisi atau terkandung akun-akun riil yang nilainya telah disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya, jadi dalam neraca saldo sehabis penutupan hanya menampilkan saldo-saldo dari akun aktiva perusahaan baik aktiva lancar maupun aktiva tetap, akun kewajiban atau hutang-hutang dan akun modal ahir perusahaan atau dengan kata lain neraca saldo sehabis penutupan memuat saldo akun atau rekening buku besar sehabis jurnal adaptasi dan jurnal epilog diposting ke dalam buku besar.

Neraca saldo setelah penutupan perusahaan jasa

Bentuk neraca saldo penutupan pada perusahaan jasa umumnya tidak jauh berbeda dengan perusahaan dagang atau perusahaan industri, hanya saja akun-akun yang terdapat di dalamnya sedikit berbeda. Pada perusahaan jasa tidak terdapat akun biaya pembelian atau biaya produksi seperti halnya perusahaan lainnya, namun pada perusahaan terdapat biaya gaji karyawan, biaya sewa. biaya penyusutan, serta biaya bunga.

Neraca saldo penutupan perusahaan jasa bisa dibuat setelah jurnal penutup diposting ke buku besar. Hanya saja akun-akun yang dimasukkan ke dalam neraca saldo ini hanya akun yang sifatnya riil saja. Sedangkan pada akun lainnya yakni akun nominal dan akun sementara sudah ditutup dan tak perlu dibuatkan neraca saldonya, hal ini dikarenakan akun-akun tersebut sudah bersaldo nol.

Langkah membuat neraca setelah penutupan perusahaan jasa

Langkah untuk membuat neraca saldo penutupan perusahaan jasa tidaklah sulit jika Anda sudah paham mengenai segala hal yang berhubungan dengan siklus akuntansi serta akun-akun perusahaan jasa. Berikut ini langkah-langkahnya.

  1. Menuliskan nama perusahaan, judul, serta tanggal atau periode pembuatan

  2. Membuat 4 buah kolom yang terdiri dari kode akun, nama akun, kolom debet, serta kolom kredit

  3. Memasukkan akun-akun ke dalam neraca saldo berdasarkan keterangan yang terdapat pada jurnal penutup


Baca juga

Cara Dan Contoh Pencatatan Jenis Transaksi Pada Perusahaan Dagang

Cara Membuat Anggaran / Budget Proyek pada Perusahaan Kontraktor

Cara Mengurus Pajak pada Pembukuan yang Bermasalah

7 Penyebab Terjadinya Selisih Stok Barang

Pengertian dan Cara Menghitung Biaya Overhead Pabrik

© 2018 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin