Cara Dan Contoh Pencatatan Jenis Transaksi Pada Perusahaan Dagang

By Ayu, 13 September 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Ada tiga jenis perusahaan yang kita kenal yakni perusahaan jasa, manufaktur dan dagang. Salah satu perusahaan yang banyak ditemukan di tanah air ialah perusahaan dagang. Perusahaan dagang ialah kegiatan usaha yang usaha utamanya ialah membeli barang dagangan lalu menjualnya kembali tanpa merubah bentuk fisiknya maupun sifat dari barang itu sendiri dengan ditambahkan keuntungan yang ditetapkan. Untuk mengetahui apakah perusahaan yang anda jalankan termasuk perusahaan dagang anda bisa menyimak karakteristik berikut ini :

  1. Pendapatan utama dari perusahaan yang dimiliki berasal dari penjualan barang dagangan

  2. Tidak melakukan kegiatan produksi atau membuat barang untuk dijual belikan

  3. Beban operasional yang dimilikinya hanya terdapat beban administrasi umum dan beban penjualan

  4. Dalam laporan laba ruginya terdapat perhitungan harga pokok penjualan (HPP)

  5. Kegiatan usahanya hanya terkait pembelian dan penjualan barang dagangan

Akun Yang Biasa Digunakan Perusahaan Dagang

Tentunya ada perbedaan pembukuan atau pencatatan akuntansi dari perusahaan dagang dengan jasa maupun manufaktur. Jenis perusahaan dagang bisa pula diidentifikasi melalui akun yang digunakan dalam pembukuannya. Beberapa akun tersebut diantaranya ialah sebagai berikut :

  1. Penjualan

Seperti namanya akun ini mencatat transaksi penjualan entah itu secara tunai maupun kredit

  1. Retur Penjualan

Tak jarang dari barang yang anda jual terdapat kecacatan maupun penolakan dari pihak pembeli karena tidak sempurna saat diterima. Untuk itu hadirlah akun retur penjualan sebagai pengurang dari penjualan yang anda miliki.

  1. Pembelian

Dikarenakan kegiatan utamanya memperjual belikan barang maka tak heran muncullah akun pembelian. Akun ini digunakan untuk menampung pembelian barang dagangan entah secara tunai maupun kredit.

  1. Retur Pembelian

Tak jarang barang yang anda beli dari supplier ternyata mengalami kecacatan saat diterima. Inilah yang membuat retur pembelian dibutuhkan.

  1. Potongan Pembelian

Tak jarang ketika anda membeli barang dagangan dalam jumlah yang besar terdapat potongan pembelian yang diberikan oleh pihak supplier.

  1. Beban angkut pembelian

Akun ini dibutuhkan untuk menampung biaya beban angkut pembelian barang dari gudang supplier hingga anda terima di gudang milik anda

  1. Persediaan Barang Dagangan

Akun ini menampung stok barang dagangan yang anda beli serta memantau berapa barang dagangan yang anda jual.

Jenis Transaksi dan Pencatatannya Dalam Perusahaan Dagang

Adapun beberapa jenis transaksi perusahaan dagang bisa anda temukan dalam ulasan dibawah ini. Selain itu terdapat pula bagaimana pencatatannya untuk mempermudah memahami pembukuan atas perusahaan dagang.

  • Pembelian Barang Dagangan

Dalam transaksi perusahaan dagang kegiatan pembelian barang dagangan tentu sangat sering dilakukan. Pasalnya perusahaan dagang tidak membuat produk sendiri atau merubah wujud maupun sifat dari produk tersebut. Terdapat dua jenis pembelian yakni pembelian secara tunai maupun kredit.

  1. Pencatatan Pembelian Barang Dagangan Secara Tunai

Pembelian Barang Dagangan Rp.xxx.xxx.xxx

Kas Rp. Xxx.xxx.xxx

  1. Pencatatan Pembelian Barang Dagangan Secara Kredit

Pembelian Barang Dagangan Rp. Xxx.xxx.xxx

Utang Usaha Rp.xxx.xxx.xxx

  • Penjualan Barang Dagangan

Selain pembelian barang dagangan terdapat juga transaksi penjualan barang dagangan yang merupakan sumber utama pendapatan perusahaan dagang yang anda miliki. Terdapat dua jenis penjualan yakni secara tunai dan kredit.

  1. Pencatatan Penjualan Barang Dagang Secara Tunai

Kas Rp. Xxx.xxx.xxx

Penjualan Rp. Xxx.xxx.xxx

  1. Pencatatan Penjualan Barang Dagangan Secara Kredit

Piutang Usaha Rp. Xxx.xxx.xxx

Penjualan Rp. Xxx.xxx.xxx

  • Retur Pembelian dan Retur Penjualan

Tak jarang barang yang anda beli atau dijual ke konsumen dikembalikan oleh atau kepada anda karena mungkin cacat saat diterima. Adanya retur bisa mengurangi nilai dari pembelian atau penjualan barang dagangan tersebut.

  1. Retur Penjualan Secara Tunai

Retur Penjualan Rp. Xxx.xxx.xxx

Kas Rp. Xxx.xxx.xxx

  1. Retur Penjualan Secara Kredit

Retur Penjualan Rp.xxx.xxx.xxx

Piutang Usaha Rp. Xxx.xxx.xxx

  1. Retur Pembelian Secara Tunai

Kas Rp. Xxx.xxx.xxx

Retur Pembelian Rp. Xxx.xxx.xxx

  1. Retur Pembelian Secara kredit

Utang Usaha Rp. Xxx.xxx.xxx

Retur Pembelian Rp. Xxx.xxx.xxx

  • Persediaan Barang Dagangan

Dalam pencatatan persediaan barang dagangan terdapat dua metode yang digunakan yakni metode harga pokok penjualan dan ikhtisar laba rugi. Anda bisa memahami perbedaannya melalui contoh berikut ini :

PT. XYZ mencatat persediaan barang dagangan pada awal bulan September sebesar Rp.10.000.000 namun di akhir bulan diketahui persediaan barang dagangan sebesar Rp.15.000.000.

  1. Metode Ikhtisar Laba Rugi

Ikhtisar L/R Rp. 10.000.000

Persediaan Barang Dagangan Rp. 10.000.000

Persediaan Barang Dagangan Rp. 15.000.000

Ikhtisar L/R Rp. 15.000.000

  1. Metode Harga Pokok Penjualan

HPP Rp. 10.000.000

Persediaan Barang Dagangan Rp. 10.000.000

Persediaan Barang Dagangan Rp. 15.000.000

HPP Rp. 15.000.000

  • Beban Angkut Pembelian

Selanjutnya ada beban angkut pembelian untuk barang yang anda beli. Beban angkut pembelian ini merupakan beban transportasi untuk mengangkut barang yang anda pesan dari gudang supplier ke tempat anda.

  1. Beban Angkut Pembelian Secara Tunai

Beban angkut pembelian Rp. Xxx.xxx.xxx

Kas Rp. Xxx.xxx.xxx

  1. Beban Angkut Pembelian Secara kredit

Beban angkut pembelian Rp. Xxx.xxx.xxx

Utang usaha Rp. Xxx.xxx.xxx



Baca juga

Cara Mengelola dan Melunasi Hutang pada Bisnis UKM

Cara Membuat Anggaran / Budget Proyek pada Perusahaan Kontraktor

6 Solusi Mengatasi Masalah Stok Barang dalam Bisnis Makanan dan Minuman>

Jenis dan Manfaat Chart of Account (COA) dalam Pembukuan Akuntansi>

Pengertian dan Cara Menghitung Biaya Overhead Pabrik

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin