Cara dan Contoh Penyelesaian Neraca Lajur Pada Perusahaan Dagang Beserta Laporan Keuanganny

By Ayu, 28 Juli 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Neraca lajur atau terkadang disebut worksheet adalah salah satu jenis bentuk laporan dalam siklus akuntansi. Sifat dari neraca lajur adalah opsional. Artinya jenis laporan ini bisa dibuat atau dilewati dalam membuat laporan keuangan. Namun, laporan ini sangat membantu untuk membuat laporan keuangan. Selain karena informasi yang tersedia begitu terperinci serta jika ada kesalahan akan lebih mudah untuk ditelusuri.


Jenis Neraca Lajur

Neraca lajur bentuknya ada tiga macam. Hal ini mengacu pada banyak kolom laporan yang akan digunakan.

Delapan kolom

No

Akun

Neraca saldo

Jurnal Penyesuaian

Laba rugi

Neraca

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Debit

Kredit












Sepuluh kolom  

No

Akun

Neraca saldo

Jurnal Penyesuaian

Neraca Saldo setelah disesuaikan

Laba rugi

Neraca

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Debit

Kredit














Dua belas kolom

No

Akun

Neraca saldo

Jurnal Penyesuaian

Neraca Saldo setelah disesuaikan

Laba rugi

Perubahan ekuitas

Neraca

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Debit

Kredit
















Diantara ketiga jenis neraca lajur tersebut perbedaannya terdapat penggabungan atau pemisahan serta meloncati proses tertentu. Misal dalam 8 kolom tidak melakukan perhitungan saldo pada Neraca Saldo Setelah Penyesuaian. Maka konsekuensinya dalam mengisi Laporan Laba-Rugi dan Neraca perlu menghitung lebih dulu selisih atau jumlah nominal pada akun sama namun ada nominal pada kolom Neraca dan juga Jurnal Penyesuaian. 

Sedangkan untuk yang 10 kolom terbantu dengan Neraca Saldo setelah Penyesuaian yang merupakan data/hasilnya bisa dijadikan pijakan langsung dengan menyalin nominal pada laporan Laba-Rugi dan juga Neraca tanpa perlu menghitung lagi. Jika mendapat tambahan kolom laporan perubahan ekuitas secara langsung, kemudian menjadi versi 12 kolom. 


Contoh Cara Penyelesaian

Diantara ketiga versi tersebut, yang paling umum atau sering digunakan adalah neraca lajur 10 kolom. Berikut adalah contoh cara penyelesaian menggunakan neraca lajur (10 kolom):

No

Akun

Neraca saldo

Jurnal Penyesuaian

Neraca Saldo setelah disesuaikan

Laba rugi

Neraca

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Debit

Kredit

Debit

Kredit

1

Aktiva











1.1

Kas











1.2

Piutang











1.3

.........











2.

Utang 











2.1

Utang usaha











2.2

Utang Bank











2.3

........











3.

Modal











3.1

Modal Usaha











3.2

Prive











3.3

........











4.

Pendapatan











4.1

Pendapatan usaha











4.2

Pendapatan bunga











4.3

Pendapatan lain-lain











5. 

Beban











5.1

Beban usaha











5.2

Beban gaji











5.3

Beban lain-lain
















































Dalam membuat neraca lajur pertama siapkan dulu kertas kerja yang akan digunakan. Jika dalam contoh ini adalah menyiapkan neraca lajur sepuluh kolom. Setelah itu disiapkan data yang akan dikelola dalam neraca lajur baik dari data neraca saldo dan jurnal penyesuaian. 

Jika belum membuat Neraca Saldo atau Jurnal Penyesuaian maka dibutuhkan saldo akhir setiap akun buku besar serta data akun apa saja yang mengalami penyesuaian. Jika sudah, maka tahap yang akan dilakukan sebagai berikut:

  1. Mengisi nomor akun dan akun

Untuk mengetahui akun apa saja yang sekiranya akan berpengaruh dalam pelaporan bisa berpijak akun apa saja yang ada di Neraca Saldo. Alternatif lainnya jika belum membuat neraca saldo bisa berpijak ada akun apa saja di Buku Besar. Tulis secara berurutan dari pengkodean nomor akun terkecil dan beri beberapa baris kolom kosong untuk mengantisipasi ada akun tambahan selain yang tertera di Neraca Saldo atau Buku Besar. 

  1. Mengisi Neraca Saldo

Dalam mengisi neraca saldo jika sebelumnya sudah membuat neraca saldo maka pada bagian kertas kerja hanya menyalin sesuai nama akun, nominal dan posisinya di debet atau kredit. Sedangkan jika belum, maka bisa mengisi sesuai saldo di setiap buku besar termasuk posisi debit-kreditnya.

  1. Mengisi Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian ini dibuat karena adanya penyesuaian saldo akhir dalam akun tertentu di akhir periode transaksi. Dalam mengisi harus teliti akun apa yang mengalami penyesuaian, berapa nominal dan dimana peletakan posisinya. Apakah di debit atau kredit. Namun, jika sebelumnya sudah membuat jurnal penyesuaian maka hanya tinggal menyalin nominal dan posisi debit-kredit sesuai dengan posisi akun yang mengalami penyesuaian.

  1. Mengisi Neraca Saldo Setelah Penyesuaian 

Pengisian Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (NSSD) adalah hasil perhitungan dari nominal yang ada di Neraca Saldo dan juga Jurnal Penyesuaian. Perhitungan jika di Neraca saldo dan Jurnal penyesuaian sama-sama ada nominal, masih mengikuti prinsip akuntansi, yaitu:

  • Saldo dari debit dijumlah dengan saldo debit juga menghasilkan saldo debit. 

  • Saldo yang berasal dari kredit ditambah saldo kredit juga menghasilkan saldo kredit. 

  • Saldo Debit + Saldo Kredit = Debit/Kredit yang dilakukan pengurangan lebih besar pada posisi saldo mana, maka di NSSD di letakkan pada posisi Debit/Kredit yang lebih besar.

Contohnya untuk akun Kas pada kolom Neraca Saldo ada saldo debit Rp. 3.400.000. Sedangkan masih pada akun pada Jurnal Penyesuaian masih di akun Kas terdapat saldo kredit Rp. 155.000. Maka untuk di NSSD nantinya dimana Kas ada pada dua saldo Debit dan Kredit dalam perhitungannya 3.400.000 (Debit) – 155.000 (kredit) = 3.245.000 berada pada posisi debit. Maka dalam NSSD yang dimasukkan adalah saldo Rp. 3.245.000 pada kolom debit.

Perhitungan juga berlaku jika ternyata saldo ketika dilakukan perhitungan antara debit dan kredit lebih besar di kredit maka NSSD ditulis pada posisi kredit. Sedangkan jika ada saldo tunggal saja yaitu hanya ada di Neraca Saldo atau hanya ada di Jurnal Penyesuaian saja maka nilai nominal  dipindahkan langsung sesuai posisinya. Apakah ada di debit atau kredit.

  1. Mengisi Laporan Laba Rugi

Setelah seluruh mendapat seluruh nominal pada akun-akun yang terpengaruh transaksi pada kolom NSSD maka selanjutnya mengisi kolom pada laba rugi. Dimana kolom laba rugi ini merupakan saldo pindahan dari saldo NSSD pada seluruh transaksi Pendapatan dan Beban sesuai dengan posisi debet dan kreditnya. 

Kemudian pada kolom Laba-rugi dalam kolom debit dan kreditnya masing-masing di total. Berapa total debet dan berapa total kredit. Kemudian dicari selisih Debit serta Kredit. Nilai selisih jika di posisi Debit maka kondisi usaha mengalami kerugian. Sedangkan jika selisih lebih besar di Kredit maka usaha mengalami keuntungan. Hal ini karena posisi pendapatan adalah Kredit sedangkan Beban/biaya di Debit.

  1. Mengisi Neraca

Kolom terakhir di neraca lajur adalah Neraca. Dalam pengisiannya adalah pemindahan nilai nominal setiap akun yang mempunyai nomor induk akun 1, 2, dan 3 pada NSSD. Yaitu akun seluruh akun dalam Aktiva, Utang/Kewajiban dan Modal sesuai dengan posisi debit dan kredit. 

Setelah semuanya dipindahkan sesuai dengan posisi debit dan kreditnya maka selanjutnya dilakukan penjumlahan berapa total Debit dan berapa total Kredit. Total dari Debit dan Kredit ini harus sama. Sehingga jika terjadi selisih maka sudah pasti ada kesalahan pencatatan yang perlu ditelusuri dan dikoreksi.



Baca juga

Cara Membuat Laporan Neraca (Balance Sheet) Perusahaan

Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Sehingga Membuat Neraca Tidak Balance

Perbedaan Laporan Neraca (Balance Sheet) dan Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Contoh dan penyelesaian neraca lajur pada perusahaan jasa beserta laporan keuangannya

Cara dan Contoh Neraca Saldo Setelah Penutupan Pada Perusahaan Jasa

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin