Cara Membuat Anggaran / Budget Proyek pada Perusahaan Kontraktor

By Ayu, 29 Agustus 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Bangunan-bangunan tinggi dan luas yang sering kita kunjungi seperti mall dan rumah yang saat ini kita tempati merupakan hasil dari para perusahaan kontraktor. Sebelum terbentuknya bangunan atau rumah yang utuh, perusahan kontraktor menyebutnya sebagai proyek. Sebelum perusahaan kontraktor menjalankan suatu proyek, mereka harus menentukan dan menyusun anggaran atau budget proyek tersebut terlebih dahulu. Anggaran atau budget proyek itu sendiri merupakan perhitungan rincian biaya yang dibutuhkan dalam setiap pekerjaan yang dilakukan dalam proyek konstruksi dan nantinya akan diperoleh biaya total yang akan digunakan untuk menyelesaikan suatu proyek.


Lalu, bagaimana cara membuat anggaran proyek pada sebuah perusahaan kontraktor? Mari simak pembahasan berikut mengenai cara membuat anggaran proyek dalam perusahaan kontraktor.

  1. Menyiapkan gambar proyek

Tahap pertama sebelum membuat anggaran proyek adalah mempersiapkan gambar proyek yang telah dibuat oleh seorang arsitek. Gambar proyek ini berguna untuk membuat surat izin mendirikan bangunan dan surat perjanjian kontrak kerja antara client dengan perusahaan kontraktor. Gambar proyek juga berguna saat pembuatan anggaran proyek karena bisa digunakan untuk menentukan spesifikasi dan ukuran material bangunan yang akan digunakan nantinya dan menentukan jenis-jenis pekerjaan yang akan dilakukan untuk menyelesaikan proyek tersebut.


  1. Menghitung volume pekerjaan

Volume pekerjaan disini memiliki arti yaitu satuan yang digunakan untuk mengukur suatu objek. Dalam mengerjakan suatu proyek, perhitungan volume pekerjaan biasanya dihitung dalam satuan m2 (meter persegi), m3 (meter kubik), unit, dan titik.


  1. Menghitung harga satuan pekerjaan

Harga satuan pekerjaan dibagi menjadi 2 yaitu harga material dan harga upah pekerja. Harga material didapatkan dari total harga material bangunan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu proyek. Harga upah pekerja didapatkan dari: biaya kerja per jam x estimasi waktu pekerjaan x total keseluruhan pekerja. Jadi, harga satuan pekerjaan itu adalah jumlah harga material ditambah dengan harga upah pekerja.


  1. Menghitung jumlah biaya pekerjaan

Jumlah biaya pekerjaan dapat diperoleh dari total volume pekerjaan dikalikan dengan total harga satuan pekerjaan yang telah dihitung sebelumnya.


  1. Menghitung rekapitulasi

Perhitungan rekapitulasi atau total rincian data merupakan bagian perhitungan terakhir di dalam pembuatan anggaran proyek. Dalam perhitungan ini, total biaya pekerjaan yang telah diperoleh sebelumnya dapat ditambahkan dengan biaya pajak dan biaya tambahan lainnya yang tidak termasuk biaya utama dalam anggaran proyek.


Berikut penjelasan mengenai cara membuat anggaran atau budget proyek pada sebuah perusahaan kontraktor. Semoga pembahasan di atas dapat mengurangi terjadinya peningkatan biaya pembelian bahan material bangunan yang tidak sesuai dengan volume pekerjaan, pembagian upah pekerja yang tidak sesuai, dan juga pembelian barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan dalam pembuatan proyek tersebut.


Baca juga

8 Solusi Mengatasi Masalah Mengelola Stok Barang di Gudang

7 Cara Mudah dalam Mengelola Stok Barang di Gudang

Cara dan Contoh Perhitungan Metode FIFO, LIFO dan Average

Cara Menghitung/Menentukan Modal Awal (Initial Capital/Initial Investment) Perusahaan

Jenis dan Manfaat Chart of Account (COA) dalam Pembukuan Akuntansi

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin