Cara Menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk Bisnis Online

By Martina, 24 Maret 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Harga Pokok Penjualan (HPP) atau Cost of Goods Sold bukan istilah yang asing di dunia bisnis dan akuntansi. Harga pokok penjualan merupakan total biaya langsung yang harus anda keluarkan untuk memproduksi suatu barang atau jasa. Penghitungan harga pokok penjualan barang dilakukan dengan tujuan menghitung biaya produksi yang anda keluarkan untuk memproduksi barang atau jasa tersebut. Dalam menghitung harga pokok penjualan, data yang anda perlukan adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan juga biaya overhead.


Tapi jangan salah membedakan antara harga jual dan harga pokok penjualan ya. Karena keduanya memiliki arti yang berbeda. Kalau tadi harga pokok penjualan hanya menghitung biaya produksi langsung yang akan anda keluarkan untuk memproduksi barang atau jasa, sedangkan harga jual merupakan harga yang anda bebankan kepada konsumen atau pembeli anda. Perhitungannya pun berbeda, untuk menghitung harga jual, anda harus sudah memasukkan laba atau keuntungan yang ingin anda dapatkan dan tentu saja harus sesuai agar konsumen anda tidak menganggapnya terlalu mahal atau terlalu murah.


Nah, kalau sudah paham bedanya, mari kita pahami lebih dalam mengenai harga pokok penjualan dengan rumus berikut ini:

Harga Pokok Penjualan (HPP) = Persediaan Awal + Pembelian Bersih - Persediaan Akhir

Rumus tersebut merupakan rumus umum yang digunakan di setiap bidang bisnis yang ada dan tinggal menyesuaikan saja.


Mari kita pahami satu-persatu komponen-komponen untuk menghitung harga pokok penjualan tersebut:

  1. Persediaan Awal

Persediaan awal merupakan persedian barang yang anda miliki di awal periode. Anda bisa melihatnya saldo persediaan awal barang pada neraca awal perusahaan atau neraca tahun sebelumnya.

  1. Pembelian Bersih

Pembelian bersih merupakan seluruh pembelian barang dagangan yang dilakukan perusahaan anda ditambah dengan biaya angkut dan sudah dikurangi potongan dan retur pembelian. Rumus untuk menghitung pembelian bersih adalah:

Pembelian Bersih = (Pembelian + ongkos angkut) – (retur pembelian + potongan pembelian)

  1. Persediaan Akhir

Persediaan akhir adalah persediaan barang yang tersisa di akhir periode atau tahun buku berjalan. Rumus untuk menghitung persediaan barang adalah:

Persediaan Barang = Persediaan Awal + Pembelian Bersih


Lalu, bagaimana jika ingin menghitung HPP untuk bisnis Online?

Sekarang ini merupakan era dimana bisnis online sedang menjamur dan merupakan hal yang sangat familiar di telinga kita. Kemudahan akses internet dan perilaku konsumen yang berubah seiring berkembangnya zaman menjadi faktor yang sangat mempengaruhi maraknya bisnis online ini. Untuk menghitung harga pokok penjualan (HPP) untuk bisnis online, akan lebih baik jika kita terlebih dahulu memahami konsep dari bisnis online ini.


Bisnis online merupakan segala jenis bisnis yang kita lakukan secara online atau melalui internet. Ciri khas dari bisnis online ini adalah konsumen tidak perlu bertatap muka langsung dengan para penjual atau pebisnis yang menawarkan barang atau jasa mereka. 


Kita bisa menemui berbagai macam jenis bisnis yang dijalankan secara online, yang paling banyak adalah bisnis jual –beli online atau e-commerce. Namun, tak sedikit pula orang yang menawarkan jasanya secara online. Platformnya pun beragam, dalam menjalankan bisnis online, kita tidak harus memiliki website sendiri, kita bisa menjajakan barang atau jasa yang kita jual di aplikasi seperti Lazada, Tokopedia, Shopee dan lain sebagainya. Tak hanya itu, kita pun bisa membuka toko online menggunakan akun sosial media seperti Instagram atau facebook.


Contoh kasus:

Contoh yang paling mudah adalah usaha jual beli pakaian secara online. Misalkan anda menjalankan usaha online berjualan pakaian seperti baju dan celana di daerah Samarinda, anda memiliki akun di Bukalapak dan Tokopedia, anda juga memiliki akun Instagram khusus untuk menjajakan barang dagangan anda . Anda membeli barang- barang ini dari supplier di Bandung, Jawa Barat.


Usaha anda ini sudah berjalan selama 1 tahun dan anda sudah memulai periode baru di tahun 2020. Anda ingin mengetahui Harga Pokok Penjualan dari usaha ini untuk membantu anda menyesuaikan harga jual yang pas dan tetap terjangkau oleh  konsumen anda.


Anda harus memulai dengan menghitung persediaan awal anda, anda harus menghitung nilainya dalam rupiah. Misalnya, tersisa 3 baju kemeja dengan harga beli masing – masing Rp. 50.000,- dan masih tersisa 5 buah celana jeans dengan harga beli masing – masing Rp. 100. 000.  Setelah anda jumlahkan, maka didapatlah nilai persediaan awal sebesar Rp. 650.000,-.


Setelah itu, anda melakukan pembelian lagi. Kali ini anda membeli kemeja sebanyak 10 buah dan celana jeans sebanyak 10 buah dengan harga yang sama. Namun, kali ini anda harus membayar ongkos ekspedisi alias ongkir atau ongkos kirim dari pihak supplier ke kota anda sebesar Rp. 40.000,-. Jumlahkan semuanya sehingga nilai akhir pembelian anda adalah Rp. 1.540.000,-.


Setelah melakukan aktivitas marketing, akhirnya barang dagangan anda terjual sebanyak Rp. 2.500.000,-. Artinya persediaan akhir anda adalah senilai Rp. 1.650.000,-. Artinya, persedian akhir anda senilai Rp. 540.000,-.


Dari kasus di atas, kita bisa menghitung harga pokok penjualannya sesuai rumus yang sudah ada, yaitu:

Harga Pokok Penjualan (HPP) = Persediaan Awal + Pembelian Bersih - Persediaan Akhir

Harga Pokok Penjualan (HPP) = Rp 650.000 + Rp 1.540.000 - Rp 540.000

Harga Pokok Penjualan (HPP) = Rp 1.650.000


Nah, sampai disini sudah mengerti kan? Lalu apa yang bisa kita analisis dari angka Rp. 1.650.000,- ini? 


Supaya usaha anda bisa memperoleh laba alias keuntungan, anda harus menetapkan harga jual yang total nilainya lebih tinggi dari Rp. 1.650.000,-. Namun anda juga harus memperhatikan faktor-faktor biaya lainnya, dalam kasus bisnis online, anda akan membutuhkan kuota internet dan biaya listrik serta perangkat baik itu HP atau komputer anda.


Hal ini tentu saja akan berbeda jika bisnis online anda bergerak dibidang reseller atau dropship. Dimana anda tidak perlu menyetok barang di rumah anda, dan ongkos kirimnya pun sudah ditanggung oleh pembeli. Harga pokok penjualan bisa langsung anda ambil dari biaya pembelian dengan mempertimbangkan hal-hal lain seperti biaya untuk kuota internet atau biaya membayar jasa admin untuk toko online anda.


Yang lebih rumit lagi adalah ketika bisnis online yang anda miliki berbentuk website atau e-commerce. Anda harus memperhatikan biaya-biaya lain seperti jasa pembuatan website, jasa SEO (Search Engine Optimization) dan juga SEM (Search Engine Marketing). Tentu saja biaya tenaga kerja untuk admin dan biaya overhead harus tetap anda pertimbangkan.


Baca juga

7 Cara Mengelola Anggaran Online Perusahaan Anda

5 Strategi Memasarkan Bisnis Online Anda di Instagram

Mengenal Undang Undang Perdagangan Dalam Bisnis Online

Cek Disini untuk Tahu Pajak yang Berlaku di Bisnis Online

Perbedaan Marketplace, E-commerce, dan Online Shop

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin