Cara Menghitung Biaya dengan Metode Variable High-Low

By Martina, 07 November 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Dalam menjalankan sebuah bisnis, perusahaan harus bekerja secara lebih efisien dan juga ekonomis sehingga mereka bisa beradaptasi di era globalisasi. Hal ini penting diterapkan karena perusahaan yang akan bertahan di dalam persaingan hanya perusahaan yang memang menjalankan semua kegiatannya secara lebih efisien, produktif, dan tentunya lebih ekonomis. 


Salah satu faktor untuk menunjang keberhasilan atau agar bertahan di era globalisasi adalah memiliki kemampuan di dalam menurunkan biaya. Namun di dalam penurunan biaya tersebut juga tidak sampai mengurangi atau bahkan mengorbankan mutu perusahaan. Oleh sebab itu setiap manajer perusahaan harus memahami dengan betul apa saja masalah yang akan dihadapi dan bagaimana cara penanganan terhadap masalah tersebut, terutama masalah yang berkaitan dengan biaya.


Selain itu, hal lain yang harus diperhatikan adalah mengenai pemahaman mengenai penggolongan biaya sesuai dengan perilaku biaya. Setidaknya ada tiga faktor penting yang dapat mempengaruhi perilaku biaya. Setiap faktor tersebut saling berhubungan antara yang satu dengan yang lain. Diantara ketiga faktor tersebut, terdapat faktor perubahan volume kegiatan biaya. Faktor ini didasari oleh pengaruh perubahan volume pada perubahan biaya yang di dalamnya terdiri dari biaya variabel, biaya tetap, maupun juga biaya semi-variabel.


Sebenarnya selain ketiga faktor di atas juga masih ada faktor lainnya yang dapat mempengaruhi perilaku biaya. Faktor tersebut bisa berasal dari internal maupun juga eksternal sosialisasi. Bukan hanya itu saja, masih ada faktor tradisional yang digunakan untuk menaksir biaya dan hanya digunakan untuk mempertimbangkan satu titik saja. Dengan begitu, di dalam penyusunan anggaran bisa lebih fleksibel karena sudah menggunakan rumus.


Cara Menghitung Biaya dengan Menggunakan Metode Variabel High

Di bawah ini kami akan menjelaskan kepada Anda tentang bagaimana cara menghitung biaya dengan menggunakan metode variable-high. Namun sebelum itu Anda perlu tahu bahwa metode yang akan digunakan ini masuk ke dalam kategori metode semi variabel dimana nanti kita akan mencampurkan antara titik tertinggi dan juga titik terendah.


  1. Metode titik tertinggi dan juga terendah

Metode titik tertinggi dan titik terendah juga dinamakan sebagai high and low method. Metode ini digunakan untuk memisahkan antara biaya variabel dan juga biaya tetap di dalam periode tertentu. Pemisahan biaya tersebut dilakukan antara dasar kapasitas dan juga biaya titik tertinggi dengan biaya titik terendah. High-low method ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangannya.


Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh metode ini adalah penggunaannya yang sangat sederhana sehingga dapat dihitung dan dapat dipakai dengan mudah. Sementara untuk kekurangannya adalah metode ini cenderung masih kurang teliti dan cermat. Mengapa? Karna penghitungannya hanya berdasarkan pada berapa besar tarif untuk variabel satuan. Jadi, persamaan Y = a + b (x) bisa ditentukan.


Di bawah ini akan kami jelaskan bagaimana langkah-langkah yang harus Anda lakukan ketika hendak memisahkan antara biaya variabel dan juga biaya tetap dengan menggunakan metode titik tertinggi dan juga titik terendah.

Cara menentukan biaya variabel satuan = b

  • Untuk biaya titik tertinggi yaitu Yt = a + bxt

  • Untuk biaya titik terendah adalah Yr = a + bxr

  • Sementara untuk perbedaannya yaitu Yt – Yr = bxt – bxr

  • Jadi, b (xt – xr) = Yt – Yr


Keterangan:

Yt = jumlah biaya yang ada pada titik tertinggi

Yr = merupakan jumlah biaya yang ada pada titik terendah

a = jumlah total dari biaya tetap

Xt = kapasitas tertinggi

Xr = kapasitas terendah


Cara menentukan berapa besar total biaya tetap = a

Total biaya yang ada pada biaya tetap bisa dihitung dengan melalui biaya titik tertinggi maupun juga biaya titik terendah. Adapun rumus yang digunakan yaitu : a = Yt – bxt.


Cara menentukan berapa besar anggaran fleksibel

Setelah sebelumnya Anda sudah berhasil menentukan nilai a dan b, maka langkah yang harus Anda lakukan selanjutnya adalah dengan menentukan berapa besar persamaan maupun rumus untuk biaya anggaran fleksibel. Rumusnya adalah Y=a+b x.


Di bawah ini merupakan contoh dari kegiatan reparasi dan juga pemeliharaan yang ada pada PT. Indah Jaya di tahun 2017.

Bulan Ke

Biaya Reparasi dan Pemeliharaan

Jam Mesin

1

650.000

6.000

2

715.000

5.500

3

730.000

4.000

4

500.000

4.250

5

400.000

6.000

6

850.000

7.000

7

800.000

8.000

8

1.000.000

6.000

9

700.000

6.000

10

800.000

4.000

11

500.000

4.000

12

500.000

5.500

Total

8.245.000



Di bawah ini informasi mengenai biaya reparasi dan juga pemeliharaan dari PT. Indah Jaya dengan berdasarkan tingkat kegiatan tertinggi dan terendah.

Jumlah Jam Mesin

  • Tingkat tertinggi: 8.000

  • Terendah: 4.000

  • Selisih: 4.000

Biaya reparasi dan pemeliharaan

  • Tertinggi: 1.000.000

  • Terendah: 400.000

  • Selisih:  600.000

Jadi, untuk biaya variabelnya adalah 600.000 : 4.000 = 150 per jam mesin.

Sementara itu, untuk perhitungan mengenai unsur biaya tetap di dalam biaya reparasi dan juga pemeliharaan mesin bisa Anda perhatikan berdasarkan keterangan tabel di bawah ini:

Biaya Reparasi Dan Pemeliharaan

Titik Kegiatan Tertinggi

Titik Kegiatan Terendah


Rp. 1000.000

Rp. 400.000

Rp. 100 x 8.000

800.000


Rp. 100 x 4.000


Rp. 400.000

Untuk Biaya Reparasi Dan Juga Pemeliharaan Tetap

Rp. 200.000

Rp. 200.000


Sekedar informasi bahwa fungsi dari adanya biaya reparasi dan juga pemeliharaan akan dinyatakan secara sistematis, yakni berbentuk fungsi linier dengan Y = 200.000 + 100x.


Demikian informasi yang bisa kami jelaskan tentang bagaimana cara menghitung biaya dengan metode variable high and low. Kesimpulannya, di dalam menjalankan usaha harus dilakukan dengan persiapan yang matang. Perusahaan juga harus mampu beradaptasi dengan lingkungan, apalagi di era globalisasi sekarang ini maka perusahaan akan dituntut mampu bekerja dengan efektif, efisien, ekonomis, dan juga produktif.


Untuk itu perlu dilakukan berbagai terobosan untuk membuat perusahaannya tetap bertahan. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan kemampuan untuk menekan biaya. Namun tetap tidak mempengaruhi mutu atau kualitasnya. Semoga informasi ini bermanfaat.


Baca juga

Ketahui Pengertian, Fungsi, dan Jenis Lembaga Pembiayaan Waralaba

Pengertian dan Perbedaan Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja, dan Biaya Overhead pada Industri Manufaktur

Apa itu Akuntansi Biaya? Bagaimana Klasifikasinya serta Fungsi Akuntansi Biaya Pada Perusahaan?

Ketahui Perbedaan Istilah Biaya dan Beban dalam Akuntansi

Bagaimana Cara Meletakkan Pendapatan Bunga Bank dan Biaya Administrasi Bank dalam Jurnal Akuntansi

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin