Cara Menjaga Agar Stok Gudang Anda Tetap Terjaga di Tengah Wabah COVID-19

By Martina, 18 Juni 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Kondisi yang tak dapat diprediksi mengharuskan perusahaan untuk lebih kreatif. Bukan hanya sekedar inovasi marketing dan produksi, pengelolaan stok barang juga penting di tengah pandemi COVID-19. Banyak perusahaan yang gagal mengatur stok barang karena menurunnya permintaan atau sebaliknya sehingga membuat defisit stok di gudang. 


Maka dari itu, dalam artikel ini, terdapat beberapa cara yang bisa diimplementasikan perusahaan agar stok gudang tetap terjaga di tengah wabah COVID-19. Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Cara #1 Lakukan Penghitungan Inventaris Menyeluruh

Cara atau tips pertama yang bisa dilakukan adalah mindset penghitungan inventaris secara menyeluruh. Hal ini membantu perusahaan untuk mengetahui stok di gudang secara holistik sehingga keputusan strategis yang berdampak luas bisa diambil. Dengan melakukan penghitungan inventaris secara menyeluruh maka perusahaan tahu barang mana yang harus disimpan dan dijual dengan cepat saat wabah COVID-19 terjadi. Akan sangat penting untuk mengetahui barang yang mulai habis sehingga orderan harus dilakukan lebih cepat dari sebelumnya.


Salah satu kegiatan penghitungan stok gudang secara menyeluruh adalah dengan memperkirakan divisi mana yang tidak produktif saat pandemi sehingga material untuk pekerjaan tersebut tidak dipesan. Dengan begitu, perusahaan akan memiliki jumlah materi yang sesuai berdasarkan jenis pekerjaan yang bisa diselesaikan saat pandemi. Stok barang di gudang pun akan tetap terjaga dan mampu menunjang produktivitas perusahaan. 

Cara #2 Permudah Akses ke Katalog Supplier

Selama COVID-19, pemerintah Indonesia telah memberlakukan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar yang membuat aktivitas manusia menjadi terbatas. Tantangan-tantangan baru seperti sulitnya koordinasi dan dinamisnya harga membuat perusahaan tarik ulur untuk membeli stok barang baru. Dengan keadaan seperti ini, tentu stok barang di gudang menjadi kacau dan manajemen inventaris sulit dilakukan. 


Perusahaan harus mengetahui update terbaru dari para supplier khususnya seputar harga barang. Agar stok di gudang tetap terjaga, perusahaan harus mendiversifikasi supply chain dengan memiliki multiple supplier. Perusahaan harus menjalin kerja sama dan memanfaatkan inventory software agar akses ke katalog pemasok bisa dilakukan lebih mudah. Salah satu manfaatnya adalah perusahaan menjadi lebih gampang dalam membandingkan harga dan menentukan supplier mana yang paling cocok untuk mendukung stok barang di gudang selama COVID-19. 

Cara #3 Laporkan Nilai Stok

Perusahaan mau tak mau harus menerapkan sistem yang lebih terintegrasi selama wabah pandemi terjadi. Sistem manajemen gudang dan inventory yang terhubung dengan akuntansi untuk merekonsiliasi jurnal persediaan di gudang menjadi sangat krusial. Tentu, yang harus menjadi acuan adalah pelaporan nilai keseluruhan stok barang di gudang bukan kuantitasnya.


Laporan nilai stok barang di gudang akan membuat perusahaan mengetahui total pesanan dan kapan biasanya nilai stok barang tersebut berkurang dengan membandingkan nilai stok di periode sebelumnya. Dengan begitu, perusahaan bisa menjaga stok barang secara menyeluruh baik dari nilai dan kuantitasnya. Selain itu, melaporkan nilai stok secara berkala juga bisa membantu perusahaan untuk memiliki arus kas positif. Jangan sampai, nilai stok barang di gudang jatuh harganya karena overstock. Masa-masa kritis seperti saat ini mengharuskan perusahaan untuk tetap menjaga keuangan dengan baik mulai dari inventory, produksi, hingga distribusi penjualan.

Cara #4 Gunakan Manajemen Gudang Digital

COVID-19 membuat istilah work from home (WFH) menjadi populer. Tentu, tak semua aspek pekerjaan bisa dilakukan secara WFH salah satunya adalah staf di gudang yang harus mengontrol stok barang secara berkala. Staf lapangan juga biasanya akan berkeliling dan mengecek langsung keberadaan barang di supply house. Namun, karena harus mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan para pekerja, perusahaan wajib membatasi jumlah staf yang bertugas dengan interaksi yang minimal. Tentu, ini bisa berdampak buruk pada pengelolaan stok barang di gudang.


Oleh karenanya, penggunaan manajemen gudang digital yang sudah terintegrasi bisa dimanfaatkan agar staf tetap bisa mengontrol stok barang walau kontak dengan orang lain minimal. Dengan software yang terintegrasi maka perusahaan dapat mengalokasikan stok barang tertentu secara akurat baik dari sisi jenis dan kuantitas lalu memindahkannya sekaligus, yang mana mencegah extra stops akibat barang tercecer. 

Cara #5 Atur Barang Baru dan Lama

Pengaturan barang atau stok di gudang tentu tergantung dari jenis usaha perusahaan. Namun, pada dasarnya, stok barang harus bisa berputar dengan cepat sehingga kas perusahaan terus berputar. Masa COVID-19 memaksa bisnis untuk beradaptasi secara ekstrim karena menurunnya penjualan dan kurangnya daya beli masyarakat. Tentu, stok barang harus disesuaikan sehingga tidak membebani perusahaan karena barang rusak atau biaya manajemen yang seharusnya tidak perlu membebani kas. Maka dari itu, perusahaan harus jeli dalam mengatur barang baru dan barang lama, apakah akan didonasikan, diberikan ke karyawan, atau menjualnya secara grosiran.


Ketika perusahaan merasa telah terjadi over-stock karena menurunnya penjualan secara mendadak maka mendonasikan barang menjadi salah satu solusi sosial. Memberikan barang tersebut ke karyawan yang terkena PHK juga bisa menjadi alternatif lain bagi perusahaan di tengah kondisi kritis saat ini. Opsi yang mungkin lebih menarik adalah dengan menjual barang lama atau baru secara grosir sehingga konsumen tertarik untuk membelinya dalam jumlah besar. Penjualan barang baru terjadi karena melesetnya perkiraan permintaan di pasar akibat pandemi korona. Perusahaan bisa menjualnya langsung atau hold sales tergantung dari penyesuaian stok dikurangi agar tidak over-capacity

Cara #6 Perkirakan Barang Paling Banyak Dipesan

Ahli pada satu bidang lebih baik daripada “bisa” di berbagai bidang. Ungkapan itu mungkin cocok untuk menggambarkan tips yang terakhir ini. Saat COVID-19 terjadi, perusahaan harus jeli dan fokus pada penjualan satu atau beberapa jenis barang saja. Khususnya perusahaan yang biasa menjual berbagai produk sekaligus. Untuk menjaga stok barang di gudang, maka perusahaan sebaiknya fokus pada barang yang paling lancar siklus gudangnya.


Walau tak menjamin, dengan dasar itu perusahaan bisa fokus dan menggunakan dana sebaik mungkin tanpa membeli stok barang yang kurang laku sebelum pandemi. Belilah barang tersebut lebih awal dengan kuantitas besar. Hal ini untuk mencegah terjadinya lonjakan harga yang tak terduga. Dengan begitu, perusahaan bisa memiliki full-stock untuk barang yang paling laku tanpa takut terjadi kenaikan harga di kemudian hari. Memaksimalkan stok barang yang paling laku dan menjadi penjual tunggal bisa memberikan keuntungan yang lebih tinggi ketimbang menyediakan semua barang dalam jumlah kecil yang belum tentu lancar perputarannya. Tentu, teknik ini bisa mencegah stok gudang yang tidak efektif di kemudian hari. 


Nah, itu dia ulasan singkat mengenai cara untuk menjaga stok barang di gudang tetap aman. Yang diperlukan perusahaan pada dasarnya adalah kombinasi antara aspek digital dan inovasi produk yang ingin di simpan di gudang. Dalam beberapa hal, prediksi dan perkiraan permintaan selama Covid-19 juga menjadi kunci terjaganya stok barang. Semoga artikel ini bermanfaat!


Baca juga

Contoh Cara Mengelola Gudang dengan Warehouse Management System (WMS)

Contoh Mengelola Stok Barang Dagang di Gudang Secara Sederhana dengan Excel

Cara Tepat Menentukan Gudang yang Cocok untuk Berbagai Jenis Usaha Manufaktur

Prinsip, Tipe, Jenis, Fungsi Gudang serta dan Atribut yang Perlu Diperhatikan pada Gudang (Warehouse)

Definisi dan Perbedaan Metode FIFO, LIFO, AVERAGE dalam Akuntansi Persediaan Stok

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin