Cara Mudah Membuat Cash Flow

By Aulia, 26 Februari 2022
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Cash Flow adalah hal penting yang perlu Anda siapkan ketika berkomitmen memasuki dunia bisnis. Ketika mengurus bisnis, Anda harus membuat berbagai laporan, bukan cuma sekadar berfokus pada laporan laba dan rugi saja. Laporan arus kas atau cash flow juga menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan keuangan bisnis Anda. Lalu apa itu cash flow dan bagaimana cara membuatnya? Berikut penjelasannya:

Definisi Cash Flow

Cash flow atau arus kas adalah rincian dari jumlah kas yang masuk dan keluar dalam periode tertentu. Dengan kata lain, cash flow adalah jumlah uang tunai (mata uang) yang dihasilkan atau dikonsumsi dalam periode waktu tertentu. Dalam bisnis, uang yang didapatkan sebagai penjualan adalah bagian dari pemasukan. 


Sebaliknya, uang yang digunakan untuk pembelanjaan terkait kebutuhan produksi termasuk dalam pengeluaran. Bisnis atau perusahaan juga bisa mendapatkan pemasukan dari bunga, royalti, dan investasi.


Adanya laporan cash flow akan membantu kita menganalisis berapa total pemasukan dan pendapatan yang dimiliki dalam bisnis. Tak hanya itu, pencatatan cash flow juga membantu kita mendeteksi darimana saja sumber pendapatan bisnis dan kemana saja uang yang dibelanjakan. Karena itu, pembuatan cash flow dibutuhkan teknik khusus agar data yang dihasilkan benar-benar akurat.




Manfaat Cash Flow


Memiliki pencatatan cash flow yang baik akan mempermudah kita dalam mengelola bisnis. Selain itu, pencatatan cash flow yang baik juga memberikan sejumlah manfaat berikut:

  1. Menghindari pengeluaran berlebih dalam bisnis

Tanpa pencatatan cash flow yang baik, kita akan bingung kemana saja perginya uang. Pemasukan bisnis juga jadi berantakan. Hal tersebut bisa membuat uang untuk pengelolaan bisnis terpakai untuk urusan pribadi atau hilang begitu saja.


Dengan mengelola arus kas secara efektif, Anda lebih mudah mengendalikan uang bisnis Anda. Anda juga lebih mudah mengendalikan pengeluaran dan ju menghindari adanya overspending budget alias pemborosan dalam bisnis.


  1. Pikiran lebih tenang

Tidak memiliki uang tentu membuat kita stres setengah mati, bukan? Dalam bisnis juga berlaku hal yang sama. Jika uang untuk operasional bisnis habis, pikiran tentu tak tenang. Dengan manajemen arus kas yang baik, Anda bisa lebih mudah mengendalikan keluar masuknya uang sehingga resiko kehabisan budget operasional pun bisa diminimalisir.


  1. Memastikan likuiditas dan profitabilitas bisnis

Laporan arus kas membantu Anda untuk memastikan posisi likuiditas dan profitabilitas suatu perusahaan. Likuiditas adalah kemampuan perusahaan membayar kewajiban segera setelah jatuh tempo. Laporan arus kas membantu Anda untuk mengetahui semua informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan. Jadi, Anda bisa sekaligus memastikan posisi likuiditas dan profitabilitas bisnis Anda.


  1. Membantu menyusun strategi bisnis

Laporan Arus Kas bisa  membantu Anda untuk mengetahui berapa banyak dana yang diperlukan untuk kebutuhan perusahaan, berapa banyak uang yang dihasilkan dari sumber internal, dan berapa banyak uang tunai yang dapat diperoleh dari luar bisnis.


Semua informasi tersebut membantu Anda untuk mempersiapkan anggaran kas. Dengan demikian, Anda bisa menyusun strategi bisnis dan melakukan koordinasi untuk pengembangan bisnis di masa depan.

Komponen dalam Cash Flow

Sebelum membuat laporan cash flow, Anda perlu memahami komponen apa saja yang terdapat di dalamnya. Berikut komponen yang diperlukan dalam pembuatan cash flow:

  1. Arus kas kegiatan operasional

Arus kas kegiatan operasional adalah cash flow yang berasal dari proses transaksi kegiatan di dalam perusahaan itu sendiri. Transaksi bisa berupa pemasukan atau pengeluaran perusahaan, seperti uang hasil penjualan, pelunasan pajak, pembayaran upah karyawan, dan sejenisnya.


  1. Arus kas investasi

Arus kas ini berasal dari pemasukan dan pengeluaran yang berkaitan dengan penjualan atau pembelian aktiva perusahaan.

Jenis arus kas ini memiliki pengaruh besar pada aset non lancar. Contoh arus kas investasi antara lain pembelian aset tetap atau penjualan alat produksi yang sudah tak terpakai.


  1. Arus kas kegiatan pendanaan

Komponen arus kas ini berasal dari transaksi yang berpengaruh pada ekuitas dan utang perusahaan. Contoh arus kas kegiatan pendanaan antara lain pembayaran dividen, pelunasan kredit bank, atau penjualan obligasi.

Cara Membuat Cash Flow

Pembuatan laporan cash flow terdiri dari empat tahapan. Berikut tahap membuat cash flow untuk bisnis Anda:

  1. Catat saldo awal

Untuk pencatatan cash flow di bulan pertama, mulailah dengan menuliskan jumlah total uang tunai yang dimiliki bisnis Anda. Jadi, hitung semua uang tunai yang ada dalam rekening bank khusus bisnis Anda.


  1. Hitung semua uang masuk

Cari tahu semua pemasukan yang Anda dapatkan selama satu bulan. Hitung pemasukan aktual yang Anda terima, bukan penjualan yang telah Anda lakukan. Misalnya, jika Anda menandatangani kontrak sebesar Rp 20 juta selama enam bulan ke depan namun  hanya menerima Rp 15 juta bulan ini, Anda hanya perlu  menghitung Rp 15 juta yang Anda dapatkan bulan ini karena jumlah tersebut adalah uang tunai yang Anda miliki.


Hitung semua uang yang masuk, termasuk semua pemasukan atasi penjualan sebelumnya yang Anda lakukan secara kredit, setiap transfer uang pribadi Anda ke dalam bisnis, dan pinjaman apa pun yang mungkin Anda ambil selama periode tersebut. 


  1. Hitung semua uang yang keluar

Setelah menghitung semua uang yang masuk, langkah berikutnya adalah menghitung semua uang yang keluar untuk bulan itu. Cata semua pengeluaran seperti biaya sewa tempat, gaji karyawan, pajak, pembayaran pinjaman, dan sejenisnya. Perhitungkan semua uang yang akan Anda keluarkan untuk bulan ini.


Jika Anda memiliki tagihan tahunan untuk seperti asuransi, tetapi harus membayar semuanya sekaligus atau dua kali setahun, catat pada bulan di mana Anda harus membayarnya. Namun, Anda harus memiliki uang yang diperlukan untuk membayarnya saat masa jatuh tempo.


  1. Hitung selisih uang masuk dan keluar

Langkah terakhir yang harus Anda lakukan adalah menghitung selisih uang yang masuk dan keluar di akhir bulan. Selisih tersebut nantinya bisa Anda gunakan sebagai saldo pembukaan di awal bulan berikutnya. Jika hasil perhitungan negatif, hal itu menandakan bahwa bisnis Anda sedang kekurangan uang alias pemasukan yang didapatkan tidak bisa menutupi pengeluaran. Jadi, Anda harus menganalisis kembali pos-post pengeluaran mana saja yang bisa diperkecil angkanya atau menambah sumber pemasukan.


Demikian cara mudah membuat cash flow. Cash flow seringkali disepelekan oleh banyak pengusaha. Padahal, laporan cash flow yang baik memiliki banyak manfaat untuk perkembangan bisnis Anda.



Baca juga

Syarat Penyerahan Barang pada Perusahaan Barang: FOB Shipping Point dan FOB Destination

Penerapan Manajemen Piutang untuk Menghindari Piutang Tak Tertagih

4 Cara Rahasia Mendapatkan Klien Baru

Manfaat Etika Bisnis dan Tanggung Jawab

Melalui CeBIT Australia 2018, Ukirama Masuk ke Pasar Internasional

© 2022 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin