Cara Mudah Menyelesaikan Laporan Tutup Buku Akhir Tahun

By Ayu, 18 Desember 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Tutup buku bukanlah istilah yang asing bagi dunia per akuntansi an. Namun, jika Anda yang tidak memiliki kemampuan dasar tentang akuntansi, mungkin ini bisa jadi hal yang baru.

Secara singkat tutup buku merupakan kegiatan yang dilakukan di bagian keuangan dalam rangka meng-cut off atau menutup pelaporan di akhir periode. Tutup buku biasanya dilakukan dengan dua tahap, yaitu pada saat akhir bulan dan pada akhir tahun.

 

Konsep dasar tutup buku setiap perusahaan adalah pemindahan nilai saldo akhir setiap akun-akun di Neraca yang akan menjadi saldo awal untuk bulan atau tahun berikutnya.

Sedangkan nilai saldo akhir setiap akun-akun di Laba Rugi ditutup kemudian dipindahkan ke akun laba tahun ini yang sedang berjalan (current year earnings) setiap bulannya dan laba tahun berjalan akan ditutup kemudian dipindahkan ke laba ditahan (retained earnings) pada akhir tahun setelah tutup buku akhir tahun dilakukan.


Langkah-Langkah Tutup Buku

Kegiatan tutup buku dalam penyusunan laporan keuangan akhir taun ini sebenarnya dikenal dengan membuat jurnal penutup. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan saat menutup pembukuan.

a. Menutup Saldo Pendapatan

Pendapatan

xxx

 

Ikhtisar Laba/Rugi

 

xxx

 

b. Menutup Saldo Beban

Ikhtisar Laba/Rugi

xxx

 

Beban

 

xxx

 

c. Menutup Akun Ikhtisar Laba/Rugi

Ikhtisar Laba/Rugi

xxx

 

Modal

 

xxx

Modal ini berupa laba tahun  yang sedang berjalan di mana nilainya berasal dari Laba/Rugi yang ada di laporan Laba-rugi. Selanjutnya ketika sedang tutup buku, akun Laba Tahun Berjalan di balik ke akun Laba Ditahan. Akun Laba Ditahan inilah yang akan digunakan sebagai dasar pembagian dividen.

Setelah mengetahui mengenai kegiatan tutup buku, maka bisa dilihat bahwa untuk melakukan tutup buku diperlukan ketelitian dan proses/waktu yang panjang.

Manfaat Tutup Buku


Tutup buku merupakan kegiatan yang harus dilakukan baik pada bidang akuntansi maupun audit. Cut-off juga harus dilakukan meskipun proses akuntansi dibantu dengan menggunakan software akuntansi.

Hal ini karena banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan melakukan tutup buku. Baik di pihak internal maupun eksternal sebuah perusahaan. Diantaranya yaitu:

  1. Mengetahui posisi keuangan serta kekayaan sebuah perusahaan dengan cara melihat nilai akhir  dari laporan Neraca.

  2. Mengetahui serta menilai kinerja keuangan di perusahaan dengan melihat nilai akhir dari laporan Laba-Rugi.

  3. Membentuk saldo pada awal bulan/tahun/periode atas akun-akun yang ada di Neraca dengan merujuk pada saldo akhir periode sebelumnya.

  4. Menganalisis rasio keuangan.

  5. Melakukan pembagian dividen dari laba ditahan setelah tutup buku akhir tahun dilakukan.

  6. Sebagai langkah akhir cut-off data keuangan.

Fungsi dari tutup buku antara lain:

  • Mencari selisih dengan cepat

Semakin Anda sering melakukan tutup buku di periode yang telah Anda tentukan maka akan mempermudah Anda dalam mencari selisih atau perbedaan dalam pembukuan dengan bukti fisik.

  • Pelaporan keuangan

Tutup buku memiliki tujuan untuk mendapatkan hasil akun akhir periode tutup buku dilakukan. Jadi ketika laporan keuangan akan dibuat tinggal memasukkan nilai akhir dari masing-masing akun yang sudah ditutup.

Misalnya : Seperti pihak eksternal contohnya bank, ataupun pajak yang tiba-tiba meminta data keuangan atas usaha kegiatan perusahaan.

Nah, kalau perusahaan sering melaksanakan tutup buku maka laporan keuangan akan bisa cepat diselesaikan sewaktu-waktu. Padahal aktualnya perusahaan membuat Laporan Keuangan setahun sekali (31 Des).

  • Rapih nya pembukuan

Tutup buku memiliki tujuan untuk merapihkan pembukuan. Jadi nanti akan menghasilkan data pembukuan yang update dan terbaru.

Inilah alasan mengapa tutup buku akhir bulan dan tahun ini harus dilakukan, bahkan wajib hukumnya:

  1. Mengetahui nilai akhir dari laporan neraca sehingga pihak yang berkepentingan baik internal dan eksternal perusahaan seperti bagian direksi, pemodal, dan pihak ketiga dapat melihat posisi keuangan dan kekayaan perusahaan.

  2. Mengetahui nilai akhir dari laporan laba-rugi sehingga pihak yang berkepentingan seperti direksi, pemodal, dan pihak ketiga dapat melihat kinerja keuangan perusahaan.

  3. Melakukan analisis rasio keuangan.

Nah,itulah ulasan tentang cara menyelesaikan laporan tutup buku akhir tahun. Semoga bermanfaat untuk anda.



Baca juga

Cara Menghitung Minimum Stok Barang di Gudang Perusahaan Manufaktur

Cara Membuat Laporan Stok Pada Bisnis Cafe Anda

Jenis Jenis Bisnis Franchise Dan Bagaimana Peluang Serta Keuntungannya

Strategi Memenangkan Negosiasi Harga Dengan Vendor Supplier Dalam Bisnis Retail

Cara Mengelola Stok Barang Dalam Bisnis Kopi Anda

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin