Cara Penjurnalan dan Metode Penghapusan Piutang Tak Tertagih

By Martina, 23 Juli 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Piutang merupakan salah satu akun dalam pembukuan yang disajikan pada neraca. Piutang adalah salah satu jenis transaksi yang timbul karena klien anda berhutang pada perusahaan. Ciri-ciri piutang sendiri terdiri dari beberapa hal yakni adanya nilai jatuh tempo beserta tanggalnya serta adanya bunga yang berlaku. Jenis piutang juga beragam mulai dari piutang usaha, wesel tagih dan piutang lain-lain. Piutang usaha merupakan piutang yang timbul karena pembelian secara kredit. Wesel tagih ialah surat perjanjian yang diterbitkan sebagai bentuk pengukuran utang. Piutang lain-lain adalah piutang yang mencakup selain piutang dagang seperti piutang gaji atau restitusi pajak.

Pengertian Penghapusan Piutang Tak Tertagih

Ada kalanya piutang yang ditunggu pembayarannya gagal untuk dilunasi sehingga timbul piutang tak tertagih. Tentu saja ada alasan kenapa piutang ini tak bisa ditagih seperti klien mengalami kebangkrutan sehingga tidak bisa memenuhi kewajiban hutangnya. Adapun alasan lain seperti kejadian luar biasa contohnya bencana alam, kebakaran dan lain sebagainya. Ketika piutang tak bisa ditagih maka perlu melakukan penghapusan piutang tak tertagih ini. terdapat beberapa metode penghapusan piutang yang bisa anda simak penjelasannya sebagai berikut :

Metode Cadangan

Metode cadangan biasa digunakan untuk piutang yang memiliki nominal yang besar. Hal ini membuat perusahaan menaksir kerugian piutang dengan mengkreditkan kerugian piutang dan mendebitkan cadangan kerugian piutang yang dicatat pada jurnal penyesuaian. Saat memperkirakan taksiran piutang yang tidak tertagih maka anda akan menjurnalnya sebagai berikut :

Beban cadangan kerugian piutang xxx

Cadangan kerugian piutang xxx

Saat perusahaan yang berhutang kepada anda menyatakan benar-benar tidak bisa membayar hutangnya maka perlu dilakukan penghapusan piutang. Penghapusan piutang ini bisa anda jurnal dengan cara sebagai berikut :

Cadangan kerugian piutang xxx

Piutang xxx

Beberapa waktu kemudian kreditur ternyata menyampaikan bahwa ia bisa melunasi hutangnya pada perusahaan anda. Saat hal ini terjadi tentu perlu menjurnal kembali cadangan kerugian piutang yang sudah anda debitkan sebelumnya. Jurnalnya ialah sebagai berikut :

Piutang xxx

Cadangan kerugian piutang xxx

Saat pelunasan piutang kreditur memilih untuk membayar hutangnya secara tunai maka jurnalnya ialah sebagai berikut :

Kas xxx

Piutang xxx

Dalam menaksir piutang tak tertagih dalam metode langsung terdapat tiga cara. Metode yang dimaksud diantaranya adalah prosentase dari penjualan, prosentase dari saldo piutang dan analisa umur piutang. Berikut penjelasan singkatnya dari metode yang disebutkan sebelumnya berikut ini :

  1. Prosentase Saldo Piutang

Dalam menentukan taksiran piutang tak tertagih dengan prosentase saldo piutang terdapat dua cara yakni dengan jumlah cadangan kerugian piutang ditambah prosentase tertentu dari saldo piutang tanpa harus memperhitungkan saldo cadangan yang masih ada. Yang kedua sama dengan cara pertama namun dengan memperhitungkan saldo cadangan yang masih ada.

  1. Prosentase Penjualan

Taksiran piutang tak tertagih bisa juga dengan menentukan prosentase dari penjualan, penjualan bersih maupun penjualan kredit bersih.

  1. Analisa Umur Piutang

Cara yang terakhir dengan menganalisa umur piutang yakni mempertimbangkan jatuh tempo penjualan kredit.

Metode Langsung

Dalam metode langsung tidak ada taksiran piutang tak tertagih sehingga pencatatan piutang tak tertagih terjadi ketika piutang dinyatakan benar-benar tidak bisa ditagihkan. Dengan memakai metode langsung maka piutang yang disajikan dalam neraca merupakan piutang bruto. Rekening kerugian piutang akan menunjukkan jumlah kerugian perusahaan yang sesungguhnya. Saat piutang tak bisa ditagih dan diputuskan untuk dilakukan penghapusan piutang maka jurnalnya akan seperti berikut ini :

Beban penghapusan piutang xxx

Piutang xxx

Apabila dikemudian hari kreditur menyatakan mampu membayar piutangnya maka jurnalnya akan dicatat sebagai berikut ini :

Piutang xxx

Beban penghapusan piutang xxx

Ketika pelunasan piutang terjadi dan kreditur memilih untuk membayar hutangnya secara tunai maka pencatatannya akan sebagai berikut ini :

Kas xxx

Piutang xxx

Apabila pelunasan piutang ini terjadi saat dilakukannya tutup buku perusahaan pada periode tertentu maka bisa dicatat sebagai berikut :

Piutang xxx

Pendapatan lain-lain xxx

Saat terjadi penerimaan uang atas piutang yang bersangkutan maka akan dicatat sebagai berikut ini :

Kas xxx

Piutang xxx

Cara Mudah Mencegah Piutang Tak Tertagih

Tentu anda tak menginginkan piutang yang anda miliki tak bisa ditagih. Sebelum itu terjadi anda patut melakukan beberapa hal berikut ini agar piutang anda lancar dibayarkan oleh kreditur.

  1. Rajin Menagih

Ketika piutang mendekati jatuh tempo ada baiknya anda menagih piutang tersebut dengan mengirimkan email atau surat pemberitahuan piutang akan jatuh tempo.

  1. Berikan Denda dan Diskon

Anda juga bisa memberikan denda untuk piutang yang telah jatuh tempo dan menawarkan diskon bagi yang membayar sebelum termin.

  1. Lakukan Blacklist

Ada baiknya juga menggolongkan piutang anda dalam beberapa kategori seperti piutang lancar, tidak lancar,dicadangkan dan piutang yang dihapuskan. Lakukan blacklist pada kreditur yang suka sekali menunda pembayaran.


Baca juga

Tahapan Perencanaan Produksi pada Perusahaan Manufaktur

Cara Mengelola Uang Kas (Petty Cash) dalam Perusahaan

Pengendalian Piutang Usaha Bagi Perusahaan Dagang

Cara Menghitung Keuntungan Perusahaan Kontraktor Secara Efisien

Jenis-Jenis Transaksi yang Terjadi pada Perusahaan Dagang

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin