Cegah Defisit Kas Perusahaan Anda dengan 6 Cara Ini

By Martina, 12 Februari 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Dalam menjalankan suatu perusahaan, arus kas adalah sesuatu hal yang harus ditangani secara serius. Terjadinya permasalahan pada arus kas merupakan sesuatu hal yang mungkin terjadi. Permasalahan ini akan muncul jika terjadi ketidakseimbangan antara arus dana yang masuk dengan yang keluar. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa permasalahan tidak hanya terjadi jika dana keluar lebih besar daripada dana masuk, tetapi juga pada saat dana masuk lebih besar daripada dana keluar. Kondisi kas perusahaan yang baik adalah jika kondisi kas seimbang yaitu pada saat dana masuk sama dengan dana keluar.


Seperti yang sudah disebutkan di atas, salah satu ketidakseimbangan arus kas terjadi pada saat dana keluar lebih besar dibandingkan dengan dana masuk. Pada saat kondisi ini terjadi dapat dikatakan bahwa kas perusahaan mengalami defisit. Dibandingkan dengan permasalahan kas lainnya, defisit kas adalah kondisi yang paling berat. Defisit kas disebabkan oleh pengambilan keputusan yang gegabah yang menyebabkan pengeluaran terus terjadi, bahkan sampai berutang demi melakukan pengeluaran.


Jangan sampai hutang sampai menumpuk karena hal ini akan semakin membahayakan kondisi kas perusahaan. Jika dana keluar tidak segera dikendalikan, aset-aset yang tadinya sudah terkumpul lama kelamaan akan berkurang. Bahkan jika terus terjadi, bisa habis. Hal ini tentunya akan berdampak buruk bagi kondisi perusahaan. Kegiatan operasional akan terganggu dan bahkan akan mempengaruhi perkembangan bisnis perusahaan. Oleh karena itu, para pengusaha harus terlebih dahulu mengambil langkah-langkah untuk mencegah defisit kas perusahaan.

  1. Menekan dana keluar

Pada saat dana keluar lebih besar daripada dana masuk, seorang pengusaha harus mulai berhati-hati pada saat melakukan pengeluaran dana. Pastikan bahwa dana keluar benar-benar untuk sesuatu hal yang dibutuhkan. Untuk itulah perlu diketahui secara pasti apa yang menjadi kebutuhan bisnis atau usaha tersebut. Salah satu cara untuk membantu pengecekan bahwa pengeluaran yang dilakukan adalah untuk memenuhi kebutuhan perusahaan adalah dengan menyusun daftar pengeluaran. Dengan adanya daftar pengeluaran, maka dapat dikategorikan pengeluaran berdasarkan skala prioritasnya. 

Pada saat mengambil keputusan dalam melakukan pengeluaran, pastikan juga pengeluaran tersebut dilakukan secara efektif dan efisien. Jika tidak termasuk dalam skala prioritas, maka pengeluaran tidak perlu dilakukan. Jika ingin menciptakan kondisi yang lebih efisien, pengeluaran dapat tetap dilakukan namun dengan opsi yang lebih efisien. Hal ini dapat dilakukan dengan memilih suatu kebutuhan dengan manfaat yang sama namun dengan biaya yang lebih rendah.


  1. Mengevaluasi kondisi bisnis perusahaan

Evaluasi bisnis dapat dilakukan dengan melihat kondisi bisnis perusahaan sendiri maupun kompetitor. Pengusaha dapat melakukan perbandingan antara harga barang yang dijual oleh usahanya dengan harga barang sejenis yang dijual oleh kompetitor. Perhatikan juga apakah barang yang ditawarkan sudah memperoleh tempat pada area pasar yang ditargetkan. Penting juga bagi pengusaha untuk melihat bagaimana perkembangan permintaan pasar serta keberadaan barang-barang dengan inovasi terbaru di tengah pasar. Dengan demikian, pengusaha dapat mengevaluasi kelebihan dan kelemahan bisnis nya. 

Inovasi pun perlu dilakukan demi mengembangkan bisnis dan menjawab kebutuhan pasar. Inovasi yang sesuai dengan perkembangan zaman dan sesuai dengan kebutuhan target pasar akan memberikan dampak positif bagi perusahaan. Perusahaan akan memiliki posisi yang kuat di tengah pasar sehingga peningkatan dana masuk pun akan terjadi. Dengan demikian defisit kas perusahaan pun tidak terjadi.


  1. Menghindari penumpukkan stok

Manajemen stok merupakan sesuatu hal yang krusial untuk dilakukan. Sebagai contoh, bagi seorang pengusaha retail, salah satu produk yang ditawarkan adalah makanan maupun minuman ringan. Tentunya produk-produk tersebut memiliki tanggal kadaluarsa. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa manajemen stok dilakukan secara FIFO (First In First Out). Produk yang datang pertama kali akan kadaluarsa lebih dahulu dibandingkan dengan produk yang datang setelahnya. Jika pengaturan ini tidak dilakukan dengan baik, akan banyak stok barang yang rusak (karena sudah kadaluarsa) dan akhirnya terbuang.

Stok produk yang rusak, terlebih dalam jumlah yang besar, akan mengakibatkan pengeluaran kas yang mendadak. Pencegahan terjadinya kondisi ini dapat dilakukan dengan secara teratur mengecek laporan persediaan. Selain memastikan penjualan produk secara FIFO (sesuaikan dengan jenis produk), perlu dilihat juga apabila ada kuantitas produk masih menumpuk dalam jumlah besar dan penjualanya semakin lambat. Jika hal ini terjadi, produk dapat dijual dengan potongan harga atau sesuai dengan harga pokok. Dengan demikian arus kas dapat ditingkatkan dan tidak ada stok produk yang menumpuk.


  1. Menagih piutang secara berkala

Penagihan piutang kepada pelanggan merupakan sesuatu hal yang tidak boleh disepelekan. Jika penagihan tidak dilakukan secara berkala, kondisi kas perusahaan pun akan mengalami dampak nya. Untuk mencegah terjadinya kondisi defisit kas, pastikan penagihan piutang sudah mulai dilakukan sebelum tanggal jatuh tempo.

Misalnya seorang pengusaha sudah menetapkan bahwa pembayaran piutang akan jatuh tempo dalam 30 hari. Pengusaha tersebut dapat melakukan penagihan pada hari ke-10, ke-20, dan 3 hari sebelum tanggal jatuh tempo yang sudah disepakati. Dengan melakukan penagihan secara berkala, piutang akan dibayarkan tepat waktu. Yang berarti kondisi kas perusahaan tidak akan terganggu.


  1. Membuat laporan arus kas

Para pengusaha akan dimudahkan dalam melakukan pengembangan bisnis jika memiliki laporan keuangan yang tertata dengan baik dan lengkap. Di dalam laporan keuangan tersebut sudah ada laporan arus kas. Dengan demikian, pengusaha tersebut dapat melihat apabila dana masuk dan dana keluar menunjukkan ketidakseimbangan.


  1. Membuat rencana kebutuhan di masa datang

Pada saat suatu perusahaan dalam kondisi relatif baik, pengusaha harus tetap memantau keuangannya dengan baik. Perencanaan keuangan untuk masa mendatang, misalnya untuk pembelian kebutuhan dan pembayaran utang, harus dilakukan dengan baik. Jangan sampai karena perhitungan tersebut tidak dilakukan dengan cermat, kas perusahaan menjadi jatuh ke dalam kondisi defisit. Pastikan sudah ada dana yang dialokasikan untuk hal-hal krusial seperti pembayaran hutang.

Perencanaan ini dapat dilakukan dengan mengelola dana masuk dengan baik. Kemudian, alokasikan dana termasuk untuk kebutuhan di masa mendatang. Tanpa perencanaan untuk kebutuhan di masa depan, operasional dan perkembangan perusahaan akan terganggu.



Baca juga

Cara dan Contoh Membuat Jurnal Penerimaan Kas (Buku Kas Masuk) dan Jurnal Pengeluaran Kas (Buku Kas Keluar)

Pelajari Cara Menghitung Kas Kecil dengan Metode Imprest & Fluktuasi

Cara Tepat Membaca Laporan Arus Kas

12 Cara Meningkatkan Arus Kas (Cash Flow) Perusahaan Dagang

Kas Kecil (Petty Cash) dan Kas di Bank (Cash in Bank)

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin