Contoh Cara Mencatat Pendapatan dan Penerimaan Bisnis dalam Jurnal Secara Sederhana

By Martina, 31 Juli 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Bisnis tentu akan selalu berurusan dengan pencatatan pendapatan dan penerimaan. Walau terdengar sama, dalam konteks tertentu, pendapatan dan penerimaan sedikit berbeda. Bisnis agar tak merugi harus mampu mencatat setiap transaksi yang berkaitan dengan pendapatan atau penerimaan kas dengan baik. Apalagi bisnis kecil atau baru berdiri, pencatatan harus tetap dilakukan sesuai kaidah akuntansi yang benar agar tak membingungkan nantinya.


Sebelum memahami cara serta contoh mencatat pendapatan usaha terhadap setiap transaksi penerimaan kas, ada baiknya untuk memahami beberapa hal terlebih dahulu khususnya persamaan akuntansi dan jurnal dalam akuntansi. Hal ini penting agar Anda tidak bingung saat hendak mencatat pendapatan di jurnal akuntansi.


Tenang saja, dalam artikel ini, penjelasan akan dilakukan dengan jelas, singkat, namun mudah dimengerti.


Penggolongan Akuntansi 

Secara umum, segala jenis transaksi perusahaan atau bisnis dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok akun yaitu Harta atau Aset atau Aktiva, Utang, Modal, Pendapatan, dan Beban. Harta adalah keseluruhan kekayaan perusahaan termasuk uang kas, piutang, persediaan, perlengkapan, pendapatan yang masih diterima, hingga prive.


Utang adalah semua bentuk kewajiban perusahaan terhadap pihak ketiga baik dalam jangka panjang maupun pendek. Modal atau ekuitas adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan secara keseluruhan yang telah dikurangi total hutang. Sedangkan pendapatan adalah segala penghasilan atau penerimaan kas yang diterima perusahaan.


Tapi, jangan terkecoh dengan akun “pendapatan diterima dimuka (utang)” atau akun “pendapatan yang belum diterima (piutang)” karena kedua akun tersebut bukanlah akun pendapatan walau bisa mempengaruhi pendapatan perusahaan nantinya. Yang terakhir adalah Beban, yaitu semua tanggungan perusahaan karena kegiatan operasi maupun non-operasional.


Persamaan Akuntansi 

Untuk mencatat pendapatan ke jurnal khusus dengan benar, memahami persamaan dasar akuntansi sangat penting. Persamaan dasar akuntansi adalah:

Aset = Utang + Modal, persamaan ini diperluas menjadi:

Aset + Beban = Utang + Modal + Pendapatan


Persamaan akuntansi tersebut mengindikasikan posisi normal ketika terjadi penambahan pada akun-akun tersebut. Sebelah kiri adalah posisi debit sedangkan sebelah kanan adalah posisi kredit. Contohnya, ketika akun aset atau aktiva baik lancar maupun tidak lancar bertambah, maka posisinya berada di debit bila berkurang di kredit. Sedangkan ketika terjadi penambahan pada akun utang, modal, dan pendapatan, maka posisinya berada di kredit.


Jurnal Umum, Jurnal Khusus, dan Penyesuaian 

Setelah mengetahui tentang akun sekaligus persamaan akuntansi, kini saatnya untuk memahami jurnal khusus dan jurnal penyesuaian sebagai tempat pencatatan pendapatan serta penerimaan kas perusahaan. Jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat segala jenis transaksi perusahaan dagang dalam satu periode.


Jurnal umum biasanya digunakan pada perusahaan jasa. Di dalam jurnal khusus terdapat jurnal yang bernama jurnal penerimaan kas yang berfungsi untuk mencatat segala penerimaan kas dari proses penjualan cash perusahaan, bukan penjualan kredit. Yang terakhir adalah jurnal penyesuaian yang mana digunakan untuk menyesuaikan akun-akun tertentu salah satunya adalah pendapatan.


Pendapatan Perusahaan Jasa dan Penerimaan Kas Perusahaan Dagang 

Pendapatan pada perusahaan jasa bisa dicatat pada jurnal umum. Baik itu pendapatan usaha maupun pendapatan lain-lain dengan saldo normal di kredit. Ketika perusahaan melakukan jasa kepada pelanggan dan dibayar secara cash, maka perusahaan akan mengklaim kas di debit dan pendapatan di kredit. Bila dibayar secara kredit, maka piutang di debet dan akun pendapatan jasa di kredit karena perusahaan belum menerima kas sama sekali. Ketika telah dibayar, maka kas di debet dan piutang di kredit.


Untuk pendapatan diterima dimuka, akun ini dianggap sebagai utang karena perusahaan belum melakukan jasa namun telah menerima bayaran. Maka dari itu, pencatatan di jurnal umum dibuat dengan menempatkan kas di debit dan pendapatan diterima di muka di kredit. Ketika perusahaan telah melakukan jasanya di kemudian hari, pencatatan akan dilakukan di jurnal penyesuaian, pendapatan diterima dimuka (utang) debit dan pendapatan jasa kredit.


Berbeda dengan perusahaan jasa, perusahaan dagang mencatat segala bentuk penerimaan kas di jurnal khusus bukan jurnal umum karena perusahaan dagang memerlukan pencatatan khusus untuk transaksi yang sering terjadi. Akun yang didebet ketika terjadi penerimaan kas tentunya adalah akun kas lalu yang dikredit biasanya adalah akun pendapatan dan piutang dagang.


Contoh Kondisi Pada Bisnis 

Memahami teorinya saja tidak cukup. Berikut ini adalah contoh kasus sederhana yang bisa terjadi dalam dunia bisnis sehari-hari, baik perusahaan jasa dan perusahaan dagang.

Perusahaan Jasa

  1. Tanggal 11 November 2020, menerima pembayaran dimuka untuk sewa sebesar 1.000.000 selama 10 bulan dimulai sejak November 2020.

  2. Tanggal 12 November 2020, melakukan jasa pemasangan listrik kepada PT. UDIN namun belum dibayar sebesar 1.000.000. 

  3. Tanggal 13 November 2020, menerima pendapatan jasa pemasangan Antena TV sebesar 2.000.000

  4. Tanggal 31 November 2020, PT UDIN membayar pemasangan listrik tanggal 12 November 2020.


Berdasarkan transaksi tersebut, maka jurnal umum serta jurnal penyesuaian yang dibuat adalah sebagai berikut ini,

Jurnal Umum 31 November 2020

Tanggal

Keterangan

Debit

Kredit

11 November

Kas

Pendapatan diterima di muka

1.000.000


1.000.000

12 November

Piutang

Pendapatan

1.000.000


1.000.000

13 November

Kas

Pendapatan 

2.000.000


2.000.000

14 November

Kas 

Piutang

1.000.000


1.000.000


Jurnal Penyesuaian 31 November 2020

Tanggal

Keterangan

Debit

Kredit

31 November*

Pendapatan diterima di muka


Pendapatan Sewa 

100.000



100.000

*pendapatan sebesar 100.000 baru diklaim karena sewa baru diterapkan bulan November

Perusahaan Dagang

  1. 11 November 2020 penjualan barang dagang secara cash terhadap UD.Dino sebesar 1.500.000 

  2. 12 November 2020 menerima pembayaran atas penjualan bulan lalu terhadap UD.Rko sebesar 4.800.000

Tanggal

Ket

Debet

Kredit

Kas

Pot. Penjualan

Piutang

Penjualan

Serba-serbi

Akun

Jumlah

11 November

UD Dino

1.500.000



1.500.000



12 November

UD Riko

4.800.000


4.800.000





Nah, itu dia ulasan mengenai pencatatan pendapatan serta penerimaan bisnis pada jurnal. Mudah bukan? Sebenarnya, mau tidak mau atau suka tidak suka, Anda harus mencatat setiap pendapatan secara sistematis dan mengikuti aturan akuntansi yang berlaku.


Hal ini tak hanya bermanfaat untuk Anda sebagai pihak manajemen namun juga pihak eksternal lain yang akan menilai kinerja perusahaan dari laporan keuangan. Tentunya, segala informasi pada laporan keuangan berasal dari jurnal khusus dan jurnal penyesuaian yang Anda buat. Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda, ya!


Baca juga

Contoh Cara Membuat Jurnal Penutup Perusahaan Dagang

Contoh Cara Membuat Jurnal Utang Pendapatan

Cara dan Contoh Membuat Jurnal pada Wesel Bayar (Note Payable) dan Wesel Tagih (Note Receivable)

Apa Itu Jurnal Harian Akuntansi dan Contoh Cara Membuatnya

Kelebihan Membeli Barang Secara Pre-Order dan Pencatatannya dalam Jurnal Pembelian

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin