Contoh Laporan Keuangan untuk UKM Lengkap

By Freddy, 16 Maret 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Laporan keuangan ternyata tak hanya dibutuhkan untuk perusahaan besar, tapi untuk UKM sekalipun. Lantas bagaimana model laporan keuangan untuk UKM secara lengkap?

Laporan keuangan ternyata juga berlaku untuk bisnis dengan sekala kecil dan bahkan mikro. Ketentuan tentang laporan keuangan UKM telah tertera pada SAK ETAP, yakni Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik yang telah dihasilkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada 17 Juli 2009 silam.

Pada ketentuan tersebut, laporan keuangan untuk UKM menyediakan informasi berupa posisi keuangan, kinerja keuangan, laporan arus kas dan sebagainya. Walau demikian, format dalam laporan keuangan untuk UKM jauh lebih sederhana dari perusahaan besar.

Laporan ini juga tidak diterbitkan untuk umum atau eksternal. Itu sebabnya dalam SAK ETAP tertulis entitas tanpa ekuntalitas publik.

Sayangnya, masih banyak sekali pelaku UKM yang belum paham tentang laporan keuangan. Ini dinyatakan oleh Pimpinan Sentra Kredit Kecil BNK Surabaya Hasan Supriadi lewat Okezone. Menurutnya, kurang dari 10 persen pelaku UKM yang mengerti tentang laporan keuangan. Padahal dengan laporan keuangan, setiap entitas bisnis bisa melihat apakah kinerja keuangan bisnis mereka dalam keadaan sehat atau tidak.

Nah, jika Anda adalah salah satu pelaku UKM yang belum paham tentang laporan keuangan, tak perlu khawatir. Kami akan mengulas sedikit untuk Anda.

Tahapan Membuat Laporan Keuangan UKM

Adapun tahapan untuk membuat laporan keuangan UKM adalah:

Pisahkan uang pribadi dan usaha

Berbisnis memang demi meraup keuntungan bagi si pemilik. Tapi bukan berarti Anda lantas mengambil semua keuntungan untuk keperluan pribadi. Anda harus memutarnya untuk mengembangkan usaha agar lebih baik lagi.

Namun sayangnya, masih banyak pelaku UKM yang belum bisa memisahkan uang pribadi dengan uang usaha.

Kumpulkan Bukti Transaksi

Pada langkah awal, Anda harus mengumpulkan data transaksi yang telah dikumpulkan sejak awal berupa transaksi debit dan transaksi kredit. Kemudian identifikasi data tersebut dengan memisahkan antara nota dan kwitansi.

Ringkas Laporan Keuangan

Kemudian ringkaslah data tersebut dalam sebuah laporan. Ini dilakukan demi mempermudah Anda dalam menganalisis data yang ada untuk dibuatkan neraca saldo.

Lalu apa saja yang dibutuhkan dalam membuat laporan keuangan?

Anda harus menyiapkan beberapa buku seperti buku kas, buku penjualan, buku biaya, buku piutang, buku hutang, buku persediaan barang dan buku pembelian barang. Buku-buku ini nantinya akan dipakai untuk mendata masing-masing transaksi.

Nah, jika buku sudah disiapkan, Anda bisa mengidentifikasi setiap transaksi seperti berikut ini.

  • Transaksi penjualan tunai: buku penjualan, buku kas dan buku persediaan barang.
  • Transaksi penjualan kredit: buku penjualan, buku piutang dan buku persediaan barang.
  • Transaksi pembelian tunai: buku pembelian, buku kas, dan buku persediaan barang.
  • Transaksi pembelian kredit: buku pembelian, buku hutang dan buku persediaan barang.

Contoh Pengisian Buku Kas

Tgl. Keterangan Debet Kredit Saldo
xxx Saldo Kas Awal xxx Kredit xxx
xxx Penjualan Tunai xxx Kredit xxx

Contoh Pengisian Buku Biaya

Tgl. Keterangan Biaya Jumlah
xxx Tagihan listrik xxxx xxxx
Tagihan tv kabel xxx
Tagihan telepon xxx
Uang keamanan xxx

Contoh Pengisian Buku Penjualan

Tgl. Keterangan Jumlah
xxx Penjualan Tunai xxx

Contoh Pengisian Buku Pembelian

Tgl. Keterangan Jumlah
xxx Pembelian Tunai xxx

Contoh Pengisian Buku Hutang

Tgl. Keterangan Jumlah
xxx Supplier ABCD xxx
xxx Bank ABCD xxx

Contoh Pengisian Buku Piutang

Tgl. Keterangan Jumlah
xxx Pelanggan A xxx
xxx Pelanggan B xxx

Contoh Pengisian Buku Persediaan

Tgl. Nama Barang Satuan Dibeli Dijual
xxx Beras Kg xxx xxx
Telur Kg xxx xxx
Kecap Botol xxx xxx

Jenis Laporan Keuangan UKM

Jenis laporan keuangan UKM juga telah ditetapkan IAI. Model laporan keuangan UKM ini hampir sama dengan perusahaan besar lainnya, hanya saja jauh lebih sederhana.

1. Neraca

Untuk mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan, UKM membutuhkan neraca yang dibuat setahun sekali. Laporan ini memiliki beberapa unsur seperti harta, kewajiban dan modal.

2. Laporan Laba Rugi

Laporan ini memuat laporan tentang selisih pendapatan dengan biaya beban.

3. Laporan Perubahan Ekuitas

Ekuitas merupakan selisih total aktiva dengan pasiva. Nah, perubahan ekuitas ini adalah selisih ekuitas saat ini dengan periode sebelumnya.

4. Laporan Arus Kas

Memuat informasi arus kas masuk dan keluar pada periode waktu tertentu.

Bagi anda pemilik UKM, ada baiknya anda menerapkan sistem yang terintegrasi seperti Ukirama ERP. Software ERP ini mampu mengintegrasikan berbagai bagian di perusahaan anda. Selain itu software ini mampu menghasilkan laporan-laporan yang anda butuhkan termasuk didalamnya laporan keuangan. Untuk info lebih lanjut mengenai Ukirama ERP dapat dilihat di sini.

Demikian pemaparan tentang laporan keuangan untuk UKM. Mulai saat ini, Anda tak perlu bingung lagi ya dalam membuat laporan keuangan untuk UKM.

Cr: Berbagai sumber


Baca juga

Ukirama Merebut Juara Ketiga dalam Ajang Mandiri Finspire 2017

Contoh Laporan Keuangan untuk UKM Lengkap

Contoh Laporan Keuangan Bulanan Excel

5 Jenis Laporan Keuangan Dalam Akuntansi yang Harus Anda Ketahui

Tips Mengelola Keuangan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin