Contoh Perhitungan Bonus Akhir Tahun Karyawan dan Cara Pencatatannya

By Martina, 12 Januari 2021
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Bonus menjadi salah satu sistem motivasi kerja yang banyak diterapkan oleh berbagai perusahaan. Karyawan dengan kinerja baik apalagi berprestasi, akan dijanjikan bonus tertentu agar kinerjanya terus meningkat. Bonus terkadang juga dibahasakan dengan insentif kerja. 


Motivasi kerja penting untuk terus dihidupkan oleh perusahaan kepada karyawannya. Sistem motivasi kerja ini diharapkan bisa ampuh memacu setiap karyawan untuk memaksimalkan potensinya dan memberikan hasil terbaiknya kepada perusahaan. 


Banyak metode sistem motivasi yang diterapkan HRD, misalnya tambahan libur/cuti, insentif atas prestasi tertentu, bonus tahunan, atau tunjangan kesejahteraan atas prestasi tertentu. Segala hal yang bisa meningkatkan motivasi karyawan akan ditempuh oleh perusahaan. Tapi semua kembali lagi pada kebijakan dan keuangan perusahaan. 


Semakin baik kinerja karyawan, pendapatan perusahaan akan semakin tinggi, dan kemampuan perusahaan memberikan bonus sebagai sistem motivasi kerja juga akan semakin besar. Ini seperti sebuah circle yang sudah dibuat oleh perusahaan agar bisa terus bergerak maju.


Jenis Bonus Karyawan

Bonus sendiri banyak bentuk dan jenisnya. Pertama,  ada bonus yang bentuknya insentif prestasi tertentu. Salah satunya bonus penjualan. Karyawan akan mendapat bonus sebesar sekian persen jika penjualannya melebihi target yang ditentukan perusahaan. Pembayarannya bisa menggunakan akumulasi bulanan, semester atau juga dibayarkan di akhir tahun.


Kedua, bonus bagi hasil laba perusahaan. Dalam satu periode tertentu, ketika perusahaan memperoleh laba melebihi target, laba bersih perusahaan akan dibagikan sekian persen kepada karyawannya. Besaran prosentase tergantung kebijakan perusahaan. Semisal perusahaan menetapkan 30% dari total laba bersih akan dibagikan pada karyawan. Maka jika laba bersih perusahaan adalah 100 juta selama setahun, maka 30 jutanya akan dibagikan ke seluruh karyawannya.


Ketiga, bonus retensi. Bonus biasanya disepakati di awal perjanjian kerja yang akan diberikan ketika karyawan menyelesaikan masa kontrak kerjanya. Bonus ini bertujuan mencegah karyawan resign sebelum kontrak habis.


Bonus Akhir Tahun

Sesuai namanya, bonus akhir tahun adalah reward yang diberikan kepada karyawan di akhir tahun. Bonus ini bisa diberikan sebagai reward prestasi dan kinerja karyawan, dan juga karena laba bersih perusahaan di akhir tahun yang besar sehingga bisa dibagikan pada karyawannya. 


Bonus akhir tahun bisa menjadi motivasi yang ampuh untuk karyawan di level rendah dengan gaji kecil, sebab nominal bonus yang diterima lebih besar dari gaji pokoknya. 


Jumlah bonus yang diterima karyawan berbeda-beda. Perbedaan ini rawan menimbulkan rasa iri dan merasa tidak adil jika perhitungan bonus tidak baku. Seringkali, bonus yang tidak dihitung dengan rumus pasti, dan berdasarkan suka tidak suka atasan pada bawahan, akan melahirkan konflik diantara karyawan. Oleh karena itu, agar bonus ini adil, harus dihitung dengan seksama. HRD harus memiliki aturan baku, dengan variabel perhitungan yang sudah ditentukan.


Menentukan Variabel untuk Menentukan Besaran Bonus Akhir Tahun

Variabel yang harus disertakan dalam perhitungan bonus akhir tahun diantaranya adalah :

  1. Departemen 

Setiap departemen memiliki beban kerja dan kesulitan yang berbeda. Hal ini seharusnya juga menjadi pertimbangan besaran bonus yang berbeda antar departemen. Beban kerja yang berat, diberikan bonus yang lebih besar dibanding departemen dengan pekerjaan ringan.


  1. Level jabatan

Level jabatan mencerminkan perbedaan tanggung jawab karyawan terhadap pekerjaannya. Karyawan di level tertinggi tentu memikul tanggung jawab yang lebih besar. Semakin besar tanggung jawab juga berarti semakin tinggi resiko yang harus dihadapi dalam jabatan itu. Orang-orang dengan tanggung jawab lebih tinggi ini, juga dihargai dengan prosentase bonus yang lebih tinggi dibanding karyawan di level jabatan rendah. Karena itulah level jabatan menjadi variabel pertimbangan bonus.


  1. Gaji

Besaran gaji akan menjadi dasar perhitungan besaran bonusnya. Bonus akan bisa di bawah atau di atas nominal gaji berdasarkan perhitungan seluruh variabel nantinya. Namun, gaji akan menjadi variabel penting untuk menentukan berapa bonus yang diterima karyawan.


  1. Masa kerja

Lamanya masa kerja juga akan dihargai dengan besaran prosentase yang berbeda. Semakin lama masa kerjanya, bonus yang diterima semakin besar. Karena lamanya masa kerja juga bisa menjadi indikasi tingkat pengalaman dan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.


  1. Sanksi dan surat peringatan 

Keberadaan variabel sanksi dan surat peringatan dalam perhitungan bonus akan menjadi pengurang besaran bonus. Jika karyawan punya banyak catatan sanksi/ SP, bonusnya akan semakin kecil. Variabel ini menjadi salah satu sistem motivasi agar karyawan taat aturan jika tidak ingin bonus akhir tahunnya dikurangi.


Menghitung Prosentase Bonus Akhir Tahun

Setelah tahu apa saja variabelnya, maka sekarang akan kita bahas berapa prosentase kontribusi tiap variabel tersebut dalam perhitungan. Serta bagaimana rumus menghitung bonusnya.

Rumus untuk menghitung besaran bonus adalah mengalikan semua prosentase dari variabel di bawah ini dengan besaran gaji per bulan setiap karyawan. 

Besaran persentasenya sebagai berikut: (catatan: besaran prosentase ini berdasarkan data umum. Perusahaan bisa saja memiliki kebijakan yang berbeda)

  1. Masa kerja.

Masa kerja untuk karyawan dengan masa kerja di atas setahun, prosentasenya adalah 100% gaji, dan tambahan 10% setiap pertambahan 2 tahun masa kerja.


  1. Departemen 

Departemen bisa dibagi 3 departemen produksi, supporting dan non produksi. Departemen produksi diberikan persentase yang terbesar sebab beban kerjanya yang terberat.  Rentang persentase 3 departemen ini 100%-120%. 


  1. Level jabatan 

Rentang persentase level jabatan dengan skala 80%-120% dengan 5 tingkatan. Tingkatan tersebut urut dari yang paling rendah, yaitu operator pelaksana, foreman, supervisor, superintendent dan manager. Setiap level naik 10%.


  1. Sanksi/surat peringatan 

Kebalikan dari level jabatan, untuk variabel ini, semakin banyak sanksinya, semakin sedikit persentasenya.


  1. Gaji 

Sesuai besaran gaji dalam satu bulan.


Contoh Perhitungan Bonus Akhir Tahun Karyawan

Vino bekerja sebagai manajer/produksi dengan gaji perbulan 20 juta. Masa kerjanya lebih dari 10 tahun. Dan belum pernah mendapat sanksi.

Perhitungannya :

Bonus Vino = (20 juta x 140% x 120% x 120%) x 100% = 40.320.000 


Metode Pencatatan Bonus Dalam Jurnal Umum

Pencatatan untuk contoh soal seperti diatas bisa ditulis seperti ini :

Bonus Vino sebagai manajer di akhir tahun sebesar 40.320.000. 

Nama akun

Debet

Kredit

bonus karyawan 

40.320.000


Kas 


40.320.000


Baca juga

Berbagai Insentif Karyawan yang Bisa Anda Terapkan di Perusahaan

6 Keuntungan yang Perusahaan Dapat dengan Memberikan Pelatihan kepada Karyawan

Panduan Bekerja dalam Situasi New Normal Pasca PSBB yang Wajib HR Ketahui

8 Fungsi Laporan Keuangan Bagi Perusahaan

Tips Cara Mengelola Biaya Perusahaan

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin