Debt to Equity Ratio (DER); Pelajari Pengertian, Kegunaan, Rumus, Cara dan Contohnya

By Martina, 09 Oktober 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Perusahaan yang terus melakukan investasi dalam berbagai bidang usaha tentu sudah tidak asing dengan istilah debt to equity ratio (DER). DER ini dalam bahasa Indonesia dikenal juga dengan nama Rasio Hutang terhadap Ekuitas, atau sederhananya lagi dikenal juga sebagai rasio hutang modal. Sebenarnya apa yang dimaksud dari berbagai macam istilah ini? Lalu apa kegunaan dari mengetahui DER dalam suatu perusahaan? Bagaimana cara menghitung DER? Jug terakhir bagaimana contoh DER dalam perusahaan sebenarnya?


Seluruh pertanyaan di atas akan coba untuk dijawab pada kesempatan berikut ini. Jadi bagi anda yang memang sedang mencoba untuk memahami istilah DER dan berbagai aspeknya, terus simak penjelasan dan pembahasan yang akan diberikan pada bagian di bawah ini ya. Pastinya pembahasan di bawah ini diharapkan mampu membantu anda dalam menjalankan usaha dari perusahaan anda dengan semaksimal mungkin dan mendatangkan keuntungan sebaik mungkin.

Pengertian Umum Debt to Equity Ratio (DER)

Seperti yang sudah disebutkan pada bagian di atas, DER memiliki istilah bahasa Indonesia yaitu rasio hutang modal. Debt to Equity Ratio (DER) diartikan sebagai ukuran perbandingan antara jumlah keseluruhan utang yang dimiliki oleh perusahaan dengan ekuitas dari perusahaan itu juga.


Bisa dibilang Debt to Equity Ratio (DER) juga laiknya indikator kesehatan dari kondisi keuangan setiap perusahaan. Itulah sebabnya, DER juga seringkali dijadikan menjadi syarat dalam mendapatkan investasi dari para investor. Para investor tentu tidak ingin sembarangkan menginvestasikan uangnya di perusahaan yang tidak memiliki kestabilan dan kesehatan keuangan yang baik.


Biasanya perhitungan Debt to Equity Ratio (DER) juga dilakukan untuk berbagai alasan lain. Berbagai alasan dilakukannya perhitungan Debt to Equity Ratio (DER) ini juga bisa dilihat sebagai manfaat atau kegunaan dari penghitungan Debt to Equity Ratio (DER) itu sendiri. Informasi lebih lanjut mengenai kegunaan dari DER ini bisa anda temukan pada pembahasan berikutnya.

Berbagai Macam Kegunaan dari Menghitung Debt to Equity Ratio (DER)

Anda sudah cukup memahami secara sederhana bahwa Debt to Equity Ratio (DER) adalah suatu angka yang didapatkan dari hasil membandingkan antara hutang yang dimiliki perusahaan dan ekuitas dari perusahaan itu sendiri. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah mengapa perlu dilakukannya perhitungan Debt to Equity Ratio (DER)? Atau dengan lebih sederhana lagi, mengapa perhitungan Debt to Equity Ratio (DER) dilakukan? Apa kegunaannya?


Kegunaan dari perhitungan Debt to Equity Ratio (DER) ini bisa dilihat dari beberapa hal. Anda bisa menyimak penjelasan mengenai masing-masing kegunaan dari menghitung Debt to Equity Ratio (DER) tersebut pada daftar yang ada di bawah ini.

  1. Mengukur Kesehatan Perusahaan

Kegunaan yang utama dan yang paling sederhana dari melakukan perhitungan DER adalah dapat digunakan untuk mengukur kesehatan perusahaan. Jadi alasan ini biasa dilakukan oleh internal perusahaan itu sendiri, sekaligus untuk melakukan pengawasan dan penjagaan mengenai kualitas kesehatan perusahaan tadi.

  1. Indikator Pengambilan Keputusan oleh Investor

Setiap investor pastinya ingin berinvestasi untuk mendapatkan keuntungan. Itulah sebabnya mereka akan menjadi hasil perhitungan DER suatu perusahaan menjadi indikator pengambilan keputusan untuk melakukan investasi di sana.

  1. Kriteria dalam Pembelian Saham di Bursa

Nilai hasil perhitungan DER juga berguna untuk menjadi kriteria dalam pembelian saham. Jika nilai DER terlalu tinggi, maka lebih baik anda tidak membeli saham tersebut di bursa, khawatir karena tidak stabil dan kondisi keuangannya tergolong rapuh.


Rumus Menghitung Debt to Equity Ratio (DER) Sendiri

Selesai mengetahui apa saja kegunaan dari mengetahui apa keuntungan dari menghitung DER, kini anda akan langsung mengetahui cara penghitungannya tadi. Seluruh penghitungan DER dilakukan dengan menggunakan suatu rumus.

Berikut ini rumus untuk menghitung Debt to Equity Ratio (DER):

Debt to Equity Ratio (DER) = Total Hutang : Ekuitas


Rumus yang sangat sederhana bukan? Namun ada beberapa catatan yang perlu anda pahami sebelum langsung mencoba menghitung sendiri nilai Debt to Equity Ratio (DER) dari perusahaan anda. Apa saja catatan tersebut?


Catatan yang pertama berkaitan dengan apa yang dimaksud dengan hutang dalam rumus ini. Hutang perusahaan tidak hanya selalu terbatas pada berbagai pinjaman yang harus anda bayarkan, tetapi bisa juga dalam bentuk kewajiban pembayaran lainnya. Artinya, anda harus menghitung atau menjumlah seluruh kewajiban yang harus anda bayarkan ke pihak ketiga di batas waktu tertentu.


Pada umumnya berbagai kewajiban yang harus dibayar atau yang juga dikenal dengan istilah lain hutang ini bisa diklasifikasikan. Klasifikasinya dilakukan menjadi kewajiban lancar, kewajiban jangka panjang, dan kewajiban lainnya.


Catatan yang kedua, berkaitan dengan  ekuitas. Apa yang dimaksud dengan ekuitas? Ekuitas adalah aset yang dimiliki oleh perusahaan. Hanya kekayaan bersih yang boleh dihitung di sini. Bisa saja berbentuk sisa penghasilan atau sisa laba setelah dikurangi dengan kewajiban sebelumnya.

Contoh Debt to Equity Ratio (DER) untuk Membantu Anda Memahaminya

Agar anda lebih mudah lagi untuk memahami apa itu DER, anda bisa mempelajari mengenai kasus di bawah ini. Kasus ini juga akan sekaligus menunjukkan pada anda bagaimana DER dihitung menggunakan rumus. Silahkan simak penjelasannya!


Sebuah perusahaan per tanggal 10 April 2019 tercatat memiliki jumlah kewajiban untuk dibayarkan sebesar US$600,50 juta. Namun perusahaan ini memiliki ekuitas sebesar US$400,20 juta. Hitunglah DER dari perusahaan yang satu ini dengan  tepat!

Sesuai dengan rumus yang sudah diberikan sebelumnya, anda tinggal membagi kedua nilai itu saja. Jadi, DER = 600,50 juta : 400,20 juta = 1,5 kali.


Berikut tadi seluruh penjelasan yang berhasil dikumpulkan terkait debt to equity (DER). Mulai dari pengertian, kegunaan, rumus, hingga contohnya sudah bisa anda pelajari pada pembahasan di atas. Sekarang yang perlu anda pahami adalah bagaimana DER dari perusahaan anda? Apakah anda sudah merasakan kegunaan dari menghitungnya?


Selain itu apakah anda sudah pernah menghitung sendiri DER dari perusahaan anda? Perlu anda ketahui bahwa DER perusahaan ini akan sangat menentukan tingkat investasi yang anda dapatkan dari para investor. Jadi pastikan untuk selalu mengawasi DER perusahaan anda secara berkala. Jika memungkinkan, anda juga bisa membagikan contoh DER di perusahaan anda.


Secara umum, jika DER perusahaan anda tinggi maka artinya tingkat penghasilan uang untuk memenuhi kewajiban membayar hutang perusahaan anda tergolong rendah. Namun, DER yang terlalu rendah pun menunjukkan bahwa perusahaan anda tidak memiliki peningkatan untung yang maksimal. Itulah sebabnya dengan pembahasan ini diharapkan anda bisa menghasilkan penghitungan DER yang optimum sebagai analisis fundamental penanaman saham di perusahaan anda. Semoga beruntung!


Baca juga

Cara dan Contoh Menghitung Penawaran dan Permintaan dengan Rumus Elastisitas

3 Metode Penyusutan pada Gedung dan Inventaris Kantor dan Faktor-faktor yang Menentukannya serta Cara Menghitung Penyusutan dengan Rumus Excel

Mengenal Istilah Margin dalam Akuntansi serta Rumus Menghitungnya

Mengenal Rasio Rentabilitas (Probability Ratio) dan Cara Menghitungnya

Pengertian Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio) dan Cara Menghitungnya

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin