Definisi dan Perbedaan Akuntansi Perusahaan Manufaktur

By Martina, 25 Juni 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Kehadiran perusahaan manufaktur sangatlah penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Bila Anda pernah bertanya siapa yang memproduksi produk-produk makanan dan minuman seperti mie instan, minuman kaleng, snack kemasan, dan sejenisnya, jawabanya adalah perusahaan manufaktur.


Selain memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, perusahaan manufaktur juga berperan besar dalam penyerapan ribuan bahkan jutaan tenaga kerja di Indonesia. Bayangkan saja untuk memproduksi satu produk mie instan yang dapat di supply ke seluruh Indonesia, ada berapa banyak karyawan yang dipekerjakan perusahaan tersebut.


Pengertian Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur merupakan sebuah perusahaan yang dalam aktivitas produksinya merubah bahan mentah menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Selain menciptakan, perusahaan manufaktur juga mencakup proses perakitan berbagi komponen bahan hingga menjadi satu produk yang utuh.


Menurut CIRP, kegiatan manufaktur adalah proses kerja yang meliputi proses mendesain produk, pemilihan barang, perencanaan, manufaktur, kualita, dan sebagainya. Seluruh proses kegiatan tersebut kemudian lebih dikenal di tengah masyarakat sebagai sebuah pabrik. 

 

Selain perusahaan-perusahaan makanan-minuman kemasan seperti yang dijelaskan di awal,  masih banyak lagi jenis industri manufaktur yang ada di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah perusahaan tekstil dan garmen, otomotif, elektronik, dan industri kerajinan  seperti keramik, kain tenun, pahatan, dan sebagainya.

 

Akuntansi Perusahaan Manufaktur

  1. Rekening Perusahaan Manufaktur

Secara dasar, sebenarnya tidak ada perbedaan antara rekening-rekening pada perusahaan manufaktur dengan rekening-rekening akuntansi perusahaan dagang maupun jasa. Hanya saja, ada beberapa rekening yang ada di perusahaan manufaktur, tetapi tidak ada di perusahaan dagang dan perusahaan jasa. Rekening-rekening tersebut yaitu:

  • Rekening persediaan bahan

  • Rekening persediaan bahan pembantu

  • Rekening persediaan barang dalam proses

  • Rekening persediaan barang jadi


Selain itu, juga terdapat rekening biaya produksi yang meliputi:

  • Rekening bahan baku yang meliputi biaya produksi bahan baku serta biaya angkut pembelian bahan baku

  • Rekening biaya tenaga kerja langsung yang meliputi intensif, upah langsung, bonus, tunjangan, dan sebagainya.

  • Rekening harga pokok produksi, serta

  • Rekening biaya overhead pabrik yang meliputi sewa pabrik, asuransi pabrik, listrik dan air, serta nilai penyusutan.


  1. Metode Pencatatan Persediaan Perusahaan Manufaktur

Terdapat dua metode pencatatan persediaan pada perusahaan manufaktur, yaitu metode pencatatan periodik dan metode pencatatan perpetual. Metode pencatatan periodik adalah metode pencatatan dimana mutasi jumlah barang tidak dicatat pada transaksi pembelian maupun produksi. Sedangkan metode perpetual adalah metode pencatatan yang mencatatkan mutasi jumlah barang setiap transaksi pembelian maupun produksi.


Untuk menutup kekurangan metode pencatatan periodik yang tidak rinci, perusahaan biasanya mengkombinasikan metode periodik dengan perpetual. Sehingga bisa dikatakan sebenarnya ada tiga metode pencatatan di perusahaan manufaktur.


  1. Metode Pencatatan Persediaan Perusahaan Manufaktur

  1. Pencatatan rekening persediaan bahan baku

Untuk pencatatan persediaan bahan baku pada perusahaan manufaktur biasanya menggunakan metode perpetual murni yang didasarkan pada actual cost. Actual cost adalah pencatatan bahan baku yang sesuai dengan harga belinya. Pencatatan penggunaan bahan baku dalam proses produksi juga sesuai dengan harga pokoknya.


  1. Pencatatan rekening persediaan bahan pembantu

Pencatatan rekening persediaan bahan pembantu sama dengan cara mencatat pada persedian bahan baku. Bahan pembantu dari pemasok ditulis sesuai harga beli. Begitu pula penggunaan bahan pembantu dalam produksi yang sesuai dengan harga pokoknya.


  1. Pencatatan rekening persediaan barang dalam proses

Untuk pencatatan rekening persediaan barang dalam proses menggunakan metode taksiran. Hal tersebut karena akan sulit untuk menentukan harga pokok barang dalam proses. Caranya adalah dengan mengurangi harga jual dengan estimasi laba kotor yang diinginkan. Bila sudah dihitung, kemudian dibuatkan jurnal penyesuaian yang digunakan untuk menentukan nilai harga pokok penjualan di laporan laba/rugi.


  1. Pencatatan rekening persediaan barang jadi

Untuk pencatatan jumlah persediaan barang jadi seringkali digunakan metode perpetual. Sedangkan pencatatan harga pokok barang jadi bisa menggunakan dua pendekatan, yaitu dengan metode periodik serta dengan metode perpetual atas dasar harga pokok standar.


Perbedaan Ruang Lingkup Perusahaan Manufaktur

Selain perusahaan manufaktur, di dalam dunia bisnis ada dua macam jenis perusahaan lainya jika dibedakan dari operasional kerjanya, yaitu perusahaan dagang dan perusahaan jasa. Perbedaan operasional kerja antara perusahaan manufaktur, dagang, dan jasa mempengaruhi pencatatan akuntansi keuangan.


Karenanya, sebelum memahami perbedaan pencatatan akuntansi perusahaan manufaktur dengan perusahaan lainya, penting untuk memahami perbedaan kerja masing-masing jenis perusahaan dagang, manufaktur, dan jasa terlebih dahulu:


  1. Perbedaan dengan perusahan dagang

Jika perusahaan manufaktur mengolah bahan mentah menjadi barang jadi, perusahaan jasa adalah perusahaan yang memperoleh barang dari supplier yang sudah jadi. Dengan kata lain, barang hasil produksi dari perusahaan manufaktur kemudian ditampung oleh perusahaan dagang.

Barang yang ditampung perusahaan dagang ini kemudian dipasarkan dan dijual kembali ke masyarakat dengan harga yang lebih tinggi. Selisih harga inilah yang kemudian menjadi keuntungan bisnis perusahaan dagang.


  1. Perbedaan dengan perusahan jasa

Berbeda dengan perusahaan dagang, perusahaan jasa cenderung tidak memiliki persediaan barang. Produk yang mereka jual merupakan jasa, yang tidak berwujud seperti yang dijual perusahaan manufaktur maupun perusahaan dagang. Hal tersebut membuat pencatatan akuntansi yang dilakukan oleh perusahaan jasa hanya sebatas pada bagian persediaan dan pembelian saja.


Perbedaan Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Perbedaan proses kerja perusahaan manufaktur, perusahaan dagang, dan perusahaan jasa seperti yang dijabarkan diatas menyebabkan perbedaan pencatatan keuangan yang mengikuti operasional perusahaan. Jika disimpulkan, maka bisa digambarkan sebagai berikut:

Variabel

Perusahaan Manufaktur

Perusahaan Dagang

Perusahaan Jasa

Persediaan

  • Berupa bahan baku dan bahan pembantu

  • Persediaan digunakan untuk proses produksi

  • Memiliki persediaan barang jadi (stok gudang)

Berupa barang jadi, yang kemudian dijual kembali ke pasar tanpa melalui proses perubahan bentuk terlebih dahulu

Tidak memiliki persediaan barang

Pembelian

Terdapat pencatatan transaksi pembelian

Terdapat pencatatan transaksi pembelian

Transaksi pembelian yang dilakukan langsung dimasukkan dalam peralatan atau perlengkapan

Harga

Berupa harga pokok penjualan (hpp)

Berupa harga pokok penjualan (hpp)

Tidak terdapat harga pokok penjualan (hpp)

Akuntansi Biaya

Terdapat akuntansi biaya

Tidak ada akuntansi biaya

Tidak ada akuntansi biaya


Baca juga

Cara Tepat Menentukan Gudang yang Cocok untuk Berbagai Jenis Usaha Manufaktur

Cara dan Contoh Membuat Jurnal Penutup Perusahaan Manufaktur

Pengertian dan Tujuan Work Order pada Perusahaan Manufaktur

Apa Itu Jurnal Harian Akuntansi dan Contoh Cara Membuatnya

Pengertian Owner's Equity (Kekayaan Sendiri) dalam Akuntansi

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin