Definisi, Tujuan, dan Perlakuan Aktiva Goodwill dalam Akuntansi Beserta Contohnya

By Martina, 18 Mei 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Setiap perusahaan tentu memiliki aktiva tak berwujud yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. Bukti kepemilikan aktiva tak berwujud yaitu kontrak, lisensi, atau dokumen lain. Aktiva tak berwujud termasuk dalam Aset Nonlancar yang diklasifikasikan dan disajikan sebagai aset lainnya dalam laporan neraca.

Pengertian Goodwill

Goodwill adalah bagian dari aktiva tak berwujud dan tidak dapat diidentifikasi dan tidak dapat dipertukarkan, goodwill hanya dapat diidentifikasi dengan melihat secara keseluruhan pada suatu entitas. Dalam laporan neraca keuangan, akun goodwill termasuk pada aset non lancar lainnya. Aktiva yang menggambarkan kelebihan pembayaran atas aktiva yang dibutuhkan perusahaan, lalu dibandingkan dengan nilai pasar. Secara sederhana goodwill dapat dikatakan sebagai selisih yang ditimbulkan dari transaksi pembayaran (pembelian) atas suatu entitas lain dengan harga diatas harga pasar (umum) aset bersih (nilai buku) yang dapat diidentifikasi dan diakuisisi. 

Tujuan Goodwill 

Peran goodwill dalam perusahaan terlihat dalam pengembangan bisnis usaha di masa mendatang. Namun, dalam pengembangan goodwill tidak melibatkan biaya khusus, sehingga tidak adanya transaksi objektif dengan pihak luar. Goodwill dapat terlihat ketika perusahaan telah beroperasi beberapa tahun kemudian misalkan apakah produk yang dihasilkan perusahaan mendapatkan respon yang baik dari konsumen atau bahkan produknya terkenal dibanding pesaing bisnis lain, terkait dengan loyalitas konsumen atas kualitas produk bukan sekedar dari kepemilikan khusus. Dalam hal ini Goodwill berkaitan dengan reputasi manajemen perusahaan yang sangat bagus di mata masyarakat (konsumen), sehingga menghasilkan suatu produk unggulan, letaknya strategis dan keuntungan lainnya.


Pencatatan goodwill dapat dilakukan jika keseluruhan perusahaan dijual, bergabung atau berhentinya anggota persero baru, diakuisisi. Mengapa demikian? Sebab, goodwill merupakan suatu penilaian yang bersifat going concern yang artinya tidak dapat dipisahkan dari perusahaan secara keseluruhan. Pencatatan nilai sisa kelebihan biaya atas nilai wajar aktiva bersih yang telah diidentifikasi dan diakuisisi. Jika dalam konteks penggabungan usaha, perusahaan yang mengakui goodwill dianggap memiliki umur yang tidak terbatas. Oleh sebab itu, perusahaan tidak boleh mengamortisasinya. 


Sebab terjadinya goodwill negatif yaitu ketika nilai pasar yang diperoleh lebih tinggi terhadap harga beli aktiva terkait. Faktornya dari ketidaksempurnaan sebuah pasar, hal ini penjual lebih baik menjual aktiva tersebut secara individu dibanding secara keseluruhan. Namun, situasi ini dapat terjadi jika harga beli lebih murah dibanding nilai aktiva bersih yang dapat diidentifikasi, peristiwa tersebut memunculkan istilah kredit. Nah, kredit dikenal sebagai goodwill negatif atau kelebihan nilai wajar atas biaya aktiva yang diperoleh atau pembelian terasing.


Pada akhirnya nilai goodwill akan habis, untuk itu perusahaan harus mencatat goodwill ke dalam biaya selama periode yang terpengaruh. Oleh karena itu, perlu diperhatikan sebab terjadinya penurunan nilai terhadap aktiva tak berwujud termasuk goodwill. Penurunan nilai aset tak berwujud terjadi beberapa faktor diantaranya sebagai berikut:

  1. Masa manfaat terbatas

Penurunan nilai terjadi apabila perubahan situasi menunjukkan bahwa jumlah tercatat atau nilai buku aktiva tidak dapat dipulihkan, maka perusahaan menganggapnya telah terjadi penurunan nilai. Upaya dapat dilakukan dengan pengujian kemampuan pemulihan agar perusahaan dapat mengestimasi arus kas di masa mendatang sesuai harapan dari penggunaan aktiva dan disposisi akhirnya.


Jika jumlah arus kas bersih di masa depan lebih kecil dari nilai buku, maka kerugian penurunan nilai akan diukur, diakui. Perusahaan dapat menggunakan pengujian nilai wajar dengan cara membandingkan nilai wajar dengan nilai buku. Kerugian pada aktiva tak berwujud dengan umur terbatas dilaporan sebagai bagian dari laba operasi perusahaan yang berlangsung secara terus menerus, ayat jurnalnya pada beban dan kerugian lain-lain.

  1. Umur tidak terbatas selain goodwill

Untuk aktiva tak berwujud dengan umur manfaat tak terbatas selain goodwill harus dilakukan pengujian penurunan nilai. Pengujian dapat menggunakan nilai wajar, proses pengujian dengan membandingkan nilai wajar aktiva tak berwujud dengan jumlah tercatat. Jika jumlah nilai wajar lebih rendah daripada jumlah tercatat, penurunan nilai dapat diakui. Pada tahap pengujian ini banyak aktiva dengan umur manfaat tidak terbatas dapat lolos dengan mudah dalam uji pemulihan. Sehingga pengujian pemulihan tidak digunakan, karena dianggap tidak selektif.

  1. Penurunan nilai goodwill

Pengujian ini menggunakan dua tahapan. Pertama, perusahaan harus membandingkan nilai wajar yang dilaporkan dengan jumlah yang tercatat, termasuk goodwill. Jika hasilnya nilai wajar yang dilaporkan lebih besar daripada jumlah tercatat, maka penurunan goodwill tidak dipertimbangkan. Jika hasilnya sebaliknya, maka perusahaan harus melakukan tahapan dua untuk menentukan penurunan nilai. Kedua, perusahaan melakukan penetapan nilai wajar goodwill kemudian membandingkan dengan jumlah yang tercatat.

Perlakuan Aktiva Goodwill dalam Akuntansi Beserta Contohnya

  1. Perolehan (Acquisition Cost)

Jadi perolehan atas intangible asset juga dicatat sebesar nilai faktur kemudian ditambah pengeluaran-pengeluaran yang berkaitan.

  1. Pengeluaran-pengeluaran setelah perolehan (Expenditures)

Jika terjadi konsep kapitalisasi atau pembebanan sama seperti aktiva tetap berwujud.

  1. Amortisasi

Jika terjadi penurunan nilai goodwill dapat menggunakan amortisasi goodwill akan membandingkan beban dengan pendapatan yang lebih baik. 

Amortisasi adalah sebuah pengalokasian harga perolehan ke beban usaha (biaya), atau dikenal dengan depresiasi (penyusutan) pada aktiva tetap. Perhitungan dan pencatatan atas amortisasi sama dengan perhitungan dan pencatatan penyusutan aktiva tetap berwujud. 

Perlu diperhatikan:

Amortisasi umumnya merupakan biaya usaha dan jarang dikelompokan ke dalam harga pokok produksi. Kecuali merek dagang.

Perhitungan amortisasi lebih baik menggunakan metode garis lurus. Karena aktiva tak berwujud tidak dipengaruhi, atau tidak ada hubungannya dengan output produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

  1. Pelaporan

Aktiva tak berwujud hanya melaporkan nilai bersih (net value) setelah dikurangi akumulasi amortisasi, perlu dicatat akun akumulasi amortisasi tidak pernah dicantumkan ke dalam laporan neraca.


Contoh soal

  1. Pada bulan september 2013, PT. Indo Utama mengakuisisi PT. Bintang Jaya dengan pembayaran tunia sebesar Rp. 1.000.000. Pada saat yang sama posisi keuangan PT. Bintang Jaya menunjukkan dari Rp. 700.000, kewajiban Rp. 320.000, dan ekuitas Rp. 820.000. Nilai aset PT. Bintang Jaya diperkirakan Rp. 900.000. Hitung jumlah goodwill yang diperoleh perusahaan PT. Indo Utama?


Jawab:


Harga pembelian


Rp. 1.000.000

Nilai wajar aset

Rp. 900.000


Nilai wajar kewajiban

(500.000)


Nilai wajar aset bersih


(400.000)

Nilai ditugaskan untuk goodwill


Rp. 600.000



  1. PT. Energi pada tanggal 1 September 2013 memperoleh hak paten dari Pemerintah dengan mengeluarkan biaya sebesar Rp. 60.000.000. Hak paten tersebut ditaksir memiliki masa manfaat selama 10 tahun. Jurnal yang diperlukan PT. Energi untuk mencatat transaksi adalah:

  • Jurnal pencatatan perolehan hak paten tanggal 1 September 2013

Hak paten

Rp. 60.000.000


                Kas


Rp. 60.000.000


  • Jurnal mencatat beban amortisasi tahun 2013

Beban Amortisasi

Rp. 2.000.000


            Hak paten


Rp. 2.000.000


Perhitungan:

Amortisasi per tahun = 60.000.000 : 10 tahun = 6.000.000

Amortisasi tahun 2013 dari tgl 1 September s/d 31 Desember = 4 bulan

= 4/12 X 6.000.000

= 2.000.000



Baca juga

Pengertian, Cara dan Contoh Menghitung Nilai Goodwill (Aset tidak berwujud) pada Perusahaan

Pengertian Aktiva Pajak Tangguhan (Deferred Tax Assets) serta Contoh Cara Menghitungnya

Contoh Cara Menentukan Biaya Perawatan (Maintenance Expenses) untuk Meningkatkan Nilai Asset

Pengertian Operating Asset (Aset Operasi) dalam Sebuah Bisnis

Cara Membuat Jurnal Penyusutan Aktiva Tetap (Fixed Asset) Akuntansi

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin