Definisi Upstream dan Downstream dalam Akuntansi serta Perbedaannya

By Martina, 13 Februari 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Dalam dunia akuntansi, ada dua istilah yang sering digunakan, yaitu upstream dan downstream. Kedua istilah ini berhubungan dengan perusahaan induk dan anak perusahaan. Induk dan anak perusahaan berkaitan dalam hal laba. Laba bersih yang diperoleh oleh perusahaan induk dipengaruhi oleh kondisi anak perusahaan. Dengan menggunakan metode ekuitas, perusahaan induk mengakui bagiannya dari pendapatan yang diperoleh oleh anak perusahaan. Dalam penangguhan laba, persentase laba yang ditangguhkan disesuaikan dengan kepemilikan oleh perusahaan induk. Jika anak perusahaan dimiliki 100% oleh anak perusahaan, maka 100% laba dari penjualan antar perusahaan yang belum terealisasi akan ditangguhkan oleh perusahaan induk. Jika anak perusahaan hanya dimiliki sebagian oleh anak perusahaan, maka hanya sebagian laba dari penjualan antar perusahaan yang belum terealisasi yang akan ditangguhkan oleh perusahaan induk. Setelah mengetahui hubungan antara induk dan anak perusahaan, sekarang kita akan mempelajari definisi dan perbedaan antara upstream dan downstream.

Upstream

Dalam dunia akuntansi, upstream adalah penjualan dari anak perusahaan ke perusahaan induk (penjualan dari bawah ke atas). Apa dampak yang terjadi dari penjualan tersebut? Anak perusahaan akan mengalami peningkatan penjualan, peningkatan harga pokok penjualan, dan peningkatan laba kotor. Namun, hal ini tidak akan mempengaruhi laba operasi perusahaan induk kecuali barang yang dijual tersebut dijual kembali kepada entitas atau pihak lain. Pendapatan baru bisa diakui jika penjualan kembali kepada pihak lain sudah terealisasi.  

Downstream

Jika upstream adalah penjualan dari bawah ke atas, maka sebaliknya dengan downstream yang merupakan penjualan dari bawah ke atas (penjualan dari perusahaan induk ke anak perusahaan. Harga yang terjadi di antara kedua perusahaan tersebut harus diperhatikan dengan baik. Jika harga yang dikenakan sama dengan harga perolehan, maka tidak ada permasalahan dalam pembuatan laporan keuangan. Namun, jika harga yang dikenakan berbeda atau lebih tinggi daripada harga perolehan, maka laporan keuangan harus disesuaikan dengan jurnal eliminasi. Mengapa? Perusahaan induk dan anak perusahaan merupakan satu kesatuan. Dengan demikian transaksi di antara keduanya tidak boleh diakui jika ada laba.

Penjualan barang yang tersedia secara downstream disebut juga transaksi hulu atau penjualan persediaan arus ke bawah. Dengan adanya penjualan downstream, maka entitas perusahaan induk akan memiliki keuntungan dari entitas anak perusahaan. Selain itu, penjualan barang yang tersedia secara downstream bisa berdampak positif dan negatif bagi pemegang saham. Kerugian yang ditanggung memang menurun namun di saat bersamaan keuntungan yang diperoleh pun menurun.

Laporan Keuangan Konsolidasi

Berdasarkan penjelasan diatas, transaksi antara perusahaan induk dan anak perusahaan merupakan hal yang sering terjadi, baik dari perusahaan induk ke anak perusahaan (downstream) maupun dari anak perusahaan ke perusahaan induk (upstream). Oleh karena itulah diperlukan laporan keuangan konsolidasi yang akan menunjukkan kinerja dan kondisi keuangan baik perusahaan induk maupun anak perusahaan. 


Selain itu, laporan keuangan konsolidasi juga diperlukan untuk mengeliminasi transaksi-transaksi yang terjadi di antara kedua perusahaan tersebut. Mengapa dilakukan eliminasi? Karena keduanya merupakan satu entitas tunggal. Pada jurnal eliminasi, transaksi yang dilakukan di antara perusahaan induk dan anak perusahaan tergantung pada kondisi persediaan di akhir periode. Jika perolehan dan penjualan seluruh persediaan terjadi di satu periode yang sama, maka pada jurnal eliminasi akan dibuat penghapusan angka penjualan dan beban pokok penjualan (nilai penghapusan sama dengan jumlah penjualan seluruh persediaan).


Jika pada akhir periode seluruh persediaan belum terjual, maka perusahaan induk harus mengeliminasi keuntungan dan kerugian dari penjualan persediaan dengan mengurangi nilai persediaannya. Ketika seluruh penjualan akhirnya terjual, mengeliminasi keuntungan dan kerugian dari penjualan persediaan yang belum terealisasi harus dilakukan.   

Perbedaan Antara Upstream Dan Downstream

Seperti yang dijelaskan di atas, pada penjualan downstream akan terjadi eliminasi atau penyesuaian kepemilikan dari pengendali maupun mayoritas pemilik. Hal ini menyebabkan keuntungan dan kerugian yang diterima dan ditanggung pun akan mengalami penyesuaian. Berbeda dengan penjualan downstream, pada penjualan upstream, anak perusahaan dimiliki sepenuhnya oleh pengendali atau mayoritas pemilik, serta mayoritas dimiliki secara profesional oleh pengendali dan non pengendali.

Contoh Soal:

  1. PT ABC memiliki saham sebesar 75% atas PT XYZ. PT ABC melaporkan bahwa labanya sebesar Rp 150 juta sedangkan PT XYZ melaporkan labanya sebesar Rp 90 juta. Selain itu, terdapat juga laba antar perusahaan yang belum terealisasi sebesar Rp 30 juta. Berapa besaran laba yang diterima oleh masing-masing perusahaan baik menggunakan arus upstream dan downstream?

Penjualan menggunakan arus upstream dengan penghitungan laba sebagai berikut:

Laba PT ABC: 150 juta

Laba PT XYZ: 90 juta

Laba antar perusahaan yang belum terealisasi: 30 juta

Laba PT XYZ yang terealisasi: 60 juta

Bagian PT ABC (75% dari 60 juta): 45 juta

Laba bersih konsolidasi (PT ABC): 195 juta

PT ABC merupakan kepemilikan pengendali

Laba PT XYZ (25% dari 60 juta): 15 juta


PT ABC merupakan kepemilikan non pengendali,

Penjualan menggunakan arus downstream dengan penghitungan laba sebagai berikut:

Laba PT ABC: 150 juta

Laba antar perusahaan yang belum terealisasi: 30 juta

Laba PT ABC: 120 juta

Laba PT XYZ: 90 juta

Bagian PT ABC (75% dari 90 juta): 67,5 juta

Laba bersih konsolidasi (PT ABC): 187,5 juta

Laba PT XYZ (25% dari 90 juta): 22,5 juta

  1. PT ABC (perusahaan induk) membeli tanah senilai Rp 100 juta pada bulan Januari. Kemudian, tanah tersebut dijual kepada PT XYZ (anak perusahaan) senilai Rp 130 juta pada bulan Maret. Bagaimana penulisan ayat jurnal pada PT ABC, PT XYZ, dan ayat jurnal eliminasi pada penyusunan laporan keuangan?

Penulisan ayat jurnal pada PT ABC:

Bulan Januari

Tanah                    100 juta

          Kas                    100 juta

Bulan Maret

Kas                    130 juta

Keuntungan penjualan tanah 30 juta

          Tanah                    100 juta

Penulisan ayat jurnal pada PT XYZ:

Tanah                    130 juta

          Kas                    130 juta

Ayat jurnal eliminasi pada penyusunan laporan keuangan:

Keuntungan penjualan tanah          30 juta

          Tanah                    30 juta



Baca juga

Bagaimana Membuat Klasifikasi atau Penggolongan Biaya (Type of Cost) dalam Akuntansi Biaya

Pengertian, Ciri-ciri dan Perbedaan dari Utang Jangka Panjang dan Utang Jangka Pendek dalam Akuntansi

Mengenal Berbagai Macam Beban (Expense) dalam Akuntansi

Berbagai Macam Bentuk Neraca Akuntansi dan Fungsinya

Kaitan Antara Akuntansi dan Pajak dalam Laporan Keuangan

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin