Ekonomi Makro: Pengertian, Tujuan, dan Ruang Lingkupnya

By Aulia, 17 April 2022
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Apa itu ekonomi makro? Salah satu yang menjadi cabang ilmu ekonomi dasar yang membahas tentang stabilitas negara, tenaga kerja, sampai dengan pertumbuhan perdagangan dalam tingkat nasional. Pembahasan selengkapnya bisa Anda simak melalui ulasan berikut.

Pengertian Ekonomi Makro

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ekonomi adalah sebuah ilmu yang membahas tenang asas-asas distribusi, produksi, serta pemakaian barang maupun harta. Beberapa contohnya seperti perdagangan, keuangan, dan perindustrian. Sedangkan makro memiliki arti sesuatu yang berukuran atau berjumlah besar.

Dari penjelasan ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa ekonomi makro merupakan ilmu ekonomi yang membahas secara keseluruhan. Ada juga yang menjelaskan bahwa ini merupakan sebuah cabang ilmu ekonomi yang isinya tentang perilaku, kinerja, serta bagaimana proses dalam mengambil keputusan.

Adam Smith, bapak ekonomi dunia menjelaskan bahwa ekonomi makro adalah sebuah upaya dengan tujuan untuk melakukan analisis terhadap peristiwa atau fenomena. Hal ini bermaksud agar dapat menggali informasi tentang penyebab serta akibat dari kejadian tersebut. 

Dikarenakan ekonomi makro merupakan studi ekonomi yang membahas secara keseluruhan, maka sering dimanfaatkan untuk menganalisis dan merancang kebijakan yang berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi, inflasi, tenaga kerja, sampai dengan keseimbangan dari neraca negara.

Tujuan Ekonomi Makro

Selain untuk menghadirkan sebuah kondisi ekonomi yang ideal dan seimbang, masih ada beberapa tujuan yang lain. Beberapa tujuan tersebut adalah seperti berikut:

1. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Tujuan adanya ekonomi makro adalah untuk menghadirkan sebuah pertumbuhan ekonomi lebih baik. Nanti akan tercipta sebuah pendapatan nasional yang secara otomatis akan meningkat. Dengan begitu aktivitas perekonomian juga akan meningkat dalam jangka waktu yang lama.

2. Meningkatnya Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional yang tinggi mengindikasikan bahwa terdapat peningkatan dalam aktivitas ekonomi dalam suatu negara. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap pendapatan per kapita serta kesejahteraan masyarakat yang juga akan meningkat.

3. Kondisi Perekonomian Stabil

Tujuan yang ketiga dengan adanya ekonomi makro yaitu membantu dalam menstabilkan kondisi perekonomian negara. Maksud dari stabil yaitu pada saat ekonomi dari suatu negara mampu mencapai keseimbangan terhadap neraca permintaan persediaan serta neraca pembayaran barang.

4. Distribusi Pendapatan yang Merata

Semua negara sudah tentu ingin agar distribusi pendapatannya merata. Mengapa? Karena pada saat distribusi merata, kehidupan masyarakat yang makmur bisa tercapai.

5. Kapasitas Produksi Nasional yang Berkembang

Tujuan yang kelima dari adanya ekonomi makro adalah membantu di dalam mengembangkan kapasitas dari produksi nasional. Kondisi ini berdampak pada pertumbuhan ekonom yang juga akan meningkat.

6. Menghadirkan Neraca Pembayaran yang Seimbang

Melakukan analisis makro ekonomi bertujuan untuk menjadikan neraca pembayaran luar negeri seimbang. Dengan begitu tidak sampai mengalami defisit. Kondisi ini juga bermanfaat untuk membuat devisa negara melalui peningkatan aktivitas ekspor menjadi meningkat.

7. Kesempatan Kerja yang Semakin Tinggi

Ketika produktivitas nasional meningkat, hal ini bukan hanya berpengaruh terhadap kapasitas produksi saja. Akan tetap, akan mampu membuka kesempatan kerja yang lebih tinggi.

8. Mengendalikan Inflasi

Tujuan yang terakhir dari analisis ekonomi makro yaitu upaya di dalam mengendalikan inflasi. Tujuan ini perlu dilakukan agar mampu menekan harga seminimal mungkin melalui berbagai kebijakan. Misalnya politik diskonto, politik pasar terbuka, maupun cash rasio.

Kebijakan Ekonomi Makro

Praktik ekonomi makro bertujuan untuk menghadirkan sebuah kebijakan. Beberapa kebijakan yang berkaitan dengan analisis ekonomi tersebut antara lain:

1. Kebijakan Moneter

Apa itu kebijakan moneter? Ini merupakan sebuah kebijakan yang menjadikan perbedaan antara ekonomi mikro dan makro. Dalam pelaksanaannya, kebijakan ini dilakukan Bank Indonesia yang merupakan bank sentral negara.

Kebijakan moneter tersebut seperti langkah pemerintah di dalam mempengaruhi pengeluaran agregat. Bank Indonesia berperan untuk memberikan penawaran serta mengontrol peredaran uang di masyarakat. Bahkan BI memiliki kewenangan untuk mengubah besaran bunga untuk periode tertentu.

Maka dari itu, kebijakan ini bermaksud untuk mengetahui berapa banyak dana yang harus dikeluarkan oleh bank sentral di suatu negara. Alasannya karena perputaran uang yang ada di dalam bank sentral tersebut akan berpengaruh terhadap tinggi maupun rendahnya inflasi. Untuk itu, kebijakan moneter di dalam ekonomi makro bertujuan agar laju pertumbuhan ekonomi dari suatu negara tetap terjaga.

2. Kebijakan Fiskal

Di dalam memberikan pengaruh terhadap jalannya perekonomian negara maupun pengeluaran agregat, pemerintah sudah menerapkan kebijakan fiskal. Kebijakan tersebut direalisasikan melalui berbagai langkah yang perlu untuk dilakukan di dalam pengatur pengeluaran dan pemasukan negara. Peran dari kebijakan fiskal di dalam ekonomi makro yaitu untuk memberikan pengaruh terhadap tingkat investasi nasional, pendapatan nasional, distribusi terkait pendapatan nasional, dan lain-lain.

3. Kebijakan Penawaran

Kebijakan ekonomi makro yang terakhir yaitu kebijakan dari segi penawaran. Ini lebih berfokus pada bagaimana membuat neraca keuangan perusahaan atau negara seimbang. Kebijakan tersebut juga bermanfaat untuk membantu dalam meningkatkan efisiensi dari aktivitas ekonomi serta semangat untuk bekerja melalui pengurangan pajak pendapatan rumah tangga.

Biasanya, pemerintah akan menerapkan kebijakan dengan cara pemberian insentif bagi perusahaan yang terus melakukan inovasi. Bukan itu saja, perusahaan yang akan menerima insentif adalah perusahaan yang terus mengembangkan kualitas dari produknya serta mampu menggunakan teknologi baru.

Ruang Lingkup

Setelah memahami pengertian serta tujuan ekonomi makro, penjelasan berikutnya yaitu seputar ruang lingkupnya. 

1. Kebijakan Pemerintah

Berdasarkan ketiga kebijakan dari pemerintah yang telah kami sebutkan, itu merupakan sebuah upaya pemerintah di dalam mengatasi masalah terkait pengangguran, inflasi, serta berbagai masalah yang berkaitan dengan ekonomi makro.

2. Menentukan Perekonomian Negara

Ruang lingkup yang kedua yaitu berkaitan dengan kemampuan produksi dari sebuah jasa maupun jasa suatu negara. Adapun rincian pembahasannya adalah mulai dari tahap pengeluaran pemerintah, perusahaan maupun investasi, sampai dengan aktivitas impor dan ekspor.

3. Pengeluaran Secara Agregat atau Menyeluruh

Terakhir, ruang lingkup ekonomi makro berhubungan dengan tingkat pengeluaran baik secara menyeluruh atau agregat. Ketika tingkat pengeluaran agregat sudah tidak berada dalam kondisi yang ideal, maka akan berpotensi mengakibatkan permasalahan ekonomi yang lainnya.


Baca juga

© 2022 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin