Jenis-jenis Neraca Saldo dalam Akuntansi Keuangan Beserta Contohnya

By Martina, 10 September 2020
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Neraca saldo adalah salah satu instrumen laporan keuangan yang penting dalam akuntansi keuangan. Neraca saldo secara umum akan menampilkan jumlah keseluruhan akun debit dan kredit. Maka dari itu, salah satu fungsi neraca saldo adalah untuk menilai keseimbangan saldo kredit dan debit. Dari sana, perusahaan bisa menentukan apakah terjadi kesalahan baik dalam pencatatan lajur atau kertas kerja.


Karena neraca saldo mencatat setiap akun dan nominalnya, maka bisa juga digunakan untuk membuktikan kelengkapan laporan akuntansi sebelumnya, seperti Buku Besar dan Jurnal Umum. Misalnya, bila jumlah kredit dan debit neraca saldo tak seimbang, terdapat tiga kesalahan yang mungkin terjadi yaitu salah catat pada neraca, salah catat pada buku besar, atau salah catat pada jurnal umum.


Maka dari itu, neraca saldo secara tidak langsung bisa membuktikan kebenaran dari laporan keuangan sebelumnya. Format neraca saldo biasanya selalu diawali dengan nama perusahaan dan periode akuntansi sebagai judul. Kemudian kolom yang berisi nama akun, saldo normal, dan keterangan. Secara umum, terdapat tiga jenis neraca saldo dalam akuntansi keuangan yaitu,

  1. Neraca Saldo yang Belum Disesuaikan atau Unadjusted Trial Balance

  2. Neraca Saldo yang Sudah Disesuaikan atau Adjusted Trial Balance

  3. Neraca Saldo Penutup atau Post Closing Trial Balance


Dalam artikel berikut ini, masing-masing jenis neraca saldo akan dibahas sekaligus contohnya. Yuk, disimak!


Neraca Saldo Belum Disesuaikan (Unadjusted Trial Balance)

Neraca saldo yang belum disesuaikan adalah neraca saldo yang pertama kali dibuat setelah buku besar selesai diposting. Saldo-saldo yang tercatat di buku besar perusahaan akan dimasukkan ke neraca saldo jenis ini. Dalam neraca saldo ini, kesalahan yang terdapat di buku besar dideteksi lebih mudah.


Neraca Saldo Sesudah Penyesuaian (Adjusted Trial Balance)

Neraca saldo ini adalah neraca yang dibuat tepat setelah beberapa akun disesuaikan. Beberapa akun yang mungkin disesuaikan adalah pendapatan di muka, beban dibayar di muka, dan saldo-saldo akun yang habis pakai. Ketika akun-akun tersebut tidak disesuaikan maka kemungkinan besar data yang tersaji tidak valid. Bisa saja overstate atau understate, misalnya, laba atau rugi yang kebesaran dan kekecilan karena akun biaya dan pendapatan yang seharusnya disesuaikan.


Neraca Saldo Penutup (Post Closing Trial Balance)

Neraca saldo penutup adalah neraca saldo terakhir yang dibuat dan merupakan neraca saldo final. Artinya, temuan kesalahan sekecil apapun sangat tak diharapkan di neraca saldo ini. Segala akun yang tercatat di neraca saldo penutup akan menjadi saldo awal di setiap akun untuk periode selanjutnya. Prosedur ini adalah langkah terakhir dalam siklus akuntansi setelah ayat jurnal penutup.


Contoh Neraca Saldo

Untuk memahami contoh yang diberikan terkait dengan masing-masing neraca saldo, ada baiknya untuk dimulai dengan catatan Buku Besar. Kita asumsikan PT. Jaya hendak membuat neraca saldo di akhir periode tahun 2020 dengan akun-akun yang berasal dari Buku Besar setelah jurnal umum dan jurnal khusus selesai dibuat.


Dalam buku besar PT.Jaya, terdapat 8 akun yang sudah diposting. Anggap saja, akun kas, piutang, peralatan, gedung, modal, prive, pendapatan, dan beban gaji. Berikut ini adalah contoh buku besarnya, 

Akun Kas

Kode Akun

Rekening

Keterangan

Debit

Kredit

Saldo Akhir

Debit

Kredit

1101

Kas

Neraca

Rp9.000.000

Rp.5.000.000

Rp4.000.000

















Akun Piutang

Kode Akun

Rekening

Keterangan

Debit

Kredit

Saldo Akhir

Debit

Kredit

1102

Piutang

Neraca

Rp8.000.000


Rp8.000.000



Piutang


Rp2.000.000


Rp10.000.000










Akun Peralatan

Kode Akun

Rekening

Keterangan

Debit

Kredit

Saldo Akhir

Debit

Kredit

1103

Peralatan

Neraca

Rp1.000.000


Rp1.000.000

















Akun Gedung

Kode Akun

Rekening

Keterangan

Debit

Kredit

Saldo Akhir

Debit

Kredit

1201

Gedung

Neraca

Rp27.000.000


Rp27.000.000

















Akun Modal

Kode Akun

Rekening

Keterangan

Debit

Kredit

Saldo Akhir

Debit

Kredit

3101

Modal

Neraca


Rp25.000.000


Rp25.000.000
















Akun Prive

Kode Akun

Rekening

Keterangan

Debit

Kredit

Saldo Akhir

Debit

Kredit

3102

Prive

Neraca

Rp4.000.000



















Akun Pendapatan Jasa

Kode Akun

Rekening

Keterangan

Debit

Kredit

Saldo Akhir

Debit

Kredit

4101

Pendapatan Jasa

Laba Rugi


Rp19.000.000


Rp19.000.000
















Akun Beban Gaji

Kode Akun

Rekening

Keterangan

Debit

Kredit

Saldo Akhir

Debit

Kredit

5101

Beban Gaji

Laba Rugi

Rp2.000.000


Rp2.000.000

















Dari catatan buku besar tersebut, kita bisa mulai membuat neraca saldo yang belum disesuaikan atau unadjusted trial balance. Gunakanlah saldo akhir di masing-masing akun pada buku besar untuk dimasukkan ke Neraca Saldo Sebelum Disesuaikan.


PT Jaya

Neraca Saldo Belum Disesuaikan

31 Desember 2020

Nomor Rekening

Nama Rekening

Debit

Kredit

1101

Kas

Rp4.000.000


1102

Piutang

Rp10.000.000


1103

Peralatan

Rp1.000.000


1201

Gedung

Rp23.000.000


3101

Modal


Rp25.000.000

3102

Prive

Rp4.000.000


4101

Pendapatan


Rp19.000.000

5101

Beban Gaji

Rp2.000.000



Jumlah

Rp44.000.000

Rp44.000.000


Nah, itu adalah neraca saldo sebelum penyesuaian. Akun-akun yang tertera merupakan akun-akun yang sudah dicatat di buku besar. Selanjutnya, apabila terdapat penyesuaian pada beberapa akun seperti beban, pendapatan, dan beban peralatan, maka neraca saldo setelah penyesuaian harus segera dibuat. 


Contohnya, adalah penyesuaian pada akun-akun berikut ini,

Terjadi penjualan secara kredit

(Debit) Piutang Rp300.000
(Kredit) Pendapatan Rp300.000

Terjadi Penyusutan Peralatan

(Debit) Beban Peralatan Rp200.000
(Kredit) Peralatan Rp200.000

Beban Gaji yang Belum Dibayar

(Debit) Beban Gaji Rp1.000.000
(Kredit) Hutang Gaji Rp1.000.000


PT Jaya

Neraca Saldo Setelah Disesuaikan Disesuaikan

31 Desember 2020

Nomor Rekening

Nama Rekening

Debit

Kredit

1101

Kas

Rp4.000.000


1102

Piutang*

Rp10.300.000


1103

Peralatan*

Rp800.000


1201

Gedung

Rp23.000.000


2101

Hutang gaji


Rp1.000.000

3101

Modal


Rp25.000.000

3102

Prive

Rp4.000.000


4101

Pendapatan*


Rp19.300.000

5101

Beban Gaji*

Rp3.000.000


5102

Beban Peralatan*

Rp200.000



Jumlah

Rp45.300.000

Rp45.300.000

*Akun-akun yang mengalami penyesuaian


Ketika neraca saldo setelah penyesuaian selesai dibuat, maka perusahaan selanjutnya akan melakukan penutupan untuk akun pendapatan dan beban yang melibatkan akun modal dan prive.  Akun pendapatan dan beban ditutup atau dinolkan lalu pada laporan laba rugi, bila pendapatan lebih besar dari beban maka selisihnya akan ditambahkan ke modal. Sebaliknya, bila pendapatan lebih kecil dari beban alias rugi maka modal akan dikurangi nominal tersebut.


Pada contoh PT. Jaya, perusahaan mengalami keuntungan sebesar Rp16.100.000 hasil pengurangan antara Pendapatan (19.300.000) dengan Beban Gaji (3.000.000) dan Beban Peralatan (200.000). Keuntungan tersebut akan ditambahkan ke modal sehingga menjadi Rp41.100.000. Terakhir, modal akan dikurangi Prive sejumlah Rp4.000.000 menjadi Rp37.100.000. Akun prive kemudian ditutup atau dinolkan juga.


Karena pendapatan, prive, dan seluruh akun beban telah ditutup sekaligus nominal Modal yang berubah, maka dibuatlah Neraca Saldo Setelah Penutupan atau Post Posting Trial Balance, seperti berikut ini:


PT Jaya

Neraca Saldo Setelah Penutupan

31 Desember 2020

Nomor Rekening

Nama Rekening

Debit

Kredit

1101

Kas

Rp4.000.000


1102

Piutang

Rp10.300.000


1103

Peralatan

Rp800.000


1201

Gedung

Rp23.000.000


2101

Hutang gaji


Rp1.000.000

3101

Modal


Rp37.100.000


Jumlah

Rp38.100.000

Rp38.100.000


Nah, itu dia ulasan singkat mengenai 3 jenis neraca saldo mulai dari Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian, Sesudah Penyesuaian, hingga Setelah Penutupan. Membuat neraca saldo memang tidak sulit, namun diperlukan ketelitian agar data yang dimasukkan valid dan seimbang. Biasanya, masalah terbesar bagi para akuntan adalah nominal yang tidak seimbang antara kredit dan debit sehingga pengecekan ulang dari jurnal umum terkadang mesti dilakukan.


Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda, ya!


Baca juga

Definisi dan Komponen yang Harus Ada Dalam Laporan Neraca Keuangan (Balance Sheet)

Contoh Cara Membuat Neraca Lajur Perusahaan Jasa Beserta Laporan Keuangannya

Perbedaan Saldo Awal dan Saldo Akhir Serta Cara Penulisannya Dalam Buku Besar

Pengertian Saldo Normal Akun dan Tips Cara Mudah Menghapalnya

Pengertian, Fungsi dan Pengelompokan Saldo Laba (Retain Earning)

© 2020 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin