Kegunaan Laporan Keuangan untuk Bisnis Anda

By Martina, 16 April 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Sebagai pemilik bisnis, tentu Anda ingin mengetahui apakah bisnis Anda berjalan dengan baik, memiliki potensi untuk berkembang dan di bagian mana dari operasional bisnis Anda yang perlu ditingkatkan untuk mempercepat pertumbuhannya. Ada pemilik bisnis yang mengetahui seberapa penting dan krusialnya bagi bisnis untuk membuat laporan keuangan. Namun, tak sedikit pula yang masih awam dengan pembuatan laporan keuangan ini. Bukan karena mereka belum pernah mendengar konsep ini, tetapi karena kurangnya informasi mengenai seberapa penting dan berpengaruhnya sebuah laporan keuangan terhadap bisnis yang sedang dijalankan dan bagaimana cara membuatnya.


Faktanya, tanpa laporan keuangan tidak hanya bisnis akan sulit berjalan dengan lancar, kemungkinan untuk dapat memiliki pertumbuhan pun kecil. Agar pemanfaatannya dapat dimaksimalkan, sebuah bisnis atau perusahaan harus membuat laporan keuangan secara rutin dan akurat. Tapi, apa itu laporan keuangan? Laporan keuangan merupakan laporan yang mencatat semua transaksi keuangan baik pemasukan maupun pengeluaran yang dilakukan oleh bisnis Anda pada periode tertentu. Pencatatan ini biasanya dilakukan oleh akuntan khusus perusahaan atau bagian keuangan di perusahaan atau bisnis Anda.


Pada umumnya, sebuah laporan keuangan dibuat setiap bulan, yang kemudian dirangkum menjadi setiap tiga bulan, enam bulan hingga setahun. Bagi Anda yang ingin membuat laporan keuangan, terdapat empat karakteristik yang harus dipenuhi sebuah laporan keuangan untuk dianggap layak dan kredibel serta memenuhi standar yang telah ditentukan dalam Standar Akuntansi Keuangan. Keempat karakteristik tersebut adalah dapat dipahami, relevan dengan keadaan perusahaan atau bisnis Anda, informasi yang tercatat benar dan akurat, serta dapat dibandingkan dengan laporan pada periode sebelumnya.


Kegunaan dari laporan keuangan adalah agar Anda dapat mengetahui dengan pasti kondisi keuangan perusahaan atau bisnis Anda. Apabila ternyata mengalami kerugian, Anda bisa segera mencari cara untuk meningkatkan omzet penjualan bisnis Anda. Apabila Anda ingin mendapatkan suntikan dana, laporan keuangan merupakan salah satu elemen yang perlu dimiliki.


Laporan keuangan memiliki berbagai macam jenis. Setidaknya ada empat jenis laporan keuangan yang perlu Anda ketahui.


1. Laporan Laba Rugi

Ini merupakan laporan yang menilai kinerja perusahaan dengan menunjukkan keuntungan dan kerugian yang didapat perusahaan atau sebuah bisnis pada periode tertentu dengan perhitungan sederhana yaitu jumlah pendapatan dikurang dengan beban biaya.


Laporan laba rugi juga merupakan dasar untuk mengevaluasi kinerja perusahaan di bulan atau periode sebelumnya untuk dapat meningkatkan pendapatan dan meminimalkan resiko kerugian yang akan dialami perusahaan. Pada laporan laba rugi, Anda dapat melihat resiko yang bisa saja terjadi kedepannya. Selain itu, laporan laba rugi juga bisa menjadi tolak ukur perusahaan atau bisnis Anda untuk bekerja lebih baik sehingga perusahaan dapat berkembang.


2. Laporan Arus Kas

Laporan ini merupakan laporan yang menunjukkan arus kas atau cash flow yang didapat atau dikeluarkan oleh perusahaan Anda dalam periode tertentu.


Terdapat dua jenis arus kas atau cash flow, yaitu arus kas (cash flow) positif dimana pendapatan Anda lebih besar daripada pengeluaran. Sedangkan arus kas (cash flow) negatif adalah besar pasak daripada tiang atau pendapatan Anda lebih kecil daripada pengeluaran. Laporan arus kas berperan penting untuk mengetahui seberapa baik operasional bisnis Anda berjalan. Menurut riset yang dilakukan U.S. Bank oleh Jessie Hergen, setidaknya sebesar 82% bisnis gagal karena buruknya pengelolaan arus kas.


Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam membuat laporan arus kas adalah terdapat tiga komponen yang mempengaruhi arus kas, dua jenis metode perhitungan arus kas dan dua sumber data yang diperlukan untuk membuat laporan arus kas yang tepat dan akurat.


Ketiga komponen tersebut adalah sebagai berikut:

  • Arus kas dari kegiatan bisnis (Operating Activities): Arus kas yang berasal dari pendapatan dan pengeluaran yang perusahaan Anda lakukan, seperti pemasukan yang diterima dari konsumen, bayar listrik, gaji bulanan karyawan, dan sebagainya.

  • Arus kas dari kegiatan investasi (Investment Activities): Ini merupakan arus kas yang berasal dari kegiatan investasi yang dilakukan oleh perusahaan Anda, seperti aktivitas penjualan dan pembelian dari aktiva (aset) perusahaan serta aktivitas yang ada hubungannya dengan piutang perusahaan atau bisnis. Contoh lainnya dari kegiatan investasi adalah pembelian kendaraan operasional baru.

  • Arus kas dari kegiatan pendanaan (Funding Activities): Arus kas ini biasanya berasal dari pendanaan yang dilakukan atau diperoleh oleh perusahaan Anda, seperti emisi saham, penjualan obligasi, dan lain-lain bagi perusahaan atau bisnis yang sudah berada dalam skala besar. Sedangkan untuk bisnis kecil, biasanya arus kas pendanaan ini berasal dari pinjaman modal usaha.


Jenis metode yang dapat Anda gunakan untuk melakukan perhitungan arus kas perusahaan Anda ada dua, yaitu Metode Langsung (Direct Cash Flow) dan Metode Tidak Langsung (Indirect Cash Flow). Pada penggunaan metode langsung, penyusunan laporan dilakukan berdasarkan pada buku kas/bank perusahaan. Dengan menggunakan metode langsung memungkinkan Anda untuk mengetahui sumber serta penggunaan kas yang dimiliki, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih lengkap, lebih mudah dimengerti dan memudahkan Anda dalam mengambil keputusan. Namun, penggunaan metode ini memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk pengumpulan datanya karena sulit didapat.


Sedangkan penggunaan metode tidak langsung, penyusunan laporan dilakukan berdasarkan laporan laba rugi dan neraca (Laporan yang menunjukkan jumlah dan kondisi aset (aktiva) serta modal (passiva) perusahaan Anda agar tetap dalam keadaan berimbang atau balance) dari bisnis Anda. Penggunaan metode tidak langsung lebih berfokus pada perbedaan laba bersih dan arus kas dari kegiatan operasional sehingga dapat menunjukkan hubungan antara laporan laba rugi, neraca dan arus kas. Untuk pembuatan laporan arus kas dengan metode ini pun biayanya lebih murah daripada dengan metode langsung. Hal ini karena data yang diperlukan sudah tersedia. Jadi, apabila Anda ingin membuat laporan arus kas, sangat disarankan untuk menggunakan metode tidak langsung.


Sumber data yang harus Anda miliki untuk membuat laporan arus kas adalah laporan laba rugi periode yang sedang berjalan dan neraca periode yang sedang berjalan serta periode tahun sebelumnya.


3. Neraca

Laporan yang menunjukkan jumlah dan kondisi aset (aktiva) serta modal (passiva) perusahaan Anda agar tetap dalam keadaan berimbang atau balance. Laporan neraca merupakan dasar untuk mempersiapkan laporan keuangan atau sebagai referensi untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan. Agar hasil laporannya valid dan akurat, laporan neraca harus dilakukan secara teliti dan hati-hati.


Pada umumnya, neraca memiliki empat fungsi, yaitu:

  • Fungsi Persiapan, dimana laporan neraca dipersiapkan untuk pembuatan laporan akhir keuangan perusahaan Anda.

  • Fungsi Pencatatan, yaitu sebagai tempat mencatat data-data pada setiap akun rekening.

  • Fungsi Koreksi, dimana Anda melakukan koreksi terhadap seluruh catatan serta siklus akuntansi yang telah Anda lakukan sebelum membuat neraca. Pada neraca, nantinya akan diketahui apakah ada kekurangan atau kesalahan pencatatan yang dilakukan dengan cara melihat kesamaan pada hasil akhir kolom debit dan kredit.

  • Fungsi Monitoring, dimana laporan neraca berfungsi untuk melakukan pengawasan pada setiap akun dalam keuangan perusahaan Anda.


Untuk membuat laporan neraca, ada empat kolom utama, yaitu:

  • Nomor Akun. Pada kolom ini, Anda harus menuliskan nomor atau kode akun yang terdapat dalam buku besar perusahaan Anda secara sistematis atau urut mulai dari kode akun harta sampai akun beban.

  • Nama Akun atau Keterangan. Pada kolom ini, Anda harus menuliskan nama akun yang tercantum dalam buku besar perusahaan Anda. Penulisan dalam neraca diurutkan mulai dari golongan akun harta, akuntan, akun modal, akun pendapatn, dan di urutan terakhir ada akun beban.

  • Debit. Berisi saldo atau angka dari setiap akun yang memiliki nilai debit sesuai dengan buku besar Anda.

  • Kredit. Berisi saldo atau angka dari setiap akun yang memiliki nilai kredit sesuai dengan buku besar Anda.


4. Laporan Perubahan Modal

Jenis laporan yang terakhir adalah laporan perubahan modal, laporan yang menunjukkan perubahan modal yang terjadi dengan menambahkan keuntungan yang didapat atau menguranginya dari kerugian perusahaan Anda.


Fungsi dari laporan ini adalah untuk merangkum aktiva (aset) pembayaran dan investasi serta dana yang dihasilkan oleh perusahaan Anda selama periode tertentu. Apa saja yang menyebabkan perubahan modal? Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan modal, yaitu adanya tambahan modal baik dalam bentuk investasi, pinjaman modal atau dalam bentuk aset. Laba dan rugi usaha serta penggunaan modal untuk suatu keperluan juga menjadi faktor yang mempengaruhi perubahan modal.


Untuk membuat laporan perubahan modal, sumber data atau informasi akuntansi yang dibutuhkan dapat diperoleh dari neraca lajur atau kertas kerja (worksheet), dengan rincian komponen sebagai berikut:

  • Modal awal, dapat Anda lihat dari neraca saldo.

  • Tambahan investasi (jika ada), dapat Anda peroleh dari jurnal penyesuaian.

  • Laba bersih, dapat Anda lihat pada laporan laba rugi yang ada di samping debit atau bisa juga dilihat pada neraca lajur di kolom laba rugi.

  • Data prive (pengambilan pribadi), bisa Anda lihat di neraca lajur pada kolom debit.

  • Rugi perusahaan yang dapat Anda ambil dari neraca lajur pada kolom di samping kredit atau hasil dari perhitungan laba rugi.


Berikut adalah contoh laporan perubahan modal pada perusahaan dagang:


Pak Kito, pemilik perusahaan Garment Jaya, memiliki modal awal usaha sebesar Rp 24.000.000,- dan selama tahun 2018 Pak Kito melakukan pengambilan dana atau prive sebesar Rp 2.000.000,- Untuk mengetahui laporan perubahan modal yang dilakukan oleh Pak Kito, maka laporan keuangan yang harus dibuat adalah:


Langkah 1: Membuat Laporan Laba Rugi


PD GARMENT JAYA

Laporan Laba Rugi

Untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 2018



Langkah 2: Membuat Laporan Perubahan Modal


PD GARMENT JAYA

Laporan Perubahan Modal

Untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 2018




Contoh di atas adalah pembuatan laporan perubahan modal sederhana yang langsung didapat dari data laporan laba rugi sebelumnya. Yang harus diingat adalah pada saat pembuatan laporan perubahan modal, Anda akan memerlukan neraca lajur terlebih dahulu dan disesuaikan dengan semua aktivitas transaksi perusahaan Anda selama satu periode akuntansi.


Baca juga

5 Jenis Laporan Keuangan Dalam Akuntansi yang Harus Anda Ketahui

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Lengkap

Pengertian, Fungsi, dan Tujuan Manajemen Keuangan di Perusahaan Dagang

Contoh Laporan Keuangan di Perusahaan Distribusi (Distributor)

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

© 2019 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin