Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Komando

By Aulia, 18 April 2022
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Dalam sistem ekonomi komando, negara memegang kendali penuh terhadap semua aktivitas ekonomi di pasar. Semua sumberdaya, baik produksi atau modal, dikuasai penuh oleh pemerintah.

Biasanya, sistem ekonomi bentuk ini diterapkan di negara-negara sosialis seperti Vietnam, Korea Utara, China, dan Kuba. Sistem ekonomi semacam ini tidak bisa diterapkan di negara yang menganut asa demokrasi seperti Indonesia.

Setiap negara memang memiliki sistem ekonomi yang berbeda-beda. Semua itu tergantung pada banyak hal seperti luas wilayah, jumlah penduduk, budya, sistem yang dianut oleh masyarakat, dan demografis. Setiap sistem ekonomi juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, termasuk sistem ekonomi komando.

Pengertian Sistem Ekonomi Komando

Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi yang didasarkan pada kontrol penuh oleh pemerintah. Berbagai upaya administratif, seperti perintah, hukum, dan tujuan nasional, digunakan untuk mengkoordinasikan sistem sosial dan ekonomi yang kompleks.

Dengan kata lain, ekonomi komando adalah struktur ekonomi otoriter di mana hierarki politik atau sosial bertanggung jawab penuh untuk membuat keputusan tentang ekonomi. Keputusan yang dibuat oleh para pemimpin ini diikuti oleh para pemain di seluruh perekonomian, sampai ke pekerja individu.

Sistem ekonomi komando terjadi ketika pemerintah mengendalikan semua aspek utama ekonomi dan produksi ekonomi. Dalam sistem ekonomi komando, pemerintahlah yang memutuskan apa yang akan diproduksi, bagaimana memproduksi barang dan bagaimana mendistribusikan barang dan jasa dalam perekonomian. Sistem ekonomi komando sering dikaitkan dengan sistem politik Komunisme.


Sistem ekonomi komando bekerja berbeda dengan ekonomi pasar bebas. Dalam ekonomi pasar bebas, barang dan jasa diproduksi oleh perusahaan swasta dengan distribusi yang terjadi sesuai dengan kekuatan pasar. Sedangkan dalam sistem ekonomi komando, semua aktivitas ekonomi di bawah kendali negara.

Cara kerja sistem ekonomi komando

Dalam ekonomi komando, pemerintah membuat rencana ekonomi terpusat. Pemerintah dapat menetapkan rencana lima tahun, misalnya, yang menetapkan tujuan ekonomi dan sosial untuk setiap sektor dan wilayah negara.  

Alokasi sumberdaya berada di bawah kendali pemerintah. Pemerintah juga mencoba menggunakan modal negara, tenaga kerja, dan sumber daya alam dengan cara yang seefisien mungkin.

Pemerintah pusat menetapkan prioritas untuk produksi semua barang dan jasa, termasuk dalam hal penetapan jumlah produksi dan kontrol harga. Hal ini dilakukan untuk menyediakan cukup perumahan, pangan, dan berbagai kebutuhan dasar semua warganya. Pemerintah pusat juga menetapkan prioritas nasional pada isu-isu seperti mobilisasi untuk perang.

Pemerintah memiliki bisnis monopoli di industri yang dianggap penting untuk tujuan ekonomi, termasuk keuangan, utilitas, dan sektor otomotif. Tidak ada persaingan domestik di sektor-sektor yang menjadi bagian dari ekonomi komando. Pemerintah melakukan pengaturan dengan membuat undang-undang, arahan, dan peraturan agar semua rencana bisa tereksekusi dengan baik. 


Ciri-ciri sistem ekonomi komando

Sistem ekonomi komando memiliki beberapa ciri seperti berikut:

  1. Kepemilikan alat-alat produksi di tangan pemerintah

Dalam ekonomi komando, pemerintah akan memiliki beberapa atau semua industri yang memproduksi barang dan jasa.

  1. Penetapan harga dan produksi jadi kuasa pemerintah

Dalam ekonomi komando, produksi diputuskan oleh lembaga pemerintah, yang memutuskan barang yang paling efisien secara sosial untuk diproduksi. Instansi pemerintah juga dapat menetapkan harga atau memberikan jatah konsumen secara langsung.

  1. Tujuan ekonomi makro tergantung pada pemerintah

Dalam ekonomi komando, pemerintah akan memiliki tujuan ekonomi makro yang berlebihan seperti tingkat pekerjaan dan apa yang harus diproduksi.

  1. Perusahaan dibawah kendali negara

Beberapa ekonomi yang direncanakan secara terpusat mungkin terdiri dari tidak hanya perusahaan milik negara, tetapi beberapa perusahaan milik swasta yang secara dekat diarahkan oleh manajemen negara.

Kelebihan Sistem Ekonomi Komando

Sistem ekonomi komando memiliki beberapa kelebihan seperti berikut:


  1. Mobilisasi sumberdaya jadi lebih cepat

Ekonomi yang terpusat dan terencana seperti dalam sistem ekonomi komando dapat dengan cepat memobilisasi sumber daya ekonomi dalam skala besar. Sistem ekonomi dapat melaksanakan proyek-proyek besar, menciptakan kekuatan industri, dan memenuhi tujuan sosial karena tidak ada tuntutan hukum dari individu.


  1. Menimbulkan kesatuan

Sistem ekonomi komando bisa membuat masyarakat menyetujui  misi dan visi yang dibuat pemerintah. Pemerintahan dapat menasionalisasi perusahaan swasta dan memberlakukan undang-undang pada warga negara yang diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh negara bekerja dalam kesatuan menuju tujuan tertentu. 

Pekerja dapat menerima pekerjaan baru berdasarkan penilaian pemerintah terhadap keterampilan mereka dan bagaimana mereka dapat bekerja dengan baik dalam kesatuan dan aspek ekonomi lainnya.


  1. Mengurangi pengangguran

Sistem ekonomi komando juga membantu meminimalisir jumlah pengangguran dalam suatu negara. Hal ini terjadi karena semua faktor produksi dan sumberdaya dipegang kendali penuh oleh pemerintah. Jadi, masyarakat tidak perlu bingung mencari pekerjaan karena pemerintah membuka peluang tinggi untuk bekerja di perusahaan milik pemerintahan.


  1. Inflasi mudah dikendalikan

Pada negara yang menganut sistem ekonomi komando, harga relatif stabil dan mudah dikendalikan. Hal ini terjadi karena negara yang menganut sistem ini jarang mengalami krisis. Selain itu, produksi dan distribusi juga berjalan lancar sehingga berpengaruh positif pada nilai mata uang negara tersebut.

Kekurangan sistem ekonomi komando

Sistem ekonomi komando juga memiliki berbagai kekurangan seperti berikut:


  1. Mengabaikan preferensi konsumen

Mobilisasi yang cepat ini sering kali memangkas kebutuhan masyarakat lainnya. Barang yang dihasilkan tidak selalu berdasarkan permintaan konsumen. Hal ini bisa memicu munculnya ekonomi bayangan atau pasar gelap yang membeli dan menjual barang-barang yang tidak diproduksi oleh ekonomi komando. Upaya para pemimpin untuk mengendalikan pasar ini bisa melemahkan dukungan bagi mereka.


  1. Inefisiensi

Sistem ekonomi komando sering menghasilkan terlalu banyak hal yang sifatnya berlebihan dan mengabaikan hal lain. Sulit bagi pemerintah pusat untuk mendapatkan informasi terkini tentang kebutuhan konsumen. 

Memenuhi kebutuhan pasar internasional bahkan lebih kompleks, sehingga ekonomi komando berjuang untuk menghasilkan ekspor yang tepat dengan harga pasar yang kompetitif secara global.


  1. Tidak ada inovasi

Sistem ekonomi komando memberi penghargaan kepada para pemimpin bisnis karena mengikuti arahan. Sistem ini tidak memungkinkan warganya mengambil risiko yang diperlukan untuk membuat solusi baru.


Itulah pengertian, kelebihan, dan kekurangan sistem ekonomi komando. Pada dasarnya, setiap negara memiliki sistem ekonominya masing-masing. Sistem ekonomi yang berhasil diterapkan oleh negara lain belum tentu berjalan sukses di negara kita. Sebab, ada banyak hal yang berpengaruh pada jalannya sistem ekonomi.



Baca juga

Berikut Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penentuan Harga (Pricing Decision)

Apa yang Membuat Return on Invested Capital (ROIC) Penting dan Bagaimana Cara Menghitungnya

Pentingnya Rasio Uji Asam (Acid Test Ratio) Perusahaan dan Contoh Cara Menghitungnya

Memahami Perbedaan Barang Jadi dengan Barang Setengah Jadi Serta Contohnya

Mengenal Cara Penganggaran Berbasis Aktivitas serta Contoh Sederhananya

© 2022 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin