Ketahui Perbedaan antara Marketplace, E-Commerce, dan Online Shop

By Martina, 02 Juni 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Banyak yang mengatakan bahwa dengan adanya perusahaan online, yang fokusnya menjajakan produk yang dijual melalui online, para pengusaha retail semakin tersingkir dari persaingan di pasar. Namun, sebenarnya pengusaha retail atau yang bisnisnya berbasis toko dapat memanfaatkan perkembangan industri online yang super cepat ini untuk mendatangkan penjualan. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah bergabung dengan platform marketplace atau membuka online shop. Untuk membantu Anda dalam memilih platform mana yang tepat untuk dijadikan perpanjangan dari toko Anda, ada baiknya untuk mengetahui perbedaan antara marketplace, e-commerce, dan online shop. Pasalnya, dengan memahami fungsi dari platform tersebut, Anda akan dapat membuat strategi yang lebih baik untuk meningkatkan penjualan bisnis.


Seiring dengan semakin banyaknya orang yang memiliki akses kepada internet, kini aktivitas berbelanja online telah menjadi budaya tersendiri bagi masyarakat di Indonesia, terutama mereka yang berada di kota-kota besar. Cepatnya pertumbuhan bisnis online di Indonesia dikarenakan kemudahan yang ditawarkan kepada pelanggan sehingga masyarakat merasa nyaman menggunakan platform ini. Terdapat beberapa kategori dalam sistem penjualan secara online yang perlu Anda ketahui.



Online Shop

Bisa dikatakan, online shop merupakan asal mula tren belanja online semakin menjamur di Indonesia. Online Shop merupakan istilah dalam jual beli secara online dan telah banyak bermunculan sejak kedatangan aplikasi BlackBerry Messenger beberapa tahun silam. Tidak jarang bisnis atau penjual yang berbasis toko juga memasarkan barang dagangannya melalui jejaring sosial seperti Facebook, Instagram, BBM, Line atau Whatsapp.


Biasanya bisnis yang menjadi online shop merupakan bisnis rumahan yang tidak memiliki toko bagi pelanggan untuk datang langsung melihat produk yang dijual. Dengan adanya online shop, tentunya mempermudah bagi siapapun yang ingin memiliki bisnis namun tidak memiliki cukup modal untuk menyewa toko.



E-commerce

E-commerce merupakan salah satu platform yang mempopulerkan bisnis online di Indonesia serta membantu membentuk budaya belanja praktis di masyarakat kota besar. E-commerce sendiri adalah sebuah website jual beli yang memungkinkan pembeli untuk memilih produk yang diinginkan pada website tersebut, berdiskusi dengan penjual mengenai detil yang diinginkan atau diharapkan, lalu melakukan pembayaran dengan cara melakukan transfer antar rekening sesuai harga yang telah ditentukan oleh penjual.


Pada umumnya, penjual yang ada pada website e-commerce merupakan brand besar yang namanya telah diketahui oleh banyak orang. Namun, tentu saja ada juga brand lokal yang bergabung untuk menjajakan produknya di berbagai website e-commerce. Salah satu keuntungan bagi bisnis untuk bergabung dengan e-commerce dalam memasarkan produknya adalah Anda tidak perlu lagi harus kesulitan dalam mengatur pengiriman barang karena pihak e-commerce memiliki sistem pengirimannya sendiri. Hal ini tentu berbeda dengan online shop yang harus mengatur setiap pengiriman barang kepada pelanggan. Contoh dari perusahaan e-commerce adalah Lazada, Zalora, dll.


Perbedaannya dengan online shop adalah penjual yang ingin memasarkan produknya di website e-commerce harus mengajukan permintaan kerjasama kepada perusahaan e-commerce tersebut yang nantinya akan dievaluasi apakah produk Anda dapat dipasarkan pada website tersebut atau tidak. Sedangkan online shop, semua orang bebas untuk memasarkan produknya tanpa memerlukan persetujuan dari pihak manapun.



Marketplace (Pasar Online)

Memiliki konsep yang serupa dengan e-commerce, marketplace merupakan sebuah website jual beli yang memungkinkan pembeli untuk memilih produk yang diinginkan pada website tersebut, berdiskusi dengan penjual mengenai detail barang yang diinginkan atau diharapkan, lalu melakukan pembayaran dengan cara melakukan transfer antar rekening sesuai harga yang telah ditentukan oleh penjual. Di Indonesia, sistem marketplace tergolong masih baru dan merupakan evolusi serta perpaduan antara online shop dan e-commerce, dimana pada platform ini, siapapun bisa memasarkan produknya pada website dan membuka ‘toko’-nya sendiri pada website tersebut. Pada platform ini, pembeli bisa menjadi penjual, dan penjual bisa menjadi pembeli. Contoh platform yang memiliki sistem marketplace adalah Tokopedia dan Bukalapak.


Apabila menilik dari sejarahnya, sistem jual beli dengan menggunakan konsep marketplace bukanlah hal yang baru. Pasalnya, salah satu marketplace pertama di dunia yang mempopulerkan sistem ini adalah eBay, yang dirilis pada tahun 1995. Website marketplace ini mempermudah proses penjualan dan menjadikannya lebih efisien sehingga sistem ini cepat berkembang ke seluruh dunia.


Konsep awal marketplace sebenarnya mirip dengan pasar tradisional, yang pada dasarnya menyediakan tempat bagi pebisnis yang ingin memasarkan barang dagangannya dengan lingkup area pembeli yang lebih luas. Yang berbeda dengan pasar tradisional adalah penjual tidak perlu membayar uang sewa untuk mendapat tempat di marketplace. Lalu darimana perusahaan dengan sistem marketplace bisa mendapatkan keuntungan? Bergantung pada kebijakan dari masing-masing perusahaan, namun biasanya sebuah marketplace mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan jasa iklan premium. Jasa iklan premium ini memungkinkan barang dagangan Anda untuk muncul di bagian paling atas pencarian yang diberikan tanda ‘megaphone’ pada pojok kiri atas.



Online Shop vs E-commerce vs Marketplace

Setelah tahu perbedaan dari ketiga platform tersebut, saatnya mencari tahu lebih dalam platform mana yang cocok dan sesuai untuk Anda. Berikut beberapa hal dibawah ini yang bisa dijadikan pertimbangan dalam memilih platform yang ingin dimanfaatkan.


Faktor Teknis dan Biaya

Bagi seorang pemilik bisnis, tentunya faktor teknis dan biaya merupakan hal utama yang perlu dipertimbangkan. Apabila Anda ingin membuat website e-commerce sendiri, tentunya hal ini akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk membuat website tersebut dan membutuhkan pengetahuan teknis yang lebih banyak dibandingkan dengan marketplace maupun online shop melalui media sosial.


Jika Anda berminat untuk bergabung dengan website e-commerce yang telah ada, Anda harus mengajukan permintaan kerjasama kepada perusahaan e-commerce untuk dapat memasarkan produk yang Anda miliki. Tentunya akan ada syarat dan ketentuan yang diterapkan oleh pihak perusahaan kepada Anda serta kemungkinan pemberian komisi kepada perusahaan e-commerce tersebut.


Jika Anda memilih marketplace atau online shop, Anda hanya perlu mengunggah atau upload foto dari produk yang ingin Anda jual ke dalam platform yang telah ada. Selain itu, platform marketplace pada umumnya bersifat gratis sehingga Anda hanya perlu membuka akun pada platform tersebut dan mulai memasarkan barang dagangan Anda.


Efektifitas Biaya

Apabila melihat dari segi efektifitas biaya yang harus dikeluarkan, membuat website e-commerce milik Anda sendiri akan membutuhkan biaya yang lebih banyak. Namun, jika Anda memang memiliki modal yang cukup, hal ini bisa menjadi keuntungan karena apabila Anda dapat mengelolanya dengan baik serta menawarkan produk yang berkualitas baik pula, maka brand bisnis Anda akan lebih menonjol dibandingkan dengan brand lain yang mungkin menjual produk yang sama pada platform lain.


Jika Anda lebih memilih untuk menggunakan platform marketplace atau online shop, maka Anda harus berusaha lebih keras lagi dalam bersaing dengan penjual lainnya yang menjual produk yang sama pada platform yang sama.


Marketing dan Traffic

Meskipun biaya dibutuhkan tergolong lebih sedikit dibandingkan dengan e-commerce, namun pada platform marketplace Anda tidak memiliki kendali atas promosi yang dilakukan oleh perusahaan pemilik marketplace. Namun, sisi baiknya adalah perusahaan pemilik marketplace akan melakukan berbagai macam strategi marketing untuk mendatangkan pembeli ke dalam platform mereka sehingga kemungkinan produk Anda untuk dilihat akan jauh lebih tinggi.



Kesimpulan

Dengan adanya platform seperti online shop, marketplace, dan e-commerce, dapat membantu mendorong perekonomian tanah air serta mempermudah bagi masyarakat yang ingin memiliki bisnis sendiri tanpa harus terbebani oleh biaya sewa toko yang membutuhkan banyak modal.


Pada dasarnya, Anda bisa memanfaatkan ketiga platform tersebut sebagai tempat untuk memasarkan produk Anda selama dapat dikelola dengan baik dan tidak menjadi bumerang kepada bisnis Anda karena dirasa pelayanan yang diberikan menjadi tidak maksimal.


Baca juga

Perbedaan Strategi Penjualan Offline dengan Salesman atau Penjualan Online dengan E-commerce

Strategi Pengambilan Barang di Gudang Untuk Meningkatkan Efisiensi Kerja

Cara Mengembangkan Strategi Bisnis Perusahaan untuk Meningkatkan Profit/Omzet

9 Jasa Pengiriman Barang untuk Mendukung Bisnis Online Anda

7 Hal Yang Harus Dihindari Saat Memulai Bisnis Online

© 2022 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin